Quality of Work Life with Nurse Organizational Commitment During the Covid-19 Pandemic Period
Vol. 5, No. 2, Agustus 2023, pp 190-197
https://doi.org/10.36590/jika.v5i2.407
http://salnesia.id/index.php/jika
, p-ISSN: 2337-9847, e-ISSN: 2686-2883
Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
ARTIKEL PENELITIAN
Quality of Work Life dengan Komitmen Organisasi Perawat
Pada Masa Pandemi Covid-19
Quality of Work Life with Nurse Organizational Commitment
During the Covid-19 Pandemic Period
1*
Era Pratiwi , Mega Marindrawati Rochka2, A. Awaliya Anwar3
1,2,3
Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Universitas Megarezky, Makassar, Indonesia
Abstract
Health workers, especially nurses, play an important role in health services, especially
during the Covid-19 pandemic, both in the form of providing health care and treatment,
so they are considered the main foundation. The research objective was to determine
the relationship between quality of work life (QWL) and nurse organizational
commitment during the Covid-19 pandemic at Makassar City Hospital. This type of
research was quantitative research with a cross sectional study approach. The sample
in this study were nurses who served at the Makassar City Hospital Inpatient
Installation. The data collection method was carried out by interviewing using a
questionnaire. The results of the study in this study were that nurses who had a good
level of QWL at most were with high organizational commitment, namely as many as 32
people (80,0%) while nurses who had an adequate level of QWL, the most were with
low organizational commitment, namely as many as 24 people (72,7%). The results of
the analysis using the Chi-Square Test obtained a value of p=0,000, which means that
there was a relationship between the quality of work life and the organizational
commitment of nurses during the Covid-19 pandemic at the Makassar City Hospital.
From the results of the study, it was concluded that there was a relationship between
QWL and the organizational commitment of nurses during the Covid-19 pandemic at
Makassar City Hospital.
Keywords: commitment, nurses, organizational, pandemi
PUBLISHED BY:
Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Address:
Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru,
Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Article history:
Submitted 21 Okotber 2022
Accepted 05 Agustus 2023
Published 31 Agustus 2023
Email:
,
Phone:
+62 85255155883
190
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA)
Vol. 5, No. 2, Agustus 2023
Abstrak
Tenaga kesehatan khususnya perawat memainkan peran penting pada pelayanan
kesehatan khususnya di masa pandemi Covid-19 baik berupa pemberian perawatan
kesehatan dan pengobatan sehingga dianggap sebagai fondasi utama. Tujuan penelitian
untuk mengetahui hubungan quality of work life (QWL) dengan komitmen organisasi
perawat pada masa pandemi Covid-19 di RSUD Kota Makassar. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study.
Sampel penelitian ini yaitu perawat yang bertugas di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota
Makassar. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan
kuesioner. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah perawat yang memiliki tingkat QWL
baik yang paling banyak adalah dengan komitmen organisasi tinggi yaitu sebanyak 32
orang (80,0%) sedangkan perawat yang memiliki tingkat QWL cukup yang paling banyak
adalah dengan komitmen organisasi rendah yaitu sebanyak 24 orang (72,7%). Analisis pada
penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dengan p-value=0,000, yang artinya ada
hubungan antara quality of work life dengan komitmen organisasi perawat selama masa
pandemi Covid-19 di RSUD Kota Makassar. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa ada
hubungan antara QWL dengan komitmen organisasi perawat pada masa pandemi Covid-19
di RSUD Kota Makassar.
Kata Kunci: komitmen, perawat, organisasi, pandemi
*Penulis Korespondensi:
Era Pratiwi, email:
This is an open access article under the CC–BY license
PENDAHULUAN
Kejadian Coronavirus Disease-19 (Covid-19) yang terjadi tahun 2020 disebabkan
oleh virus SARS-CoV-2. Saat ini, di beberapa negara muncul kembali varian baru yaitu
omicron yang menyebar dan menyebabkan terjadinya lonjakan kasus. Afrika Selatan
adalah Negara yang pertama kali melaporkan Varian omicron kepada WHO pada bulan
November 2021 dan selanjutnya meluas ke Negara lain. Terdapat enam wilayah yang
dilaporkan kepada WHO, dengan jumlah kasus sebanyak 19 juta kasus baru dan hanya
di bawah 68.000 kematian yang dilaporkan. Kejadian ini meningkat pada bulan Februari
2022, terdapat lebih dari 392 juta kasus yang dikonfirmasi dan 5,7 juta diantaranya
mengalami kematian (Nugraha dan Suhariadi, 2021).
Meningkatnya jumlah kasus membuat sumber daya manusia di rumah sakit juga
mengalami keterbatasan, sehingga berakibat pada shift kerja lebih lama, terjadinya
gangguan tidur, terganggunya keseimbangan kehidupan dalam bekerja, dan tingginya
risiko pekerjaan yang terkait dengan paparan Covid-19. Selain itu, tingginya kasus
Covid-19 juga menyebabkan kelelahan fisik dan mental, stres dan kecemasan, serta
kelelahan. Sumber daya manusia khususnya perawat memainkan peran penting dalam
pelayanan kesehatan yaitu dalam pemberian perawatan kesehatan dan pengobatan
sehingga perawat dianggap sebagai fondasi utama dalam pelayanan. Salah satu masalah
organisasi yang penting yang dialami saat ini adalah komitmen Sumber Daya Manusia
(SDM) dalam bekerja. Kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat di RS
tergantung pada kualitas kehidupan kerja, komitmen, dan kepuasan SDM yang
Penerbit : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
p-ISSN: 2337-9847, e-ISSN: 2686-2883
191
Pratiwi1 et al.
Vol. 5, No. 2 Agustus 2023
diperoleh. Tim perawatan kesehatan dirumah sakit seringkali merasakan kelelahan fisik
dan mental, kelelahan karena rasa takut tertular Covid-19, ketidakamanan, dan
ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi. Bila stress kerja perawat tidak dapat
cegah maka akan berakibat pada perilaku yang tidak diinginkan oleh rumah sakit
misalnya rendahnya komitmen karyawan yang mengarah pada absensi dan keputusan
meninggalkan organisasi (Aminizadeh et al., 2021).
Rutinitas kerja perawat banyak terjadi perubahan selama masa pandemi COVID19 baik pada aspek beban kerja, keselamatan kerja dan kualitas kehidupan kerja. Untuk
meningkatkan kualitas kehidupan kerja maka pimpinan sebaiknya melakukan hal-hal
seperti dukungan pengembangan staf, lingkungan kerja yang baik dan mendukung,
peningkatan komunikasi efektif dalam organisasi, dan memberikan feed back atas
pekerjaannya (Hastuti dan Wibowo, 2020; Paembonan et al., 2022).
Kualitas kehidupan kerja yang terpenuhi akan meningkatkan komitmen organisasi
dan begitupun sebaliknya. Salah satu indikator yang berpengaruh dalam kualitas
kehidupan kerja adalah adanya kesempatan untuk mengembangkan kapasitas dan bakat,
melalui penilaian kinerja staf yang dilakukan secara rutin. Menurut Astrianti et al.
(2020), ketika QWL terpenuhi dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap
peningkatan komitmen organisasi sehingga mengurangi maksud dan keinginan pegawai
untu (...truncated)