Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Mengatasi Nyeri Akut Post Post Operasi Orif
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Volume 7 Nomor 2, April 2025
e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) MENGATASI NYERI
AKUT POST POST OPERASI ORIF
Dedeh Ri’ayatul Maula*, Bambang Nurjaman
Akademi Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon, Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat 45181,
Indonesia
*
ABSTRAK
Masalah keperawatan yang dirasakan pada pasien dengan post operasi orif adalah nyeri akut. Salah
satu intervensi non farmakologis nyeri akut dengan therapi SEFT. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui apakah implementasi teknik SEFT efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien post
operasi orif fraktur cruris. Metode : penelitian ini berbentuk studi kasus deskriptif. Subjek dalam
penelitian ini adalah satu pasien post operasi dengan kriteria nyeri berat. Data dikumpulkan dengan
melakukan Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi
kepustakaan dan dokumentasi dengan analisa pengukuran nyeri dengan menggunakan numeratic
rating scale. Hasil: menunjukkan implementasi teknik SEFT selama 3 hari bahwa nyeri berkurang,
hari pertama penulis mendapatkan data skala nyeri 8 dari (0-10) menjadi 7, pada hari ke 2 skala nyeri
pasien dari 6 menjadi 5, pada hari ke 3 penulis mendapatkan data skala nyeri pasien dari 5 menjadi 4.
SEFT dapat mempengaruhi dalam proses penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi Orif
frakur cruris.
Kata kunci: nyeri akut; post operasi orif; SEFT
SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TO REDUCE ACUTE
PAIN PATIENTS POST ORIF SURGERY FRACTURE
ABSTRACT
Nursing problems felt by patients with post-ORIF surgery are acute pain. One of the nonpharmacological interventions for acute pain is SEFT therapy. The purpose of this study was to
determine whether the implementation of the SEFT technique is effective in reducing the pain scale in
patients with post-ORIF cruris fracture surgery. Method: This study is in the form of a descriptive
case study. The subject in this study was one post-operative patient with severe pain criteria. Data
were collected by conducting data collection by interview, observation, physical examination,
literature study and documentation with pain measurement analysis using a numeratic rating scale.
Results: showed the implementation of the SEFT technique for 3 days that the pain decreased, the first
day the author obtained data on the pain scale 8 from (0-10) to 7, on the 2nd day the patient's pain
scale from 6 to 5, on the 3rd day the author obtained data on the patient's pain scale from 5 to 4.
SEFT can affect the process of reducing pain intensity in patients with post-ORIF cruris fracture
surgery.
Keywords: acut pain; orif; SEFT
PENDAHULUAN
Fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan, baik yang bersifat total
maupun sebagian yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik dari keadaan tulang serta
jaringan lunak di sekitarnya (Malorung & Anggrita, 2022).Menurut (Shafira et al., 2024)
Fraktur itu dapat diakibatkan oleh penyakit degeneratif misalnya pada osteoporosis, keadaan
patologis, dan yang disebabkan berbagai jenis kecelakaan (traumatic fracture) seperti
kecelakaan domestik atau kecelakaan rumah tangga, kecelakaan kerja, kecelakaan olahraga,
875
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 7 No 2, April 2025
Global Health Science Group
kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Di Jawa Barat, patah tulang paha adalah yang paling
sering terjadi yaitu 39%, diikuti oleh patah tulang humerus (15%), patah tulang tibia dan
fibula (11%), (Rahmat et al., 2023). Adapun proporsi kejadian cedera yang diakibatkan dari
kecelakaan lalu lintas di Kabupaten/Kota Cirebon mencapai 1,54 dan 1,02 dengan
kejadian cedera pada anggota ekstremitas atas 36,64 , ekstemitas bawah 72,86 dengan
kasus fraktur cruris (11%) (Herisandi & Harmanto, 2022). Dari hasil penelitian Platini, dkk.,
(2020) menunjukan bahwa lokasi fraktur terbanyak yaitu pada tibia fibula.
Tanda dan gejala klinis fraktur mencakup nyeri akut, kehilangan fungsi, deformitas (posisi
tulang abnormal), pemendekatan ekstremitas, krepitus, dan edema lokal serta ekimosis
(pendarahan dibawah kulit) serta sifatnya dapat mengancam nyawa (Hendrawati et al.,
2023), Lokasi fraktur terbanyak yaitu pada tibia fibula (Platini et al., 2022). Berdasarkan
penelitian Boangmanalu et al.,(2023) penatalaksanaan medis fraktur cruris (tibia fibula)
ditangani secara opratif maupun non opratif, teknik operatif dilakukan teknik operasi yang
dilakukan pada ekstremitas bawah yaitu stabilisasi pada fraktur seperti open reduction internal
fixation (ORIF) dimana dilakukan pemasangan plate and screw atau dilakukannya tindakan
pembedahan pasien akan merasakan nyeri akibat insisi pembedahan. Masalah keperawatan
yang muncul post operasi fraktur diantaranya nyeri akut, mobilitas fisik, risiko infeksi
perubahan perfusi jaringan, risiko gangguan integritas kulit, perawatan diri (mandi), ansietas
dan kurang pengetahuan (Nasiha et al., 2023).
Nyeri Akut merupakan pengalaman sensori dan emosional yang muncul akibat kerusakan
jaringan dengan gejala yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan 3 (tiga) hingga berat
dengan akhir yang diantisipasi atau diprediksi (Nisa, 2022).Menurut (Widyarini & Suhartini,
2023) Spiritual emotional freedom technique (SEFT) adalah gabungan antara spiritual
power dan energy psychology yaitu seperangkat prinsip dan teknik memanfaatkan sistem
energi tubuh untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan perilaku, dengan prinsip yang
kurang lebih sama dengan acupunture dan acupressure, SEFT efektif, cepat, mudah,
murah, aman, memberdayakan, universal, compatible, ilmiah, dan halal.SEFT merupakan
terapi yang bisa membantu berbagai masalah, khususnya masalah emosi, masalah fisik yang
dialami dan dapat mengurangi rasa nyeri pada penderitanya, bahkan bisa menghilangkan
rasa nyeri dalam yang waktu yang tidak terlalu lama. (Mahmudianti et al., 2024). Tujuan
Penelitian ini menggambarkan implementasi teknik SEFT efektif dalam menurunkan skala
nyeri pada pasien post operasi orif fraktur cruris.
METODE
Jenis karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus deskriptif yang bertujuan untuk
mengidentifikasi nilai dari variabel mandiri, tanpa melakukan perbandingan dengan variabel
lainnya. Penelitian ini dilakukan di Ruang Nyimas Gandasari RSD Gunung Jati Cirebon
Cirebon pada bulan April tanggal 04 sampai 06 April 2024. Jumlah sampel dalam penelitian
ini 1 orang dengan menggunakan tekhnik total sampling. Kriteri inlusi adalah pasien yang
dirawat di Ruang Nyimas Gandasari RSD Gunung Jati Cirebon dengan diagnosa medis post
operasi ORIF fraktur cruris dextra pada bulan April dan bersedia menjadi responden di RSD
Gunung Jati Cirebon. Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan
fisik, studi kepustakaan dan dokumentasi. Metode untuk mengukur penilaian tingkatan nyeri
menggunakan numerik rating scale (NRS), klien dapat menilai nyeri d (...truncated)