TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM DIALOG TALKSHOW MATA NAJWA DENGAN TEMA JAGA-JAGA TALIBAN DI MEDIA ELEKTRONIK
Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Volume 4, Nomor 1, April 2022
P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-3329
Article History
Submitted: 1 April 2022
Accepted: 25 April 2022
Pubslished: 29 April 2022
ASSERTIVE SPEECH ACTS IN THE MATA NAJWA TALK SHOW DIALOGUE
WITH THE THEME JAGA-JAGA TALIBAN IN ELECTRONIC MEDIA
1Firna Putri Ananda, 2Yulianah Prihatin
1,2Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Hasyim Asyari
Corresponding Author:
Abstract
The purpose of this study is to describe assertive speech acts in the Mata
Najwa talk show dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban in electronic media. The
data obtained by the author comes from the utterances spoken by Najwa Shihab and
sources in the talk show Mata Najwa on TRANS 7 which was re-aired on Najwa Shihab's
Youtube channel, on August 26, 2021, with a duration of 1 hour 16 minutes 2 seconds.
This research approach is using a qualitative approach. There are four forms of assertive
speech acts, namely mentioning, showing, stating, and reporting. There were 9 speech
acts stating, 21 showing speech acts, 64 stating speech acts, and 3 reporting speech acts.
Based on the results of data analysis, it can be concluded that in understanding the
meaning of language communication utterances contained in the Mata Najwa talk show
dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban in electronic media, there are types of speech
acts, one of which is assertive speech acts which include utterances of mentioning,
showing, utterances declare, and utterances report. Therefore, in order to know and
understand the speech intent of the assertive speech acts contained in the mata najwa
talk show dialogue with the theme Jaga-Jaga Taliban, one must carefully understand the
intent of the speech act conveyed by the speaker.
Keywords: Assertir speech act, Mata Najwa talk show, Jaga-Jaga Taliban
TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM DIALOG TALKSHOW MATA NAJWA
DENGAN TEMA JAGA-JAGA TALIBAN DI MEDIA ELEKTRONIK
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur
asertif dalam dialog talkshow Mata Najwa dengan tema Jaga-Jaga Taliban di media
elektronik. Data yang diperoleh penulis bersumber dari tuturan yang diucapkan oleh
Najwa Shihab dan narasumber-narasumber dalam acara talkshow mata najwa di
TRANS 7 yang ditayangkan kembali di channel Youtube Najwa Shihab, tanggal 26
Agustus 2021, dengan durasi 1 jam 16 menit 2 detik. Pendekatan penelitian ini yaitu
menggunakan pendekatan kualitatif. Diperoleh empat bentuk tindak tutur asertif yaitu
menyebutkan, menunjukkan, menyatakan, dan melaporkan. didapatkan 9 tindak tutur
menyebutkan, 21 tindak tutur menunjukkan, 64 tindak tutur menyatakan, dan 3 tindak
tutur melaporkan. Berdasarkan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa
dalam memahami maksud tuturan komunikasi bahasa yang terdapat pada dialog
talkshow Mata Najwa dengan tema Jaga-Jaga Taliban di media elektronik, terdapat
jenis tindak tutur yang salah satunya yaitu tindak tutur asertif yang meliputi tuturan
menyebutkan, tuturan menunjukkan, tuturan menyatakan, dan tuturan melaporkan.
Olek karena itu, untuk mengetahui dan memahami maksud tuturan pada tindak tutur
asertif yang terkandung dalam dalam dialog talkshow mata najwa dengan tema Jaga-
Assertive Speech Acts... | 1
Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Volume 4, Nomor 1, April 2022
P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-3329
Article History
Submitted: 1 April 2022
Accepted: 25 April 2022
Pubslished: 29 April 2022
Jaga Taliban, haruslah memahami dengan teliti maksud dari tindak tutur yang
disampaikan penutur .
Kata kunci: tindak tutur asertif, talkshow Mata Najwa, Jaga-Jaga Taliban
Pendahuluan
Penyampaian suatu informasi yang terjadi pada proses komunikasi
dilakukan dengan menggunakan tuturan. Komunikasi merupakan simbol
bahasa yang digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi dan bersifat
arbitrer. Alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi
adalah bahasa. Adanya komunikasi yang baik antara individu karena adanya
penggunaan bahasa. Proses komunikasi yang menggunakan bahasa didalamnya
membentuk suatu tindak tutur (Adhani, dkk., 2021: 274). Komunikasi bahasa
yang menciptakan tindak tutur dapat ditemui pada tuturan yang berlangsung di
lingkungan sekitar dan media komunikasi. Di Indonesia, masyarakat dapat
memperoleh informasi di media elektronik. Karena, di era globalisasi media
elektronik mengalami perkembangan yang dapat diakses melalui media digital
dan menyajikan berbagai bentuk acara berita, talkshow, reality show, maupun
yang lainnya.
Media elektronik dapat memberikan pengaruh pada pola pikir individu
dalam memahami suatu peristiwa yang sedang dibahas yang berbentuk tuturan
lisan atau tulisan. Terdapat perbedaan pemahaman yang mengakibatkan
perbedaan pendapat antara individu karena setiap individu mempunyai sudut
pandang berbeda ketika memahami informasi yang ada. Contoh acara yang ada
di media elektronik yaitu talkshow Mata Najwa. Topik yang diangkat dalam
diskusi pada acara talkshow Mata Najwa yang membahas tentang taliban yang
ditayangkan di media elektronik di televisi TRANS7 dan diunggah kembali di
channel YouTube Najwa Shihab didalamnya terdapat tindak tutur yang
digunakan untuk menyampaikan argumen dan informasi.
Tindak tutur termasuk dalam aspek fungsi pragmatik, yang
dikembangkan oleh J.L. Austin. Menurutnya, ketika seseorang melakukan
komunikasi maka juga terdapat suatu tindakan (Olagunjo; Sagita & Setiawan,
2019 :188). Menurut Adhani, dkk., 2021: 274) tindak tutur termasuk unsur
pragmatik yang dikaitkan dengan penutur, mitra tutur, dan penulis. Tindak
tutur menurut (Yule; Akbar, 2018:29) adalah tindakan yang tercipta melalui
tuturan. Tuturan yang ada mengakibatkan adanya sebuah tindakan. Teori
tindak tutur yang digunakan untuk mengkaji tuturan dalam dialog talkshow
Mata Najwa dengan tema Jaga-Jaga Taliban adalah teori yang dikemukakan
oleh Searle (Rohmadi, 2017:32) dalam kajian pragmatik. Supardi (Yuliantoro,
2020: 11) mengemukakan bahwa pragmatik merupakan ilmu tentang bahasa,
memiliki keterkaitan dengan pemakaian bahasa dan fungsi bahasa adalah
pragmatik. Pemaparan mengenai pragmatik juga dikemukakan oleh Yule
(Sagita & Setiawan, 2019 :188) pragmatik adalah studi bahasa yang berkaitan
Assertive Speech Acts... | 2
Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Volume 4, Nomor 1, April 2022
P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-3329
Article History
Submitted: 1 April 2022
Accepted: 25 April 2022
Pubslished: 29 April 2022
dngan hubungan bentuk bahasa dan penggunaannya. Sehingga, prakmatik
sering dijumpai pada proses komunikasi yang dalam tuturan penutur
mengandung maksud dan diterjemahkan oleh mitra tutur.
Austin (Chaer & Agustina, 2014: 53) membagi tindak tutur dalam tiga
yang terjadi secara bersama, yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan
tindak tutur perlokusi. Kemudian, teori tindak tutur dalam pragmatik
dikembangkan oleh Searle (Rohmadi, 2017:32), menurutnya (...truncated)