PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI KELURAHAN KASTELA, KOTA TERNATE

Jurnal Geocivic, Feb 2026

Sampah saat ini merupakan salah satu permasalahan kritis di daerah perkotaaan, salah satunya di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate. Hal demikian disebabkan oleh pertumbuhan populasi manusia, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang tidak diiringi dengan pengelolaan sampah yang benar dan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik serta menganalisis faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih tergolong rendah dan bersifat pasif karena sebagian besar warga hanya terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan namun belum sampai pada tahap pengelolaan sampah organik secara mandiri dan kolektif, dan 2.) Faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik terdiri dari dua faktor, yaitu: a) faktor pendukung karena adanya budaya gotong-royong warga yang masih kuat, dukungan pemerintah setempat, dan ketersediaan sumber daya organik, dan b) faktor penghambatnya karena keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya pengetahuan teknis, kurangnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah, serta minimnya motivasi ekonomi. Oleh karena itu peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik memerlukan dukungan edukatif, pelatihan berkelanjutan, dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sustainable.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11552/pdf

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI KELURAHAN KASTELA, KOTA TERNATE

Jurnal GeoCivic Vol. 9, No. 1, April 2026 E-ISSN: 2722-3698 P-ISSN: 2301-4334 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI KELURAHAN KASTELA, KOTA TERNATE Buang Sirhan1, Wahyudin Noe2*, Hasmawati3, A. Tri Arwina Dheafati4 1,2,3,4 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Khairun *E-mail: . Abstrak Sampah saat ini merupakan salah satu permasalahan kritis di daerah perkotaaan, salah satunya di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate. Hal demikian disebabkan oleh pertumbuhan populasi manusia, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang tidak diiringi dengan pengelolaan sampah yang benar dan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik serta menganalisis faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih tergolong rendah dan bersifat pasif karena sebagian besar warga hanya terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan namun belum sampai pada tahap pengelolaan sampah organik secara mandiri dan kolektif, dan 2.) Faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik terdiri dari dua faktor, yaitu: a) faktor pendukung karena adanya budaya gotong-royong warga yang masih kuat, dukungan pemerintah setempat, dan ketersediaan sumber daya organik, dan b) faktor penghambatnya karena keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya pengetahuan teknis, kurangnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah, serta minimnya motivasi ekonomi. Oleh karena itu peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik memerlukan dukungan edukatif, pelatihan berkelanjutan, dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sustainable. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sampah Organik, Kewarganegaraan, Peduli Lingkungan, Kelurahan Kastela. Karakter 1 Pendahuluan Krisis sampah saat ini menjadi permasalahan global dengan produksi yang sangat besar hingga mencapai miliaran ton per tahun. Berdasarkan data dari World Bank (2018), produksi sampah global telah mencapai 2 miliar ton per tahun dan diperkirakan meningkat hingga 3,4 miliar ton pada tahun 2050. Di Indonesia, permasalahan ini terutama dirasakan oleh wilayah perkotaan yang menghadapi tantangan serius akibat pertumbuhan populasi, urbanisasi, industrialisasi, serta perubahan pola konsumsi masyarakat yang belum diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik. Jika tidak ditangani dengan serius, dampak dari sampah akan mengakibatkan banjir, kerusakan ekosistem, bencana akibat penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), munculnya berbagai penyakit seperti diare, gangguan pernapasan, penyakit kulit, bau tidak sedap, serta munculmnya kawasan kumuh. Kondisi serupa terjadi di Kota Ternate, dimana volume sampah yang dihasilkan masyarakat melebihi kapasitas TPA. Sampah organik menjadi komponen terbesar hingga mencapai 70% dari total sampah. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, produksi sampah mencapai 100-140 ton per hari, dengan perhitungan rata-rata per kapita 0,7 kg/hari. Masalah utama meliputi rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, terbatasnya fasilitas pengelolaan, serta meningkatnya jumlah sampah akibat urbanisasi dan pertumbuhan populasi. Fenomena serupa juga terjadi di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate. Urbanisasi dari pertumbuhan populasi yang pesat menyebabkan volume sampah mencapai lebih dari 1.016 ton per hari dengan proporsi sampah organik sekitar 60% dari total sampah. Tumpukan sampah organik yang membusuk menyebabkan pencemaran tanah dan air serta berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kesadaran menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang benar serta kepatuhan terhadap peraturan lingkungan (Umar & Noe, 2020), serta kontrol sosial masyarakat (Noe, dkk., 2025) menjadi hal yang sangat penting. Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah organik merupakan prioritas utama. Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat merupakan salah satu solusi yang kreatif, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah di tingkat lokal. Pengelolaan sampah organik yang efektif tidak hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan kebun, sehingga mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesuburan tanah. Menurut teori Community-Based Environmental Management (CBEM), partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dapat meningkatkan rasa 2 tanggung jawab kolektif dan memunculkan perilaku peduli lingkungan yang berkelanjutan (Ostrom, 2015; Agrawal & Chhatre, 2021). Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah berbasis lokal dapat membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan ekonomi melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos atau produk bernilai (Liu et., 2022; Rahman et. Al., 2023). Namun tantangan utama yang dihadapi di Kelurahan Kastela adalah rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah. Banyak warga masih membuang sampah organik secara sembarangan tanpa memisahkannya dari sampah anorganik, sehingga menimbulkan penumpukan sampah dan berpotensi menjadi sarang penyakit yang ditularkan oleh vektor seperti lalat dan tikus. Selain itu, fasilitas pengelolaan sampah yang masih terbatas, seperti tempat pembuangan sampah terpisah, semakin memperburuk situasi. Peran pemerintah daerah sangat penting dalam menyediakan fasilitas dan infrastruktur pendukung pengelolaan sampah organik. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diperlukan untuk menciptakan program pengelolaan sampah yang efektif. Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah organik di Kelurahan Kastela dapat berlangsung lebih optimal, sehingga dampak negatif terhadap lingkungan dapat dikurangi dan kualitas hidup masyarakat meningkat. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik meneliti pengelolaan sampak organik yang efektif, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga untuk mendukung kesehatan masyarakat dari pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan (sustainable). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam membentuk karakter peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah organik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut di Kelurahan Kastela. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate, dengan rentang waktu penelitian mulai tanggal 19 Agustu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11552/pdf
Article home page: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/view/11552/pdf

BUANG SIRHAN, WAHYUDIN NOE, HASMAWATI HASMAWATI, A. TRI ARWINA DHEAFATI. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI KELURAHAN KASTELA, KOTA TERNATE, Jurnal Geocivic, 2026, pp. 1-13,