Perancangan Buku Ilustrasi Interaktif Aktivitas Domestik Sebagai Media Edukasi Untuk Anak Usia 4-6 Tahun

Artika, Aug 2023

Pekerjaan domestik sering kali menjadi beban dan ditujukan hanya untuk perempuan, namun, baik laki-laki dan perempuan bertanggung jawab atasnya. Tanggung jawab ini dapat diperkenalkan pada anak usia dini atau masa usia keemasan sebagai aktivitas yang menyenangkan sehingga membawa dampak positif di masa depan ketika mereka dewasa. Metode kualitatif digunakan untuk merancang akhir tiga seri buku yang didedikasikan untuk anak laki-laki dan perempuan pada usia 4 sampai 6 tahun. Dalam penyampaian konsep buku, mendongeng, illustrasi, dan aktivitas interaktif digunakan untuk mendapatkan perhatian mereka terhadap tema dan juga untuk meningkatkan minat baca serta kemampuan motorik mereka. Penyajian melalui media kreatif ini membawa pesan-pesan edukatif yang secara tidak sadar akan membentuk pola pikir dan kemandirian anak. Buku-buku sebagai media edukasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran anak bahwa pekerjaan domestik sebagai kewajiban yang akan membentuk perilaku mereka sehari-hari dan melawan stereotip yang salah dalam menempatkan pekerjaan domestik sebagai ‘pekerjaan khusus perempuan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/652/271

Perancangan Buku Ilustrasi Interaktif Aktivitas Domestik Sebagai Media Edukasi Untuk Anak Usia 4-6 Tahun

PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI INTERAKTIF AKTIVITAS DOMESTIK SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK ANAK USIA 4-6 TAHUN Octavia Tungary1, Arjuna Bangsawan2, Kiki Nilasari3 Institut Informatika Indonesia, Surabaya1 Abstrak Pekerjaan domestik sering kali menjadi beban dan ditujukan hanya untuk perempuan, namun, baik laki-laki dan perempuan bertanggung jawab atasnya. Tanggung jawab ini dapat diperkenalkan pada anak usia dini atau masa usia keemasan sebagai aktivitas yang menyenangkan sehingga membawa dampak positif di masa depan ketika mereka dewasa. Metode kualitatif digunakan untuk merancang akhir tiga seri buku yang didedikasikan untuk anak laki-laki dan perempuan pada usia 4 sampai 6 tahun. Dalam penyampaian konsep buku, mendongeng, illustrasi, dan aktivitas interaktif digunakan untuk mendapatkan perhatian mereka terhadap tema dan juga untuk meningkatkan minat baca serta kemampuan motorik mereka. Penyajian melalui media kreatif ini membawa pesan-pesan edukatif yang secara tidak sadar akan membentuk pola pikir dan kemandirian anak. Buku-buku sebagai media edukasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran anak bahwa pekerjaan domestik sebagai kewajiban yang akan membentuk perilaku mereka sehari-hari dan melawan stereotip yang salah dalam menempatkan pekerjaan domestik sebagai ‘pekerjaan khusus perempuan. Kata kunci: aktivitas domestik, buku ilustrasi interaktif, anak, usia dini, masa usia keemasan. Abstract Domestic works are often counted as a burden and directed for women only, however, both men and women are responsible for it. These responsibilities could be introduced in children’s early childhood of golden age as fun activities which will have positive impact in the future when they are adults. Qualitative methods are employed to design the three books series which are dedicated for boys and girls between aged 4 to 6. In delivering the books’ concepts, storytelling, illustrations and interactive activities are employed to reach their interest to the themes and also to increase their reading interest and motor skill. These creative media presentation convey educative messages which unconsciously formed children’s mindset and independence about domestic activities.The books as educational media are intended to build children’s awareness about domestic works as concerned Octavia Tungary, Institut Informatika Indonesia, Surabaya. 25 commonplace daily behavior and to counter stereotype of misplacing domestic works as ‘only women job’. Keywords: domestic activities, interactive illustration books, children, early childhood, golden age. Pendahuluan Pekerjaan domestik atau pekerjaan reproduktif masih diremehkan oleh masyarakat dikarenakan hasil pekerjaan tersebut tidak tidak kasat mata, dengan kata lain, tidak menghasilkan uang (Sudi, 2015). Bahkan, area domestik sering kali dianggap milik perempuan karena keistimewaan biologis perempuan untuk mengandung anak membuat mereka secara tidak sadar merasa memiliki tanggung jawab lebih di ruang domestik. Hal ini dikarenakan rancunya konsep perbedaan jenis kelamin dengan konsep gender sebagai konstruksi sosial menyebabkan ketidaktepatan dalam pembagian fungsi, peran, dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan (Harun, 2015). Padahal, kegiatan kebersihan seperti mencuci, memasak, menyetrika, menyapu, dan sebagainya, termasuk mengasuh anak yang dapat dilakukan siapa saja termasuk laki-laki (Sucahyo, 2021). Kesadaran dalam berbagi peran domestik dapat dilatih pada anak usia dini agar membentuk pola pikir mereka yang masih dapat dibentuk. Alih-alih menjadi sebuah beban, pekerjaan rumah tangga menjadi bagian dari tanggung jawab yang menggiring anak menjadi mandiri dan akan menjadi kebiasaan yang baik. Kemandirian anak dalam melakukan aktivitas merupakan bagian yang teramat penting dalam upaya mendidik anak usia dini. Menurut Muscari (2005) dalam Puspita (2015), Pada usia pra-sekolah anak akan mengalami bentuk kemandirian dan perkembangan sosial dimana anak sudah mulai mandiri dalam tumbuh kembang seperti dalam motorik dan bahasa, anak mampu melompat dan berlari lebih lancar, mengikat tali sepatu, menggunakan gunting, memegang alat tulis, menulis, menggambar, menjiplak, mengkoordinasikan mata dan tangan, memegang sendok, dan mampu mengungkapkan & memahami 900-2100 kata. Di Indonesia, usia pra-sekolah adalah usia dimana anak memasuki Taman Kanak-Kanak (TK) yaitu antara 4 sampai 6 tahun. Pada usia inilah anak juga dalam masa usia keemasan (golden age) dimana anak mampu mengingat apa yang 26 ARTIKA Volume.7, Nomor.1, Juli 2023. ISSN 2355-8121, EISSN 2549-7251 mereka alami dan yang dilihat di masa lalu (Kukuh, 2021). Oleh sebab itu, akan tepat jika anak mulai dibentuk pada usia pra-sekolah. Virginia (2017) percaya bahwa upaya untuk melatih kemandirian anak memerlukan dukungan dari berbagai pihak, selain guru di sekolah, orang tua adalah pendidik yang sangat banyak memberikan hubungan terhadap pendidikan anak usia dini di rumah, karena anak usai dini cenderung meniru setiap yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Hal ini membuktikan bahwa lingkungan keluarga memiliki hubungan penting dalam tumbuh kembang anak. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh Kusuma & Jannah (2013) dalam perkembangan kemandirian anak usia dini di Taman Kanak-Kanak, sebagian besar tingkat kemandirian anak dalam melakukan aktivitas belum optimal. Dalam konteks ini orang tua perlu mendampingi anak untuk melakukan berbagai aktivitas dalam belajar maupun bermain di rumah sehingga anak dapat mencapai kemandirian yang diharapkan. Upaya untuk melatih kemandirian anak dapat dilakukan orang tua saat berada di rumah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri agar mandiri, memberikan kesempatan untuk membantu tugas-tugas yang dapat mendorong anak agar berani dalam membuat keputusan. Orang tua dibutuhkan menjadi role model bagi anak harus bersikap, mendampingi anak untuk memberikan dukungan dan arahan ketika dibutuhkan, memberikan disiplin yang wajar dan memberikan anak rasa tanggung jawab agar anak dapat terus termotivasi dalam pengembangan dirinya. Orang tua juga perlu menyiapkan berbagai strategi, pendekatan, media atau permainan edukatif untuk menstimulasi perkembangan sesuai kebutuhan anak pada setiap tahapan usianya Khaironi (2018). Berdasarkan hal-hal diatas, peluang yang bisa dilakukan untuk melatih kemandirian anak dalam melakukan aktivitas, dan memiliki perkembangan yang sempurna adalah dilakukan sebuah perancangan buku interaktif. Buku interaktif ini diharapkan dapat menyebarkan awareness dan memberikan dampak positif bagi anak di masa depan. Octavia Tungary, Institut Informatika Indonesia, Surabaya. 27 KAJIAN TEORI Media dan Metode Pembelajaran Anak Media dan metode adalah penciptaan, memvisualisasikan, dan penyajian verbal & non-verbal (visual, audio, tekstur, dll). Beberapa media dan metode meliputi ilustrasi dan desain grafis. Menjadikan dan mengeksekusi visual termasuk dalamg gaya atau cara vi (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/652/271
Article home page: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/view/652/271

Tungary Octavia, Arjuna Bangsawan, Kiki Nilasari. Perancangan Buku Ilustrasi Interaktif Aktivitas Domestik Sebagai Media Edukasi Untuk Anak Usia 4-6 Tahun, Artika, 2023, pp. 25-28,