Balampah dalam Budaya Banjar (Konsep, Filosofi, Identitas dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam)

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Jan 2026

Indonesia is rich in ethnic and cultural diversity, with each local culture representing a collection of knowledge, values, norms, and shared practices. Among these, the Banjar culture in South Kalimantan exemplifies a long history of acculturation influenced by indigenous beliefs, Hindu-Buddhist traditions, and Islam. One notable example is the Balampah tradition, a ritual practice originally rooted in local and Hindu-Buddhist beliefs, which has been transformed through Islamic teachings while maintaining its cultural identity. This study aims to analyze the acculturation process in Banjar culture, focusing on Balampah, and to explore how Islamic values influence its transformation. The research employs a library research approach, reviewing books, scholarly articles, historical manuscripts, and documents on Banjar culture, ritual practices, and religious integration. Findings indicate that Balampah functions as a form of spiritual retreat, combining ascetic practices, prayers, and ritual activities aimed at personal purification, protection, and social well-being. The tradition embodies key Islamic educational values, including tauhid (monotheism), tazkiyatun nafs (self-purification), moral and ethical development, and social responsibility. The study demonstrates that Balampah exemplifies a dynamic process of cultural adaptation where local traditions harmonize with Islamic teachings, preserving both religious and cultural identities in contemporary Banjar society.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4255/3181

Balampah dalam Budaya Banjar (Konsep, Filosofi, Identitas dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam)

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 435-441 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4255 ISSN : 2963-5802 Balampah Dalam Budaya Banjar (Konsep, Filosofi, Identitas dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam) a Sinta Masithaa, Ali Mu’ammar Zainal Abidinb Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana, UIN Antasari Banjarmasin, b Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana, UIN Antasari Banjarmasin, Abstract Indonesia is rich in ethnic and cultural diversity, with each local culture representing a collection of knowledge, values, norms, and shared practices. Among these, the Banjar culture in South Kalimantan exemplifies a long history of acculturation influenced by indigenous beliefs, Hindu-Buddhist traditions, and Islam. One notable example is the Balampah tradition, a ritual practice originally rooted in local and Hindu-Buddhist beliefs, which has been transformed through Islamic teachings while maintaining its cultural identity. This study aims to analyze the acculturation process in Banjar culture, focusing on Balampah, and to explore how Islamic values influence its transformation. The research employs a library research approach, reviewing books, scholarly articles, historical manuscripts, and documents on Banjar culture, ritual practices, and religious integration. Findings indicate that Balampah functions as a form of spiritual retreat, combining ascetic practices, prayers, and ritual activities aimed at personal purification, protection, and social well-being. The tradition embodies key Islamic educational values, including tauhid (monotheism), tazkiyatun nafs (self-purification), moral and ethical development, and social responsibility. The study demonstrates that Balampah exemplifies a dynamic process of cultural adaptation where local traditions harmonize with Islamic teachings, preserving both religious and cultural identities in contemporary Banjar society. Keywords: Banjar Culture, Balampah Tradition, Cultural Acculturation, Islamic Values Abstrak Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya dan suku bangsa. Salah satu budaya khas adalah tradisi Balampah di masyarakat Banjar, yang awalnya merupakan ritual pengasingan diri dari kepercayaan lokal dan HinduBuddha, kemudian bertransformasi dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi budaya Banjar melalui tradisi Balampah sekaligus memahami pengaruh nilai-nilai Islam terhadap transformasi budaya tersebut. Metode penelitian menggunakan library research, dengan pengumpulan data dari buku, artikel ilmiah, manuskrip kuno, dan dokumen sejarah terkait budaya Banjar, akulturasi budaya, dan praktik ritual Balampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Balampah mengalami transformasi dari ritual lokal menjadi praktik yang memadukan kepercayaan tradisional dan nilai-nilai Islam, mencakup konsep pengasingan diri, sahabat gaib, mandi ritual, dan puasa doa khusus. Selain itu, Balampah mengandung nilai-nilai pendidikan Islam seperti tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), akhlak, dan nilai sosial, yang membentuk karakter, moral, dan kehidupan sosial masyarakat Banjar. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal bersifat dinamis, beradaptasi dengan perkembangan agama dan sosial, sekaligus menjadi modal penting untuk pelestarian identitas budaya di era kontemporer. Kata Kunci: Budaya Banjar, Tradisi Balampah, Akulturasi Budaya, Nilai-nilai Islam This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku bangsa dan budaya. Seiring perkembangan zaman serta perubahan dalam sistem sosial-budaya, budaya lokal kini dipahami sebagai kumpulan pengetahuan, nilai, norma, dan praktik yang dimiliki bersama oleh suatu kelompok masyarakat. Pemahaman ini sering dikaitkan dengan kebudayaan masing-masing suku bangsa, yang selanjutnya berhubungan dengan konsep kelompok etnik. Keberagaman budaya lokal tidak hanya mencerminkan kekayaan identitas bangsa, tetapi juga berperan sebagai modal sosial penting dalam menjaga persatuan serta membentuk karakter masyarakat Indonesia yang plural dan dinamis. Salah satu kebudayaan yang menjadi ciri khas di Indonesia adalah suku Banjar, yaitu suku yang berasal dari Kalimantan Selatan Budaya dan tradisi masyarakat Banjar terbentuk melalui proses pembauran selama berabad-abad, dipengaruhi oleh interaksi sosial dan agama yang beragam. Secara khusus, ajaran Islam yang dibawa oleh pedagang Arab dan Persia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan budaya Banjar. Masyarakat Banjar mengembangkan sistem budaya, struktur sosial, dan praktik material yang berkaitan dengan agama melalui proses adaptasi, akulturasi, dan perpaduan, sehingga tercipta asimilasi yang harmonis dalam berbagai aspek budaya mereka. Meskipun unsur-unsur budaya sebelumnya, seperti Hindu dan Buddha, masih Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 04 Januari-Februari 2026 435 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 435-441 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4255 ISSN : 2963-5802 terlihat dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh Islam tetap mendominasi, terutama dalam pemahaman tentang ketuhanan (Tauhid) dan norma-norma sosial keagamaan Salah satu contoh nyata dari proses akulturasi ini dapat ditemukan dalam tradisi Balampah yang berkembang di kalangan masyarakat Banjar. Pada awalnya, tradisi ini merupakan bentuk ritual pengasingan diri yang dipengaruhi oleh kepercayaan lokal serta ajaran Hindu-Buddha. Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut mengalami transformasi dan disesuaikan dengan nilai-nilai Islam. Fenomena ini memperlihatkan bahwa budaya lokal bersifat dinamis, selalu mengalami perubahan sebagai respons terhadap perkembangan sosial, pengaruh agama, serta interaksi dengan budaya lain. Urgensi kajian terhadap budaya Banjar muncul karena globalisasi dan modernisasi berpotensi menggerus identitas budaya lokal, termasuk tradisi-tradisi yang kaya makna historis dan religius. Pelestarian budaya lokal bukan hanya sekadar upaya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga krusial untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sosial, moral, dan religius yang terkandung di dalamnya. Dengan menelaah proses akulturasi dan transformasi budaya Banjar, kajian ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana masyarakat lokal menyeimbangkan tradisi dengan tuntutan zaman, sekaligus menjadi acuan bagi strategi pelestarian budaya di era kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi budaya Banjar, khususnya yang tercermin dalam tradisi Balampah, sekaligus memahami bagaimana nilai-nilai Islam memengaruhi transformasi budaya tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini diterapkan melalui pendekatan library research yang bertujuan untuk mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis informasi serta data sekunder secara men (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4255/3181
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/4255/3181

Sinta Masitha, Ali Mu’ammar Zainal Abidin. Balampah dalam Budaya Banjar (Konsep, Filosofi, Identitas dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam), Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2026, pp. 435-441,