Desain Sistem Penjernihan Air Berbasis Tenaga Surya untuk Pengolahan Air Bersih
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 069 - 076
Desain Sistem Penjernihan Air Berbasis Tenaga Surya untuk Pengolahan
Air Bersih
Imaniah Sriwijayasih1
Aang Wahidin2
Priyambodo Nur Ardi Nugroho3
Dika Rahayu Widiana4
Sumardiono5
Boedi Herijono6
Rikky Leonard7
Septaviola Dini Utami8
Masaril Fatahilah9
Cindy Putri Maharani10
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10
Department of Marine Engineering, Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya,Jl.
Teknik Kimia, Kampus ITS, Keputih Sukolilo Surabaya 60111
1
Korespondensi penulis:
Article Info: Received: February 17, 2025 Accepted: March 17, 2025 Available online: April 15, 2025
DOI: 10.30588/jeemm.v9i1.2149
Abstrak: Saringan pasir lambat adalah sistem penyaringan air alami yang menggunakan pasir halus
kaya kuarsa sebagai media filter. Proses penyaringan berjalan secara gravitasi dengan kecepatan yang
lambat dan merata di seluruh permukaan pasir, yang melibatkan proses fisis, biokimia, dan biologis
secara bersamaan.Untuk mencapai kualitas air yang diinginkan, sistem penyaringan dirancang
menggunakan pipa PVC 8”. Tujuan utama perancangan ini adalah untuk mematangkan media pasir
penyaring dan membentuk lapisan kulit saringan yang efektif, sehingga proses biokimia dan biologis
dapat berlangsung dengan optimal. Dalam perancangan ini, media pasir silika dan kerikil digunakan
untuk proses fisik dan kimia, sedangkan lampu ultraviolet digunakan untuk menghilangkan bakteri
E.Coli dalam proses biologis. Hasil perancangan menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan
memenuhi standar PERMENKES No.16 Tahun 2005. Penyinaran menggunakan Lampu UV selama
satu jam menunjukkan penurunan bakteri E.Coli sebesar 29/100 ml. Hal ini menunjukkan bahwa
semakin lama penyinaran, semakin berkurang bakteri yang terkandung dalam air sungai. Sistem ini
dapat beroperasi selama 5 jam dengan bantuan panel surya 100 Wp, aki 12 volt 18 Ah, dan pompa DC
50 watt, bahkan hanya dengan sinar matahari. Efisiensi panel surya sangat dipengaruhi oleh intensitas
cahaya matahari, sehingga semakin tinggi intensitas matahari, semakin tinggi pula efisiensi
yang dihasilkan.
Kata kunci: filtrasi, saringan pasir lambat, solar cell, pasir silika
Abstract: A slow sand filter is a natural water filtration system that uses fine quartz-rich sand as a
filter medium. The filtration process runs by gravity at a slow and even speed over the entire surface
of the sand, involving physical, biochemical and biological processes simultaneously. To achieve the
desired water quality, the filtration system was designed using 8" PVC pipes. The main aim of this
design is to mature the filter sand media and form an effective filter skin layer, so that biochemical
and biological processes can take place optimally. In this design, silica sand and gravel media are
used for physical and chemical processes, while ultraviolet lamps are used to eliminate E.Coli
bacteria in biological processes. The design results show that the resulting product meets the
standards of PERMENKES No. 16 of 2005. Irradiation using a UV lamp for one hour shows a
reduction in E. Coli bacteria by 29/100 ml. This shows that the longer the exposure, the less bacteria
contained in river water. This system can operate for 5 hours with the help of a 100 Wp solar panel,
12 volt 18 Ah battery, and 50 watt DC pump, even just with sunlight. The efficiency of solar panels is
greatly influenced by the intensity of sunlight, so the higher the intensity of the sun, the higher the
efficiency produced.
Keywords: filtration, slow sand filter, solar cell, silica sand
Jurnal Engine
ISSN (online) 2579-7433
69
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 069 - 076
1. Pendahuluan
Sungai Musi merupakan sungai terpanjang kedua di Sumatera, setelah Sungai Batanghari.
Aktivitas manusia dan alam di sekitar Sungai Musi, seperti pertambangan, perkebunan, dan pertanian,
berdampak signifikan pada kehidupan biota air dan kesehatan masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut
juga menyebabkan pencemaran logam berat seperti merkuri. Parameter kualitas lingkungan dan air
dapat dibagi menjadi dua kategori: primer dan sekunder. Parameter primer mencakup senyawa kimia
yang tidak bereaksi dengan senyawa lain, seperti pestisida dan logam berat.Sementara itu, parameter
sekunder merupakan hasil interaksi atau reaksi kimia antara parameter primer yang membentuk
senyawa baru. Untuk memantau kualitas perairan, beberapa parameter seperti suhu, pH, oksigen
terlarut, dan konsentrasi anion dan kation biasanya diamati (Insani et al., 2022). Selain itu, keberadaan
Escheria coli dalam air juga dianggap sebagai indikator keberadaan patogen lainnya. Berbagai upaya
telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar air, salah satunya dengan mengolah air sungai
menjadi air bersih. Teknologi pengolahan air menggunakan media butiran pasir merupakan salah satu
metode yang dikembangkan. Penelitian-penelitian sebelumnya telah menunjukkan keefektifan metode
ini dalam menghasilkan air bersih yang berkualitas.Teknologi saringan pasir lambat dianggap mudah
dan tidak memerlukan biaya yang besar, sehingga dapat dibuat dalam skala rumah tangga (Fitriani et
al., 2022). Teknologi ini memanfaatkan bak saringan dengan media pasir halus yang kaya akan kuarsa.
Proses penyaringan berjalan secara gravitasi dan bersamaan di seluruh permukaan mediasehingga
sangat efektif dalam menghilangkan kekeruhan dan total coliform dari air sungai. Model sand filter
merupakan bagian dari sistem saringan yang menggunakan media pasir untuk
air bersih
yang berkualitas. Sistem Saringan Pasir Lambat (SPL) dibagi menjadi dua jenis berdasarkan arah
aliran air, yaitu upflow dan downflow. Perbedaan antara upflow dan downflow terletak pada arah
aliran air, yaitu upflow dari bawah ke atas dan downflow dari atas ke bawah (ARDIATMA, 2021).
Desain yang dihasilkan adalah sistem filtrasi Saringan Pasir Lambat (SPL) berbasis energi surya
dengan menggunakan teknologi solar cell. Berdasarkan deskripsi diatas peneliti berupaya merancang
penelitian tentang sistem Saringan Pasir Lambat (SPL) jenis downflow skala kecil yang efektif dalam
menghasilkan air bersih, dengan menganalisis sifat fisik, kimia, dan biologis air yang dihasilkan.
Penelitian ini juga akan memvariasikan ketebalan pasir untuk menemukan sistem SPL yang paling
efektif dan dapat dijadikan rekomendasi untuk penggunaan skala rumah tangga. Dengan menggunakan
saringan pasir lambat downflow, pengolahan air dapat mengatasi masalah air yang keruh dan
bermasalah, sehingga kualitas air menjadi lebih baik dan aman digunakan oleh masyarakat sekitarnya.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menciptakan air bersih melalui sistem Saringan Pasir
Lambat (SPL) jenis downflow skala kecil yang efektif dan mengedukasi masyarakat agar dapat
mengolah air secara mandiri serta mendapat air bersih layak dipergunakan.
II. Bahan dan Metode
2.1 Saringan Pasir Lambat
Konsep saringan pasir lambat dan ultraviolet bertenaga surya merupakan solusi (...truncated)