PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENYEIMBANGKAN IDENTITAS NASIONAL DAN KOMPETENSI GLOBAL

Jurnal Geocivic, Jun 2026

Globalisasi telah memicu transformasi yang mendalam dalam dunia pendidikan, khususnya dalam tuntutan penguasaan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi global tanpa mengesampingkan penguatan identitas nasional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai upaya menyeimbangkan kompetensi global dan karakter kebangsaan. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber relevan, seperti buku akademik, artikel ilmiah, serta regulasi pendidikan yang berkaitan dengan integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian materi PKn dalam pembelajaran bahasa Inggris merupakan strategi yang efektif untuk membangun keseimbangan tersebut. Nilai-nilai fundamental seperti Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta hak dan kewajiban warga negara dapat dikontekstualisasikan melalui penggunaan bahasa Inggris sebagai media pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta didik terhadap identitas Nasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengartikulasikan nilai-nilai kebangsaan di ranah internasional. Selain itu, integrasi ini mendorong terbentuknya peserta didik yang memiliki kesadaran global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara PKn dan pembelajaran bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang nasionalis, adaptif, dan kompetitif di era global. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan inovasi pedagogis untuk mengoptimalkan implementasi pendekatan integratif ini dalam praktik pendidikan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/12163/7543

PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENYEIMBANGKAN IDENTITAS NASIONAL DAN KOMPETENSI GLOBAL

Jurnal GeoCivic Vol. 9, No. 1, April 2026 E-ISSN: 2722-3698 P-ISSN: 2301-4334 PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENYEIMBANGKAN IDENTITAS NASIONAL DAN KOMPETENSI GLOBAL Dzakirah Talita Zahra1*, Penina Pallo2, Grace Tritwan Vitria Pellokila3, Maria Dominika Ema Kurang4, Philip Flider Banamtuan5 1*,2,3,4,5 Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana *E-mail: Abstrak Globalisasi telah memicu transformasi yang mendalam dalam dunia pendidikan, khususnya dalam tuntutan penguasaan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi global tanpa mengesampingkan penguatan identitas nasional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai upaya menyeimbangkan kompetensi global dan karakter kebangsaan. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber relevan, seperti buku akademik, artikel ilmiah, serta regulasi pendidikan yang berkaitan dengan integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian materi PKn dalam pembelajaran bahasa Inggris merupakan strategi yang efektif untuk membangun keseimbangan tersebut. Nilai-nilai fundamental seperti Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta hak dan kewajiban warga negara dapat dikontekstualisasikan melalui penggunaan bahasa Inggris sebagai media pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta didik terhadap identitas Nasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengartikulasikan nilai-nilai kebangsaan di ranah internasional. Selain itu, integrasi ini mendorong terbentuknya peserta didik yang memiliki kesadaran global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara PKn dan pembelajaran bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang nasionalis, adaptif, dan kompetitif di era global. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan inovasi pedagogis untuk mengoptimalkan implementasi pendekatan integratif ini dalam praktik pendidikan. Kata Kunci: Globalisasi Pendidikan; Pendidikan Kewarganegaraan; Pembelajaran Bahasa Inggris; Identitas Nasional; Kompetensi Global. 95 Pendahuluan Perkembangan globalisasi pada abad ke-21 telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Globalisasi tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tantangan yang kompleks, terutama dalam upaya mempertahankan identitas Nasional di tengah arus budaya global yang semakin masif. Dalam konteks pendidikan, globalisasi mendorong pentingnya penguasaan bahasa internasional, khususnya bahasa Inggris, sebagai alat komunikasi global. Bahasa Inggris telah menjadi lingua franca yang digunakan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, teknologi, dan diplomasi internasional (Crystal: 2012). Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu prioritas dalam sistem pendidikan di berbagai negara salah satunya Indonesia. Meski demikian, dominasi bahasa Inggris dalam dunia global juga memunculkan kekhawatiran terhadap terkikisnya nilai-nilai lokal dan identitas Nasional peserta didik. Arus informasi yang tidak terbendung melalui media digital sering kali membawa budaya asing yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Hal ini berpotensi menimbulkan krisis identitas di kalangan generasi muda, terutama jika tidak diimbangi dengan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara kuat (Tilaar: 2012). Dalam konteks ini, pendidikan memiliki peran strategis untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi global peserta didik, tetapi juga memperkuat karakter dan identitas Nasional mereka. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan identitas Nasional adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn bertujuan untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara RI Tahun 1945 (Winataputra: 2015). Melalui PKn, peserta didik diajarkan tentang nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta semangat cinta tanah air. Oleh karena itu, PKn memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga identitas Nasional di tengah arus globalisasi. Di sisi lain, pembelajaran bahasa Inggris sering kali lebih berfokus pada aspek linguistik dan komunikasi tanpa mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan secara optimal. Hal ini menyebabkan adanya dikotomi antara penguasaan bahasa asing dan penguatan identitas Nasional. Padahal, kedua aspek tersebut seharusnya dapat berjalan secara sinergis. Pembelajaran bahasa Inggris tidak harus menghilangkan nilai-nilai lokal, tetapi justru dapat menjadi media untuk memperkenalkan budaya dan identitas bangsa kepada dunia internasional (Byram: 2008). 96 Dalam konteks ini, integrasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam pembelajaran bahasa Inggris menjadi suatu pendekatan yang relevan dan strategis. Integrasi ini memungkinkan peserta didik untuk mempelajari bahasa Inggris sekaligus memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan. Misalnya, materi tentang sejarah perjuangan bangsa, nilai-nilai Pancasila, dan keberagaman budaya Indonesia dapat disampaikan dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya belajar bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan identitas Nasional mereka kepada masyarakat global. Konsep kompetensi global (global competence) juga menjadi perhatian penting dalam pendidikan modern. Kompetensi global mencakup kemampuan untuk memahami isu-isu global, menghargai keberagaman budaya, serta berkomunikasi secara efektif dalam konteks internasional (OECD: 2018). Namun, pengembangan kompetensi global tidak boleh mengabaikan akar budaya dan identitas nasional peserta didik. Justru, identitas nasional yang kuat menjadi landasan penting bagi individu untuk berinteraksi secara percaya diri di tingkat global. Pendidikan di Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran yang mampu mengintegrasikan penguasaan bahasa Inggris dengan nilai-nilai kewarganegaraan. Pendekatan integratif antara PKn dan pembelajaran bahasa Inggris juga sejalan dengan konsep pendidikan berbasis karakter (character education). Pendidikan karakter menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai moral dan etika dalam pro (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/download/12163/7543
Article home page: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/geocivic/article/view/12163/7543

Dzakirah Talita Zahra, Penina Pallo, Grace Tritwan Vitria Pellokila, Maria Dominika Ema Kurang, Philip Flider Banamtuan. PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENYEIMBANGKAN IDENTITAS NASIONAL DAN KOMPETENSI GLOBAL, Jurnal Geocivic, 2026, pp. 95-105,