Analisis Pengetahuan Gizi dan Perilaku Makan pada Mahasiswa Angkatan 2017 Prodi Ilmu Keolahragaan Unesa
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK)
Volume 1 Number 1, Januari 2021
https://journal.unesa.ac.id/index.php/IJOK/article/view/11037
No. ISSN : Volume 01 Nomor 01, Januari 2021
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK)
Open Access
Analisis Pengetahuan Gizi dan Perilaku Makan pada Mahasiswa
Angkatan 2017 Prodi Ilmu Keolahragaan Unesa
Ayu Alina Berliandita1, Abdul Aziz Hakim1
1 Universitas Negeri Surabaya, Jalan Lidah Wetan Surabaya, 60213, Indonesia.
Korespondensi:
(Diserahkan: 09 November 2020 | Diterima: 19 Januari 2021 | Diterbitkan: 29 Januari 2021)
ABSTRACT
Background: Nutritional knowledge will be the basis for students in selecting food ingredients, adjusting diet, for improving
performance and appearance, as a selection of good nutrition for athletes, as prevention of obesity and prevention of diseases
caused by obesity. Nutritional knowledge will be closely related and can influence a person's eating behavior, because the
more knowledge obtained about nutrition, the better one's diet will be. The purpose of this study was to determine the
understanding of nutritional knowledge, to determine the student's eating behavior and the relationship between nutritional
knowledge and eating behavior carried out by students as a result of learning from the Sports Nutrition Science course.
Methods: This type of research is a quantitative descriptive study using a survey method. The research instrument used a
questionnaire with questions sent via the google form application. The research sample came from the population of students
of sports science study program, Faculty of Sports Sciences, State University of Surabaya class of 2017. A total of 30 samples
have randomly responded and presented in a percentage chart.
Results: The results showed that 63.30% of respondents knew the correct meal schedule which is 3x large meals and 2 - 3x
inters between.
Conclusions: This suggests that most students understand about nutritional knowledge and eating behaviors. But there are
still many who have not been able to apply to be able to meet the needs of calories in each day. This is evidenced by the results
of a 24-hour recall that shows there are still respondents who consume foods with calories below and above the BMR (Basal
Metabolic Rate).
Keywords: eating behavior; nutritional knowledge; sports students
ABSTRAK
Latar Belakang: Pengetahuan gizi akan menjadi dasar untuk mahasiswa dalam memilih bahan makanan, mengatur kebiasaan
makan, untuk peningkatan performa dan penampilan, sebagai nutrisi yang baik untuk atlet, mencegah obesitas dan mengatasi
penyakit akibat obesitas. Pengetahuan gizi sangat erat kaitannya dalam pengaruh perilaku makan seseorang, karena semakin
banyak pengetahuan tentang gizi yang diperoleh, maka semakin baik pola makan seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui pemahaman tentang pengetahuan nutrisi, mengetahui perilaku makan dan hubungan antara pengetahuan
nutrisi dan perilaku makan yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai hasil belajar dari mata kuliah Ilmu Gizi Olahraga.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner pertanyaan yang dikirim melalui aplikasi google form. Sampel penelitian berasal dari populasi
mahasiswa prodi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya angkatan 2017. Sebanyak 30
sampel secara acak telah memberikan tanggapan dan disajikan dalam diagram persentase.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,30% responden mengetahui jadwal makan yang benar yaitu 3 kali makan besar
dan 2 – 3 kali selingan.
Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengerti tentang pengetahuan gizi dan perilaku makan.
Namun mereka masih banyak yang belum bisa menerapkan untuk dapat memenuhi kebutuhan kalori dalam setiap harinya.
Hal ini dibuktikan dengan hasil recall 24 hours yang menunjukkan masih adanya responden yang mengkonsumsi makanan
dengan kalori yang dibawah dan di atas BMR (Basal Metabolic Rate).
Kata kunci: pengetahuan gizi; perilaku makan; mahasiswa olahraga
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) | Volume 1 | Nomor 1 | 2021 | 8 - 20
8
Ayu Alina Berliandita, Abdul Aziz Hakim
Analisis Pengetahuan Gizi dan Perilaku Makan pada Mahasiswa Angkatan 2017 Prodi Ilmu
Keolahragaan Unesa
1.
Latar Belakang
Pengetahuan gizi merupakan pemahaman mengenai pemilihan bahan makanan sehat begitupun dengan
fungsinya bagi tubuh (Fauziah, Nurhayati, & Yulia, 2017). Pengetahuan gizi akan menjadi dasar bagi mahasiswa
untuk memilih dan mengatur pola makan, sekaligus mencegah dan menanggulangi penyakit yang diakibatkan
oleh obesitas. Pola makan seseorang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi yang dimiliki, sehingga semakin
banyak pengetahuan tentang gizi yang diperoleh maka semakin baik pula pola makan seseorang. Pemikiran,
pengetahuan dan pandangan seseorang terhadap makanan merupakan perilaku makan (Khumaidi, 1994).
Sehingga perasaan dan pemikiran seseorang terdapat tindakan dan keadaan secara terus menerus dan
berulang maka tindakan tersebut akan menjadi kebiasaan makan.
Asupan dan kebutuhan gizi remaja dapat dipengaruhi oleh perubahan kebiasaan makan dan gaya hidup. Pola
konsumsi makan sehari-hari, aktivitas fisik yang dilakukan dan keadaan kesehatan merupakan faktor yang dapat
mempengaruhi status gizi secara langsung (Kementerian Kesehatan RI, 2014). Pola konsumsi pangan
umumnya dipengaruhi oleh faktor sosial budaya, demografi, dan faktor gaya hidup, serta berkaitan dengan risiko
beberapa penyakit degeneratif (Leyna, Mmbaga, Mnyika, Hussain, & Klepp, 2010).
Pengetahuan gizi adalah proses yang berhubungan dengan menambah pengetahuan tentang gizi, membentuk
perilaku hidup sehat dengan memperhatikan pola makan sehari-hari, dan faktor lain yang mempengaruhi makan
karena dapat meningkatkan derajat kesehatan dan gizi seseorang (Sefaya, Nugraheni, & Pangestuti, 2017).
Tingkat pengetahuan gizi seseorang sangat berpengaruh pada sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan,
karena pengetahuan tentang gizi yang tidak memadai atau kurangnya pengertian tentang kebiasaan makanan
yang baik dapat menimbulkan masalah pada produktivitas dan kecerdasan. Pengetahuan gizi dapat tumbuh
apabila didasari dengan pemahaman yang tepat. Jika pengetahuan remaja kurang tentang gizi, maka upaya
yang dilakukan remaja untuk menjaga keseimbangan makanan yang dikonsumsi dengan yang dibutuhkan akan
berkurang dan menyebabkan masalah gizi kurang atau gizi lebih (Notoatmodjo, 2003) .
Kebiasaan makan yang meliputi jumlah, frekuensi, dan jenis merupakan pola konsumsi makan. Hal yang harus
diperhatikan dalam menentukan pola konsumsi makan yaitu nilai gizi makanan dan kecukupan zat gizi yang
dianjurkan. Selain itu untuk menjamin tercukupinya kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh, penting halnya
untuk memperhatikan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi (Supariasa, Fajar, & Bakri, 2001). Tubuh dapat
dikatakan dalam keadaan statu (...truncated)