ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN PELATIHAN TERHADAP EFEKTIVITAS RELAWAN DALAM KEGIATAN MITIGASI BENCANA DI KOTA MALANG

Jurnal Geocivic, Jan 2026

Relawan kebencanaan memiliki peran penting dalam mitigasi bencana di Kota Malang yang memiliki tingkat risiko tinggi, sehingga efektivitas relawan menjadi faktor kunci keberhasilan penanganan darurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi dan pelatihan terhadap efektivitas relawan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode explanatory survey pada 207 relawan, serta dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan pelatihan berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap efektivitas relawan, dengan nilai R² sebesar 0,328, di mana pelatihan merupakan faktor paling dominan dalam meningkatkan kemampuan teknis, sementara motivasi memperkuat kesiapan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas mitigasi bencana ditentukan oleh sinergi antara kompetensi teknis dan faktor psikologis, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen kebencanaan melalui dasar empiris dalam perancangan program pelatihan dan strategi peningkatan motivasi relawan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11287/pdf

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN PELATIHAN TERHADAP EFEKTIVITAS RELAWAN DALAM KEGIATAN MITIGASI BENCANA DI KOTA MALANG

Jurnal GeoCivic Vol. 8, No. 2, Oktober 2025 E-ISSN. 2722-3698 P-ISSN. 2301-4334 ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN PELATIHAN TERHADAP EFEKTIVITAS RELAWAN DALAM KEGIATAN MITIGASI BENCANA DI KOTA MALANG Susilowati1, Yuli Ifana Sari2 1,2 Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang *E-mail Korespondensi: Abstract Disaster volunteers play an important role in disaster mitigation in Malang City, which has a high risk level, so the effectiveness of volunteers is a key factor in the success of emergency respon se. This study aims to analyze the effect of motivation and training on volunteer effectiveness using a quantitative approach and explanatory survey method on 207 volunteers, and analyzed using multiple linear regression. The results show that motivation and training have a significant effect, both partially and simultaneously, on volunteer effectiveness, with an R² value of 0.328, where training is the most dominant factor in improving technical skills, while motivation strengthens psychological readiness. These findings confirm that disaster mitigation effectiveness is determined by the synergy between technical competence and psychological factors, and contribute to the development of disaster management science through an empirical basis in the design of training programs and strategies to increase volunteer motivation. Keywords: motivation, training, volunteer effectiveness, disaster mitigation. 67 Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana alam tertinggi di dunia. Posisi geografisnya yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar IndoAustralia, Eurasia, dan Pasifik menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap gempa bumi dan aktivitas vulkanik. Di sisi lain, kondisi iklim tropis dengan curah hujan tinggi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa lebih dari 80% kejadian bencana di Indonesia selama tahun 2023 merupakan bencana hidrometeorologi, sehingga berdampak signifikan terhadap aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan masyarakat. Kerentanan ini menunjukkan betapa pentingnya upaya pengurangan risiko bencana (PRB) yang dilakukan secara sistematis, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Malang, salah satu kota besar di Jawa Timur, juga menghadapi masalah serupa. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang tahun 2023 menunjukkan bahwa ratusan kejadian bencana, terutama banjir, angin kencang, dan tanah longsor, terjadi setiap tahun. Kondisi hidrologi yang berubah-ubah, alih fungsi lahan, dan kepadatan penduduk meningkatkan risiko dan dampak bencana di daerah ini. Bencana yang terjadi hampir setiap tahun tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menuntut kesiapsiagaan yang lebih baik, termasuk relawan kebencanaan yang berpengalaman dan siap menghadapi berbagai keadaan. Relawan adalah bagian penting dari penanggulangan bencana dan terlibat langsung dalam proses mitigasi, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Karena mereka bekerja di tingkat akar rumput dan memberikan respons awal terhadap berbagai bencana, mereka menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan. BPBD Kota Malang (2023) menegaskan bahwa peran relawan sangat menentukan efektivitas kegiatan penanganan bencana, terutama dalam kondisi yang menuntut respon cepat dan keputusan tepat di lapangan. Namun demikian, efektivitas kinerja relawan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya motivasi dan pelatihan kebencanaan. Motivasi menjadi faktor psikologis yang berperan dalam ketekunan dan komitmen relawan. Menurut (Gustiamtomo & Firdaus, 2025), motivasi relawan dipengaruhi oleh faktor internal seperti kebutuhan aktualisasi diri, rasa kepedulian, dan dorongan altruistik; serta faktor eksternal seperti dukungan organisasi, lingkungan sosial, dan insentif. Relawan yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih tahan terhadap tekanan, mampu bekerja sama, serta menunjukkan konsistensi dalam menjalankan tugas-tugas kebencanaan. Sebaliknya, pelatihan kebencanaan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan teknis, keterampilan kedaruratan, dan kemampuan koordinasi relawan dalam kondisi lapangan yang kompleks. Pelatihan mencakup keterampilan nonteknis seperti komunikasi, pengelolaan emosi, kerja tim, dan kepemimpinan. 68 Meskipun demikian, masih terdapat berbagai permasalahan dalam praktik pengelolaan relawan di Kota Malang. Menurut laporan BPBD, pelatihan kebencanaan telah dilakukan secara berkala, tetapi belum ada evaluasi sistematis yang menilai seberapa efektif pelatihan terhadap kinerja relawan. Relawan yang telah mengikuti pelatihan juga tidak selalu menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang baik saja tidak cukup jika tidak ada keinginan yang kuat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Sebaliknya, motivasi tinggi tanpa keterampilan teknis juga tidak menjamin bahwa relawan di lapangan bekerja dengan baik. Dengan kata lain, kedua komponen tersebut harus dianggap bekerja sama untuk membentuk relawan yang efektif. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya pelatihan dan motivasi dalam meningkatkan kapasitas relawan kebencanaan. Penelitian Liska et al., (2025) menunjukkan bahwa pelatihan kebencanaan mampu meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana. Arin Proborini et al., (2024) juga menegaskan bahwa pelatihan meningkatkan kemampuan relawan dalam pencegahan dan mitigasi, meskipun penelitian tersebut lebih menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, bukan pada efektivitas operasional di lapangan. Sementara itu, penelitian Gustiamtomo & Firdaus (2025) membuktikan bahwa kombinasi pelatihan dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja relawan dengan loyalitas sebagai variabel intervening. Namun, penelitian mereka dilakukan pada organisasi sosial umum (MRI Sidoarjo), bukan dalam konteks relawan kebencanaan yang secara langsung menangani situasi darurat. Dari keterbatasan penelitian sebelumnya, dapat dilihat bahwa tinjauan literatur tentang efektivitas relawan kebencanaan masih berfokus pada aspek pengetahuan dan kesiapsiagaan daripada aspek efektivitas operasional seperti kemampuan koordinasi, kecepatan respons, dan kualitas tindakan mitigatif. Selain itu, ada sedikit penelitian yang dilakukan tentang hubungan antara pelatihan dan motivasi dalam meningkatkan efektivitas relawan. Sebagian besar penelitian menganggap motivasi atau pelatihan sebagai faktor yang berbeda, sehingga mereka tidak menjelaskan bagaimana keduanya bekerja sama untuk meningkatkan efisiensi kerja relawan di lapangan. Oleh karena itu, ada kelangkaan penelitian yang penting untuk dipenuhi mengenai bagaimana kombinasi motivasi dan pelatihan memengaruhi efektivitas relawan kebencanaan dalam lingkungan operasional yang sebenarnya. Dalam kerangka teoretis, kebutuhan akan motivasi relawan dapat (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11287/pdf
Article home page: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/view/11287/pdf

Susilowati Susilowati, Yuli Ifana Sari. ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN PELATIHAN TERHADAP EFEKTIVITAS RELAWAN DALAM KEGIATAN MITIGASI BENCANA DI KOTA MALANG, Jurnal Geocivic, 2026, pp. 67-79,