TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM DIALOG TALKSHOW MATA NAJWA DENGAN TEMA JAGA-JAGA TALIBAN DI MEDIA ELEKTRONIK

Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jul 2022

The purpose of this study is to describe assertive speech acts in the Mata Najwa talk show dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban in electronic media. The data obtained by the author comes from the utterances spoken by Najwa Shihab and sources in the talk show Mata Najwa on TRANS 7 which was re-aired on Najwa Shihab's Youtube channel, on August 26, 2021, with a duration of 1 hour 16 minutes 2 seconds. This research approach is using a qualitative approach. There are four forms of assertive speech acts, namely mentioning, showing, stating, and reporting. There were 9 speech acts stating, 21 showing speech acts, 64 stating speech acts, and 3 reporting speech acts. Based on the results of data analysis, it can be concluded that in understanding the meaning of language communication utterances contained in the Mata Najwa talk show dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban in electronic media, there are types of speech acts, one of which is assertive speech acts which include utterances of mentioning, showing, utterances declare, and utterances report. Therefore, in order to know and understand the speech intent of the assertive speech acts contained in the Mata Najwa talkshow dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban, one must carefully understand the intent of the speech act conveyed by the speaker.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unhasy.ac.id/index.php/disastri/article/download/2428/1559

TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM DIALOG TALKSHOW MATA NAJWA DENGAN TEMA JAGA-JAGA TALIBAN DI MEDIA ELEKTRONIK

Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Volume 4, Nomor 1, April 2022 P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-3329 Article History Submitted: 1 April 2022 Accepted: 25 April 2022 Pubslished: 29 April 2022 ASSERTIVE SPEECH ACTS IN THE MATA NAJWA TALK SHOW DIALOGUE WITH THE THEME JAGA-JAGA TALIBAN IN ELECTRONIC MEDIA 1Firna Putri Ananda, 2Yulianah Prihatin 1,2Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Hasyim Asyari Corresponding Author: Abstract The purpose of this study is to describe assertive speech acts in the Mata Najwa talk show dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban in electronic media. The data obtained by the author comes from the utterances spoken by Najwa Shihab and sources in the talk show Mata Najwa on TRANS 7 which was re-aired on Najwa Shihab's Youtube channel, on August 26, 2021, with a duration of 1 hour 16 minutes 2 seconds. This research approach is using a qualitative approach. There are four forms of assertive speech acts, namely mentioning, showing, stating, and reporting. There were 9 speech acts stating, 21 showing speech acts, 64 stating speech acts, and 3 reporting speech acts. Based on the results of data analysis, it can be concluded that in understanding the meaning of language communication utterances contained in the Mata Najwa talk show dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban in electronic media, there are types of speech acts, one of which is assertive speech acts which include utterances of mentioning, showing, utterances declare, and utterances report. Therefore, in order to know and understand the speech intent of the assertive speech acts contained in the mata najwa talk show dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban, one must carefully understand the intent of the speech act conveyed by the speaker. Keywords: Assertir speech act, Mata Najwa talk show, Jaga-Jaga Taliban TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM DIALOG TALKSHOW MATA NAJWA DENGAN TEMA JAGA-JAGA TALIBAN DI MEDIA ELEKTRONIK Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur asertif dalam dialog talkshow Mata Najwa dengan tema Jaga-Jaga Taliban di media elektronik. Data yang diperoleh penulis bersumber dari tuturan yang diucapkan oleh Najwa Shihab dan narasumber-narasumber dalam acara talkshow mata najwa di TRANS 7 yang ditayangkan kembali di channel Youtube Najwa Shihab, tanggal 26 Agustus 2021, dengan durasi 1 jam 16 menit 2 detik. Pendekatan penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif. Diperoleh empat bentuk tindak tutur asertif yaitu menyebutkan, menunjukkan, menyatakan, dan melaporkan. didapatkan 9 tindak tutur menyebutkan, 21 tindak tutur menunjukkan, 64 tindak tutur menyatakan, dan 3 tindak tutur melaporkan. Berdasarkan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam memahami maksud tuturan komunikasi bahasa yang terdapat pada dialog talkshow Mata Najwa dengan tema Jaga-Jaga Taliban di media elektronik, terdapat jenis tindak tutur yang salah satunya yaitu tindak tutur asertif yang meliputi tuturan menyebutkan, tuturan menunjukkan, tuturan menyatakan, dan tuturan melaporkan. Olek karena itu, untuk mengetahui dan memahami maksud tuturan pada tindak tutur asertif yang terkandung dalam dalam dialog talkshow mata najwa dengan tema Jaga- Assertive Speech Acts... | 1 Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Volume 4, Nomor 1, April 2022 P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-3329 Article History Submitted: 1 April 2022 Accepted: 25 April 2022 Pubslished: 29 April 2022 Jaga Taliban, haruslah memahami dengan teliti maksud dari tindak tutur yang disampaikan penutur . Kata kunci: tindak tutur asertif, talkshow Mata Najwa, Jaga-Jaga Taliban Pendahuluan Penyampaian suatu informasi yang terjadi pada proses komunikasi dilakukan dengan menggunakan tuturan. Komunikasi merupakan simbol bahasa yang digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi dan bersifat arbitrer. Alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi adalah bahasa. Adanya komunikasi yang baik antara individu karena adanya penggunaan bahasa. Proses komunikasi yang menggunakan bahasa didalamnya membentuk suatu tindak tutur (Adhani, dkk., 2021: 274). Komunikasi bahasa yang menciptakan tindak tutur dapat ditemui pada tuturan yang berlangsung di lingkungan sekitar dan media komunikasi. Di Indonesia, masyarakat dapat memperoleh informasi di media elektronik. Karena, di era globalisasi media elektronik mengalami perkembangan yang dapat diakses melalui media digital dan menyajikan berbagai bentuk acara berita, talkshow, reality show, maupun yang lainnya. Media elektronik dapat memberikan pengaruh pada pola pikir individu dalam memahami suatu peristiwa yang sedang dibahas yang berbentuk tuturan lisan atau tulisan. Terdapat perbedaan pemahaman yang mengakibatkan perbedaan pendapat antara individu karena setiap individu mempunyai sudut pandang berbeda ketika memahami informasi yang ada. Contoh acara yang ada di media elektronik yaitu talkshow Mata Najwa. Topik yang diangkat dalam diskusi pada acara talkshow Mata Najwa yang membahas tentang taliban yang ditayangkan di media elektronik di televisi TRANS7 dan diunggah kembali di channel YouTube Najwa Shihab didalamnya terdapat tindak tutur yang digunakan untuk menyampaikan argumen dan informasi. Tindak tutur termasuk dalam aspek fungsi pragmatik, yang dikembangkan oleh J.L. Austin. Menurutnya, ketika seseorang melakukan komunikasi maka juga terdapat suatu tindakan (Olagunjo; Sagita & Setiawan, 2019 :188). Menurut Adhani, dkk., 2021: 274) tindak tutur termasuk unsur pragmatik yang dikaitkan dengan penutur, mitra tutur, dan penulis. Tindak tutur menurut (Yule; Akbar, 2018:29) adalah tindakan yang tercipta melalui tuturan. Tuturan yang ada mengakibatkan adanya sebuah tindakan. Teori tindak tutur yang digunakan untuk mengkaji tuturan dalam dialog talkshow Mata Najwa dengan tema Jaga-Jaga Taliban adalah teori yang dikemukakan oleh Searle (Rohmadi, 2017:32) dalam kajian pragmatik. Supardi (Yuliantoro, 2020: 11) mengemukakan bahwa pragmatik merupakan ilmu tentang bahasa, memiliki keterkaitan dengan pemakaian bahasa dan fungsi bahasa adalah pragmatik. Pemaparan mengenai pragmatik juga dikemukakan oleh Yule (Sagita & Setiawan, 2019 :188) pragmatik adalah studi bahasa yang berkaitan Assertive Speech Acts... | 2 Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Volume 4, Nomor 1, April 2022 P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-3329 Article History Submitted: 1 April 2022 Accepted: 25 April 2022 Pubslished: 29 April 2022 dngan hubungan bentuk bahasa dan penggunaannya. Sehingga, prakmatik sering dijumpai pada proses komunikasi yang dalam tuturan penutur mengandung maksud dan diterjemahkan oleh mitra tutur. Austin (Chaer & Agustina, 2014: 53) membagi tindak tutur dalam tiga yang terjadi secara bersama, yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan tindak tutur perlokusi. Kemudian, teori tindak tutur dalam pragmatik dikembangkan oleh Searle (Rohmadi, 2017:32), menurutnya (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unhasy.ac.id/index.php/disastri/article/download/2428/1559
Article home page: https://ejournal.unhasy.ac.id/index.php/disastri/article/view/2428/1559

Firna Putri Nanda. TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM DIALOG TALKSHOW MATA NAJWA DENGAN TEMA JAGA-JAGA TALIBAN DI MEDIA ELEKTRONIK, Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2022, pp. 1-10,