Antibacterial Activity of Amfoang Wild Honey Enriched with Red Ginger (Zingiber officinale var rubrum) Extract against Escherichia coli

JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), Jan 2026

Escherichia coli is a Gam-negative, short rod-shaped, non-spore-forming bacterium that normally inhabits the human intestine. However, when its population exceeds the normal limit or when it relocates from its natural habitat (the large intestine) to other parts of the body, it can pose a serious health risk. Numerous reports have indicated increasing antibiotic resistance in E. coli, which has encouraged the use of natural products for disease prevention and treatment. Honey and red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) are among the natural ingredients known to contain antibacterial compounds such as polyphenols, flavonoids, glycosides, and phenolic derivatives including gingerol and shogaol. This study aimed to determine the inhibitory activity of Amfoang honey enriched with red ginger extract (Zingiber officinale var. rubrum) against the growth of Escherichia coli. Red ginger extracts at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% were mixed with wild honey in a 1:1 ratio. Antibacterial testing was conducted using the disc diffusion method. Amoxicillin 30 µg served as the positive control, while a blank disc soaked in sterile distilled water was used as the negative control. After 24 hours of incubation, inhibition zone diameters were recorded as 24.1 mm, 25.0 mm, 24.0 mm, and 15.8 mm for concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, respectively. These results indicate that the 50% concentration produced the geatest antibacterial activity, with an inhibition zone of 25.0 mm.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4950/4343

Antibacterial Activity of Amfoang Wild Honey Enriched with Red Ginger (Zingiber officinale var rubrum) Extract against Escherichia coli

Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 Antibacterial Activity of Amfoang Wild Honey Enriched with Red Ginger (Zingiber officinale var rubrum) Extract against Escherichia coli Aktivitas Antibakteri Madu Hutan Amfoang yang Diperkaya dengan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) terhadap Escherichia coli Resky Alexander Pollo1, Winioliski L.O. Rohi Bire2*, Agustinda W. Djuma3 Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Kupang, NTT, Indonesia 2 Prodi Sarjana Farmasi, Universitas Citra Bangsa, NTT, Indonesia 1,3 (*) Corresponding Author: Article info Keywords: Escherichia coli, Red Ginger, Amfoang Wild Honey, Disc Diffusion, Inhibition Test Kata kunci: Escherichia coli, jahe merah, madu hutan Amfoang, difusi cakram, uji daya hambat Abstract Escherichia coli is a Gam-negative, short rod-shaped, non-sporeforming bacterium that normally inhabits the human intestine. However, when its population exceeds the normal limit or when it relocates from its natural habitat (the large intestine) to other parts of the body, it can pose a serious health risk. Numerous reports have indicated increasing antibiotic resistance in E. coli, which has encouraged the use of natural products for disease prevention and treatment. Honey and red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) are among the natural ingredients known to contain antibacterial compounds such as polyphenols, flavonoids, glycosides, and phenolic derivatives including gingerol and shogaol. This study aimed to determine the inhibitory activity of Amfoang honey enriched with red ginger extract (Zingiber officinale var. rubrum) against the growth of Escherichia coli. Red ginger extracts at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% were mixed with wild honey in a 1:1 ratio. Antibacterial testing was conducted using the disc diffusion method. Amoxicillin 30 µg served as the positive control, while a blank disc soaked in sterile distilled water was used as the negative control. After 24 hours of incubation, inhibition zone diameters were recorded as 24.1 mm, 25.0 mm, 24.0 mm, and 15.8 mm for concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, respectively. These results indicate that the 50% concentration produced the geatest antibacterial activity, with an inhibition zone of 25.0 mm. Abstrak Escherichia coli merupakan bakteri Gam negatif berbentuk batang pendek dan tidak membentuk spora, yang secara normal hidup di dalam usus. Namun, apabila jumlahnya meningkat melebihi batas normal atau berpindah dari habitat alaminya (usus besar) ke bagian tubuh lain, bakteri ini dapat membahayakan kesehatan. Saat ini telah banyak dilaporkan bahwa Escherichia coli mengalami resistensi terhadap antibiotik, sehingga mendorong masyarakat untuk kembali memanfaatkan bahan alami dalam upaya pengobatan dan pencegahan penyakit. Salah satu contoh bahan alami yang digunakan adalah madu dan jahe merah (Zingiber officinale var rubrum), yang diketahui mengandung senyawa antibakteri seperti polifenol, flavonoid, glikosida, dan senyawa turunan fenol seperti gingerol dan shogaol. 161 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat madu Amfoang dengan penambahan ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak jahe merah dengan variasi konsentrasi 25%; 50%; 75% dan 100% dicampurkan dengan madu hutan dengan perbandingan 1:1. Pengujian ini dilakukan dengan metode difusi cakram. Kontrol positif yang digunakan adalah amoksisilin 30µg dan kontrol negatif berupa cakram kosong yang direndam dengan aquades steril. Setelah inkubasi selama 24 jam, diperoleh diameter zona hambat berturut-turut sebesar 24,1 mm, 25,0 mm, 24,0 mm dan 15,8 mm untuk konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 50% menghasilkan zona hambat terbesar, yaitu 25,0 mm. PENDAHULUAN Penyakit infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, salah satunya adalah bakteri Escherichia coli. Bakteri ini merupakan bakteri Gam negatif berbentuk batang pendek dan tidak membentuk spora, yang secara normal hidup di dalam usus. Escherichia coli dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK), sepsis, meningitis dan diare akut (Jagzaap & Yasmeen, 2021; Fahay, dkk., 2022). Saat ini telah banyak dilaporkan bahwa Escherichia coli mengalami resistensi terhadap pengobatan antibiotik, di antaranya jenis ampisilin, kotrimiksazol, kloramfenikol, siprofloksasin dan gentamisin (Sari, dkk., 2022). Belakangan ketika bakteri resisten terhadap obat-obatan masyarakat kembali memanfaatkan bahan alami dalam pengobatan dan pencegahan penyakit (Jagzaap & Yasmeen, 2021). Salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri adalah madu. Madu digunakan dalam pengobatan tradisional untuk infeksi bakteri, batuk, pilek dan penyakit infeksi lainnya. Madu mampu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu melalui beberapa mekanisme, antara lain kandungan gula yang sangat tinggi menciptakan tekanan osmotik sehingga bakteri tidak dapat bertahan dan berkembang biak. Selain itu, tingkat keasamannya yang rendah juga berperan dalam menekan pertumbuhan dan kelangsungan hidup bakteri. Selain itu kandungan fitokimianya, khususnya senyawa fenolik, membuat madu berpotensi sebagai antibakteri. Aktivitas ini juga dipengaruhi oleh hidrogen peroksida, yang terbentuk melalui aksi enzim glukosa oksidase, enzim yang secara alami terdapat di madu (Almasaudi, 2021; Fahay, dkk., 2022; Hossain, dkk., 2022). Upaya meningkatkan efektivitas antibakteri berbahan alam terus berkembang. Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) merupakan salah satu tanaman obat yang dikenal luas karena kandungan bioaktifnya. Kandungan minyak atsiri dan oleoresin pada jahe dapat menekan pertumbuhan bakteri dengan cara menghancurkan struktur membran plasma, mengganggu fungsi seluler bakteri dan memicu terjadinya lisis sel (Rahmatika & Oktaria, 2021). Aktivitas antibakteri dari jahe merah ini menjadikannya bahan pendamping yang menarik untuk dikombinasikan dengan madu. Kombinasi madu dan ekstrak jahe merah ini berpotensi memberikan efek sinergis dalam menghambat pertumbuhan bakteri, khususnya Escherichia coli. Berdasarkan gagasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi bahan lokal sebagai sumber antibakteri yang efektif dan mudah diakses masyarakat. Madu hutan Amfoang, yang merupakan produk khas wilayah Nusa Tenggara Timur dipilih karena sering digunakan secara tradisional untuk pengobatan. Efektivitas antibakteri dari madu tersebut diharapkan dapat ditingkatkan dengan penambahan ekstrak jahe merah 162 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available onli (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4950/4343
Article home page: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/view/4950/4343

Rohi Bire Winioliski L.O., Pollo Resky Alexander, W. Djuma Agustinda. Antibacterial Activity of Amfoang Wild Honey Enriched with Red Ginger (Zingiber officinale var rubrum) Extract against Escherichia coli, JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), 2026, pp. 161-167,