PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA

Jurnal Geocivic, Dec 2025

Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang semakin kompleks dan tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan. Desa Sabaleh, Kabupaten Halmahera Selatan, sebagai bagian dari masyarakat yang sedang mengalami perubahan sosial, turut menghadapi permasalahan kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tanggung jawab orang tua dalam menanggulangi kenakalan remaja di Desa Sabaleh serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran dan tanggung jawab penting sebagai pendidik, pembimbing, pengawas, dan teladan bagi remaja. Upaya yang dilakukan meliputi pemberian kasih sayang, pengawasan pergaulan, penanaman nilai moral dan agama, serta komunikasi yang intensif dalam keluarga. Namun, pelaksanaan peran tersebut masih menghadapi kendala berupa kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, serta perkembangan teknologi dan media sosial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menanggulangi kenakalan remaja di Desa Sabaleh.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11195/pdf

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA

Jurnal GeoCivic Vol. 8, No. 2, Oktober 2025 E-ISSN: 2722-3698 P-ISSN: 2301-4334 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA Rusdi Hasan1 1 PPKn FKIP Universitas Khairun E-mail: Abstrak Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang semakin kompleks dan tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan. Desa Sabaleh, Kabupaten Halmahera Selatan, sebagai bagian dari masyarakat yang sedang mengalami perubahan sosial, turut menghadapi permasalahan kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tanggung jawab orang tua dalam menanggulangi kenakalan remaja di Desa Sabaleh serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran dan tanggung jawab penting sebagai pendidik, pembimbing, pengawas, dan teladan bagi remaja. Upaya yang dilakukan meliputi pemberian kasih sayang, pengawasan pergaulan, penanaman nilai moral dan agama, serta komunikasi yang intensif dalam keluarga. Namun, pelaksanaan peran tersebut masih menghadapi kendala berupa kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, serta perkembangan teknologi dan media sosial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menanggulangi kenakalan remaja di Desa Sabaleh. Kata Kunci: Peran orang tua, tanggung jawab orang tua, kenakalan remaja, Desa Sabaleh. Pendahuluan Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Remaja dikatakan bukan lagi seorang anak-anak, tapi belum cukup untuk dikatakan dewasa. Masa ini merupakan masa di mana remaja mencari jati dirinya. Remaja melakukan banyak hal yang belum mereka rasakan dan ketahui akibatnya. Seringkali kesalahan yang mereka perbuat selama masa pencarian jati diri menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Hal ini lah yang kita sebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja adalah masalah serius yang harus segera diatasi. Remaja sebagai aset bangsa, menanggung beban terhadap masa depan 52 bangsanya. Oleh karena itu, setiap elemen masyarakat harus menaruh perhatian yang serius untuk menanggulangi masalah ini. Dengan meminimalisir kenakalan remaja, masa depan bangsa menjadi lebih terjamin (Mahesha et al., 2024). Masalah kenakalan remaja sampai saat ini dapat dikatakan sudah menjadi masalah sosial yang perlu dihadapi oleh pemerintah, masyarakat dan keluarga. Alasannya karena tingkat kenakalan remaja yang akhir-akhir ini terjadi sudah mengarah pada tindakan kriminal, bahkan berbagai kasus baik yang ditayangkan di media massa, TV maupun media online cukup memprihatinkan kita semua (Weya, 2015:2). Kenakalan remaja atau dikenal dengan istilah juvenile delinquency mengacu pada tingkah laku yang tidak dapat diterima secara sosial, pelanggaran status (seperti melarikan diri) hingga tindak kriminal. Kenakalan remaja adalah perilaku yang menyimpang dari kebiasaan atau melanggar hukum. Sedangkan kecenderungan kenakalan remaja dipahami sebagai perilaku yang mengarah pada tindakan melanggar norma sosial, melawan status, hingga pelanggaran hukum (Mayor, 2021:27). Banyaknya kenakalan remaja dapat menimbulkan akibat-akibat yang tidak hanya dapat dirasakan oleh remaja itu sendiri, tetapi akibat yang ditimbulkan dari kenakalan remaja yaitu: bagi keluarga, dan bagi lingkungan masyarakat. Jadi kenakalan remaja merupakan suatu sikap yang tidak terpuji, perbuatan yang super interaktif yang akan berdampak kearah negatif, kearah yang bisa menghancurkan masa depan. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka angka kenakalan remaja yang ada di lingkungan tersebut akan semakin meningkat, dan dibiarkan akan menjadi penyakit sosial di dalam masyarakat (Mandasari, 2021:2-4). Kenakalan remaja merujuk pada berbagai perilaku, mulai dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial (seperti membuat onar di sekolah), status pelanggaran (melarikan diri dari rumah), hingga tindakan kriminal (pencurian). Kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja, di mana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yang melakukannya masuk ke dalam penjara. Banyak kasus-kasus kenakalan remaja terjadi di antaranya perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok di antaranya pemabukan, pencurian, bahkan keterlibatan remaja dalam meminum alkohol yang sangat membahayakan kesinam-bungan bagi anakanak remaja. Timbulnya kenakalan remaja bukan hanya merupakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat semata akan tetapi juga merupakan gangguan bahaya yang dapat mengancam masa depan masyarakat suatu bangsa (Weya, 2015:11-12). Salah satu alasan remaja tidak dapat menolak ajakan untuk mengkonsumsi minuman keras adalah karena faktor dorongan dari orang dewasa atau teman sebaya yang memaksa 53 mereka untuk mengkonsumsi minuman keras dan merokok, ketika remaja disodorkan gelas berisi minuman keras dan mereka menolak untuk meminun minuman keras ada ancaman akan dipukul, dan juga itu dikatakan tidak menghargai pemberian orang lain. Sehingga mereka dengan terpaksa meminum minuman keras. Pesta miras yang dilakukan oleh remaja hampir setiap hari, tidak mengenal antara siang dan malam, mereka bisa melakukannya di siang hari dan bisa juga dilanjutkan malam harinya. orang tua juga kurang memperhatikan anaknya sehingga mereka merasa bebas untuk melakukan apa saja yang mengakibatkan remaja terjerumus pada hal-hal yang tidak baik. Pada dasarnya orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk membimbing dan mengarahkan anak-anaknya pada kebaikan. Hal ini sangat disayangkan karena usia remaja yang seharusnya diisi dengan melakukan hal-hal positif dan menambah ilmu pengetahuan, mereka malah menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. di mana peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mendeskripsikan fenomena yang terjadi di Desa Sabaleh, Kabupaten Halmahera Selatan dengan menggali bagaimana peran dan tanggung jawab orang tua dalam menanggulangi kenakalan remaja. Pendekatan kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif memiliki karakteristik alami (Natural serfing) sebagai sumber data langsung, deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada hasil. Analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara analisis induktif dan makna merupakan hal yang esensial. Subjek dalam penelitian yakni orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat, aparat desa dan anak. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi adalah kondisi di mana dilakukannya pengamatan secara langsung oleh peneliti agar lebih mampu memah (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11195/pdf
Article home page: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/view/11195/pdf

Rusdi Hasan. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA, Jurnal Geocivic, 2025, pp. 52-66,