Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Mengatasi Nyeri Akut Post Post Operasi Orif

JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL, Apr 2025

Masalah keperawatan yang dirasakan pada pasien dengan post operasi orif adalah nyeri akut. Salah satu intervensi non farmakologis nyeri akut dengan therapi SEFT. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah implementasi teknik SEFT efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi orif fraktur cruris. Metode : penelitian ini berbentuk studi kasus deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu pasien post operasi dengan kriteria nyeri berat. Data dikumpulkan dengan melakukan Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi kepustakaan dan dokumentasi dengan analisa pengukuran nyeri dengan menggunakan numeratic rating scale. Hasil: menunjukkan implementasi teknik SEFT selama 3 hari bahwa nyeri berkurang, hari pertama penulis mendapatkan data skala nyeri 8 dari (0-10) menjadi 7, pada hari ke 2 skala nyeri pasien dari 6 menjadi 5, pada hari ke 3 penulis mendapatkan data skala nyeri pasien dari 5 menjadi 4. SEFT dapat mempengaruhi dalam proses penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi Orif frakur cruris.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/6430/4494

Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Mengatasi Nyeri Akut Post Post Operasi Orif

Jurnal Penelitian Perawat Profesional Volume 7 Nomor 2, April 2025 e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757 http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) MENGATASI NYERI AKUT POST POST OPERASI ORIF Dedeh Ri’ayatul Maula*, Bambang Nurjaman Akademi Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon, Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat 45181, Indonesia * ABSTRAK Masalah keperawatan yang dirasakan pada pasien dengan post operasi orif adalah nyeri akut. Salah satu intervensi non farmakologis nyeri akut dengan therapi SEFT. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah implementasi teknik SEFT efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi orif fraktur cruris. Metode : penelitian ini berbentuk studi kasus deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu pasien post operasi dengan kriteria nyeri berat. Data dikumpulkan dengan melakukan Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi kepustakaan dan dokumentasi dengan analisa pengukuran nyeri dengan menggunakan numeratic rating scale. Hasil: menunjukkan implementasi teknik SEFT selama 3 hari bahwa nyeri berkurang, hari pertama penulis mendapatkan data skala nyeri 8 dari (0-10) menjadi 7, pada hari ke 2 skala nyeri pasien dari 6 menjadi 5, pada hari ke 3 penulis mendapatkan data skala nyeri pasien dari 5 menjadi 4. SEFT dapat mempengaruhi dalam proses penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi Orif frakur cruris. Kata kunci: nyeri akut; post operasi orif; SEFT SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TO REDUCE ACUTE PAIN PATIENTS POST ORIF SURGERY FRACTURE ABSTRACT Nursing problems felt by patients with post-ORIF surgery are acute pain. One of the nonpharmacological interventions for acute pain is SEFT therapy. The purpose of this study was to determine whether the implementation of the SEFT technique is effective in reducing the pain scale in patients with post-ORIF cruris fracture surgery. Method: This study is in the form of a descriptive case study. The subject in this study was one post-operative patient with severe pain criteria. Data were collected by conducting data collection by interview, observation, physical examination, literature study and documentation with pain measurement analysis using a numeratic rating scale. Results: showed the implementation of the SEFT technique for 3 days that the pain decreased, the first day the author obtained data on the pain scale 8 from (0-10) to 7, on the 2nd day the patient's pain scale from 6 to 5, on the 3rd day the author obtained data on the patient's pain scale from 5 to 4. SEFT can affect the process of reducing pain intensity in patients with post-ORIF cruris fracture surgery. Keywords: acut pain; orif; SEFT PENDAHULUAN Fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan, baik yang bersifat total maupun sebagian yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik dari keadaan tulang serta jaringan lunak di sekitarnya (Malorung & Anggrita, 2022).Menurut (Shafira et al., 2024) Fraktur itu dapat diakibatkan oleh penyakit degeneratif misalnya pada osteoporosis, keadaan patologis, dan yang disebabkan berbagai jenis kecelakaan (traumatic fracture) seperti kecelakaan domestik atau kecelakaan rumah tangga, kecelakaan kerja, kecelakaan olahraga, 875 Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 7 No 2, April 2025 Global Health Science Group kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Di Jawa Barat, patah tulang paha adalah yang paling sering terjadi yaitu 39%, diikuti oleh patah tulang humerus (15%), patah tulang tibia dan fibula (11%), (Rahmat et al., 2023). Adapun proporsi kejadian cedera yang diakibatkan dari kecelakaan lalu lintas di Kabupaten/Kota Cirebon mencapai 1,54 dan 1,02 dengan kejadian cedera pada anggota ekstremitas atas 36,64 , ekstemitas bawah 72,86 dengan kasus fraktur cruris (11%) (Herisandi & Harmanto, 2022). Dari hasil penelitian Platini, dkk., (2020) menunjukan bahwa lokasi fraktur terbanyak yaitu pada tibia fibula. Tanda dan gejala klinis fraktur mencakup nyeri akut, kehilangan fungsi, deformitas (posisi tulang abnormal), pemendekatan ekstremitas, krepitus, dan edema lokal serta ekimosis (pendarahan dibawah kulit) serta sifatnya dapat mengancam nyawa (Hendrawati et al., 2023), Lokasi fraktur terbanyak yaitu pada tibia fibula (Platini et al., 2022). Berdasarkan penelitian Boangmanalu et al.,(2023) penatalaksanaan medis fraktur cruris (tibia fibula) ditangani secara opratif maupun non opratif, teknik operatif dilakukan teknik operasi yang dilakukan pada ekstremitas bawah yaitu stabilisasi pada fraktur seperti open reduction internal fixation (ORIF) dimana dilakukan pemasangan plate and screw atau dilakukannya tindakan pembedahan pasien akan merasakan nyeri akibat insisi pembedahan. Masalah keperawatan yang muncul post operasi fraktur diantaranya nyeri akut, mobilitas fisik, risiko infeksi perubahan perfusi jaringan, risiko gangguan integritas kulit, perawatan diri (mandi), ansietas dan kurang pengetahuan (Nasiha et al., 2023). Nyeri Akut merupakan pengalaman sensori dan emosional yang muncul akibat kerusakan jaringan dengan gejala yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan 3 (tiga) hingga berat dengan akhir yang diantisipasi atau diprediksi (Nisa, 2022).Menurut (Widyarini & Suhartini, 2023) Spiritual emotional freedom technique (SEFT) adalah gabungan antara spiritual power dan energy psychology yaitu seperangkat prinsip dan teknik memanfaatkan sistem energi tubuh untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan perilaku, dengan prinsip yang kurang lebih sama dengan acupunture dan acupressure, SEFT efektif, cepat, mudah, murah, aman, memberdayakan, universal, compatible, ilmiah, dan halal.SEFT merupakan terapi yang bisa membantu berbagai masalah, khususnya masalah emosi, masalah fisik yang dialami dan dapat mengurangi rasa nyeri pada penderitanya, bahkan bisa menghilangkan rasa nyeri dalam yang waktu yang tidak terlalu lama. (Mahmudianti et al., 2024). Tujuan Penelitian ini menggambarkan implementasi teknik SEFT efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi orif fraktur cruris. METODE Jenis karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi nilai dari variabel mandiri, tanpa melakukan perbandingan dengan variabel lainnya. Penelitian ini dilakukan di Ruang Nyimas Gandasari RSD Gunung Jati Cirebon Cirebon pada bulan April tanggal 04 sampai 06 April 2024. Jumlah sampel dalam penelitian ini 1 orang dengan menggunakan tekhnik total sampling. Kriteri inlusi adalah pasien yang dirawat di Ruang Nyimas Gandasari RSD Gunung Jati Cirebon dengan diagnosa medis post operasi ORIF fraktur cruris dextra pada bulan April dan bersedia menjadi responden di RSD Gunung Jati Cirebon. Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi kepustakaan dan dokumentasi. Metode untuk mengukur penilaian tingkatan nyeri menggunakan numerik rating scale (NRS), klien dapat menilai nyeri d (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/6430/4494
Article home page: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/6430/4494

Maula Dedeh Ri’ayatul, Bambang Nurjaman. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Mengatasi Nyeri Akut Post Post Operasi Orif, JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL, 2025, pp. 875-880,