Integrasi Kearifan Lokal Dalam Naskah Film Untuk Promosi Pariwisata Budaya Lokal

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Mar 2026

The integration of local cultural values into film narratives holds significant potential to promote cultural tourism and strengthen creative industries in regional contexts. This study aims to explore and develop strategies for integrating local wisdom into film scriptwriting as a means of promoting culture-based tourism. Using the Art-Based Action Research (ABAR) approach, this research seeks to formulate a creative, participatory, and reflective model of script development that represents local cultural identity while supporting sustainable tourism and the growth of the creative industry.The findings indicate that the integration of local wisdom into film scripts requires an in-depth participatory research approach to ensure that culture functions not merely as a background element but as an active component shaping characters, conflicts, and dramatic structures. Furthermore, the study confirms that the use of artificial intelligence (AI) in scriptwriting remains complementary due to the limited availability of digital data on local cultural content. In this context, AI serves as a tool for idea exploration and narrative mapping rather than a substitute for human creativity.This research also proposes an action research model specifically developed for the needs of film scriptwriting based on local wisdom. The findings contribute to strengthening film studies methodology and offer a new approach to scriptwriting practices that are collaborative, contextual, and culturally grounded.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3730/3571

Integrasi Kearifan Lokal Dalam Naskah Film Untuk Promosi Pariwisata Budaya Lokal

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 538-548 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/3730 ISSN : 2963-5802 Integrasi Kearifan Lokal Dalam Naskah Film Untuk Promosi Pariwisata Budaya Lokal Wahyu Nova Riskia, FX. Yatno Karyadib a Program Studi Produksi Media, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, b Program Studi Produksi Media, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Submitted: 11-11-2025, Reviewed: 12-11-2025, Accepted: 13-11-2025 Abstract The integration of local cultural values into film narratives holds significant potential to promote cultural tourism and strengthen creative industries in regional contexts. This study aims to explore and develop strategies for integrating local wisdom into film scriptwriting as a means of promoting culture-based tourism. Using the Art-Based Action Research (ABAR) approach, this research seeks to formulate a creative, participatory, and reflective model of script development that represents local cultural identity while supporting sustainable tourism and the growth of the creative industry.The findings indicate that the integration of local wisdom into film scripts requires an in-depth participatory research approach to ensure that culture functions not merely as a background element but as an active component shaping characters, conflicts, and dramatic structures. Furthermore, the study confirms that the use of artificial intelligence (AI) in scriptwriting remains complementary due to the limited availability of digital data on local cultural content. In this context, AI serves as a tool for idea exploration and narrative mapping rather than a substitute for human creativity.This research also proposes an action research model specifically developed for the needs of film scriptwriting based on local wisdom. The findings contribute to strengthening film studies methodology and offer a new approach to scriptwriting practices that are collaborative, contextual, and culturally grounded. Keywords: Film; local wisdom; tourism; artificial intelligence; scriptwriting. Abstrak Integrasi nilai-nilai budaya lokal ke dalam narasi film memiliki potensi signifikan untuk mempromosikan pariwisata budaya dan memperkuat industri kreatif dalam konteks regional. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan strategi untuk mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam penulisan skenario film sebagai sarana untuk mempromosikan pariwisata berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan Art-Based Action Research (ABAR), penelitian ini berupaya merumuskan model pengembangan skenario yang kreatif, partisipatif, dan reflektif yang mewakili identitas budaya lokal sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan industri kreatif. Temuan menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam skenario film membutuhkan pendekatan penelitian partisipatif yang mendalam untuk memastikan bahwa budaya berfungsi tidak hanya sebagai elemen latar belakang tetapi sebagai komponen aktif yang membentuk karakter, konflik, dan struktur dramatis. Lebih lanjut, studi ini menegaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan skenario tetap bersifat komplementer karena ketersediaan data digital tentang konten budaya lokal yang terbatas. Dalam konteks ini, AI berfungsi sebagai alat untuk eksplorasi ide dan pemetaan narasi daripada sebagai pengganti kreativitas manusia.Penelitian ini juga mengusulkan model penelitian tindakan yang secara khusus dikembangkan untuk kebutuhan penulisan skenario film berdasarkan kearifan lokal. Temuan ini berkontribusi untuk memperkuat metodologi studi film dan menawarkan pendekatan baru terhadap praktik penulisan skenario yang kolaboratif, kontekstual, dan berakar pada budaya. Kata kunci: Film; kearifan lokal; pariwisata; kecerdasan buatan; penulisan skenario. This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Film merupakan salah satu media yang memiliki berbagai dampak dalam tatanan kehidupan masyarakat. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan, film juga berperan sebagai media yang merekam, merepresentasikan, dan mendistribusikan nilai-nilai budaya tertentu (Dewa Gugat et al., 2025; Eren & Aktan, 2024; Fitrianto & Sumarlan, 2024; Hidayat & Firmansyah, 2025; Kubrak, 2020). Melalui narasi visual dan audionya, film mampu menghadirkan gambaran tentang identitas, tradisi, dan kearifan lokal yang mungkin belum dikenal secara luas. Film juga dinilai memiliki dampak strategis dalam mendorong sektor pariwisata dan industri kreatif. Representasi lokasi dalam sebuah film seringkali menjadi daya tarik tersendiri yang dapat mempengaruhi minat masyarakat untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut (Beeton, 2021a; Cruz & Lacap, 2023; Saad et al., 2022). Penonton biasanya memberikan interpretasi kritis terhadap film yang ditontonnya dan dapat memahami pesan pembuat film secara spesifik (Ali et al., 2025). Fenomena ini dikenal dengan istilah film-induced tourism, di mana lokasi-lokasi yang ditampilkan dalam film dapat mempengaruhi jumlah dan intensitas kunjungan Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 05 Maret-April 2026 538 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 538-548 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/3730 ISSN : 2963-5802 wisatawan sebagai efek dari eksposur film tersebut (Beeton, 2021a). Contohnya, setelah penayangan film Laskar Pelangi, Belitung mengalami lonjakan wisatawan yang ingin melihat langsung keindahan latar tempat yang diangkat dalam cerita tersebut (Boediarto, 2022). Meskipun film terbukti memiliki dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata di berbagai belahan dunia (Beeton, 2021b; Cruz & Lacap, 2023; Kim et al., 2024; Liu et al., 2020a; Mazaya et al., 2024; Mulyadi & Sunarti, 2019a; Nakayama, 2021a, 2021b; Neves & Almeida, 2022a, 2022b; Pariwisata et al., 2019; Pracintya et al., 2022a; Saad et al., 2022; Teng & Chen, 2020), ada beberapa masalah yang perlu diperhatikan. Pertama, tidak semua film yang menampilkan lokasi tertentu secara otomatis menghasilkan peningkatan kunjungan wisata. Dampak film terhadap pariwisata sangat bergantung pada berbagai faktor seperti kekuatan narasi, representasi visual lokasi, distribusi film, serta konteks sosial budaya dari audiens yang menyaksikannya. Kedua, dalam praktik pengembangan naskah film, integrasi elemen budaya lokal sering kali dilakukan secara superfisial. Unsur budaya hanya dijadikan latar tanpa benar-benar diolah menjadi bagian integral dari alur cerita, karakterisasi, atau tema film. Pendekatan semacam ini tidak hanya mengurangi potensi dampak film terhadap promosi pariwisata budaya, tetapi juga berisiko mengkomodifikasi budaya lokal secara dangkal, memanfaatkan unsur budaya hanya sebagai "hiasan" untuk menarik minat pasar. Ketiga, terdapat tantangan metodologis dalam mengkaji hubungan antara film, budaya, dan pariwis (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3730/3571
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/3730/3571

Wahyu Nova Riski, FX Yatno Karyadi. Integrasi Kearifan Lokal Dalam Naskah Film Untuk Promosi Pariwisata Budaya Lokal, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2026, pp. 538-548,