PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENYEIMBANGKAN IDENTITAS NASIONAL DAN KOMPETENSI GLOBAL
Jurnal GeoCivic
Vol. 9, No. 1, April 2026
E-ISSN: 2722-3698
P-ISSN: 2301-4334
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENYEIMBANGKAN
IDENTITAS NASIONAL DAN KOMPETENSI GLOBAL
Dzakirah Talita Zahra1*, Penina Pallo2, Grace Tritwan Vitria Pellokila3, Maria
Dominika Ema Kurang4, Philip Flider Banamtuan5
1*,2,3,4,5
Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana
*E-mail:
Abstrak
Globalisasi telah memicu transformasi yang mendalam dalam dunia pendidikan,
khususnya dalam tuntutan penguasaan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi
global tanpa mengesampingkan penguatan identitas nasional peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Pendidikan
Kewarganegaraan (PKn) dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai upaya
menyeimbangkan kompetensi global dan karakter kebangsaan. Metode yang
digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai
sumber relevan, seperti buku akademik, artikel ilmiah, serta regulasi pendidikan
yang berkaitan dengan integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran
bahasa.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian materi PKn dalam
pembelajaran bahasa Inggris merupakan strategi yang efektif untuk membangun
keseimbangan tersebut. Nilai-nilai fundamental seperti Pancasila, sejarah
perjuangan bangsa, serta hak dan kewajiban warga negara dapat
dikontekstualisasikan melalui penggunaan bahasa Inggris sebagai media
pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta didik
terhadap identitas Nasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam
mengartikulasikan nilai-nilai kebangsaan di ranah internasional.
Selain itu, integrasi ini mendorong terbentuknya peserta didik yang memiliki
kesadaran global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara PKn dan pembelajaran
bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang
nasionalis, adaptif, dan kompetitif di era global. Oleh karena itu, diperlukan
dukungan kebijakan dan inovasi pedagogis untuk mengoptimalkan implementasi
pendekatan integratif ini dalam praktik pendidikan.
Kata Kunci: Globalisasi Pendidikan; Pendidikan Kewarganegaraan;
Pembelajaran Bahasa Inggris; Identitas Nasional; Kompetensi Global.
95
Pendahuluan
Perkembangan globalisasi pada abad ke-21 telah membawa perubahan yang sangat
signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan.
Globalisasi tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tantangan yang kompleks, terutama
dalam upaya mempertahankan identitas Nasional di tengah arus budaya global yang semakin
masif. Dalam konteks pendidikan, globalisasi mendorong pentingnya penguasaan bahasa
internasional, khususnya bahasa Inggris, sebagai alat komunikasi global. Bahasa Inggris telah
menjadi lingua franca yang digunakan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi,
teknologi, dan diplomasi internasional (Crystal: 2012). Oleh karena itu, pembelajaran bahasa
Inggris menjadi salah satu prioritas dalam sistem pendidikan di berbagai negara salah satunya
Indonesia.
Meski demikian, dominasi bahasa Inggris dalam dunia global juga memunculkan
kekhawatiran terhadap terkikisnya nilai-nilai lokal dan identitas Nasional peserta didik. Arus
informasi yang tidak terbendung melalui media digital sering kali membawa budaya asing yang
tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Hal ini berpotensi menimbulkan krisis
identitas di kalangan generasi muda, terutama jika tidak diimbangi dengan pendidikan yang
menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara kuat (Tilaar: 2012). Dalam konteks ini, pendidikan
memiliki peran strategis untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi global peserta didik,
tetapi juga memperkuat karakter dan identitas Nasional mereka.
Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan
identitas Nasional adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn bertujuan untuk
membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara RI Tahun 1945 (Winataputra: 2015).
Melalui PKn, peserta didik diajarkan tentang nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, hak dan
kewajiban warga negara, serta semangat cinta tanah air. Oleh karena itu, PKn memiliki posisi
yang sangat strategis dalam menjaga identitas Nasional di tengah arus globalisasi.
Di sisi lain, pembelajaran bahasa Inggris sering kali lebih berfokus pada aspek
linguistik dan komunikasi tanpa mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan secara optimal. Hal
ini menyebabkan adanya dikotomi antara penguasaan bahasa asing dan penguatan identitas
Nasional. Padahal, kedua aspek tersebut seharusnya dapat berjalan secara sinergis.
Pembelajaran bahasa Inggris tidak harus menghilangkan nilai-nilai lokal, tetapi justru dapat
menjadi media untuk memperkenalkan budaya dan identitas bangsa kepada dunia internasional
(Byram: 2008).
96
Dalam konteks ini, integrasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam pembelajaran bahasa
Inggris menjadi suatu pendekatan yang relevan dan strategis. Integrasi ini memungkinkan
peserta didik untuk mempelajari bahasa Inggris sekaligus memahami dan menginternalisasi
nilai-nilai kebangsaan. Misalnya, materi tentang sejarah perjuangan bangsa, nilai-nilai
Pancasila, dan keberagaman budaya Indonesia dapat disampaikan dalam bahasa Inggris.
Dengan demikian, peserta didik tidak hanya belajar bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga
sebagai sarana untuk menyampaikan identitas Nasional mereka kepada masyarakat global.
Konsep kompetensi global (global competence) juga menjadi perhatian penting dalam
pendidikan modern. Kompetensi global mencakup kemampuan untuk memahami isu-isu
global, menghargai keberagaman budaya, serta berkomunikasi secara efektif dalam konteks
internasional (OECD: 2018). Namun, pengembangan kompetensi global tidak boleh
mengabaikan akar budaya dan identitas nasional peserta didik. Justru, identitas nasional yang
kuat menjadi landasan penting bagi individu untuk berinteraksi secara percaya diri di tingkat
global.
Pendidikan di Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan generasi
muda yang tidak hanya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, tetapi juga memiliki
karakter kebangsaan yang kuat. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana
tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Sisdiknas), yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman,
bertakwa, berakhlak mulia, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung
jawab. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran yang mampu mengintegrasikan
penguasaan bahasa Inggris dengan nilai-nilai kewarganegaraan.
Pendekatan integratif antara PKn dan pembelajaran bahasa Inggris juga sejalan dengan
konsep pendidikan berbasis karakter (character education). Pendidikan karakter menekankan
pentingnya penanaman nilai-nilai moral dan etika dalam pro (...truncated)