Perancangan dan Pembuatan Mesin Pengaduk Sampah Organik
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 001 - 008
Perancangan dan Pembuatan Mesin Pengaduk Sampah Organik
Ignatius Aris Hendaryanto1
Galuh Bahari2
Radhian Krisnaputra3
1,2,3
Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Yacaranda, Sekip Unit
IV, Yogyakarta, Indonesia
1
Korespodensi penulis:
Article Info: Received: November 22, 2024 Accepted: February 7, 2025 Available online: May 01, 2025
DOI: 10.30588/jeemm.v9i1.2023
Abstract. Waste is a byproduct of production activities, both in the industrial and household sectors.
Solid waste, commonly known as garbage, can be divided into organic and inorganic waste. Organic
waste from households, such as food scraps and plant materials like wood, twigs, or leaves, can be
converted into compost or organic fertilizer that has economic value. The process of organic waste
treatment requires a mixer machine to blend the chopped waste with other additional materials. In this
study, the design and construction of an organic waste mixer machine were carried out. The mixing
mechanism uses two ribbon-shaped twisted (helical) blades that rotate in opposite directions. As they
spin, they produce a rotating movement while shifting to the left and right, creating a more even mixing
effect. The shaft and mixing blades are rotated by the main drive, a 1 hp single-phase electric motor
with a speed of 1420 rpm. From the electric motor, the speed is reduced using a speed reducer gearbox
with a 40:1 ratio, bringing the shaft and blade rotation speed to 35,5 rpm. The mixing force generated
on the mixer blade is 752,6 N.
Keywords: design, manufacturing, mixer machine, organic waste
Abstrak. Limbah merupakan produk sampingan dari aktivitas produksi, baik di sektor industri maupun
rumah tangga. Limbah padat, yang lebih dikenal sebagai sampah, dapat dibagi menjadi sampah organik
dan anorganik. Sampah organik dari rumah tangga, seperti sisa makanan dan material tanaman seperti
kayu, ranting, atau daun, dapat diubah menjadi kompos atau pupuk organik yang bernilai ekonomis.
Proses pengolahan sampah organik ini memerlukan mesin pengaduk untuk mencampur sampah yang
telah dicacah dengan bahan tambahan lainnya. Dalam penelitian ini, dilakukan perancangan dan
pembuatan mesin pengaduk sampah organik. Mekanisme pengaduk menggunakan dua sudu berbentuk
pita berpilin (heliks) yang saling berlawanan arah, sehingga ketika berputar akan menghasilkan gerakan
berputar sambil bergeser ke kiri dan ke kanan. Hal ini akan menimbulkan efek pengadukan yang lebih
merata. Poros dan sudu pengaduk digerakkan berputar oleh penggerak utama berupa motor listrik 1 hp
1 fasa dengan putaran 1420 rpm. Dari motor listrik, putaran direduksi menggunakan speed reducer
gearbox dengan rasio 40:1 sehingga putaran poros dan sudu pengaduk menjadi 35,5 rpm. Gaya
pengaduk yang dihasilkan pada sudu pengaduk sebesar 752,6 N.
Kata Kunci: perancangan, manufaktur, mesin pengaduk, sampah organik
I.
Pendahuluan
Sampah adalah segala jenis limbah yang dihasilkan dari aktivitas manusia yang tidak lagi memiliki
nilai guna dan dianggap sebagai barang yang tidak diinginkan. Sampah dapat dibedakan menjadi
beberapa jenis, termasuk sampah organik (seperti sisa makanan dan limbah taman), sampah anorganik
Jurnal Engine
ISSN (online) 2579-7433
1
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 001 - 008
(seperti plastik, kertas, dan logam), serta limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Pengelolaan
sampah yang efektif sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah pencemaran.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, total timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2023 tercatat
mencapai sekitar 38,2 juta ton. Dari jumlah tersebut, 61,79% sampah terkelola dengan baik, sementara
38,21% atau sekitar 14,6 juta ton masih tidak terkelola. Komposisi sampah nasional terdiri dari 39,87%
sisa makanan, 19,16% plastik, 11,83% kayu, dan 10,83% kertas, seperti ditunjukkan pada Gambar 1.
Sumber utama timbulan sampah berasal dari rumah tangga (50,78%), pusat perniagaan (14,77%), dan
pasar (12,19%).
Gambar 1. Komposisi sampah berdasarkan jenis sampah, data nasional tahun 2023
(sumber sipsn.menlhk.go id)
Data ini menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah di Indonesia, terutama
terkait dengan sampah organik yang berpotensi menjadi sumber emisi gas rumah kaca jika tidak dikelola
dengan baik. Edukasi dan peningkatan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi menjadi kunci
untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Dari Gambar 1 dapat dilihat bahwa
komposisi sampah terbesar adalah sampah yang bersumber dari rumah tangga sirkular, yaitu jenis
sampah sisa makanan dan dari tanaman berupa kayu, ranting atau daun. Hingga saat ini sampah rumah
tangga dan sejenisnya masih menjadi permasalahan yang belum bisa terselesaikan dengan tuntas di
Indonesia.
Cara pengelolaan sampah yang lebih banyak dilakukan saat ini hanya sebatas menimbunnya di
Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Upaya pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi produk yang
bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis masih sangat rendah. Alternatif solusi pengelolaan sampah
organik adalah dimanfaatkan untuk pupuk organik berupa kompos, pakan ternak atau hewan peliharaan
berupa pelet atau sumber energi berupa biogas. Perancangan dan pengembangan mesin pengaduk
sampah organik untuk kompos telah menjadi perhatian penting dalam teknologi pengelolaan sampah,
terutama di era peningkatan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan. Salah satu tantangan utama dalam
pengolahan sampah organik adalah memastikan bahwa proses degradasi mikroba terjadi secara optimal.
Proses pengadukan yang efektif diperlukan untuk memastikan distribusi udara, kelembaban, dan suhu
yang merata dalam tumpukan sampah organik, yang sangat penting untuk proses pengomposan yang
efisien.
Jurnal Engine
ISSN (online) 2579-7433
2
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 001 - 008
Ferdiansyah & Fauzi (2023) meneliti tentang perancangan dan pembuatan mesin pengaduk sampah
organik dengan kapasitas 50 kilogram per menit. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk
meningkatkan efisiensi pengolahan sampah organik melalui pengadukan yang lebih cepat dan merata.
Mesin ini dirancang dengan spesifikasi yang meliputi motor listrik sebagai penggerak utama, poros
pengaduk berbahan stainless steel untuk daya tahan terhadap korosi, serta desain baling-baling yang
dioptimalkan untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik di dalam tumpukan sampah. Penelitian ini
menemukan bahwa mesin tersebut mampu mempercepat proses pengomposan dengan meningkatkan
pencampuran material organik dan distribusi udara, yang berperan penting dalam mempercepat
dekomposisi. Hasil rancangan mesin ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk kebutuhan pengolahan
sampah organik dalam skala menengah, khususnya bagi (...truncated)