Perancangan Mekanisme Pengaduk Kompos Sampah Organik dengan CAD/CAE
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
e-ISSN: 2579-7433
Basuki, Ismail, Sugiyanto, Hasan & Alif, Vol. 8, No. 2, November 2024, Hal: 200-205
Perancangan Mekanisme Pengaduk Kompos Sampah Organik dengan
CAD/CAE
1)
*Budi Basuki, 1)Andhi Akhmad Ismail, 1)Sugiyanto, 1)Dani Anggoro Hasan, 1)Muhammad Alif
(1)
Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Yacaranda Sekip Unit IV,
Yogyakarta
*Email:
Diterima: 31.10.2024, Disetujui: 29.11.2024 Diterbitkan: 02.12.2024
ABSTRACT
The management of organic waste into compost is one of the important solutions in an effort to reduce
the negative impact of organic waste on the environment. A compost mixer is one of the technologies
that can be used to speed up the process of decomposing and forming compost from organic waste. This
research aims to continue previous research that has succeeded in making organic waste shredding
machines. The methods used in this study include a literature survey on the basic principles in organic
waste management, available technologies, and the design of stirring machine mechanisms that have
been carried out previously. Based on the literature analysis, some factors in the design of the compost
mixer machine are the material and shape of the composting blade, adequate construction strength, the
need for sufficient rotation to achieve organic waste homogenization, and the ease of operation and
maintenance. The design process utilizes CAD/CAE software to compile 3D models and simulate
various operational conditions. The result of this research is the design of an efficient compost mixing
machine mechanism. In addition, special attention is paid to the selection of materials and the shape of
the stirring blades that are resistant to wear and corrosion. This design also takes into account the ease
of access for routine cleaning and maintenance.
Keywords: organic waste, mixer, CAE
ABSTRAK
Pengelolaan sampah organik menjadi kompos adalah salah satu solusi penting dalam upaya mengurangi
dampak negatif limbah organik terhadap lingkungan. Mesin pengaduk kompos merupakan salah satu
teknologi yang dapat digunakan untuk mempercepat proses penguraian dan pembentukan kompos dari
sampah organik. Penelitian ini bertujuan untuk melanjutkan penelitian terdahulu yang telah berhasil
membuat mesin pencacah sampah organik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei
literatur tentang prinsip-prinsip dasar dalam pengelolaan sampah organik, teknologi yang tersedia, serta
perancangan mekanisme mesin pengaduk yang telah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan analisis
literatur, beberapa faktor dalam perancangan mesin pengaduk kompos adalah material dan bentuk bilah
pengaduk, kekuatan konstruksi yang memadai, kebutuhan putaran yang cukup untuk mencapai
homogenisasi sampah organik, dan kemudahan pengoperasian dan pemeliharaan. Proses perancangan
memanfaatkan perangkat lunak CAD/CAE untuk menyusun model 3D dan melakukan simulasi berbagai
kondisi operasional. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan mekanisme mesin pengaduk kompos
yang efisien. Selain itu, perhatian khusus diberikan pada pemilihan bahan dan bentuk bilah pengaduk
yang tahan terhadap keausan dan korosi. Perancangan ini juga memperhitungkan kemudahan akses
untuk pembersihan dan perawatan rutin.
Kata kunci: sampah organik, pengaduk, CAE
I. Pendahuluan
dibuang. Sampah dapat digolongkan pada
sampah organik dan sampah anorganik. Sampah
organik dapat terurai secara alami yang berasal
Sampah adalah apa saja yang sudah tidak
memiliki nilai jual sehingga biasanya akan
-200-
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
e-ISSN: 2579-7433
Basuki, Ismail, Sugiyanto, Hasan & Alif, Vol. 8, No. 2, November 2024, Hal: 200-205
dari sisa organisme makhluk hidup seperti
tumbuhan dan hewan. Pengelolaan sampah saat
ini masih belum sepenuhnya dilakukan dengan
tuntas. Kesadaran dan kepedulian masyarakat
tentang sampah beraneka ragam sehingga
sampah masih menjadi permasalahan yang
harus diselesaikan. Dalam lingkungan rumah
tangga maupun kota besar proses pengurangan
sampah hanya dapat dilakukan dengan
munculnya kesadaran masing-masing pribadi
untuk meminimalkan terjadinya sampah, (Chen,
2022).
Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah
saat ini masih banyak yang bersifat sebagai
lahan penimbunan. Pengelolaan dan pengolahan
sampah
masih
sangat
rendah
untuk
dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai.
Berdasarkan data dari sistem informasi
pengolahan sampah nasional (SIPSN), timbulan
sampah pertahun sebesar 19 juta ton dan yang
masih tidak terkelola sekitar 22% atau 4 juta ton
per tahun. Diagram komposisi sampah disajikan
pada Gambar 1. Komposisi sampah terbesar
dihasilkan dari rumah tangga berupa sisa
makanan dan kayu/ranting/daun.
Kajian yang dilakukan oleh Rizqi (2017)
merangkum dua permasalahan penting
pengelolaan sampah dan tempat pembuangan
akhir sampah (TPA) yaitu sampah tidak
mengalami proses pengolahan dengan sistem
yang tidak tepat. Pengelolaan sampah masih
berfokus pada lahan urug. Hal ini kemudian
disimpulkan bahwa penyelesaian permasalahan
sampah tidak dilakukan secara komprehensif
dari hulu sampai ke hilir dan tidak melibatkan
berbagai pihak. Permasalahan samapah seperti
ini menjadikan hambatan utama berjalannya
pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pengolahan
sampah
organik
dapat
dimanfaatkan untuk pupuk organik berupa
(a) Berdasarkan jenis sampah
kompos, pakan ternak atau hewan peliharaan
berupa pelet atau sumber energi berupa biogas.
Kelebihan pengolahan menjadi kompos adalah
konsumsi energi pengolahannya rendah dan
ramah lingkungan karena mikro organisme
tanah menjadi aktif. (Xin Liu, 2023).
Pengolahan sampah organik lainnya dapat
menjadi pakan ternak atau hewan peliharaan
berupa pelet atau sumber energi berupa biogas.
Pupuk organik berupa kompos hasil dari sampah
yang telah mengalami proses penguraian atau
pelapukan akibat interaksi antara mikro
organisme.
Cara
pembuatan
kompos
memerlukan penyiapan wadah atau ruang yang
dilengkapi dengan ventilasi udara dan saluran
air. Sampah organik perlu dicacah atau
dipotong-potong kecil sekitar 1cm, kemudian
biasanya dicampurkan dengan larutan untuk
mempercepat proses penguraian sampah.
Selanjutnya didiamkam beberapa hari hingga
hasil menyerupai tanah terbentuk.
Fanny (2022) melakukan rancang bangun
alat pengaduk pupuk organik menggunakan
rangka baja hollow. Sistem transmisi
menggunakan gearbox yang terhubung melalui
sabuk V dua jalur dengan motor penggerak.
Hasil penguian didapatkan kemampuan mesin
pengaduk adalah 40 kg beban pupuk.
Perancangan mesin pengaduk sampah
organik berkapasitas 50 kg/menit dengan
dimensi 1000 mm x 850 mm x 900 mm
dilakukan oleh Rafi (2023). Mesin pengaduk ini
menggunakan plat besi ukuran 0,7 mm dengan
spesifikasi hook mixer. Panjang poros 1100 mm
dengan diameter 40 mm dan ketebalan hook
mixer 5 mm dan panjang 580 mm serta lebar 25
mm dengan menggunakan material plat strip.
Bentuk hook mixer tampak pada Gambar 2.
b) Berdasarkan sumber sampah
Gambar 1. Kompos (...truncated)