Dukungan Sosial Konselor Adiktif dan Keluarga dalam Program Rehabilitasi Pecandu Narkoba
SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora
DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i1.3524
e-ISSN 2829-2340| p-ISSN 2829-2359
Vol. 3 No. 1 (Maret 2024) 121-129
Submitted: March 20, 2024 | Accepted: March 25, 2024 | Published: March 25, 2024
Dukungan Sosial Konselor Adiktif dan Keluarga dalam Program
Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Iwan Joko Prasetyo1, Didik Sugeng Widiarto2, Nur Annafi FSM3, Yenny4, Widya Desary Setia
Wardhani5
1,2,3,4,5
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya,
Indonesia
Email :
Abstrak
Permasalahan penyalahgunaan narkoba sungguh sudah sangat meresahkan bagi pemerintah maupun
masyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahunnya angka prevalansi penyalahgunaan narkoba selalu
mengalami peningkatan. Dibutuhkan sebuah upaya untuk memberantas pengedaran dan penggunaan
narkoba di kalangan masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan program rehabilitasi sosial dan medis
bagi pecandu narkoba. Keberhasilan program rehabilitasi harus di dukung oleh sumber dukungan sosial
profesional yaitu konselor adiksi maupun sumber non profesional yaitu keluarga. Berbagai bentuk
dukungan sosial yang diberikan oleh konselor adiksi maupun keluarga sangat membantu menegembalikan
kondisi fisik dan mental pecandu narkoba untuk menjadi individu yang sehat dan produktif kembali.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengeksplore bagaimana bentuk dukungan
sosial yang diberikan konselor adiksi dan keluarga dalam program rehabilitasi bagi pecandu narkoba di
Pondok Pemulihan Doulos Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Sedangkan informan penelitiannya adalah 2 orang konselor adiksi dan 2 orang
klien/residen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dalam bentuk emotional support,
tangible or instrumental support, informational support, dan companionship support dapat memulihkan
kembali kapabilitas sosial dan tanggung sosial para klien sehingga mereka dapat kembali menjadi manusia
yang sehat dan produktif.
Kata kunci: Dukungan Sosial, Rehabilitasi, Pecandu Narkoba
Abstract
The problem of drug abuse is truly disturbing for the government and society throughout Indonesia. Every
year the prevalence rate of drug abuse always increases. Efforts are needed to eradicate the distribution
and use of drugs in society. One of the efforts is a social and medical rehabilitation program for drug
addicts. The success of the rehabilitation program must be supported by professional social support
sources, namely addiction counselors and non-professional sources, namely the family. Various forms of
social support provided by addiction counselors and families really help restore the physical and mental
condition of drug addicts to become healthy and productive individuals again. The aim of this research is
to find out and explore the forms of social support provided by addiction counselors and families in the
rehabilitation program for drug addicts at the Doulos Batu Recovery Center. The research method used is
a qualitative method with a case study approach. Meanwhile, the research informants were 2 addiction
counselors and 2 clients/residents. The research results show that social support in the form of emotional
support, tangible or instrumental support, informational support, and companionship support can restore
clients' social capabilities and social responsibility so that they can return to being healthy and productive
humans.
Keywords: Social Support, Rehabilitation, Drug Addicts
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0)
121
Iwan Joko Prasetyo1, Didik Sugeng Widiarto2, Nur Annafi FSM3, Yenny4, Widya Desary Setia Wardhani5
SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) Vol. 3 No. 1 (2024) 121 - 129
PENDAHULUAN
Survey yang dilakukan Badan Nasional Narkotika tahun 2021 menunjukkan bahwa angka prevalansi
penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan dari tahun 2019 sampai tahun 2021 sebesar 1,95%.
Dilansir dari PPID BNN pada tahun 2021, data hasil survey menunjukkan bahwa dalam dari tahun 2019
sampai dengan tahun 2021 didapatkan 195 dari 10.000 orang Indonesia usia 15-64 tahun telah
menggunakan dan mengkonsumsi berbagai jenis narkoba.
Akibat yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba sangat merugikan bagi kesehatan fisik, ekonomi dapat
terganggu, dan yang paling penting adalah dampak sosial yang dirasakan karena dapat menimbulkan
perubahan perilaku bagi pecandu narkoba. Perubahan negatif yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba
dapat mengarah kepada terjadinya masalah dalam hubungan sosial dengan keluarga maupun dengan
lingkungan masyarakat (Sitorus, 2016).
Seseorang yang telah kecanduan narkoba juga dapat merugikan kesehatan dirinya secara fisik maupun
secara psikis karena dapat menyebabkan pikirannya di bawah alam sadar. Akibat ketergantungan dan
kecanduan menggunakan narkoba terlihat pada kondisi fisik seseorang. Tubuh menjadi sangat kurus dan
tidak ada gairah untuk bekerja. Fungsi otak dan fungsi organ tubuh lainnya juga tergangu. Kemampuan
mereka untuk mengingat kembali sangat rendah, daya kosentrasi juga rendah. Fungsi organ tubuh lainnya
juga tidak bisa bekerja dengan maksimal. Sedangkan aspek psikologis dapat mempengaruhi kesehatan jiwa
dan kesehatan mental seseorang. Bahkan masyarakat menggangap seseorang yang kecanduan narkoba
dengan stigma yang jelek dan disisihkan dari pergaulan. Mereka dianggap telah melanggar nilai-nilai sosial
dan norma agama yang di yakini oleh masyarakat. Yang lebih parah adalah mengakibatkan kematian
apabila sudah kecanduan dengan dosis yang tinggi.
Permasalahan narkoba sudah sangat meresahkan masyarakat di seluruh dunia dan menjadi perhatian
khusus pemerintah Indonesia. Keadaan yang sungguh sangat mengkhawatirkan dan meresahkan dengan
meluasnya peredaran narkoba. Korban penyalahgunaan narkoba tidak hanya merambah masyarakat di
perkotaan saja tetapi sudah sampai pada masyarakat pedesaan. Bahkan peredaran narkoba sudah masuk di
lingkungan sekolah maupun lingkungan kerja (Hasibuan, 2017). Meningkatnya angka penggunaan narkoba
mengakibatkan pemerintah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah program rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Program rehabilitasi sosial dan
medis menyediakan berbagai macam program bagi pecandu narkoba agar mereka tidak terjerat lagi
memakai narkoba. Keberhasilan program rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba tidak hanya
dibebankan kepada tenaga konselor adiksi yang merawat dan mendampingi mereka, tetapi juga aspek
dukungan sosial.
Dengan semakin meningkatnya pecandu narkoba di lingkungan para remaja dan orang dewasa, maka
diperlukan sebuah upaya untuk menyembuhkan mereka dari kecanduan penggunaan narkoba melalui
rehabilitas sosial dan rehabilitasi medis. Adapun tujuan mereka di rehabilitasi agar mereka dapat kembali
menjalankan peran dan fungsi sosialnya di tengah masyara (...truncated)