PEMETAAN JALUR EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA BENGKULU BERBASIS ARCGIS HUB

J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi), Nov 2022

Bengkulu city is an area facing the Indo-Australian tectonic plate, resulting in frequent earthquakes above 5 on the Richter scale and triggering the potential for a tsunami. This research was conducted in 9 sub-districts of Bengkulu City and aimed to design a geographic information system for pre-disaster mitigation that provides a visual form of tsunami exposure and allows users to carry out analysis independently route point locations to evacuation sites. The method used is overlaying and scoring the map of distance from the coastline, distance from the river, elevation and slope, so as to obtain an exposure map that can be used as a reference in conducting network analyst closet facility. The data that has been analyzed is then uploaded to ArcGIS Online to be customized and configured as WebGIS. The results showed that there were 7 sub-districts that had high levels of exposure and had routed 58 incident points to 17 temporary evacuation sites.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.umgo.ac.id/index.php/GEOUMGo/article/download/1706/1133

PEMETAAN JALUR EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA BENGKULU BERBASIS ARCGIS HUB

Terakreditasi SINTA 4 No: 148/M/KPT/2020 JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI [J SIG] https://journal.umgo.ac.id/index.php/GEOUMGo/index Volume 5 Nomor 2, November 2022 ISSN 2614-1671 PEMETAAN JALUR EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA BENGKULU BERBASIS ARCGIS HUB Mapping of Tsunami Evacuation Path In Bengkulu City Based On Arcgis Hub Yehezkiel Santoso1, Hanna Prillysca Chernovita2 1,2 Program Studi Sistem Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia Email Korespondensi: Received: 3/10/2022 | Revised: 15/11/2022 | Accepted: 13/12/2022 DOI: http://dx.doi.org/10.31314/jsig.v5i2.1706 Abstract – Bengkulu city is an area facing the Indo-Australian tectonic plate, resulting in frequent earthquakes above 5 on the Richter scale and triggering the potential for a tsunami. This research was conducted in 9 sub-districts of Bengkulu City and aimed to design a geographic information system for pre-disaster mitigation that provides a visual form of tsunami exposure and allows users to carry out analysis independently route point locations to evacuation sites. The method used is overlaying and scoring the map of distance from the coastline, distance from the river, elevation and slope, so as to obtain an exposure map that can be used as a reference in conducting network analyst closet facility. The data that has been analyzed is then uploaded to ArcGIS Online to be customized and configured as WebGIS. The results showed that there were 7 sub-districts that had high levels of exposure and had routed 58 incident points to 17 temporary evacuation sites. Keywords: network analyst, tsunami, webgis, mitigation, arcgis hub Abstrak – Kota Bengkulu memiliki wilayah yang berhadapan dengan lempeng tektonik Indo-Australia, mengakibatkan kerap terjadinya bencana gempa diatas 5 skala richter dan memicu potensi tsunami. Penelitian ini dilakukan di 9 kecamatan Kota Bengkulu dan bertujuan merancang sebuah sistem informasi geografis mitigasi pra bencana yang memberikan bentuk visual keterpaparan tsunami serta penggunanya dapat melakukan analisis secara mandiri merutekan titik lokasi menuju tempat evakuasi. Metode yang digunakan yaitu overlay dan skoring terhadap peta jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, ketinggian dan kemiringan lereng, sehingga mendapatkan peta keterpaparan yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan network analyst closet facility. Data yang telah dianalisis kemudian diunggah kedalam ArcGIS Online untuk dikustomisasi dan dikonfigurasi menjadi WebGIS. Hasil penelitian menampilkan terdapat 7 kecamatan yang memiliki tingkat keterpaparan tinggi serta telah merutekan 58 titik kejadian menuju ke 17 tempat evakuasi sementara. Kata kunci: network analyst, tsunami, webgis, mitigasi, arcgis hub 67 Santoso & Chernovita, 2022 1671 Jurnal Sains Informasi Geografi [J SIG], 5(2):67-81, ISSN 2614- PENDAHULUAN Bengkulu merupakan salah satu dari 34 provinsi di Indonesia yang masuk dalam kawasan rawan tsunami (Yunus et al., 2019) dan berdekatan dengan zona lempeng tektonik IndoAustralia (Akbar et al., 2020). Beberapa catatan sejarah mencatat bahwa Bengkulu pernah dilanda gempa 8,4 dan 9,0 skala Richter beserta tsunami pada tahun 1797 dan 1833 (Bramasta, 2020). Berdasarkan data dari laman www.bmkg.go.id pada rentang tahun 2000-2021 gempa dengan skala magnitudo diatas 5 richter sering melanda daerah ini. Gempa dan tsunami merupakan bencana alam yang saling berkaitan dimana tsunami dapat terpicu ketika terjadinya gempa tektonik atau meletusnya gunung api bawah laut (Marwanta, 2005) sehingga lempeng bumi bergerak secara konvergen atau sesar yang menimbulkan retakan, lipatan, lekukan, patahan sehingga mengakibatkan naik atau turunnya permukaan laut. Menurut Jokowinarno (2011) gempa tektonik menyumbang sekitar 85 % dalam membangkitkan bencana tsunami. Melihat intensitas gempa yang terjadi, pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat seharusnya sudah mempersiapkan dalam memitigasi dan bersiaga menghadapi bencana yang akan datang. Pemetaan jalur evakuasi tsunami merupakan salah satu bentuk usaha mitigasi pra bencana yang dapat meminimalisir dampak negatif dari bencana tsunami. Mitigasi pra bencana adalah upaya dalam memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang cara memperkecil risiko bencana, sehingga masyarakat memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana (Noor, 2014). Dalam melakukan pemetaan, teknologi sistem informasi geografis sangat dibutuhkan untuk melakukan perencanaan, pengelolaan, pemantauan dan pengambilan keputusan. Menurut Irwansyah (2013) sistem informasi geografis (SIG) adalah sebuah sistem informasi yang mengelola data yang bersifat keruangan (spasial) yang didesain untuk menangkap, menganalisa, memanipulasi, mengatur dan menampilkan seluruh data yang mengandung data geografis. SIG bisa disimpulkan sebagai gabungan kartografi, analisis statistik dan teknologi sistem basis data. Penelitian terhadap mitigasi tsunami di Bengkulu telah beberapa kali dikaji seperti, perancangan zonasi bahaya tsunami (Fauzi et al,, 2014), evaluasi rute evakuasi tsunami (Triatmadja & Nasution, 2014), studi resiko kebencanaan tsunami (Febriyanto et al, 2016) namun dalam kajian tersebut belum adanya sebuah sistem informasi yang penggunanya dapat menjelajahi secara detail bentuk keterpaparan tsunami, sehingga untuk mendukung upaya mitigasi pra bencana tsunami peneliti memanfaatkan ArcGIS Hub sebagai media publikasi yang dapat diakses secara online. ArcGIS Hub merupakan salah satu layanan dari ArcGIS Online yang dikembangkan oleh Environmental Science and Research Institute atau disingkat ESRI (Siregar, 2014). Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini bertujuan untuk membuat website SIG berbasis ArcGIS Hub yang dapat memberikan informasi dan menampilkan secara visual bentuk tingkat keterpaparan tsunami pada kesembilan kecamatan Kota Bengkulu yang berlandaskan 4 faktor yaitu, jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, ketinggian wilayah, dan kemiringan lereng (slope). Metode network analyst digunakan untuk memetakan jalur lokasi-lokasi evakuasi terbaik guna mengevakuasi warga, seperti titik evakuasi terdekat, bangunan evakuasi sementara, dan titik daerah aman dari tsunami yaitu dataran tinggi. METODE DAN DATA Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di sembilan wilayah kecamatan Kota Bengkulu yang berada pada koordinat 3o43’ – 3o57’ LS dan 102o14’ -102o21’ BT yang meliputi kecamatan Gading Cempaka, Kampung Melayu, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Ratu Samban, Singaran Pati, Selebar, Sungai Serut, dan Teluk Segara. Peta lokasi penelitian sebagaimana disajikan pada Gambar 1. 68 ©2022, Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Gorontalo Santoso & Chernovita, 2022 1671 Jurnal Sains Informasi Geografi [J SIG], 5(2):67-81, ISSN 2614- Gambar 1. Lokasi Penelitian 69 ©2022, Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Gorontalo Santoso & Chernovita, 2022 1671 Jurnal Sains Informasi Geografi [J SIG], 5(2):67-81, ISSN 2614- Gambar 2. Diagram Alir Penelitian Penelitian diawali dengan mela (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.umgo.ac.id/index.php/GEOUMGo/article/download/1706/1133
Article home page: https://journal.umgo.ac.id/index.php/GEOUMGo/article/view/1706/1133

Santoso Yehezkiel, Chernovita Hanna Prillysca. PEMETAAN JALUR EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA BENGKULU BERBASIS ARCGIS HUB, J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi), 2022, pp. 67-81,