Lean Manufacturing dalam Reduksi Waste untuk Peningkatan Efisiensi Produksi Konektor Tipe X di PT XYZ

Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material, Apr 2025

Inefficient production processes can cause waste that results in delays, increased operational costs, and decreased productivity. Therefore, identifying and reducing waste is important in achieving better efficiency in the production process. This study aims to identify and reduce waste in the production process of type X connectors at PT XYZ by applying Lean Manufacturing principles. The methods used in this study include Value Stream Mapping (VSM) to map the production process flow and Process Activity Mapping (PAM) to analyze production activities in detail. The results of the analysis show that the largest waste occurs at the Operation stage (57.07%), followed by Transportation (26.65%) and Delays (10.89%). Based on the 5W + 1H analysis, it was found that the main causes of waste were the lack of measuring stations and inefficient warehouse layouts. Recommendations given include adding measuring stations, implementing IoT technology to automate data input, and optimizing warehouse layouts. The implementation of these improvements is expected to reduce waste, increase productivity, and help PT XYZ achieve production targets more efficiently.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/download/2136/1274

Lean Manufacturing dalam Reduksi Waste untuk Peningkatan Efisiensi Produksi Konektor Tipe X di PT XYZ

Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol. 9 No. 1 Mei 2025 hal: 026 - 036 Lean Manufacturing dalam Reduksi Waste untuk Peningkatan Efisiensi Produksi Konektor Tipe X di PT XYZ Muhammad Kyodan Khalidzky1 Winarno2 Wildan Fatchan Maulidin3 1,2,3 1 Program Studi Teknik Industri, Universitas Singaperbangsa Karawang, Jl. HS.Ronggo Waluyo, Karawang Korespondensi penulis: Article Info: Received: January 31, 2025 Accepted: February 17, 2025 Available online: May 01, 2025 DOI: 10.30588/jeemm.v9i1.2136 Abstract: Inefficient production processes can cause waste that results in delays, increased operational costs, and decreased productivity. Therefore, identifying and reducing waste is important in achieving better efficiency in the production process. This study aims to identify and reduce waste in the production process of type X connectors at PT XYZ by applying Lean Manufacturing principles. The methods used in this study include Value Stream Mapping (VSM) to map the production process flow and Process Activity Mapping (PAM) to analyze production activities in detail. The results of the analysis show that the largest waste occurs at the Operation stage (57.07%), followed by Transportation (26.65%) and Delays (10.89%). Based on the 5W + 1H analysis, it was found that the main causes of waste were the lack of measuring stations and inefficient warehouse layouts. Recommendations given include adding measuring stations, implementing IoT technology to automate data input, and optimizing warehouse layouts. The implementation of these improvements is expected to reduce waste, increase productivity, and help PT XYZ achieve production targets more efficiently. Keywords: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Production Efficiency, Waste Reduction Abstrak: Proses produksi yang tidak efisien dapat menyebabkan pemborosan yang berdampak pada keterlambatan, peningkatan biaya operasional, dan penurunan produktivitas. Oleh karena itu, identifikasi dan pengurangan pemborosan menjadi suatu hal yang penting dalam mencapai efisiensi yang lebih baik pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan dalam proses produksi konektor tipe X di PT XYZ dengan menerapkan prinsip-prinsip Lean Manufacturing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aliran proses produksi dan Process Activity Mapping (PAM) untuk menganalisis aktivitas-aktivitas produksi secara rinci. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemborosan terbesar terjadi pada tahap Operasi (57,07%), diikuti oleh Transportasi (26,65%) dan Penundaan (10,89%). Berdasarkan analisis 5W+1H, ditemukan bahwa penyebab utama pemborosan adalah kurangnya jumlah stasiun pengukuran dan tata letak gudang yang tidak efisien. Rekomendasi yang diberikan antara lain adalah penambahan stasiun pengukuran, penerapan teknologi IoT untuk otomatisasi penginputan data, serta optimalisasi tata letak gudang. Implementasi perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan, meningkatkan produktivitas, dan membantu PT XYZ mencapai target produksi secara lebih efisien. Kata Kunci: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Efisiensi Produksi, Waste Reduction I. Pendahuluan Dalam industri manufaktur, optimalisasi proses produksi menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya saing perusahaan (Nurwahidah, Mulyadi, & Nilda, 2022). Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keberadaan pemborosan (waste), yang dapat berupa aktivitas tanpa nilai tambah, penggunaan sumber daya yang berlebihan, atau inefisiensi dalam aliran produksi (Indra Setiawan, Tumanggor, & Hardi Purba, 2021). Pemborosan ini berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional, penurunan produktivitas, serta ketidakseimbangan antara output aktual dan target yang ditetapkan (Nurhayati, 2022). Untuk mengatasi tantangan ini, berbagai perusahaan menerapkan Jurnal Engine ISSN (online) 2579-7433 26 Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol. 9 No. 1 Mei 2025 hal: 026 - 036 pendekatan Lean Manufacturing, sebuah sistem manajemen yang berfokus pada efisiensi dengan menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah dan mengoptimalkan proses produksi diperoleh (Ahmad, JK, & Yonathan, 2021). PT XYZ, sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi konektor tipe X, telah mengadopsi prinsip Lean Manufacturing dalam sistem produksinya. Namun, meskipun strategi Lean telah diimplementasikan, perusahaan masih menghadapi hambatan dalam mencapai target output yang diharapkan. Sebagai ilustrasi, pada Maret 2024, perusahaan melaksanakan produksi selama 36 shift dengan total produksi sebesar 72.670 unit, yang masih berada di bawah target produksi sebesar 80.000 unit. Ketidaksesuaian antara output aktual dan target menunjukkan adanya faktor inefisiensi yang belum teridentifikasi secara sistematis (Ari Sandy, Zabidi, & Suhanto, 2024). Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan dalam proses produksi guna meningkatkan efektivitas implementasi Lean Manufacturing di PT XYZ. Dalam upaya meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi pemborosan, diperlukanlah identifikasi aktivitas yang tergolong value added, non-value added, dan necessary non-value added (Irsyad & Hartini, 2024). Dengan memahami klasifikasi setiap aktivitas, perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksi dengan mengeliminasi pemborosan yang tidak perlu serta menyusun strategi perbaikan yang lebih efektif (Rosyidah & Ismarini, 2022). Melalui penerapan metode Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM), penelitian ini akan memetakan aliran produksi secara menyeluruh serta mengidentifikasi titik-titik kritis yang menjadi sumber inefisiensi. Menurut Nur Rasyid, Aris Hendaryanto, Setiawan, & Winarno (2024) Value Stream Mapping ialah metode dalam Lean Manufacturing yang digunakan untuk memetakan dan menganalisis aliran material serta informasi dalam proses produksi, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk akhir. Sehingga, dapat dikatakan jika penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Lean Manufacturing di PT XYZ serta mengukur dampak dari strategi yang diusulkan terhadap pencapaian target produksi. Dengan pendekatan yang berbasis data dan analisis yang sistematis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang tepat bagi PT XYZ dalam meningkatkan efisiensi operasionalnya. Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah membahas penerapan Lean Manufacturing dalam industri manufaktur, masih terdapat keterbatasan dalam kajian yang secara spesifik meneliti penerapan metode Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) pada industri konektor. Sebagian besar studi lebih berfokus pada implementasi umum Lean di sektor otomotif, elektronik, dan perakitan, tanpa menggali lebih dalam bagaimana metode pemetaan aktivitas dapat mengidentifikasi pemborosan secara lebih siste (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/download/2136/1274
Article home page: https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/view/2136/1274

Muhammad Kyodan Khalidzky, Winarno, Wildan Fatchan Maulidin. Lean Manufacturing dalam Reduksi Waste untuk Peningkatan Efisiensi Produksi Konektor Tipe X di PT XYZ, Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material, 2025, pp. 026-036,