PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI KELURAHAN KASTELA, KOTA TERNATE
Jurnal GeoCivic
Vol. 9, No. 1, April 2026
E-ISSN: 2722-3698
P-ISSN: 2301-4334
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
ORGANIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI
LINGKUNGAN DI KELURAHAN KASTELA, KOTA TERNATE
Buang Sirhan1, Wahyudin Noe2*, Hasmawati3, A. Tri Arwina Dheafati4
1,2,3,4
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Khairun
*E-mail: .
Abstrak
Sampah saat ini merupakan salah satu permasalahan kritis di daerah
perkotaaan, salah satunya di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau,
Kota Ternate. Hal demikian disebabkan oleh pertumbuhan populasi manusia,
urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang tidak diiringi
dengan pengelolaan sampah yang benar dan baik. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah
organik serta menganalisis faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat
dalam pengelolaan sampah organik tersebut. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: 1.) Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah
organik masih tergolong rendah dan bersifat pasif karena sebagian besar warga
hanya terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan namun belum sampai
pada tahap pengelolaan sampah organik secara mandiri dan kolektif, dan 2.)
Faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah
organik terdiri dari dua faktor, yaitu: a) faktor pendukung karena adanya
budaya gotong-royong warga yang masih kuat, dukungan pemerintah
setempat, dan ketersediaan sumber daya organik, dan b) faktor penghambatnya
karena keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya pengetahuan teknis,
kurangnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah, serta minimnya
motivasi ekonomi. Oleh karena itu peningkatan partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah organik memerlukan dukungan edukatif, pelatihan
berkelanjutan, dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat untuk
mewujudkan lingkungan yang bersih dan sustainable.
Kata
Kunci:
Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sampah Organik,
Kewarganegaraan, Peduli Lingkungan, Kelurahan Kastela.
Karakter
1
Pendahuluan
Krisis sampah saat ini menjadi permasalahan global dengan produksi yang sangat
besar hingga mencapai miliaran ton per tahun. Berdasarkan data dari World Bank (2018),
produksi sampah global telah mencapai 2 miliar ton per tahun dan diperkirakan meningkat
hingga 3,4 miliar ton pada tahun 2050. Di Indonesia, permasalahan ini terutama dirasakan
oleh wilayah perkotaan yang menghadapi tantangan serius akibat pertumbuhan populasi,
urbanisasi, industrialisasi, serta perubahan pola konsumsi masyarakat yang belum diimbangi
dengan pengelolaan sampah yang baik. Jika tidak ditangani dengan serius, dampak dari
sampah akan mengakibatkan banjir, kerusakan ekosistem, bencana akibat penumpukan
sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), munculnya berbagai penyakit seperti diare,
gangguan pernapasan, penyakit kulit, bau tidak sedap, serta munculmnya kawasan kumuh.
Kondisi serupa terjadi di Kota Ternate, dimana volume sampah yang dihasilkan
masyarakat melebihi kapasitas TPA. Sampah organik menjadi komponen terbesar hingga
mencapai 70% dari total sampah. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Ternate, produksi sampah mencapai 100-140 ton per hari, dengan perhitungan rata-rata per
kapita 0,7 kg/hari. Masalah utama meliputi rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah
sampah, terbatasnya fasilitas pengelolaan, serta meningkatnya jumlah sampah akibat
urbanisasi dan pertumbuhan populasi.
Fenomena serupa juga terjadi di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota
Ternate. Urbanisasi dari pertumbuhan populasi yang pesat menyebabkan volume sampah
mencapai lebih dari 1.016 ton per hari dengan proporsi sampah organik sekitar 60% dari total
sampah. Tumpukan sampah organik yang membusuk menyebabkan pencemaran tanah dan
air serta berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kesadaran
menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang benar serta kepatuhan terhadap
peraturan lingkungan (Umar & Noe, 2020), serta kontrol sosial masyarakat (Noe, dkk., 2025)
menjadi hal yang sangat penting. Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah organik
merupakan prioritas utama.
Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat merupakan salah satu solusi yang
kreatif, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah di tingkat
lokal. Pengelolaan sampah organik yang efektif tidak hanya mengurangi volume sampah
yang masuk ke TPA, tetapi juga dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi
pertanian dan kebun, sehingga mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan
kesuburan tanah. Menurut teori Community-Based Environmental Management (CBEM),
partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dapat meningkatkan rasa
2
tanggung jawab kolektif dan memunculkan perilaku peduli lingkungan yang berkelanjutan
(Ostrom, 2015; Agrawal & Chhatre, 2021). Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa
pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah berbasis lokal dapat
membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan ekonomi
melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos atau produk bernilai (Liu et., 2022;
Rahman et. Al., 2023).
Namun tantangan utama yang dihadapi di Kelurahan Kastela adalah rendahnya
kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah. Banyak
warga masih membuang sampah organik secara sembarangan tanpa memisahkannya dari
sampah anorganik, sehingga menimbulkan penumpukan sampah dan berpotensi menjadi
sarang penyakit yang ditularkan oleh vektor seperti lalat dan tikus. Selain itu, fasilitas
pengelolaan sampah yang masih terbatas, seperti tempat pembuangan sampah terpisah,
semakin memperburuk situasi.
Peran pemerintah daerah sangat penting dalam menyediakan fasilitas dan infrastruktur
pendukung pengelolaan sampah organik. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan
sektor swasta diperlukan untuk menciptakan program pengelolaan sampah yang efektif.
Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah
organik di Kelurahan Kastela dapat berlangsung lebih optimal, sehingga dampak negatif
terhadap lingkungan dapat dikurangi dan kualitas hidup masyarakat meningkat.
Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik meneliti pengelolaan sampak organik yang
efektif, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga untuk mendukung kesehatan masyarakat
dari pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan (sustainable). Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam membentuk karakter peduli
lingkungan melalui pengelolaan sampah organik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang
memengaruhi partisipasi tersebut di Kelurahan Kastela.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota
Ternate, dengan rentang waktu penelitian mulai tanggal 19 Agustu (...truncated)