ANALISIS POLA ASUH SINGLE MOTHER DESA KOU KEPULAUAN SULA
Jurnal GeoCivic
Vol. 8, No. 2, Oktober 2025
E-ISSN. 2722-3698
P-ISSN. 2301-4334
ANALISIS POLA ASUH SINGLE MOTHER DESA KOU
KEPULAUAN SULA
Indasari Fatgehipon1, Ramdani Salam2, Syarifudin Adjam3
1,2
Pendidikan Geografi, FKIP, Universitas Khairun
*E-mail Korespondensi:
Abstract
This research is a qualitative study conducted in Kou Village, East Mangoli District, Sula
Islands Regency, aimed at understanding the roles and challenges of single parents in
educating their children. The research seeks to uncover how single parents, especially single
mothers, influence their children's moral and behavioural development. This research
employed a qualitative method with observation, interviews, and documentation techniques
to collect relevant data. The findings indicate that the parenting style applied by single
parents can impact the independence and attitudes of their children, with distinctions
between authoritarian and democratic parenting styles. Furthermore, single parents face
economic pressures, the dual role of child-rearing and significant emotional stress. Despite
these obstacles, single parents in Kou Village exert considerable effort to educate their
children to grow into morally upright and independent individuals. This research highlights
the essential role of families in children's moral education and underscores the challenges
faced by single parents in fulfilling their responsibilities.
Keywords: Role, Single parent, Kou Village.
Abstrak
Penelitian ini merupakan studi kualitatif di Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur,
Kabupaten Kepulauan Sula, untuk memahami peran dan tantangan orang tua tunggal dalam
mendidik anak-anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana orang
tua tunggal, terutama ibu tunggal, mempengaruhi perkembangan moral dan perilaku anakanak mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi,
wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua tunggal dapat memengaruhi
kemandirian dan sikap anak-anak, dengan perbedaan antara pola asuh otoriter dan
demokratis. Selain itu, orang tua tunggal menghadapi tekanan ekonomi, peran ganda dalam
pengasuhan anak, dan tekanan emosional yang signifikan. Meskipun mereka menghadapi
kendala, orang tua tunggal di Desa Kou berusaha keras dalam mendidik anak-anak mereka
untuk tumbuh menjadi individu yang berakhlak dan mandiri. Penelitian ini menggambarkan
peran penting keluarga dalam pendidikan moral anak dan menyoroti tantangan yang dihadapi
oleh orang tua tunggal dalam menjalankan tanggung jawab mereka.
Kata Kunci: Peran, Single Parent, Desa Kou.
36
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan aspek paling penting yang orang tua berikan untuk masa
depan anak-anak mereka. Sejak lahir, anak-anak memiliki potensi dan harapan yang besar
untuk kesuksesan di masa depan. Keluarga dianggap sebagai lingkungan pendidikan utama
dan pertama bagi anak-anak, berperan sebagai penyampai budaya dan mediator budaya
sosial. Undang-Undang No. 2 tahun 1989 Bab IV Pasal 10 Ayat 4 menekankan pentingnya
pendidikan dalam keluarga, termasuk penanaman nilai-nilai agama, budaya, moral, dan
keterampilan. Pendidikan berfungsi sebagai jembatan antara anak-anak dan masa depan
mereka, membentuk fondasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak menuju masa depan
yang lebih baik. Proses pendidikan ini melibatkan perubahan sikap dan perilaku melalui
pengajaran, pelatihan, dan upaya mendidik. Orang tua memegang tanggung jawab besar
dalam mendidik anak-anak, dan pendidikan di dalam keluarga harus dijalankan dengan baik.
Selanjutnya, Daruma (2005) menekankan bahwa moral adalah kendali yang
memengaruhi perilaku dan tindakan seseorang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan. Oleh
karena itu, pendidikan moral harus dimulai sejak usia dini agar kebiasaan baik dan nilai-nilai
positif tertanam kuat dalam jiwa anak-anak. Moralitas orang tua dalam keluarga memiliki
peran penting sebagai contoh pendidikan moral bagi anak-anak, karena anak-anak akan
menyerap apa yang mereka lihat dari orang tua mereka. Pendidikan moral merupakan
bentuk pendidikan non-formal yang memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan
anak.
Balson (1996) menjelaskan bahwa dalam semua jenis keluarga, termasuk keluarga
dengan orang tua tunggal atau single parent, terdapat teknik khusus yang dapat digunakan.
Perceraian dapat memengaruhi pendidikan moral anak, terutama jika anak diasuh oleh orang
tua tunggal, yang mungkin menghadapi tantangan dalam mengendalikan perilaku anak.
Kurangnya perhatian atau ketiadaan salah satu orang tua dalam keluarga bisa menjadi faktor
penyebab anak melakukan perilaku yang menyimpang. Orang tua tunggal harus berperan
ganda dalam memastikan pendidikan moral anak tetap berjalan dengan baik.
Daradjat (1970) menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membentuk moral anak
dan pengajaran nilai agama dan moral sebagai pengendali perilaku anak. Nilai-nilai ini
memengaruhi perkembangan pribadi anak dan membentuk sikap dan perilaku mereka. Orang
tua tunggal, terutama ibu tunggal, memiliki peran ganda dalam keluarga, mengasuh anakanak dan mencari nafkah. Ini dapat memberikan konsekuensi terhadap pendidikan moral
anak-anak, karena kurangnya waktu dan perhatian mungkin mengurangi intensitas
pengasuhan. Meskipun ibu tunggal mungkin memiliki ikatan emosional yang lebih erat
37
dengan anak-anak, peran ganda ini dapat menghadirkan tantangan tersendiri dalam
memastikan pendidikan moral tetap konsisten.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menerapkan metode kualitatif, yang dikenal juga sebagai metode
deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini lebih menekankan pada
interpretasi data yang diperoleh di lapangan, dengan fokus pada proses interpretatif
(Sugiyono, 2009). Lokasi penelitian dilakukan di Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur,
Kabupaten Kepulauan Sula. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara interaktif dan
berkesinambungan hingga tidak ada lagi data atau informasi baru yang ditemukan,
menunjukkan bahwa data sudah mencapai kejenuhan. Proses analisis data dalam penelitian
ini mencakup tahap reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), serta
penarikan kesimpulan dan verifikasi (Conclusion Drawing/Verification), sesuai dengan
kerangka kerja yang dijelaskan oleh Miles dan Huberman (1984).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Desa Kou, yang awalnya merupakan sebuah dusun di Kecamatan Mangoli Timur,
Kabupaten Kepulauan Sula, telah berkembang menjadi sebuah desa sejak tahun 1954 setelah
kemerdekaan Indonesia. Desa ini dipimpin oleh berbagai kepala desa selama bertahun-tahun,
mulai dari Bapak M. Abdullah Umasan Dji sebagai kepala desa pertama pada tahun 1954
hingga Ibu Latifa Gailea yang memimpin hingga tahun 2022.
Desa Kou memiliki luas wilayah yang lebih dari 500 km² dengan topografi pantai dan
permukaan air laut sekitar 0-15 meter di atas permukaan laut. Cuaca di Desa Kou cenderung
tidak beraturan, sering kali berawan, hujan, dan panas. (...truncated)