EROSI NILAI PANCASILA DALAM SISTEM DEMOKRASI MODERN: TANTANGAN IDEOLOGI BANGSA DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN

Jurnal Geocivic, Dec 2025

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia yang menjadi landasan normatif dalam penyelenggaraan sistem demokrasi. Demokrasi Indonesia secara konseptual dikenal sebagai demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang tidak hanya menekankan kedaulatan rakyat, tetapi juga berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Namun, dalam perkembangan demokrasi modern, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena erosi nilai Pancasila dalam sistem demokrasi modern Indonesia serta menganalisis tantangan ideologi bangsa di tengah perubahan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema demokrasi dan Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik demokrasi Indonesia cenderung mengalami pergeseran dari demokrasi berbasis nilai menuju demokrasi prosedural, yang ditandai dengan maraknya politik uang, politik identitas, polarisasi sosial, serta degradasi etika politik, khususnya di era digital. Studi kasus pemilu menunjukkan bahwa kemajuan teknologi informasi, meskipun memperluas partisipasi politik, juga berpotensi memperlemah persatuan dan nilai kebangsaan apabila tidak dibingkai oleh nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi Pancasila melalui penguatan pendidikan nilai, literasi politik, dan etika demokrasi guna menjaga keberlanjutan demokrasi Indonesia yang berkeadaban dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11152/pdf

EROSI NILAI PANCASILA DALAM SISTEM DEMOKRASI MODERN: TANTANGAN IDEOLOGI BANGSA DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN

Jurnal GeoCivic Vol. 8, No. 2, Oktober 2025 E-ISSN: 2722-3698 P-ISSN: 2301-4334 EROSI NILAI PANCASILA DALAM SISTEM DEMOKRASI MODERN: TANTANGAN IDEOLOGI BANGSA DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN 1 Adrian Kemhay1 Universitas Khairun, Ternate E-mail: Abstrak Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia yang menjadi landasan normatif dalam penyelenggaraan sistem demokrasi. Demokrasi Indonesia secara konseptual dikenal sebagai demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang tidak hanya menekankan kedaulatan rakyat, tetapi juga berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Namun, dalam perkembangan demokrasi modern, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena erosi nilai Pancasila dalam sistem demokrasi modern Indonesia serta menganalisis tantangan ideologi bangsa di tengah perubahan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema demokrasi dan Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik demokrasi Indonesia cenderung mengalami pergeseran dari demokrasi berbasis nilai menuju demokrasi prosedural, yang ditandai dengan maraknya politik uang, politik identitas, polarisasi sosial, serta degradasi etika politik, khususnya di era digital. Studi kasus pemilu menunjukkan bahwa kemajuan teknologi informasi, meskipun memperluas partisipasi politik, juga berpotensi memperlemah persatuan dan nilai kebangsaan apabila tidak dibingkai oleh nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi Pancasila melalui penguatan pendidikan nilai, literasi politik, dan etika demokrasi guna menjaga keberlanjutan demokrasi Indonesia yang berkeadaban dan berorientasi pada kepentingan bersama. Kata Kunci: Demokrasi Pancasila, Nilai Pancasila, Demokrasi Modern, Ideologi Bangsa, Pemilu Indonesia. Pendahuluan Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia yang menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai landasan filosofis, tetapi juga sebagai sumber etika dan moral dalam sistem demokrasi Indonesia. Menurut Kaelan, 47 Pancasila memiliki kedudukan sebagai norma dasar negara (grundnorm) yang seharusnya menjiwai seluruh aspek kehidupan ketatanegaraan, termasuk praktik demokrasi dan penyelenggaraan kekuasaan politik (Kaelan, 2013). Dalam kerangka konstitusional, demokrasi Indonesia ditegaskan dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Prinsip ini diwujudkan melalui mekanisme demokrasi seperti pemilihan umum, partisipasi politik warga negara, serta perlindungan hak asasi manusia. Jimly Asshiddiqie menegaskan bahwa demokrasi konstitusional tidak boleh dipahami semata-mata sebagai prosedur politik, melainkan harus berlandaskan pada nilai-nilai etika, moral, dan hukum agar tidak kehilangan substansi keadilan dan kemanusiaan (Asshiddiqie, 2015). Namun, dalam praktik demokrasi modern di Indonesia, terdapat berbagai fenomena yang menunjukkan adanya penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila. Politik uang, pragmatisme elite, polarisasi politik, serta menguatnya politik identitas menjadi tantangan serius dalam kehidupan demokrasi. Vedi R. Hadiz mengemukakan bahwa demokrasi Indonesia pascareformasi cenderung mengalami dominasi kepentingan oligarki, sehingga demokrasi berjalan secara formal-prosedural tetapi miskin nilai dan substansi keadilan sosial (Hadiz, 2017). Kondisi ini mencerminkan adanya erosi nilai Pancasila dalam sistem demokrasi yang semakin kompetitif dan transaksional. Selain itu, perkembangan teknologi informasi dan media digital turut memengaruhi dinamika demokrasi modern. Teknologi digital membuka ruang partisipasi politik yang lebih luas, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru berupa disinformasi, ujaran kebencian, dan menurunnya etika politik di ruang publik. Yanuar Nugroho menyatakan bahwa demokrasi digital tanpa fondasi nilai yang kuat berpotensi melemahkan kohesi sosial dan mengancam persatuan bangsa (Nugroho, 2019). Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila seharusnya berperan sebagai filter etis dalam praktik demokrasi di era digital. Berdasarkan uraian tersebut, kajian mengenai erosi nilai Pancasila dalam sistem demokrasi modern menjadi penting untuk dilakukan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan melemahnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik demokrasi Indonesia serta mengkaji tantangan ideologi bangsa di tengah perubahan zaman. Diharapkan, kajian ini dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam upaya memperkuat kembali demokrasi Pancasila yang tidak hanya berorientasi pada aspek prosedural, tetapi juga berakar pada nilai moral, etika, dan keadilan sosial. 48 Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan normatifdeskriptif. Pendekatan normatif digunakan untuk mengkaji demokrasi dan Pancasila berdasarkan norma, nilai, serta prinsip yang terkandung dalam peraturan perundangundangan dan pemikiran para ahli. Sementara itu, pendekatan deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis fenomena erosi nilai-nilai Pancasila dalam praktik demokrasi modern di Indonesia. Menurut Sugiyono (2019), penelitian kualitatif menekankan pemahaman terhadap makna, konsep, dan konteks suatu permasalahan sosial secara mendalam. 2. Populasi dan Sampel/Subjek Penelitian Karena penelitian ini bersifat normatif-kualitatif, penelitian tidak menggunakan populasi dan sampel dalam arti statistik. Subjek penelitian berupa bahan kajian yang terdiri atas dokumen dan sumber tertulis, seperti:  Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,  peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan demokrasi,  buku teks dan karya ilmiah para ahli mengenai Pancasila dan demokrasi,  serta artikel jurnal yang relevan dengan topik erosi nilai Pancasila dalam demokrasi modern. Pemilihan sumber dilakukan secara purposif, yaitu berdasarkan relevansi dan kredibilitas sumber terhadap fokus penelitian. 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran dan penelaahan terhadap berbagai sumber tertulis, baik berupa buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, maupun dokumen resmi negara. Studi kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data konseptual dan teoritis yang berkaitan dengan demokrasi Pancasila, ideologi bangsa, serta tantangan demokrasi di era modern. Menurut Zed (2014), studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data yang efektif dalam penelitian normatif karena memungkinkan peneliti m (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/11152/pdf
Article home page: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/view/11152/pdf

Adrian Kemhay. EROSI NILAI PANCASILA DALAM SISTEM DEMOKRASI MODERN: TANTANGAN IDEOLOGI BANGSA DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN, Jurnal Geocivic, 2025, pp. 90-97,