Analisis Cacat Produk Dimensi Diameter Snap Tidak Standar pada Botol 100 ml Berbahan Dasar High-Density Polyethylene (HDPE)

Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material, Apr 2025

Extrusion blow molding is a process used to form plastic bottles, with High-Density Polyethylene (HDPE) being the most commonly used material. A defect in the snap diameter that did not meet the standard was identified during the production of 100 ml bottles at PT X Jakarta, potentially reducing product quality and affecting its functionality. This study aims to identify the root causes of this defect and propose corrective actions and improvements to enhance product quality. The methodology includes using a Fishbone Diagram to determine the root causes, applying the 5W+1H analysis to develop corrective action proposals, and implementing the Poka-Yoke method as an improvement strategy. The findings indicate that the defects are caused by three main factors: human, method, and machine. Human-related factors include a lack of operator understanding of quality standards, insufficient training, and a limited number of technicians. Method-related factors involve inadequate maintenance and improper bottle handling, while machine-related factors include mold dimension changes, dirty die heads, and the need for machining parameter adjustments. The proposed corrective actions for human factors involve regular training, the provision of Standard Operating Procedures (SOPs), visual guidelines, and additional technicians. Machine-related improvements include periodic inspections, die head cleaning, and machining parameter testing, while method-related improvements focus on scheduled preventive maintenance and proper bottle runner arrangement. Further improvements involve implementing the Poka-Yoke method by installing an alarm siren that activates when air compressor pressure falls below the standard and adding markings to help operators better understand machine parameters during production.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/download/2152/1279

Analisis Cacat Produk Dimensi Diameter Snap Tidak Standar pada Botol 100 ml Berbahan Dasar High-Density Polyethylene (HDPE)

Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol. 9 No. 1 Mei 2025 hal: 077 - 090 Analisis Cacat Produk Dimensi Diameter Snap Tidak Standar pada Botol 100 ml Berbahan Dasar High-Density Polyethylene (HDPE) Achmad Afiq Ananda Putra1 Widia Setiawan2 Braam D. Prihadianto3 Galuh Bahari4 1,2,3,4) Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Jln. Yacaranda, Sekip Unit VI, Catur Tunggal, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia 2 Korespondensi penulis: Article Info: Received: February 18, 2025 Accepted: March 16, 2025 Available online: April 19, 2025 DOI: 10.30588/jeemm.v9i1.2152 Abstract: Extrusion blow molding is a process used to form plastic bottles, with High-Density Polyethylene (HDPE) being the most commonly used material. A defect in the snap diameter that did not meet the standard was identified during the production of 100 ml bottles at PT X Jakarta, potentially reducing product quality and affecting its functionality. This study aims to identify the root causes of this defect and propose corrective actions and improvements to enhance product quality. The methodology includes using a Fishbone Diagram to determine the root causes, applying the 5W+1H analysis to develop corrective action proposals, and implementing the Poka-Yoke method as an improvement strategy. The findings indicate that the defects are caused by three main factors: human, method, and machine. Human-related factors include a lack of operator understanding of quality standards, insufficient training, and a limited number of technicians. Method-related factors involve inadequate maintenance and improper bottle handling, while machine-related factors include mold dimension changes, dirty die heads, and the need for machining parameter adjustments. The proposed corrective actions for human factors involve regular training, the provision of Standard Operating Procedures (SOPs), visual guidelines, and additional technicians. Machine-related improvements include periodic inspections, die head cleaning, and machining parameter testing, while method-related improvements focus on scheduled preventive maintenance and proper bottle runner arrangement. Further improvements involve implementing the Poka-Yoke method by installing an alarm siren that activates when air compressor pressure falls below the standard and adding markings to help operators better understand machine parameters during production. Keywords: Extrusion Blow Molding, Product Defects, Fishbone Diagram, 5W+1H, Poka-Yoke Abstrak: Extrusion blow molding adalah proses pembentukan plastik menjadi botol dengan HighDensity Polyethylene (HDPE) sebagai bahan yang paling umum digunakan. Cacat pada dimensi diameter snap yang tidak sesuai standar ditermukan dalam produksi botol 100 ml di PT X Jakarta, yang berpotensi menurunkan kualitas produk dan memengaruhi fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama cacat tersebut serta mengusulkan perbaikan dan improvement guna meningkatkan kualitas produk. Metode yang digunakan mencakup Fishbone Diagram untuk menentukan akar masalah, analisis 5W+1H untuk menyusun usulan perbaikan, serta penerapan metode Poka-Yoke sebagai bentuk improvement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat produk disebabkan oleh faktor manusia, metode, dan mesin. Faktor manusia meliputi kurangnya pemahaman operator terhadap standar kualitas, minimnya pelatihan, serta keterbatasan jumlah teknisi. Faktor metode berkaitan dengan kurangnya pemeliharaan berkala dan proses perapihan botol yang tidak tepat, sedangkan faktor mesin meliputi perubahan dimensi mold, kondisi die head yang kotor, serta perlunya pengujian variasi parameter pemesinan. Usulan perbaikan pada faktor manusia mencakup pelatihan rutin, penyediaan SOP, panduan visual, dan penambahan teknisi. Perbaikan pada faktor mesin meliputi inspeksi berkala, pembersihan die head, dan pengujian parameter pemesinan, sedangkan faktor metode ditingkatkan melalui preventive maintenance dan perapihan runner botol. Jurnal Engine ISSN (online) 2579-7433 77 Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol. 9 No. 1 Mei 2025 hal: 077 - 090 Improvement dilakukan dengan menerapkan Poka-Yoke, seperti pemasangan alarm sirine saat tekanan air compressor di bawah standar serta penanda (marking) untuk membantu operator memahami parameter mesin selama produksi. Kata Kunci: Extrusion Blow Molding, Cacat Produk, Fishbone Diagram, 5W+1H, Poka-Yoke I. Pendahuluan Pengendalian kualitas merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengontrol segala hal yang dapat merugikan. Tujuan dari pengendalian kualitas adalah untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar, memiliki kualitas maksimal dan dapat diproduksi dalam waktu yang efisien (Faritsy & Syaifuddin, 2023). Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut dilakukan upaya peningkatan kualitas secara berkala sehingga produk menjadi lebih baik dan berkualitas. Upaya peningkatan kualitas secara berkala dilakukan dengan memperbaiki kerusakan pada peralatan produksi dan menerapkan pemeriksaan kualitas produk. Produk yang akan dipasarkan kepada konsumen harus melewati tahapan pengecekan secara mendetail agar dapat dipastikan sebagai produk yang berkualitas (Wicaksono & Yuamita, 2022). Kualitas produk menjadi salah satu ciri khas yang dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk secara langsung memengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu menjaga kualitas produknya untuk tetap memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen (Basjir & Suhartini, 2022). PT X Jakarta adalah perusahaan kosmetik yang memproduksi sendiri botol plastik untuk kemasan produk kosmetiknya yang terbuat dari material High-Density Polyethylene (HDPE). Perusahaan mengembangkan produknya dengan memproduksi berbagai jenis botol, seperti botol berkapasitas 35 ml, 100 ml, 150 ml, dan lainnya. Proses pembuatan botol menggunakan mesin Extrusion Blow Molding (EBM). Pada EBM, metode pembuatan produk plastik berongga dengan cara mengekstrusi plastik cair dalam bentuk tabung (parison), kemudian meniupnya ke dalam cetakan untuk membentuk produk akhir (Xiao et al., 2023). Produk akhir yang sudah membentuk dan mendingin akan keluar kemudian dilakukan pengecekan kualitas dari botol tersebut oleh operator produksi dan tim Quality Control (QC) sebelum dikirim ke proses selanjutnya. Pada bulan Juni 2024, PT X Jakarta mendapat lot size (jumlah yang dipesan) untuk botol 100 ml sebanyak 30.000 pcs botol. Tetapi total botol yang jadi hanya sebanyak 29.260 pcs produk, karena terdapat 100 pcs botol untuk sampel tim QC dan sisa nya merupakan produk yang tidak memenuhi spesifikasi sehingga diolah kembali menjadi crumbs (remah-remah) yang nantinya akan digunakan sebagai material campuran untuk memproduksi botol baru. Produk yang tidak memenuhi spesifikasi tersebut diantaranya mengalami cacat produk seperti bintik hitam, mata i (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/download/2152/1279
Article home page: https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/view/2152/1279

Achmad Afiq Ananda Putra, Widia Setiawan, Braam Delfian Prihadianto, Galuh Bahari. Analisis Cacat Produk Dimensi Diameter Snap Tidak Standar pada Botol 100 ml Berbahan Dasar High-Density Polyethylene (HDPE), Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material, 2025, pp. 077-090,