PENGARUH FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP PREFERENSI BELANJA IBU RUMAH TANGGA DI TIKTOK SHOP (STUDI KASUS DI KELURAHAN MAKASSAR BARAT KOTA TERNATE)

Jurnal Geocivic, Apr 2026

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor sosial budaya yang memengaruhi kecenderungan ibu rumah tangga dalam melakukan aktivitas belanja melalui TikTok Shop, dengan mengambil lokasi studi di Kelurahan Makassar Barat, Kota Ternate. Penelitian ini menitikberatkan pada peran nilai, norma, gaya hidup, serta dinamika interaksi sosial dalam membentuk perilaku konsumtif ibu rumah tangga di tengah perkembangan media digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap sejumlah informan yang merupakan ibu rumah tangga pengguna aktif TikTok Shop. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik dengan mengacu pada perspektif antropologi sosial budaya, seperti konsep konsumsi sebagai praktik budaya, simbol status sosial, dan modernitas digital.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan ibu rumah tangga untuk berbelanja di TikTok Shop tidak semata-mata dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi atau kemudahan akses, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial budaya, seperti solidaritas kelompok, pengaruh lingkungan pertemanan, konstruksi status sosial, serta perubahan nilai konsumsi dalam masyarakat perkotaan. Aktivitas belanja di TikTok Shop mencerminkan hadirnya gaya hidup baru yang menandai perubahan sosial perempuan dalam merespons era modernitas digital. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumtif ibu rumah tangga dalam penggunaan TikTok Shop merupakan cerminan dari dinamika perubahan sosial dan budaya di tingkat lokal. Kegiatan belanja daring tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi media dalam membangun identitas diri serta eksistensi sosial di era digital.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11782/pdf

PENGARUH FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP PREFERENSI BELANJA IBU RUMAH TANGGA DI TIKTOK SHOP (STUDI KASUS DI KELURAHAN MAKASSAR BARAT KOTA TERNATE)

Jurnal GeoCivic Vol. 9, No. 1, April 2026 E-ISSN: 2722-3698 P-ISSN: 2301-4334 PENGARUH FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP PREFERENSI BELANJA IBU RUMAH TANGGA DI TIKTOK SHOP (STUDI KASUS DI KELURAHAN MAKASSAR BARAT KOTA TERNATE) 1,2 Jusan Hi. Yusuf1*, Maftuchatun Na’imah2 Prodi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun *E-mail: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor sosial budaya yang memengaruhi kecenderungan ibu rumah tangga dalam melakukan aktivitas belanja melalui TikTok Shop, dengan mengambil lokasi studi di Kelurahan Makassar Barat, Kota Ternate. Penelitian ini menitikberatkan pada peran nilai, norma, gaya hidup, serta dinamika interaksi sosial dalam membentuk perilaku konsumtif ibu rumah tangga di tengah perkembangan media digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap sejumlah informan yang merupakan ibu rumah tangga pengguna aktif TikTok Shop. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik dengan mengacu pada perspektif antropologi sosial budaya, seperti konsep konsumsi sebagai praktik budaya, simbol status sosial, dan modernitas digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan ibu rumah tangga untuk berbelanja di TikTok Shop tidak semata-mata dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi atau kemudahan akses, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial budaya, seperti solidaritas kelompok, pengaruh lingkungan pertemanan, konstruksi status sosial, serta perubahan nilai konsumsi dalam masyarakat perkotaan. Aktivitas belanja di TikTok Shop mencerminkan hadirnya gaya hidup baru yang menandai perubahan sosial perempuan dalam merespons era modernitas digital. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumtif ibu rumah tangga dalam penggunaan TikTok Shop merupakan cerminan dari dinamika perubahan sosial dan budaya di tingkat lokal. Kegiatan belanja daring tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi media dalam membangun identitas diri serta eksistensi sosial di era digital. Kata Kunci: TikTok Shop, Perilaku Konsumtif, Ibu Rumah Tangga, Antropologi Digital. 14 Pendahuluan Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup secara individu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam interaksi sosial tersebut, manusia membutuhkan sarana untuk menyampaikan dan menerima informasi. Teknologi komunikasi hadir sebagai media yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai ruang untuk mengekspresikan diri. Komunikasi memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dalam lingkungan sosial serta mendorong terbentuknya era digital yang semakin maju, praktis, dan efisien (Purwanto et al., 2020). Perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap pola kerja dan gaya hidup masyarakat, sehingga melahirkan budaya baru. Kemajuan masyarakat modern tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi, tetapi juga oleh arus globalisasi. Menurut Schrool (1988), modernisasi yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu bentuk teknologi komunikasi dan informasi yang paling banyak dimanfaatkan saat ini adalah internet. Bagi sebagian besar masyarakat, internet telah menjadi sistem komunikasi yang sangat penting. Kehadiran internet memungkinkan individu untuk berkomunikasi dan bertukar informasi dengan mudah tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Penggunaan internet yang semakin meningkat menjadikannya sebagai bagian integral dalam kehidupan manusia. Secara tidak langsung, hal ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan politik (Yusuf & Hasim, 2026). Selain itu, internet juga melahirkan berbagai aplikasi dan media sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Salah satu media sosial yang cukup populer di kalangan ibu rumah tangga adalah TikTok. TikTok merupakan platform media sosial yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan membagikan video pendek secara kreatif. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengakses berbagai konten dalam waktu singkat karena karakteristiknya yang unik. Selain sebagai sarana hiburan, TikTok juga berkembang menjadi media pemasaran dan bisnis daring. Fitur video pendek dan siaran langsung (live streaming) memungkinkan distribusi konten, termasuk promosi produk, secara luas dan cepat. Tidak mengherankan jika TikTok menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia, baik melalui perangkat Android maupun iOS (Anestya, 2020). Fenomena belanja online semakin diminati masyarakat karena kemudahan yang ditawarkan. Konsumen tidak perlu lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh produk yang 15 diinginkan, cukup dengan memilih barang melalui aplikasi dan melakukan pembayaran secara digital. Proses ini dinilai lebih praktis dan efisien (Khairunnisa, 2014). Selain itu, belanja online juga memungkinkan konsumen untuk mengakses berbagai produk dari berbagai daerah tanpa harus datang langsung ke lokasi penjual. Salah satu inovasi terbaru dalam platform TikTok adalah fitur TikTok Shop yang saat ini banyak menarik perhatian masyarakat. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan aktivitas jual beli secara langsung dalam satu aplikasi. TikTok Shop menawarkan berbagai jenis produk, mulai dari aksesoris gadget, fashion, produk kecantikan, elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga. Keberagaman produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi ibu rumah tangga, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendorong peningkatan minat beli (Mansur, dkk., 2025). Gaya hidup masyarakat, khususnya di Kota Ternate, yang cenderung konsumtif serta tingginya minat beli turut memengaruhi perilaku belanja online. Minat beli, menurut Kotler dan Keller (2009), merupakan respon individu terhadap suatu produk yang menunjukkan keinginan untuk melakukan pembelian. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada kalangan remaja, tetapi juga meluas ke ibu rumah tangga yang kini aktif memanfaatkan media sosial, termasuk TikTok, untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus mengeluarkan banyak waktu dan biaya. Sebagai pengelola rumah tangga, perempuan memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga, baik berupa barang maupun jasa. Setiap rumah tangga memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda-beda (Astuti, 2013). Oleh karena itu, peran ibu rumah tangga dalam mengelola konsumsi menjadi sangat penting. Aktivitas konsumsi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir, tren belanja online di kalangan ibu rumah tangga di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini didukung oleh kondisi yang memungkinkan mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses tok (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11782/pdf
Article home page: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/view/11782/pdf

Jusan Hi. Yusuf, Maftuchatun Na'imah. PENGARUH FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP PREFERENSI BELANJA IBU RUMAH TANGGA DI TIKTOK SHOP (STUDI KASUS DI KELURAHAN MAKASSAR BARAT KOTA TERNATE), Jurnal Geocivic, 2026, pp. 14-25,