Lean Manufacturing dalam Reduksi Waste untuk Peningkatan Efisiensi Produksi Konektor Tipe X di PT XYZ
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 026 - 036
Lean Manufacturing dalam Reduksi Waste untuk Peningkatan Efisiensi
Produksi Konektor Tipe X di PT XYZ
Muhammad Kyodan Khalidzky1
Winarno2
Wildan Fatchan Maulidin3
1,2,3
1
Program Studi Teknik Industri, Universitas Singaperbangsa Karawang, Jl. HS.Ronggo Waluyo, Karawang
Korespondensi penulis:
Article Info: Received: January 31, 2025 Accepted: February 17, 2025 Available online: May 01, 2025
DOI: 10.30588/jeemm.v9i1.2136
Abstract: Inefficient production processes can cause waste that results in delays, increased operational
costs, and decreased productivity. Therefore, identifying and reducing waste is important in achieving
better efficiency in the production process. This study aims to identify and reduce waste in the production
process of type X connectors at PT XYZ by applying Lean Manufacturing principles. The methods used
in this study include Value Stream Mapping (VSM) to map the production process flow and Process
Activity Mapping (PAM) to analyze production activities in detail. The results of the analysis show that
the largest waste occurs at the Operation stage (57.07%), followed by Transportation (26.65%) and
Delays (10.89%). Based on the 5W + 1H analysis, it was found that the main causes of waste were the
lack of measuring stations and inefficient warehouse layouts. Recommendations given include adding
measuring stations, implementing IoT technology to automate data input, and optimizing warehouse
layouts. The implementation of these improvements is expected to reduce waste, increase productivity,
and help PT XYZ achieve production targets more efficiently.
Keywords: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Production
Efficiency, Waste Reduction
Abstrak: Proses produksi yang tidak efisien dapat menyebabkan pemborosan yang berdampak pada
keterlambatan, peningkatan biaya operasional, dan penurunan produktivitas. Oleh karena itu,
identifikasi dan pengurangan pemborosan menjadi suatu hal yang penting dalam mencapai efisiensi
yang lebih baik pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengurangi
pemborosan dalam proses produksi konektor tipe X di PT XYZ dengan menerapkan prinsip-prinsip Lean
Manufacturing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Value Stream Mapping (VSM)
untuk memetakan aliran proses produksi dan Process Activity Mapping (PAM) untuk menganalisis
aktivitas-aktivitas produksi secara rinci. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemborosan terbesar terjadi
pada tahap Operasi (57,07%), diikuti oleh Transportasi (26,65%) dan Penundaan (10,89%). Berdasarkan
analisis 5W+1H, ditemukan bahwa penyebab utama pemborosan adalah kurangnya jumlah stasiun
pengukuran dan tata letak gudang yang tidak efisien. Rekomendasi yang diberikan antara lain adalah
penambahan stasiun pengukuran, penerapan teknologi IoT untuk otomatisasi penginputan data, serta
optimalisasi tata letak gudang. Implementasi perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan,
meningkatkan produktivitas, dan membantu PT XYZ mencapai target produksi secara lebih efisien.
Kata Kunci: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Efisiensi
Produksi, Waste Reduction
I.
Pendahuluan
Dalam industri manufaktur, optimalisasi proses produksi menjadi faktor krusial dalam
meningkatkan daya saing perusahaan (Nurwahidah, Mulyadi, & Nilda, 2022). Salah satu tantangan
utama yang dihadapi adalah keberadaan pemborosan (waste), yang dapat berupa aktivitas tanpa nilai
tambah, penggunaan sumber daya yang berlebihan, atau inefisiensi dalam aliran produksi (Indra
Setiawan, Tumanggor, & Hardi Purba, 2021). Pemborosan ini berdampak langsung pada peningkatan
biaya operasional, penurunan produktivitas, serta ketidakseimbangan antara output aktual dan target
yang ditetapkan (Nurhayati, 2022). Untuk mengatasi tantangan ini, berbagai perusahaan menerapkan
Jurnal Engine
ISSN (online) 2579-7433
26
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 026 - 036
pendekatan Lean Manufacturing, sebuah sistem manajemen yang berfokus pada efisiensi dengan
menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah dan mengoptimalkan proses produksi diperoleh
(Ahmad, JK, & Yonathan, 2021).
PT XYZ, sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi konektor tipe X, telah mengadopsi
prinsip Lean Manufacturing dalam sistem produksinya. Namun, meskipun strategi Lean telah
diimplementasikan, perusahaan masih menghadapi hambatan dalam mencapai target output yang
diharapkan. Sebagai ilustrasi, pada Maret 2024, perusahaan melaksanakan produksi selama 36 shift
dengan total produksi sebesar 72.670 unit, yang masih berada di bawah target produksi sebesar 80.000
unit. Ketidaksesuaian antara output aktual dan target menunjukkan adanya faktor inefisiensi yang belum
teridentifikasi secara sistematis (Ari Sandy, Zabidi, & Suhanto, 2024). Oleh karena itu, diperlukan
pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan dalam proses produksi
guna meningkatkan efektivitas implementasi Lean Manufacturing di PT XYZ. Dalam upaya
meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi pemborosan, diperlukanlah identifikasi aktivitas yang
tergolong value added, non-value added, dan necessary non-value added (Irsyad & Hartini, 2024).
Dengan memahami klasifikasi setiap aktivitas, perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksi
dengan mengeliminasi pemborosan yang tidak perlu serta menyusun strategi perbaikan yang lebih
efektif (Rosyidah & Ismarini, 2022). Melalui penerapan metode Value Stream Mapping (VSM) dan
Process Activity Mapping (PAM), penelitian ini akan memetakan aliran produksi secara menyeluruh
serta mengidentifikasi titik-titik kritis yang menjadi sumber inefisiensi. Menurut Nur Rasyid, Aris
Hendaryanto, Setiawan, & Winarno (2024) Value Stream Mapping ialah metode dalam Lean
Manufacturing yang digunakan untuk memetakan dan menganalisis aliran material serta informasi
dalam proses produksi, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk akhir. Sehingga, dapat dikatakan
jika penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Lean Manufacturing di PT XYZ
serta mengukur dampak dari strategi yang diusulkan terhadap pencapaian target produksi. Dengan
pendekatan yang berbasis data dan analisis yang sistematis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan
rekomendasi yang tepat bagi PT XYZ dalam meningkatkan efisiensi operasionalnya.
Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah membahas penerapan Lean Manufacturing dalam
industri manufaktur, masih terdapat keterbatasan dalam kajian yang secara spesifik meneliti penerapan
metode Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) pada industri konektor.
Sebagian besar studi lebih berfokus pada implementasi umum Lean di sektor otomotif, elektronik, dan
perakitan, tanpa menggali lebih dalam bagaimana metode pemetaan aktivitas dapat mengidentifikasi
pemborosan secara lebih siste (...truncated)