JEECOM, Vol. 4, No1, April 2022
32
Perancangan Budidaya Pakcoy dan Lobster Menggunakan
Sistem Aquaponic Berbasis Internet of Things
Denny Trias Utomo1, Muhammad Diaz Maulana Dhafin Rizqiandi 2, Dina Dwi Arika3, Mochammad Ghazy Al
Ghifari Hafid4, Nicoela Jody Setiawan5, Octavian Dava Putra Cahyono6
Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Negeri Jember1,2,3,4,5,6
.id1,
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected]
Abstrak— Menurut Badan Pusat Statistik
Kabupaten Sidoarjo, pertumbuhan penduduk Sidoarjo pada
tahun 2018 mencapai 2,2 juta jiwa yang artinya meningkat
sebesar 1,62 persen dari tahun sebelumnya. Dari sisi jumlah
penduduk, menempati urutan 4 se Jawa Timur setelah
Surabaya, Malang, dan jember. Dengan pertumbuhan
penduduk yang meningkat maka tidak menutup
kemungkinan meningkatnya alih fungsi lahan pertanian
menjadi pemukiman. Oleh karena itu, budidaya pakcoy dan
lobster menggunakan sistem aquaponic dapat menjadisolusi
dari permasalahan tersebut. Sistem aquaponic dapat
memadukan budidaya pakcoy dan lobster dalam satu wadah
yang menghasilkan tumbuhan lebih baik dibanding dengan
cara konvensional karena feses dan sisa pakan ikan
memenuhi untuk nutrisi serta ketersediaan air. Untuk
menunjang keberhasilan budidaya pakcoy dan lobster perlu
memperhatikan beberapa aspek seperti intensitas air,
kekeruhan air, suhu, kadar pH, dan pemberian pakan yang
teratur. Jika aspek-aspek tersebut tidak diperhatikan maka
lobster bisa mati dan pakcoy tidak mendapatkan nutrisi yang
cukup. Oleh karena itu, teknologi yang diciptakan dengan
banyak inovasi terbaru dan canggih diharapkan dapat
membantu memonitoring dan mengontol alur sistem kolam.
Kata kunci : Aquaponic, Lobster Air Tawar, IoT, Kualitas
Air pada Aquaponic
I. PENDAHULUAN
Seiring berjalannya waktu pertumbuhan penduduk
dapat mengubah pertumbuhan ekonomi maupun aspek
lainnya [1]. Dengan pembangunan perekonomian yang
semakin meningkat maka tidak menutup kemungkinan
meningkatnya alih fungsi lahan terjadi di perkotaan.
Lahan pertanian seiring berjalannya waktu berubah
menjadi pemukiman penduduk. Mulai dari ketersediaan
bahan pangan dan produksi pangan harus terkelola
dengan baik. Salah satu teknik pertanian modern yang
dapat digunakan dan membantu masyarakat umum
adalah dengan aquaponic. Semakin menyempitnya
potensi lahan pertanian, maka pemanfaatan perkarangan
ataupun latar rumah bisa menjadi salah satu solusi untuk
mendukung pembangunan pertanian di perkotaan.
Pemanfaatan perkarangan sangat erat kaitannya dengan
usaha yang bisa membantu perekonomian masyarakat
dimulai dari skala kecil yaitu skala rumah tangga. Solusi
untuk memanfaatan perkarangan adalah teknologi
budidaya tanaman dan lobster dengan metode aquaponic.
Smart Aquaponic merupakan sistem gabungan antara
penanaman dan pemeliharaan ikan dalam satu wadah,
dimana tumbuhan mengambil nutrisi dari kotoran ikan
[2]. Perawatan yang tepat untuk memonitoring serta
E-ISSN 2715-6427
menjaga kualitas air, akan berdampak positif bagi
pertumbuhan ikan maupun tumbuhan. Pakcoy merupakan
jenis sayuran populer yang banyak mengandung air,
terutama pada bagian daun. Dalam kondisi segar dan sehat
yang ditandai dengan lebar daun, tanaman pakcoy lebih
banyak diminati masyarakat. Lobster air tawar juga
menjadi bisnis yang menjanjikan apabila dapat dikelola
dengan baik. Kedua komoditas tersebut sangat dipengaruhi
oleh kualitas pH air [3]. Seiring berkembangnya teknologi,
pengembangan sistem pengelolaan metode aquaponic
menggunakan beberapa sensor seperti penggunaan sensor
Ultrasonik HCSR04 sebagai alat ukur intensitas air pada
kolam, Turbidity sensor sebagai alat untuk mengukur
kualitas air dengan mendeteksi kekeruhan pada air kolam,
Temperature sensor sebagai alat untuk mengukur suhu air
kolam, pH sensor sebagai alat untuk mengukur kadar pH
yang terkandung dalam kolam, Gas sensor sebagai alat
yang digunakan untuk mengukur kadar gas amonia dalam
kolam yang dikeluarkan, dan Motor Servo sebagai katub
untuk membuka tampung pakan ke kolam. Dari semua
sensor tersebut, sensor membaca dan menginputkan sebuah
data berupa nilai yang akan masuk ke mikrokontroller
ESP32 DEVKIT V1.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Aquaponic
Aquaponic merupakan kombinasi budidaya ikan dan
budidaya tanaman hidroponik di satu tempat. Aquaponic
dapat menjadi cara untuk mengurangi pencemaran air
yang dihasilkan oleh budidaya ikan dan alternatif untuk
mengurangi jumlah air yang digunakan oleh sistem
akuakultur [4]. Prinsip dasar aquaponic adalah dapat
dilakukan secara bersamaan dengan memanfaatkan
kotoran ikan dan sisa pakan ikan sebagai nutrisi bagi
tanaman budidaya, sehingga menghasilkan kualitas air
yang memenuhi standar budidaya ikan [5]. Teknik ini
bersifat simbiotik karena memadukan tanaman dan ikan
dalam satu lingkup. Ada beberapa manfaat dari sistem
aquaponic , salah satunya dapat meningkatkan efisiensi
usaha,menghemat penggunaan lahan dan air [6].
Budidaya dengan sistem aquaponic menghasilkan
produksi tanaman yang lebih baik dibanding dengan
konvensional, karena feses dan sisa pakan ikan
memenuhi untuk nutrisi serta ketersediaan air.
Denny Trias Utomo: Perancangan Budidaya Pakcoy dan…
33
JEECOM, Vol. 4, No. 1, April 2022
E. Kualitas Air pada Aquaponic
B. Pakcoy
Gambar 1. Pakcoy
Pakcoy (Brassica rapa) merupakan tanaman sawi yang
mudah di dapat dengan harga ekonomis. Sayuran
memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia karena
mengandung sumber vitamin, mineral, dan serat.
Tanaman sawi sangat diminati masyarakat Indonesia
tetapi tidak diimbangi dengan produksi tanaman karena
lahan pertanian yang kian menyusut. Salah satu cara
alternatif mengimbangi minat tanaman sawi huma
(Pakcoy) adalah menerapkan penanaman dengan sistem
hidroponik [7].
Kualitas air merupakan suatu ukuran kondisi air yang
dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologis.
Dengan sistem akuaponik kualitas air untuk budidaya
lobster air tawar akan mengalami pertumbuhan maksimal
pada suhu 24-29°C. Jika suhu terlalu tinggi dapat
mempengaruhi nafsu makan lobster. Kondisi optimal
kekeruhan yaitu lebih 25-80 mg/L dengan pH 6,5-9, [11].
Untuk tanaman yang digunakan dalam sistem akuaponik
ini yaitu tanaman pakcoy. Tanaman pakcoy akan tumbuh
dengan pH air yang digunakan berkisar 6,8- 7 yang
artinya pH tersebut netral dan dikehendaki untuk tanaman
tumbuh normal.
F. ESP 32 Devkit V1
C. Lobster Air Tawar
Gambar 3. ESP 32 Devkit V1
Gambar 2. Lobster Air Tawar
Lobster merupakan komoditas perikanan ikan hias
akuarium dan konsumsi. Lobster air tawar sebagai ikan
atau
udang
konsumsi
dikembangkan
untuk
dibudidayakan di Indonesia sejak tahun 2000 [8]. Lobster
air tawar dengan berbagai spesies berasal dari Australia,
Papua Nugini, da n Irian Jaya. Salah satu spesies dengan
nilai ekonomi tertinggi adalah Cherax quadricarinatus
(cakar merah) [9]. Keunggulan lobster air tawar adalah
memiliki kolestrol dan garam yang rendah dibandingkan
dengan lobster laut. Selain itu, d (...truncated)