Komposisi Musik ‘’Batuk Dalam Hening”

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Jul 2025

The process of creating a contemporary musical work "Komposisi Batuk dalam Hening" is discussed in this article. The main sound of the musical composition of this work is considered to be the sound of coughing, which has many values ​​of expression, symbolism, and social criticism. The sound of coughing, which is usually considered a physical symptom or disorder, is elevated into an artistic element that is able to convey emotional nuances, tension, and inner silence of humans through an experimental approach and vocal exploration techniques. This study uses a qualitative descriptive approach, which includes the phases of observation, sound recording, structural exploration, and artistic reflection. The results show that coughing can be a powerful and evocative means of expression if used in the right context and with careful musical arrangement. This work functions as a form of resistance to the limitations of conventional music while emphasizing the relationship between body, voice, and social consciousness in a world that is often too noisy to hear small things.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3414/2416

Komposisi Musik ‘’Batuk Dalam Hening”

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus Hal. 32-35 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 Komposisi Musik ‘’Batuk Dalam Hening” Nanda Qory Nurhafitrah1, Denden Setiaji2 a Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Muhammadiyah Tainstitusi, email: b Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya email: Abstract The process of creating a contemporary musical work "Komposisi Batuk dalam Hening" is discussed in this article. The main sound of the musical composition of this work is considered to be the sound of coughing, which has many values of expression, symbolism, and social criticism. The sound of coughing, which is usually considered a physical symptom or disorder, is elevated into an artistic element that is able to convey emotional nuances, tension, and inner silence of humans through an experimental approach and vocal exploration techniques. This study uses a qualitative descriptive approach, which includes the phases of observation, sound recording, structural exploration, and artistic reflection. The results show that coughing can be a powerful and evocative means of expression if used in the right context and with careful musical arrangement. This work functions as a form of resistance to the limitations of conventional music while emphasizing the relationship between body, voice, and social consciousness in a world that is often too noisy to hear small things. Keywords: cough, contemporary music, sound exploration, composition, expression This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Komposisi adalah proses menggabungkan gagasan musik dari berbagai sumber inspirasi, termasuk yang sudah, yang akan, atau yang belum ditulis. Ide musikal dapat berasal dari pengalaman, suasana hati, atau rasa terhadap sesuatu yang dialami selama penjelajahan (Sitompul, 1985:28). Seringkali, komposisi musik mengungkapkan sesuatu, seperti memulai dengan perasaan. Para komposer membuat bahasa musikal dengan menggunakan pola ritme dan melodi yang terkait dengan emosi tertentu untuk melukiskan rasa tersebut (Bramantyo, 1997:54). Komposisi musik adalah proses menggabungkan elemen musik untuk menyusun atau membentuk bagian musik. Ketika seorang komposer membuat bagian musik, mereka dianggap telah membuat komposisi musik. Calon pemusik dapat mendaftar di sekolah musik untuk belajar komposisi musik. Dengan melihat dan menganalisis potongan lagu terkenal, mereka akan mempelajari bagaimana seorang komposer pada jaman dahulu menulis musik. Mereka akan belajar tentang bentuk musik, harmoni, orkestrasi, dan semua hal tentang alat musik, serta bagaimana menulis dengan benar agar menghasilkan karya musik yang sesuai. Pradana (2016:02) menyatakan bahwa musik program adalah komposisi musik yang menginterpretasikan sebuah cerita ide. Inspirasi atau ide yang digunakan oleh komposer untuk menyampaikan isi atau pesan cerita. Musik sebagai ekspresi seni telah berkembang seiring waktu dan sekarang tidak hanya terbatas pada alat musik konvensional tetapi juga mengeksplorasi berbagai sumber bunyi yang ada di sekitar kita. Dalam musik kontemporer dan eksperimental, penggunaan bunyi non-musikal seperti suara lingkungan, suara mesin, hingga bunyi tubuh manusia menjadi pendekatan baru untuk menciptakan karya. Seorang komposer berfungsi sebagai arsitek yang menciptakan struktur dan kerangka musik melalui proses menyusun atau membentuk bagian musik dengan menggabungkan berbagai elemen musik, seperti melodi, harmoni, ritme, dan tekstur. Setiap elemen diatur untuk menciptakan harmoni dan keindahan yang dinikmati pendengar. Misalnya, ritme yang dinamis dan harmoni yang harmonis dapat mendukung melodi utama untuk menghasilkan efek emosional tertentu. Komposisi musik BATUK terinspirasi dari peristiwa sehari-hari. Ini adalah karya komposisi yang dibuat oleh penulis yang diapresiasikan dalam pertunjukan musik setelah ditulis dalam bentuk notasi. Konsep ini menggambarkan berbagai suara batuk yang ada dalam kehidupan manusia. Seni pertunjukan didefinisikan sebagai seni tontonan atau hiburan menurut Hadi (2012:109) dengan tujuan memberikan stimulus kepada pecinta melalui tontonan atau hiburan dan mengharapkan respons dari penonton. Seni pertunjukan ini dapat dianggap sebagai ekspresi budaya atau tempat untuk menyampaikan prinsip budaya dan representasi standar estetika-estetika yang berkembang seiring perkembangan zaman. Efek keheningan sama dengan suara dan bunyi. Misalnya, orang yang menunggu operasi seorang anggota keluarga di lorong rumah sakit yang sepi mungkin bosan atau khawatir tentang hasil operasi. Namun, banyak orang memperdebatkan bahwa tidak ada yang benar-benar diam atau hening. Anechoic room dapat menyerap Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus 32 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus Hal. 32-35 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 semua gelombang suara dan tidak memantulkan suara sama sekali. Anda akan sangat tenang di sana. Ternyata suara tubuh masih dapat didengar bahkan di ruangan yang benar-benar kedap suara. Penyair Jerman Johann Wolfgang Goethe menyebut "komposisi" proses mengatur dan menyusun ragam bunyi atau nada yang terlibat dalam melodi utama yang disebut cantus. Karya musik berasal dari pikiran dan perasaan yang mendalam. Seorang komposer biasanya memprioritaskan untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya, seperti kesedihan atau kebahagiaan, kemudian menuangkan perasaan tersebut dalam melodi, menghasilkan ungkapan jiwa yang unik. Karya adalah hasil dari ide atau konsep umum tentang sesuatu yang telah direalisasikan dalam pikiran. Ide yang baik biasanya adalah ide yang dapat dilaksanakan oleh individu atau kelompok. Dalam sebuah ide terdapat banyak hal, seperti bahan karya, kreativitas, dan uang, serta rasa, imajinasi, dan proses penciptaan yang ditunjukkan dalam desain. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis menciptakan musik program dengan judul “Batuk dalam hening”. Penulis tertarik untuk mengangkat tema Batuk karena mereka mendapatkan ide dari diri mereka sendiri yang sering merasakan dan mendengar beberapa suara batuk. Penulis percaya bahwa setiap orang juga pernah merasakan batuk, suara batuk tersebut akan dituangkan dalam karya “Batuk dalam hening”.Fasa, periode, dan bentuk lagu dapat berupa satu, dua, atau tiga bagian. Banoe (2003: 426) menyatakan bahwa unsur-unsur komposisi musik termasuk sonata, variasi, rondo, tema, dua bagian majemuk, dan tunggal. Motif, tema, dan variasi adalah komponen struktur musik, sedangkan komposisi terdiri dari syair, ritme dan pola ritme, metrum, melodi, harmoni, dinamik, warna bunyi, dan tekstur. Semua komponen komposisi dapat dimodifikasi. Komposisi musik adalah proses menggabungkan elemen musik untuk menyusun atau membentuk bagian musik. Ketika seorang komposer membuat bagian musik, mereka (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3414/2416
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/3414/2416

Nanda Qory Nurhafitrah, Denden Setiaji. Komposisi Musik ‘’Batuk Dalam Hening”, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2025, pp. 32-35,