PENGARUH FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP PREFERENSI BELANJA IBU RUMAH TANGGA DI TIKTOK SHOP (STUDI KASUS DI KELURAHAN MAKASSAR BARAT KOTA TERNATE)
Jurnal GeoCivic
Vol. 9, No. 1, April 2026
E-ISSN: 2722-3698
P-ISSN: 2301-4334
PENGARUH FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP PREFERENSI BELANJA
IBU RUMAH TANGGA DI TIKTOK SHOP
(STUDI KASUS DI KELURAHAN MAKASSAR BARAT KOTA TERNATE)
1,2
Jusan Hi. Yusuf1*, Maftuchatun Na’imah2
Prodi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun
*E-mail:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor sosial budaya yang
memengaruhi kecenderungan ibu rumah tangga dalam melakukan aktivitas
belanja melalui TikTok Shop, dengan mengambil lokasi studi di Kelurahan
Makassar Barat, Kota Ternate. Penelitian ini menitikberatkan pada peran
nilai, norma, gaya hidup, serta dinamika interaksi sosial dalam membentuk
perilaku konsumtif ibu rumah tangga di tengah perkembangan media digital.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif
dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap
sejumlah informan yang merupakan ibu rumah tangga pengguna aktif TikTok
Shop. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik dengan
mengacu pada perspektif antropologi sosial budaya, seperti konsep konsumsi
sebagai praktik budaya, simbol status sosial, dan modernitas digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan ibu rumah tangga untuk
berbelanja di TikTok Shop tidak semata-mata dipengaruhi oleh pertimbangan
ekonomi atau kemudahan akses, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial
budaya, seperti solidaritas kelompok, pengaruh lingkungan pertemanan,
konstruksi status sosial, serta perubahan nilai konsumsi dalam masyarakat
perkotaan. Aktivitas belanja di TikTok Shop mencerminkan hadirnya gaya
hidup baru yang menandai perubahan sosial perempuan dalam merespons era
modernitas digital. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku
konsumtif ibu rumah tangga dalam penggunaan TikTok Shop merupakan
cerminan dari dinamika perubahan sosial dan budaya di tingkat lokal.
Kegiatan belanja daring tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi,
tetapi juga menjadi media dalam membangun identitas diri serta eksistensi
sosial di era digital.
Kata Kunci: TikTok Shop, Perilaku Konsumtif, Ibu Rumah Tangga,
Antropologi Digital.
14
Pendahuluan
Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup secara
individu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam interaksi sosial tersebut, manusia membutuhkan
sarana untuk menyampaikan dan menerima informasi. Teknologi komunikasi hadir sebagai
media yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai ruang untuk
mengekspresikan diri. Komunikasi memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dalam
lingkungan sosial serta mendorong terbentuknya era digital yang semakin maju, praktis, dan
efisien (Purwanto et al., 2020).
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap pola
kerja dan gaya hidup masyarakat, sehingga melahirkan budaya baru. Kemajuan masyarakat
modern tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi, tetapi juga oleh
arus globalisasi. Menurut Schrool (1988), modernisasi yang didukung oleh kemajuan
teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi berbagai
kebutuhan hidup sehari-hari.
Salah satu bentuk teknologi komunikasi dan informasi yang paling banyak
dimanfaatkan saat ini adalah internet. Bagi sebagian besar masyarakat, internet telah menjadi
sistem komunikasi yang sangat penting. Kehadiran internet memungkinkan individu untuk
berkomunikasi dan bertukar informasi dengan mudah tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Penggunaan internet yang semakin meningkat menjadikannya sebagai bagian integral dalam
kehidupan manusia. Secara tidak langsung, hal ini berdampak pada berbagai aspek
kehidupan, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan politik (Yusuf & Hasim, 2026). Selain itu,
internet juga melahirkan berbagai aplikasi dan media sosial yang disesuaikan dengan
kebutuhan pengguna. Salah satu media sosial yang cukup populer di kalangan ibu rumah
tangga adalah TikTok.
TikTok merupakan platform media sosial yang memungkinkan pengguna untuk
membuat dan membagikan video pendek secara kreatif. Aplikasi ini memberikan kemudahan
bagi pengguna untuk mengakses berbagai konten dalam waktu singkat
karena
karakteristiknya yang unik. Selain sebagai sarana hiburan, TikTok juga berkembang menjadi
media pemasaran dan bisnis daring. Fitur video pendek dan siaran langsung (live streaming)
memungkinkan distribusi konten, termasuk promosi produk, secara luas dan cepat. Tidak
mengherankan jika TikTok menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia,
baik melalui perangkat Android maupun iOS (Anestya, 2020).
Fenomena belanja online semakin diminati masyarakat karena kemudahan yang
ditawarkan. Konsumen tidak perlu lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh produk yang
15
diinginkan, cukup dengan memilih barang melalui aplikasi dan melakukan pembayaran
secara digital. Proses ini dinilai lebih praktis dan efisien (Khairunnisa, 2014). Selain itu,
belanja online juga memungkinkan konsumen untuk mengakses berbagai produk dari
berbagai daerah tanpa harus datang langsung ke lokasi penjual.
Salah satu inovasi terbaru dalam platform TikTok adalah fitur TikTok Shop yang saat
ini banyak menarik perhatian masyarakat. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk
melakukan aktivitas jual beli secara langsung dalam satu aplikasi. TikTok Shop menawarkan
berbagai jenis produk, mulai dari aksesoris gadget, fashion, produk kecantikan, elektronik,
hingga kebutuhan rumah tangga. Keberagaman produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri,
khususnya bagi ibu rumah tangga, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus
mendorong peningkatan minat beli (Mansur, dkk., 2025).
Gaya hidup masyarakat, khususnya di Kota Ternate, yang cenderung konsumtif serta
tingginya minat beli turut memengaruhi perilaku belanja online. Minat beli, menurut Kotler
dan Keller (2009), merupakan respon individu terhadap suatu produk yang menunjukkan
keinginan untuk melakukan pembelian. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada kalangan
remaja, tetapi juga meluas ke ibu rumah tangga yang kini aktif memanfaatkan media sosial,
termasuk TikTok, untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus mengeluarkan banyak waktu dan
biaya.
Sebagai pengelola rumah tangga, perempuan memiliki tanggung jawab dalam
memenuhi kebutuhan keluarga, baik berupa barang maupun jasa. Setiap rumah tangga
memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda-beda (Astuti, 2013). Oleh karena itu, peran
ibu rumah tangga dalam mengelola konsumsi menjadi sangat penting. Aktivitas konsumsi
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder yang tidak terlepas dari
kehidupan sehari-hari.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren belanja online di kalangan ibu rumah tangga di
Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini didukung oleh kondisi yang
memungkinkan mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga memiliki
kesempatan lebih besar untuk mengakses tok (...truncated)