Rancang Bangun Sistem Exhaust Fan Otomatis Berbasis Sensor DHT11 dan Mikrokontroler ESP32 untuk Peningkatan Kualitas Udara di Smoking Area
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 102 - 112
Rancang Bangun Sistem Exhaust Fan Otomatis Berbasis Sensor DHT11 dan
Mikrokontroler ESP32 untuk Peningkatan Kualitas Udara di Smoking Area
Rifky Irfani1
Achmad Aziz Rahmanto2
Muhammad Edgar Gazazanata3
1,2,3
Program Studi Teknik Mesin, Universitas Singaperbangsa Karawang, Jl. HS. Ronggo Waluyo,
Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat 41361
1
Korespondensi penulis:
Article Info: Received: February 22, 2025 Accepted: March 27, 2025 Available online: April 21,
2025
DOI: 10.30588/jeemm.v9i1.2161
Abstract: Air pollution in smoking areas can significantly impact human health and reduce indoor air
quality. Poor ventilation systems often fail to respond to real-time environmental changes, leading to
increased exposure to harmful particles. This research develops an automatic exhaust fan system
utilizing a DHT11 sensor and an ESP32 microcontroller to optimize air circulation. The system
activates when the temperature exceeds 27°C or humidity surpasses 60%, ensuring effective ventilation
control. The study employs a prototyping approach consisting of system design, hardware and software
implementation, and performance testing. Results indicate a 20% reduction in energy consumption
compared to manual operation, highlighting the system's efficiency. The DHT11 sensor records a
temperature deviation of ±0.5°C and a humidity accuracy of ±2%, confirming its reliability. This system
not only improves air quality but also supports energy efficiency, making it a viable solution for
enclosed smoking areas in public spaces.
Keywords: automatic exhaust fan, DHT11, ESP32, air quality, energy efficiency
Abstrak: Polusi udara di area merokok dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan manusia dan
menurunkan kualitas udara dalam ruangan. Sistem ventilasi konvensional sering kali gagal merespons
perubahan lingkungan secara real-time, sehingga meningkatkan paparan terhadap partikel berbahaya.
Penelitian ini mengembangkan sistem exhaust fan otomatis yang menggunakan sensor DHT11 dan
mikrokontroler ESP32 untuk mengoptimalkan sirkulasi udara. Sistem ini aktif saat suhu melebihi 27°C
atau kelembapan melampaui 60%, memastikan kontrol ventilasi yang efektif. Metode penelitian
menggunakan pendekatan prototyping yang mencakup perancangan sistem, implementasi perangkat
keras dan lunak, serta pengujian kinerja. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem ini mampu
menghemat energi sebesar 20% dibandingkan dengan operasi manual, menandakan efisiensinya.
Sensor DHT11 mencatat deviasi suhu ±0.5°C dan akurasi kelembapan ±2%, yang membuktikan
keandalannya. Sistem ini tidak hanya meningkatkan kualitas udara dalam ruangan tetapi juga
mendukung efisiensi energi, menjadikannya solusi yang layak diterapkan di area merokok dalam ruang
publik.
Kata Kunci: exhaust fan otomatis, DHT11, ESP32, kualitas udara, efisiensi energi
I. Pendahuluan
Polusi udara di area merokok dapat menurunkan kenyamanan dan membahayakan kesehatan
pengguna ruang tersebut(Hudi et al., 2012). Ventilasi konvensional sering kali tidak mampu merespons
perubahan kondisi lingkungan secara real-time. Oleh karena itu, diperlukan solusi berupa sistem
ventilasi otomatis yang mampu mengontrol suhu dan kelembapan secara efektif. Mikrokontroler ESP32
dipilih karena kemampuannya dalam pengolahan data yang cepat(Caesar Pamungkas et al., 2018),
sedangkan sensor DHT11 digunakan untuk mendeteksi suhu dan kelembapan.
Jurnal Engine
ISSN (online) 2579-7433
102
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 102 - 112
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem exhaust fan otomatis yang dapat meningkatkan
kualitas udara sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi(Putranda & Eko Wahyudi, 2023),
(Ifechukwu Gil-Ozoudeh et al., 2022) menunjukkan bahwa sistem ventilasi otomatis dapat menghemat
energi hingga 18%, sedangkan penelitian ini berhasil meningkatkan efisiensi energi hingga 20%. Selain
itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi ramah
lingkungan yang mudah diimplementasikan pada ruang publik. Fokus penelitian tidak hanya pada
efisiensi energi(Fensel & Berbís, 2021) tetapi juga kenyamanan pengguna dan pengurangan risiko
kesehatan akibat paparan asap rokok. Dalam pengembangan sistem exhaust fan otomatis berbasis
sensor DHT11 dan mikrokontroler ESP32, beberapa penelitian terdahulu telah dilakukan terkait dengan
sistem ventilasi otomatis, pemanfaatan sensor lingkungan, serta efisiensi energi dalam sistem HVAC
(Heating, Ventilation, and Air Conditioning).
1. Sistem Ventilasi Otomatis
Penelitian yang dilakukan oleh Ifechukwu Gil-Ozoudeh et al. (2022) membahas penggunaan
sistem ventilasi otomatis berbasis IoT yang dapat menghemat energi hingga 18% dibandingkan dengan
sistem manual. Sistem ini memanfaatkan sensor lingkungan untuk mendeteksi perubahan suhu dan
kelembapan guna mengontrol kipas ventilasi. Studi ini menunjukkan bahwa implementasi sistem
otomatis dapat meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Dhanalakshmi et al. (2020)
dalam penelitiannya mengenai manajemen kualitas udara dalam ruangan berbasis IoT menyebutkan
bahwa penggunaan sensor suhu dan kelembapan dapat meningkatkan efisiensi energi HVAC hingga
20%. Hasil penelitian ini mendukung pendekatan sistem exhaust fan otomatis yang dirancang dalam
penelitian ini.
2. Sensor DHT11 untuk Pengukuran Lingkungan
Sensor DHT11 telah banyak digunakan dalam berbagai penelitian untuk mengukur suhu dan
kelembapan udara secara real-time. Basir et al. (2023) dalam studinya tentang sistem pendeteksi banjir
berbasis ESP32 menunjukkan bahwa sensor DHT11 memiliki deviasi pengukuran suhu sebesar ±0,5°C
dan akurasi kelembapan sebesar ±2%. Hal ini menunjukkan bahwa sensor ini cukup andal untuk
digunakan dalam sistem kontrol lingkungan seperti exhaust fan otomatis. Selain itu, penelitian oleh
Fensel & Berbís (2021) mengkaji efisiensi energi dalam rumah pintar dan sistem jaringan listrik cerdas.
Studi ini menyoroti bagaimana data dari sensor lingkungan dapat diolah oleh mikrokontroler untuk
mengoptimalkan pengoperasian perangkat elektronik guna mengurangi konsumsi daya.
3. Mikrokontroler ESP32 dalam Otomatisasi
ESP32 merupakan mikrokontroler yang sering digunakan dalam sistem otomasi berbasis IoT
karena memiliki prosesor yang cepat serta dukungan konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth. Kamal et al.
(2023) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa ESP32 mampu mengontrol berbagai perangkat
elektronik melalui pemrograman dengan Arduino IDE, sehingga cocok digunakan untuk mengontrol
sistem exhaust fan otomatis. Dari berbagai penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem
ventilasi otomatis berbasis sensor DHT11 dan mikrokontroler ESP32 memiliki potensi besar dalam
meningkatkan kualitas udara serta efisiensi energi. Penelitian ini melanjutkan studi terdahulu dengan
mengembangkan sistem exhaust fan otomatis yang dioptimalkan untuk area merokok, sehing (...truncated)