Hakikat Manusia Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Dalam Perspektif Islam

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, May 2025

In Islamic perspective, the essence of human beings encompasses the totality of attributes, essence, and unique characteristics that distinguish them from other creatures. Humans are regarded as honored beings, endowed with intellect and heart, and entrusted with responsibilities as worshippers of Allah (‘abd), stewards on Earth (khalifah), and social beings. The Qur’an describes humans using various terms such as ‘abd Allah, al-Nas, al-Insan, and al-Basyar, each reflecting different dimensions and roles of humanity. This understanding has significant implications for Islamic education, which must emphasize the balance between physical and spiritual aspects. Islamic education should aim to develop human potential holistically through the nurturing of the heart (qalbiyah) and intellect (‘aqliyah), along with the instillation of faith and moral values. The goal is to form a complete human being (insan kamil) capable of fulfilling their role as a khalifah and servant of Allah with balance and responsibility.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/2826/2273

Hakikat Manusia Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Dalam Perspektif Islam

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 3 No. 6 Mei – Juni 2025 Hal. 974-978 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 Hakikat Manusia Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Dalam Perspektif Islam Sonia Natalia1, Salwa Husna Zahira2, Gusmaneli3 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang ,2salwa.husnazahira27, Abstract Dalam pandangan Islam, hakikat manusia mencakup seluruh sifat, esensi, dan karakter unik yang menjadikannya berbeda dari makhluk lain. Manusia dipandang sebagai makhluk yang dimuliakan, dianugerahi akal dan hati, serta diberi tanggung jawab sebagai penyembah Allah (‘abd), pemimpin di bumi (khalifah), dan makhluk sosial. Al-Qur’an menggambarkan manusia dengan berbagai istilah seperti ‘abd Allah, al-Nas, al-Insan, dan al-Basyar, yang masing-masing menggambarkan sisi dan fungsi manusia yang beragam. Pemahaman ini membawa dampak penting bagi pendidikan Islam, yang harus menekankan keseimbangan antara aspek jasmani dan rohani. Pendidikan Islam perlu mengarahkan pengembangan potensi manusia secara menyeluruh melalui pendidikan hati (qalbiyah) dan akal (aqliyah), serta penanaman nilai keimanan dan akhlak. Tujuannya adalah membentuk manusia paripurna (insan kamil) yang mampu menjalankan perannya sebagai khalifah dan hamba Allah dengan seimbang dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Hakikat manusia,Pendidikan Islam, Al-qur’an,Implikasinya Abstract In Islamic perspective, the essence of human beings encompasses the totality of attributes, essence, and unique characteristics that distinguish them from other creatures. Humans are regarded as honored beings, endowed with intellect and heart, and entrusted with responsibilities as worshippers of Allah (‘abd), stewards on Earth (khalifah), and social beings. The Qur’an describes humans using various terms such as ‘abd Allah, al-Nas, al-Insan, and al-Basyar, each reflecting different dimensions and roles of humanity. This understanding has significant implications for Islamic education, which must emphasize the balance between physical and spiritual aspects. Islamic education should aim to develop human potential holistically through the nurturing of the heart (qalbiyah) and intellect (‘aqliyah), along with the instillation of faith and moral values. The goal is to form a complete human being (insan kamil) capable of fulfilling their role as a khalifah and servant of Allah with balance and responsibility. Keywords: Human Nature, Islamic Education,Al-Qur'an,Its implications Keywords: Human Nature, Islamic Education,Al-Qur'an,Its implications PENDAHULUAN Manusia, sebagai makhluk yang memiliki keunikan dan kompleksitas, selalu menjadi fokus perdebatan mengenai hakikatnya. Dalam konteks Islam, manusia dianggap sebagai ciptaan Allah yang paling mulia, dianugerahi akal, hati, dan potensi untuk berkembang. Manusia memiliki peran ganda, yaitu sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah. Al-Qur'an menjelaskan hakikat manusia melalui berbagai konsep. Manusia sebagai 'abd Allah (wajib tunduk dan beribadah kepada Allah). Sebagai al-nas, adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi. Al-insan menekankan manusia sebagai makhluk yang harmonis dan bertanggung jawab, dan al-basyar menunjukkan bahwa manusia memiliki kebutuhan biologis. Pendidikan Islam bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek peserta didik, termasuk intelektual, spiritual, moral, dan sosial. Pendidikan Islam seharusnya membimbingpeserta didik untuk memahami peran mereka sebagai hamba Allah dan khalifah, serta mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Namun, pendidikan Islam seringkali menghadapi berbagai masalah, seperti kurikulum yang belum terpadu, metode pembelajaran yang kurang efektif, dan pemahaman yang kurang mendalam tentang hakikat manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian yang mendalam tentang hakikat manusia dalam perspektif Islam dan dampaknya pada pendidikan Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Pendekatan ini dipilih karena fokus kajiannya adalah mengeksplorasi konsep hakikat manusia dalam pandangan Islam melalui penelaahan terhadap berbagai sumber literatur utama dan pendukung. Sumber primer yang digunakan meliputi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.03 No. 06 Mei – Juni 2025 974 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 3 No. 6 Mei – Juni 2025 Hal. 974-978 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs Nabi yang dianalisis secara tematik guna menggali pemaknaan istilah manusia seperti ‘abd, al-nas, alinsān, dan al-basyar, serta kaitannya dengan pendidikan Islam. Di samping itu, karya-karya ilmuwan Muslim klasik dan modern seperti Fahruddin Ar-Razi dan Quraish Shihab turut dijadikan rujukan untuk memperkuat kerangka teori. Data diperoleh dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan tafsir Al-Qur’an yang membahas tema serupa. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis), yang bertujuan untuk mengungkap pesan-pesan filosofis dan teologis yang terkandung dalam teks. Temuan dari analisis ini diinterpretasikan untuk merumuskan relevansi dan dampak konsep hakikat manusia terhadap penyusunan sistem dan teori pendidikan Islam yang menyeluruh dan terpadu. HASIL DAN PEMBAHASAN Manusia mempunyai dua dimensi di dalam dirinya, yaitu dimensi ruhani dan dimensi jasmani. Jasad, akal, dan ruh manusia perlu diasah agar dapat mengalami perkembangan yang signifikan (Shihab, 2005a). Hakikat manusia adalah keseluruhan sifat, esensi, dan karakteristik yang melekat pada manusia sebagai makhluk hidup. Menurut perspektif Islam, manusia adalah makhluk yang terhormat dan mulia, yang diciptakan dengan bentuk terbaik; diberi akal dan hati sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah SWT. berupa Al-Qur’an, dan juga sunnah rasul (Marhaban, 2018:213). Dalam pandangan ilmuan Muslim seperti yang dikemukakan oleh Fahruddin Ar-Razi sebagaimana yang dikutip oleh Adnin Atmas bahwa, manusia memiliki beberapa krakteristik yang khas. Manusia berbeda dengan makhluk yang lain, termasuk dengan malaikat, iblis dan juga binatang, adalah karena manusia memiliki akal dan hikmah serta tabiat dan nafsu (Afif, dkk, 2023:3017). Ada beberapa ungkapan kata yang menunjukkan arti manusia dengan berbagai makna dalam Al-qur’an, yaitu: 1. Manusia Sebagai Hamba Allah (Abd Allah) Sebagai hamba Allah, manusia wajib mengabdi dan taat kepada Allah selaku Pencipta karena adalah hak Allah untuk disembah dan tidak disekutukan. Bentuk pengabdian manusia sebagai hamba Allah tidak terbatas hanya pada ucapan dan perbuatan saja, melainkan juga harus dengan keikhlasan hati, seperti yang diperintahkan dalam surah Bayyinah (QS:98:5). ISSN : 2963-5802 ۙ‫الديْنَ ە‬ ِ ُ‫ِصيْنَ لَه‬ ُ ُ ‫َو َما ٓ ا‬ ِ ‫ّٰللا ُم ْخل‬ َ ‫مِر ْٓوا ا اَِّل ِليَ ْعبُدُوا ه‬ ِۗ‫الز ٰكوة َ َو ٰذلِكَ ِد ْي ُن ا ْلقَ ِي َم ِة‬ ٰ ‫صلوة َ َويُؤْ تُوا ا‬ ‫ُحنَف َۤا َء َويُ ِق ْي ُموا ال ا‬ ‫۝‬ ٥ " Mereka tidak diperintah, kecu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/2826/2273
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/2826/2273

Sonia Natalia, Zahira Salwa Husna, Gusmaneli Gusmaneli. Hakikat Manusia Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2025, pp. 974-978,