Analisis Perbandingan Pengaruh Sistem Lingkungan terhadap Residen di IPWL BUKIT DOA melalui Perspektif Teori Sistem

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Sep 2024

Rehabilitation is crucial in aiding the recovery of drug addicts, emphasizing that the rehabilitation system influences individual behavior. The impact of a positive environmental system, including family support for the recovery of drug abuse victims, is very important. This research also explores the relationship between the rehabilitation system and resident behavior, aiming to enhance the effectiveness of rehabilitation programs and the well-being of residents. The 9-month recovery program at IPWL Bukit Doa aims to rehabilitate residents from drug addiction. The study emphasizes the importance of a positive environmental system in the recovery of individuals from drug abuse. Family support and a good environment are essential for successful recovery. This research also highlights the influence of the rehabilitation system on resident behavior, with the goal of improving the effectiveness of rehabilitation programs. The research shows that the 9-month recovery program is not always successful due to poor environments and lack of family support. The environment plays a significant role in individual behavior, with 74% being influenced by the environment. Although the 9-month recovery program at IPWL Bukit Doa aims to prevent relapse, the success of relapse prevention is not guaranteed due to environmental factors such as lack of family support and unsupportive environments often triggering relapse.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/download/3721/1759

Analisis Perbandingan Pengaruh Sistem Lingkungan terhadap Residen di IPWL BUKIT DOA melalui Perspektif Teori Sistem

SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i3.3721 e-ISSN 2829-2340| p-ISSN 2829-2359 Vol. 3 No. 3 (September 2024) 314-321 Submitted: July 18, 2024 | Accepted: July 20, 2024 | Published: September 27, 2024 Analisis Perbandingan Pengaruh Sistem Lingkungan terhadap Residen di IPWL BUKIT DOA melalui Perspektif Teori Sistem Anita Maisaroh1, Yolanda Oktari Br Bangun2, Rachel Yohana Vatreciya Purba3, Rizky Akbar4, Muhammad Aqsha Rangkuti5 1,2,3,4,5 Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia Email: , , 3 , , 5 Abstrak Rehabilitasi merupakan hal yang penting dalam membantu pemulihan para pecandu narkoba, dengan menekankan bahwa sistem rehabilitasi memengaruhi perilaku individu. Dampak sistem lingkungan yang baik, termasuk dukungan keluarga terhadap pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA sangat penting. Penelitian ini juga mengeksplorasi hubungan antara sistem rehabilitasi dan perilaku residen, dengan tujuan meningkatkan efektivitas program rehabilitasi dan kesejahteraan residen. Program pemulihan selama 9 bulan di IPWL Bukit Doa bertujuan melakukan pemulihan residen dari narkoba. Penelitian menegaskan pentingnya sistem lingkungan yang positif dalam pemulihan individu dari penyalahgunaan NAPZA. Dukungan keluarga dan lingkungan yang baik sangat diperlukan agar pemulihan berhasil. Penelitian ini juga menyoroti pengaruh sistem rehabilitasi terhadap perilaku residen, dengan tujuan meningkatkan efektivitas program rehabilitasi. Penelitian menunjukkan bahwa program pemulihan 9 bulan tidak selalu berhasil karena lingkungan buruk dan dukungan keluarga yang kurang. Lingkungan berperan besar dalam perilaku individu, dengan 74% dipengaruhi oleh lingkungan. Meskipun program pemulihan dilakukan selama 9 bulan di IPWL Bukit Doa bertujuan mencegah terjadinya relapse, tetapi keberhasilan pencegahan relapse belum tentu berhasil karena dipengaruh oleh beberapa faktor lingkungan, seperti kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan yang tidak mendukung pemeliharaan sering menjadi pemicu terjadinya relapse. Kata Kunci: Rehabilitasi, Lingkungan, Relapse. Abstract Rehabilitation is crucial in aiding the recovery of drug addicts, emphasizing that the rehabilitation system influences individual behavior. The impact of a positive environmental system, including family support for the recovery of drug abuse victims, is very important. This research also explores the relationship between the rehabilitation system and resident behavior, aiming to enhance the effectiveness of rehabilitation programs and the well-being of residents. The 9-month recovery program at IPWL Bukit Doa aims to rehabilitate residents from drug addiction. The study emphasizes the importance of a positive environmental system in the recovery of individuals from drug abuse. Family support and a good environment are essential for successful recovery. This research also highlights the influence of the rehabilitation system on resident behavior, with the goal of improving the effectiveness of rehabilitation programs. The research shows that the 9-month recovery program is not always successful due to poor environments and lack of family support. The environment plays a significant role in individual behavior, with 74% being influenced by the environment. Although the 9-month recovery program at IPWL Bukit Doa aims to prevent relapse, the success of relapse prevention is not guaranteed due to environmental factors such as lack of family support and unsupportive environments often triggering relapse. Keywords: Rehabilitation, Environment, Relapse. Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) 314 Anita Maisaroh1, Yolanda Oktari Br Bangun2, Rachel Yohana Vatreciya Purba3, Rizky Akbar4, Muhammad Aqsha Rangkuti5 SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) Vol. 3 No. 3 (2024) 314 - 321 PENDAHULUAN Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah kasus narkoba di Indonesia sebanyak 1.184 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 1.483 orang pada tahun 2021. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2022 menjadi 1.350 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 1.748 orang dan barang bukti sebanyak 12,4 ton. Rehabilitasi merupakan suatu proses yang penting dalam memfasilitasi pemulihan individu yang mengalami masalah perilaku atau ketergantungan. Dengan rehabilitasi, diharapkan para penyalahguna narkoba dapat kembali pulih dan berhenti menyalahgunakan narkoba. Sistem rehabilitasi tidak hanya terbatas pada intervensi individual, tetapi juga mencakup lingkungan di sekitarnya. Upaya ini merupakan upaya atau tindakan alternatif,karena pelaku penyalahgunaan narkotika juga merupakan korban kecanduan narkotika yang memerlukan pengobatan atau perawatan (Hidayataun & Widowaty, 2020). Berdasarkan peraturan BNN nomor 6 tahun 2022 tentang penyelenggaraan rehabilitasi berkelanjutan rehabilitasi adalah serangkaian upaya pemulihan terpadu terhadap Pecandu Narkotika, Penyalahguna Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika yang mencakup penerimaan awal, rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial, serta pascarehabilitasi. Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), sekitar 40% hingga 60% orang yang pernah menjalani rehabilitasi atau terapi untuk kecanduan napza akan mengalami relapse. Dilihat data atau persenan tersebut dapat disimpulkan bahwasanya 9 bulan pun pemulihan masih saja belum efektif karena banyak yang relaps akibat ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti faktor dari keluarga yang kooperatif, diri sendiri yang kurang untuk berniat dalam pemulihan dan lain sebagainya. Peran lingkungan dalam proses rehabilitasi dapat menjadi faktor pendorong dan faktor penghambat. Adapun fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk menegaskan bahwasanya sebuah sistem itu berpengaruh terhadap diri sendiri atau perilaku dan tindakan setiap individu. Hal tersebut ditegaskan oleh Parson (1951), masyarakat adalah sistem yang terdiri dari sub-sistem yang saling terkait, dan perubahan dalam satu sub-sistem dapat mempengaruhi keseluruhan sistem sosial. Dia mengemukakan bahwa tindakan sosial diatur oleh norma dan nilai yang membentuk struktur masyarakat. Maka dari itu penting bagi setiap individu yang sudah menjadi korban penyalahgunaan NAPZA untuk memfokuskan dirinya kepada sistem yang lebih baik agar sistem di dalam tubuh mulai dari fisik dan pikiran menjadi lebih baik serta positif, karena jika seorang individu berada di sistem yang kurang baik, otomatis individu tersebut akan melakukan hal-hal yang lebih negatif lagi hingga untuk memulihkannya bisa saja sangat lama dan memerlukan waktu yang lama juga. Dampak-dampak yang dapat dilatarbelakangi dari sistem-sistem yang buruk terhadap para korban penyalahgunaan NAPZA di sini sangat mengkhawatirkan karena hal itu dapat memicu kegilaan, depresi hingga rasa ketergantungan terhadap hal-hal yang negatif. Tentunya untuk membantu damp (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/download/3721/1759
Article home page: https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/view/3721/1759

Anita Maisaroh, Yolanda Oktari Br Bangun, Rachel Yohana Vatreciya Purba, Rizky Akbar, Muhammad Aqsha Rangkuti. Analisis Perbandingan Pengaruh Sistem Lingkungan terhadap Residen di IPWL BUKIT DOA melalui Perspektif Teori Sistem, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2024, pp. 314-321,