Analisis Kekuatan Struktur Pada Desain Traction Rod Lokomotif Kereta Api Dengan Metode Finite Element Analysis (FEA)
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
e-ISSN: 2579-7433
Ilyasa, Hendaryanto, Handoko & Winarno, Vol. 8 No. 2 November 2024, Hal: 190-199
Analisis Kekuatan Struktur pada Desain Traction Rod Kereta Api Lokomotif dengan
Metode Finite Element Analysis (FEA)
1)
Irsad Makhbulloh Ilyasa, 2)*Ignatius Aris Hendaryanto, 3)Handoko,
1,2,3,4)
4)
Agustinus Winarno
Program Studi Teknologi Rekasaya Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur
Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
*Email:
Diterima: 06 September 2024, Disetujui: 29 November 2024, Diterbitkan: 01 Desember 2024
ABSTRACT
The structural strength of locomotive bogies is crucial for bearing operational loads and absorbing
engine vibrations to efficiently transmit torque to the train wheels. The traction rod, a critical
component in this system, plays a key role in transferring power from the main engine to the locomotive
wheels. With the CC300 locomotive engine producing 2.200 hp, the traction rod experiences significant
loads, necessitating regular maintenance. Given that this component is currently imported, the
company is striving to redesign the traction rod to ensure strong structural integrity for local
production, reducing dependency on imports and optimizing maintenance costs. The redesign involves
adding structures to the existing design to even out stress distribution and enhance safety factors. Finite
Element Analysis (FEA) is utilized to compare the structural strength between the original and
redesigned designs, resulting in significant improvements in load-bearing capacity and deformation
reduction. Simulation results show variations in stress, deformation, and safety factors among the
original design, the redesign by the company, and the redesign by the researchers. The original design
exhibits a stress of 194,64 MPa, deformation of 4,2817 mm, and a safety factor of 1,2844. The
company's redesign achieves a stress of 438,37 MPa, deformation of 3.4356 mm, with a safety factor
of 0,5703. Meanwhile, the researchers' redesign shows a stress of 154,05 MPa, deformation of 4,4812
mm, and a safety factor of 1,6288.
Keywords: Traction Rod, Locomotive, Train, Finite Element Analysis, Bogie
ABSTRAK
Kekuatan struktur pada bogie lokomotif sangat penting untuk menanggung beban operasional dan
mengabsorbsi getaran mesin penggerak agar torsi dapat ditransmisikan ke roda-roda kereta dengan
efisien. Traction rod sebagai bagian krusial dalam sistem ini, berperan mentransfer tenaga dari mesin
utama ke roda-roda lokomotif. Dengan daya mesin lokomotif CC300 sebesar 2.200 hp, traction rod
mengalami beban yang signifikan, memerlukan perawatan berkala. Mengingat komponen ini saat ini
diimpor, perusahaan dihadapkan dalam berupaya merancang ulang traction rod yang memiliki
kekuatan struktur yang baik agar dapat diproduksi lokal, mengurangi ketergantungan pada impor dan
mengoptimalkan biaya perawatan. Perancangan ulang dilakukan dengan menambahkan struktur pada
desain sebelumnya untuk meratakan distribusi tegangan dan meningkatkan faktor keamanan. Metode
Finite Element Analysis (FEA) digunakan untuk membandingkan kekuatan struktur antara desain
sebelum dan sesudah redesign, menghasilkan peningkatan signifikan pada kemampuan menahan beban
serta pengurangan deformasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain traction rod yang sudah ada
memiliki nilai tegangan, deformasi, dan faktor keamanan yang berbeda antara desain lama, desain dari
pihak perusahaan, dan desain dari peneliti. Desain lama memiliki tegangan sebesar 194,64 MPa,
deformasi 4,2817 mm, dan faktor keamanan 1,2844. Redesign dari pihak perusahaan mencapai
tegangan 438,37 MPa, deformasi 3,4356 mm, dengan faktor keamanan 0,5703. Sementara itu, redesign
dari peneliti memiliki tegangan 154,05 MPa, deformasi 4,4812 mm, dan faktor keamanan 1,6288.
Kata Kunci: Traction Rod, Lokomotif, Kereta Api, Finite Element Analysis, Bogie.
-190-
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
e-ISSN: 2579-7433
Ilyasa, Hendaryanto, Handoko & Winarno, Vol. 8 No. 2 November 2024, Hal: 190-199
dari mesin utama ke roda-roda lokomotif,
memungkinkan kereta untuk bergerak maju
atau mundur dengan efisien. Kinerja traction
rod memiliki dampak langsung terhadap traksi,
keandalan, dan keselamatan operasi kereta api
secara keseluruhan. Dalam kondisi operasional
yang berat dan lama, traction rod sering kali
mengalami beban cukup berat yang dapat
menyebabkan keausan material, distribusi
tegangan tidak merata dan kegagalan struktural
Daya mesin lokomotif CC300 sebesar
2.200 hp yang ditransmisikan pada bogie
lokomotif mengkibatkan rangkaian pada
komponen pendukung bogie mengalami
penahanan beban yang cukup besar sehingga
perlu dilakukan beberapa perawatan yang
berkala. Perusahaan dihadapkan tuntutan untuk
merancang ulang traction rod pada lokomotif
diesel hidraulik tipe CC300. Komponen
traction rod saat ini merupakan komponen
import dari luar negeri, dan mengingat setiap
lokomotif memiliki 12 traction rod, hal ini
berpotensi
mengakibatkan
banyaknya
penggantian komponen selama perawatan yang
dapat mengakibatan biaya import yang
berlebihan. Oleh karena itu, perusahaan sedang
melakukan beberapa perancangan ulang
traction rod agar dapat diproduksi secara lokal.
Penelitian riset ini bertujuan untuk
mengembangkan produk yang telah ada dengan
cara rekayasa geometry dan struktur agar
didapat efek penguatan sehingga dapat
meningkatkan faktor keamanan yang telah ada.
Metode yang digunakan adalah optimalisasi
desain serta melakukan pengujian statik
terhadap prototipe yang telah dimodifikasi.
Tujuan redesign traction rod adalah untuk
menghasilkan perancangan yang dapat
mengurangi
resiko
kerusakan
serta
menghasilkan perancangan yang dapat
meningkatkan kekuatan struktur pada bogie
sehingga bogie dapat menahan torsi mesin
penggerak dengan optimal. Perbaikan desain
diharapkan dapat memenuhi tujuan diatas.
Model redesign traction rod dirancang
oleh pihak PT INKA dan peneliti dengan
menambahkan berbagai struktur pada desain
sebelumnya. Penelitian ini berfokus pada
perbandingan analisis kekuatan struktur dari
desain sebelum dan sesudah redesign guna
untuk menjadi verifikasi awal dalam tahap
rancangan sebelum produksi lokal serta
perbaikan pada komponen traction rod yang
I. Pendahuluan
PT INKA (Persero) merupakan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak
dibidang manufaktur kereta api terbesar di asia
tenggara. Salah satu produk yang diproduksi
oleh PT INKA adalah lokomotif dan gerbong
kereta api. Material yang digunakan bermacammacam, mulai dari mild steel, carbon steel,
stainless steel, hingga paduan aluminium. Jenis
dari material yang digunakan disesuaikan
dengan
masing-masing
kegunaan
dan
bagiannya di kereta api. Karakteristik dan sifat
material sangat mempengaruhi kekuatan
material tersebut untuk menahan suatu beban.
Lokomotif kereta api adalah kendaraan
yang digunakan untuk menggerakkan kereta api
melalui rel. Lokomotif ini merupakan sumber
tenaga utama yang digunakan untuk mena (...truncated)