Efektivitas Program Posyandu untuk Meningkatkan Tumbuh Kembang Balita 0-2 Tahun di Puskesmas Padang Bulan
SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora
DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i1.3127
e-ISSN 2829-2340| p-ISSN 2829-2359
Vol. 3 No. 1 (Maret 2024) 62-70
Submitted: January 24, 2024 | Accepted: February 21, 2024 | Published: March 25, 2024
Efektivitas Program Posyandu untuk Meningkatkan Tumbuh
Kembang Balita 0-2 Tahun di Puskesmas Padang Bulan
Sadiah Muayyadah1, Agus Suriadi2
Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik, Universitas Sumatera Utara,
Medan, Indonesia
Email: ,
1,2
Abstrak
Masa emas pada balita usia 0 sampai 5 tahun merupakan masa dimana pertumbuhan dan perkembangan
mengalami peningkatan yang pesat sehingga membutuhkan perhatian lebih oleh setiap orang tua. Jika pada
masa emas ini balita mengalami kekurangan gizi maka pertumbuhan serta perkembangan balita akan sulit
diperbaiki. Dalam hal ini, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sangat penting karena
memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan, perkembangan, dan kualitas hidup balita. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas hubungan program posyandu dengan tumbuh kembang balita 0-2
tahun di Puskesmas Padang Bulan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
korelasional. Lokasi penelitian di Puskesmas Padang Bulan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48
sampel. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan syarat nilai P < 0,50. Berdasarkan hasil
dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang efektif antara program
posyandu dengan tumbuh kembang balita, dimana dalam posyandu gizi memiliki nilai 0,003, posyandu
imunisasi memiliki nilai 0,017, dan rutinitas mengikuti program posyandu memiliki nilai 0,001. Maka
hipotesis dari penelitian ini Ho ditolak, Ha diterima. Program Posyandu memiliki peran penting dalam
meningkatkan tumbuh kembang balita melalui penyediaan perawatan komprehensif, pendidikan kepada
orang tua, dan pemantauan rutin yang dapat mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
Kata Kunci: Balita, Posyandu, Tumbuh Kembang
Abstract
Golden period for toddler aged 0-5 years old is a period when growth and development increasing rapidly,
therefore additional attention is needed from the parents. If on this golden period toddler experience
undernutrition, their growth and development would be difficult to resolve. In this case, monitoring the
growth and development of toddlers is very important because it has a significant impact on the health,
development and quality of life of toddlers. This research aim to know the effectiveness correlation of
posyandu program with growth and development of toddler within age of 0-2 years at Padang Bulan Health
Center. Samples in this reasearch are 48 samples. Data analysis used is Chi-square test with P < 0,50.
Based on the results and discussion of the research, it can be concluded that there is an effective
relationship between the posyandu program and the growth and development of toddlers, where the
nutrition posyandu has a value of 0.003, the immunization posyandu has a value of 0.017, and routine
participation in the posyandu program has a value of 0.001. Therefore, the hypothesis of this research Ho
is rejected, Ha is accepted. Posyandu program has an important part in supporting toddler's growth and
development through comprehensive care, parents education, and routine evaluation that can help with
early health problem detection
Keywords: Toddler, Posyandu, Growth And Development
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0)
62
Sadiah Muayyadah1, Agus Suriadi2
SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) Vol. 3 No. 1 (2024) 62 – 70
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan Kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang mana
sesuai dengan pasal 3 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang
produktif secara sosial dan ekonomis (Undang-Undang Republik Indonesia, 2009). Kesehatan merupakan
hal yang penting bagi setiap negara untuk dapat memajukan sumber daya manusia karena tingkat kesehatan
individu mempengaruhi individu tersebut untuk mencapai suatu kondisi yang sejahtera. Kesehatan
merupakan bidang yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial. Dalam Undang-undang No. 11 tahun 2009
tentang kesejahteraan sosial merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial warga
Negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanankan fungsi
sosialnya. Dalam pengertian tersebut sesuai dengan pembangunan pelayanan kesehatan yang ingin
mencapai kondisi individu yang sehat dalam fisik maupun psikisnya agar individu tersebut mencapai
kondisi yang sejahtera (Undang-Undang Republik Indonesia, 2009).
Salah satu pelayanan kesehatan yang menjadi prioritas di Indonesia merupakan pelayanan kesehatan ibu
dan balita. Kesehatan ibu dan balita menjadi prioritas untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka
Kematian Balita. Dalam hal ini, upaya-upaya pemerintah untuk menanggulangi kesehatan ibu dan balita
dengan program Posyandu.
Posyandu merupakan kegiatan untuk memberdayakan kesehatan masyarakat dan memberikan kemudahan
kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan pada ibu dan bayi. Posyandu menjadi salah
satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh,
untuk, dan bersama masyarakat dalam penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (Kemenkes
RI, 2011). Posyandu yang terintegritas adalah kegiatan pelayanan social dasar keluarga dalam aspek
pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaanya dilakukan secara koordinatif dan integrative
serta saling memperkuat antar kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di posyandu sesuai
dengan situasi atau kebutuhan local yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan
masyarakat. (Kemenkes RI, 2011).
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan wadah titik temu antara pekerja profesional dari petugas
kesehatan serta peran masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan yang ada di masyarakat
khususnya untuk ibu dan bayi. Pengembangan posyandu didasarkan pada sumber daya manusianya dalam
keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Tantangan pembangunan di masa yang akan datang memerlukan
peningkatan mutu manusia masa depan yang semakin tangguh. Posyandu mempunyai nilai strategis untuk
pengembangan sumber daya manusia sejak dini, karena posyandu memantau perkembangan serta
pertumbuhan balita secara langsung agar dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia dimasa
mendatang.
Dalam tujuannya, posyandu ingin memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu tentang bagaimana tumbuh
kembang balita, penyuntikan vaksin imunisasi, pemberian vitamin, pemberian asupan gizi serta program
KB. Dengan adanya po (...truncated)