Analisis Faktor yang Menyebabkan Downtime pada Mesin Injector Freon di Divisi Refrigerator PT. XYZ
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 113 - 120
Analisis Faktor Yang Menyebabkan Downtime Pada Mesin Injector Freon
Di Divisi Refrigerator PT. XYZ
Achmad Azis Rahmanto1
Rifki Irfani2
Lazuardi Allan Suryawan3
1,2,3
Program Studi Teknik Mesin, Universitas Singaperbangsa Karawang, Jl. HS. Ronggo Waluyo,
Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat 41361
1
Korespondensi penulis:
Article Info: Received: February 22, 2025 Accepted: March 27, 2025 Available online: April 23, 2025
DOI: 10.30588/jeemm.v9i1.2162
Abstract: The freon injector machine is a crucial component in the production line at PT. XYZ,
responsible for refrigerant injection. However, frequent downtime disrupts production efficiency. This
study aims to analyze the factors causing downtime in the freon injector machine at PT. XYZ, focusing
on Coupler component failures. Using the PDCA method and fishbone diagram analysis, the primary
causes were identified across human, method, machine, and material factors. Installation and removal
errors contributed to human-related issues, while the absence of preventive maintenance resulted in
reactive component replacement. Machine-related factors included component wear and latch failure,
whereas material-related issues stemmed from a lack of understanding of load limits, leading to faster
wear. The SMART method was used to validate corrective measures. Implementing better maintenance
strategies, including scheduled preventive maintenance and increased technician awareness, is
expected to significantly reduce downtime and enhance production efficiency.
Keywords: Downtime, Coupler, Preventive Maintenance, Fishbone Diagram, SMART Method
Abstrak: Mesin injector freon merupakan salah satu komponen penting dalam lini produksi PT. XYZ,
yang berperan dalam proses pengisian refrigeran. Namun, sering terjadi downtime yang menghambat
efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan
downtime pada mesin injector freon di PT. XYZ, dengan fokus pada kerusakan Coupler. Menggunakan
metode PDCA dan analisis diagram fishbone, ditemukan bahwa faktor utama penyebab downtime
berasal dari aspek manusia, metode, mesin, dan material. Kesalahan prosedur pemasangan dan
pelepasan Coupler menjadi penyebab utama dari faktor manusia, sementara tidak adanya preventive
maintenance menyebabkan penggantian hanya dilakukan setelah terjadi kegagalan. Dari aspek mesin,
ausnya komponen Coupler dan kegagalan pengunci menjadi penyebab utama downtime. Sementara itu,
dari aspek material, kurangnya pemahaman terkait batas beban material menyebabkan keausan lebih
cepat. Validasi solusi dilakukan dengan metode SMART untuk memastikan efektivitas perbaikan.
Implementasi pemeliharaan yang lebih baik, termasuk penjadwalan preventive maintenance dan
peningkatan kesadaran teknisi, diharapkan dapat mengurangi downtime secara signifikan dan
meningkatkan efisiensi produksi.
Kata Kunci: Downtime, Coupler, Preventive Maintenance, Fishbone Diagram, SMART Method
I.
Pendahuluan
Mesin injector freon merupakan salah satu komponen krusial dalam lini produksi kulkas di PT.
XYZ. Kehandalan mesin ini sangat berpengaruh terhadap efisiensi produksi karena bertanggung jawab
dalam proses injeksi refrigeran yang berperan penting dalam sistem pendinginan. Namun, sering terjadi
downtime pada mesin injector freon yang menyebabkan gangguan operasional dan berdampak pada
produktivitas.
Jurnal Engine
ISSN (online) 2579-7433
113
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 113 - 120
Berdasarkan evaluasi tahunan perusahaan ditemukan permasalahan pada mesin injector
freon akibat downtime. Tingginya downtime pada mesin auto front wheel disebabkan oleh
kegagalan fungsi pada mesin (Wijaya et al. 2022) Namun demikian, penggunaan sistem
kontinyu juga memiliki kelemahan, yaitu terjadinya downtime. Downtime adalah suatu
permasalahan yang dapat terjadi di lini yang sudah menerapkan sistem kontinyu (Wibowo and
Ahras 2024). Berdasarkan data downtime pada mesin injector freon pada line comp assy dapat
dilihat pada Gambar 1. Bahwa dengan mempelajari diagram fisik, material, dan lingkungan,
sumber masalah dapat ditentukan dengan menggabungkan komponen manusia, metode, dan
mesin.
Downtime mesin line comp assy
300000
Downtime (deti)
250000
200000
150000
100000
50000
0
Vacum
Injeksi Freon
Gambar 1. Grafik Downtime di line comp assy bulan Juli – Agustus 2024
Untuk mengatasi masalah ini, tindakan perbaikan harus dilakukan untuk memaksimalkan
pemanfaatan sumber daya produksi secara efektif. Menurut penelitian (Dewi Asiyah, Winda Amilia,
Andi Eko Wiyono, dan Ida Bagus Suryaningrat 2022), proyek Quality Control Circle (QCC) dapat
dilakukan dengan memanfaatkan siklus Plan, Do, Check, Action (PDCA), yang dapat meminimalkan
biaya produksi melalui optimasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan elemen-elemen
yang berkontribusi terhadap downtime yang disebabkan oleh kerusakan komponen mesin. Penelitian
ini menggunakan fase-fase metodis, terutama PDCA.
II. Bahan dan Metode
Penelitian ini dilaksanakan di PT.XYZ yang bergerak dibidang industri elektronik seperti AC,
mesin cuci, dan kulkas. Penelitian ini menggunakan metodologi Plan, Do, Check, dan Action (PDCA).
Strategi pemecahan masalah dalam penelitian ini disusun secara metodis. Langkah perencanaan diawali
dengan mengidentifikasi isu-isu yang paling mungkin menyebabkan downtime. Dilanjutkan dengan
tahap Do, yaitu melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi penyebab utama downtime.
Tahap berikutnya adalah tahap Check, yaitu meninjau ulang tindakan analitis yang telah dilakukan.
Terakhir, tahap Action, yaitu melakukan pengendalian untuk menghindari atau mencegah elemenelemen yang menimbulkan masalah (Wibowo dan Ahras 2024). Penelitian ini dilakukan di Industri
Elektronika Kawasan Industri Karawang. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen elektronika
besar di Indonesia. Investigasi dilakukan di divisi line comp assy refrigerator pada mesin freon auto
injector untuk mengetahui sumber masalah yang menyebabkan downtime. Data primer dikumpulkan
langsung dari lapangan. Data primer berupa data kerusakan komponen yang digunakan untuk
Jurnal Engine
ISSN (online) 2579-7433
114
Jurnal Engine:
Energi, Manufaktur, dan Material
Vol. 9 No. 1
Mei 2025
hal: 113 - 120
menentukan nilai Time to Failure (TTF). Data sekunder adalah data yang didapatkan secara tidak
langsung berupa data dokumen perusahaan. Data sekunder yang digunakan antara lain Data Mesin
Injector Freon, dan Data Frekuensi Kerusakan Komponen.
Penelitian ini menerapkan metode PDCA yang terdiri dari tahapan sistematis, yaitu Plan, Do,
Check, dan Action. Proses ini digunakan sebagai kerangka kerja dalam menyelesaikan permasalahan,
sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2.
Plan
Do
Check
Action
•Analisis kondisi sekarang
•Penentuan Target
•Rencana Perbaikan
•Analisis
faktor penyebab
terbesar
•Evaluasi
dari (...truncated)