INTEGRASI KANSEI ENGINEERING DAN STRUCTURAL EQUATION
MODELING (SEM) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK SHAMPO
(Studi Kasus: Lusmas Fresh Milk Shampo)
INTEGRATION OF KANSEI ENGINEERING AND STRUCTURAL EQUATION
MODELING (SEM) TO IMPROVE PRODUCT QUALITY OF SHAMPOO
(Case Study: Lusmas Fresh Milk Shampo)
Latifa Dini Archam1), Nasir Widha Setyanto2), Arif Rahman3)
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail:
[email protected]), .id2), .com3)
Abstrak
Penelitian ini menggali perspektif pelanggan mengenai kualitas satu brand shampo, Lusmas Fresh Milk
Shampo, yang diproduksi produsen berskala kecil dengan menggunakan metode Kansei Engineering dan
Structural Equation Modeling (SEM). Dimulai dengan mengeksplorasi pendapat 30 responden untuk
mendapatkan kansei words yang kemudian dikategorikan dalam empat dimensi kualitas yaitu Features,
Aesthetics, Perceived Quality dan Modern Information Method. Kansei word tersebut selanjutnya digunakan
untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas melalui kuisioner yang disebarkan terhadap 100
responden. Hasil kuisioner diolah dengan SEM untuk mengidentifikasi variabel yang signifikan terhadap
kualitas produk. Variabel yang paling signifikan adalah Features (t-test value 5.69), Aesthetics (5.69) dan
Modern Information Method (2.31) dengan indikator yang meliputi citra produsen, persepsi konsumen
terhadap merek “Lusmas” serta ukuran botol yang sesuai untuk dibawa traveling. Rekomendasi yang
diberikan untuk meningkatkan kualitas produk shampo adalah desain label botol baru serta variasi ukuran
botol shampo, lebih menonjolkan khasiat serta kandungan multinutrisi, mengubah ukuran goody bag,
mengoptimalkan penggunaan media internet, meningkatkan intensitas mengikuti event serta mengiklankan
produk melalui radio.
Kata kunci: Kualitas Produk, Shampo, Kansei Engineering, Kansei Words, SEM
1. Pendahuluan
Seiring dengan perkembangan teknologi,
serta pertumbuhan permintaan dan selera
konsumen, perusahaan manufaktur mulai
melakukan pergeseran strateginya dari konsep
keluaran produksi (product out concept)
menjadi konsep masukan pasar (market in
concept) yang berhubungan dengan produk
baru (Mastur, 2005). Pertarungan produk selain
mengandalkan keunggulan kualitas atau
teknologi, juga bersaing untuk menjerat
loyalitas pelanggan dengan memberikan
emotional benefit sebagai nilai tambah yang
dirasakan konsumen. Menurut Wijaya (2011),
produk yang paling baik dan paling kuat di
dunia tidak dianggap ideal jika tidak dapat
memuaskan kebutuhan, keinginan, dan harapan
para pelanggan. Usaha yang harus ditempuh
oleh para produsen untuk menciptakan produk
ideal yang memuaskan harapan pelanggan
tersebut adalah dengan memberikan keunikan
atau ciri khas dari produk.
Shampo Lusmas merupakan salah satu
brand shampo terbaru yang lahir di Malang.
Shampo Lusmas merupakan shampo yang
memiliki ciri
khas
formulanya
yang
menggunakan bahan utama susu sapi. Shampo
ini termasuk shampo emulsi herbal minim
bahan kimia dimana dengan susu sapi dapat
menciptakan beberapa khasiat ampuh seperti
yang diungkapkan dalam jargonnya “Samsul
Sepak Saipul” (Shampo susu sapi emulsi sepak
rambut rusak, tipis, rapuh dan lepek).
Sebagai produsen yang masih terbilang
baru di bidangnya, Lusmas belum melakukan
riset pemasaran tentang persepsi dan harapan
konsumen terhadap spesifikasi produk shampo.
Produsen kurang mampu membangkitkan
emotional benefit dalam pencitraan produk
yang unik, sehingga beresiko akan menurunnya
minat konsumen untuk membeli produk ini.
Pada penelitian ini memadukan metode
Kansei Engineering dan Structural Equation
Modeling (SEM) untuk menggali perpektif
pelanggan pada kualitas produk shampo.
85
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui spesifikasi kualitas produk shampo
yang diharapkan oleh konsumen. Selanjutnya,
dari hasil yang diperoleh diharapkan dapat
menjadi acuan untuk rekomendasi peningkatan
kualitas produk shampo tersebut.
2. Metode Penelitian
Penelitian
ini
dimulai
dengan
menggunakan metode Kansei Engineering
untuk menggali atribut-atribut dari dimensi
kualitas yang selanjutnya diolah menggunakan
metode Structural Equation Modeling (SEM)
untuk mengetahui signifikansi pengaruhnya
terhadap kualitas produk.
2.1 Penerapan Kansei Engieering
Penerapan Kansei Engineering dalam
penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data
melalui Field Research dan Literature
Research.
Field Research dilaksanakan dengan
observasi dan wawancara. Data-data yang
diperoleh pada saat observasi adalah data
primer, yaitu gambaran umum home industry,
karakteristik produk serta desain kemasan, label
dan goody bag. Metode pengumpulan data
dengan menggunakan metode wawancara bebas
terpimpin dan teknik quota sampling dengan 30
responden di Malang Raya yang terdiri dari 19
wanita dan 11 pria.
Literature Research dilaksanakan dengan
cara mengumpulkan data-data teori yang
berhubungan dalam produk perawatan tubuh
terutama shampo, kemasan produk dan kualitas
produk.
Penentuan kansei words didapatkan
dengan melakukan rekapitulasi terhadap hasil
wawancara yang kemudian dihubungkan
dengan kualitas produk shampo. Parameter
kualitas desain kemasan yang digunakan adalah
sebanyak 3 (tiga) dimensi kualitas yang
dikemukakan oleh Garvin (1987) dalam
Nasution (2001) serta salah satu dari 9
(sembilan) faktor dasar yang mempengaruhi
mutu produk yang dikemukakan oleh
Feigenbaum dalam Nuryadi (2012). Pada
penelitian ini, hanya menggunakan sebagian
dari dimensi kualitas yang dikemukakan oleh
beberapa ahli karena menyesuaikan dengan
tujuan serta batasan masalah yang digunakan.
Dimensi kualitas yang digunakan sebagai
variabel kualitas yang menjadi kategori
pengelompokan atribut-atribut kualitas produk
shampo adalah: Features, Aestethics, Perceived
Quality, dan Modern Information Method
2.2 Penerapan Structural Equation Modeling
Pada tahap ini dilakukan penyebaran
kuisioner berdasarkan dari analisis sebelumnya.
Kuisioner disebarkan terhadap 100 responden,
sesuai dengan teori yang dijelaskan oleh Dieng
et al dalam Ghozali dan Fuad (2012) bahwa
ukuran sampel 100 hingga 150 merupakan
ukuran sampel minimum ketika menggunakan
model struktur kovarians.
Analisis SEM dengan menggunakan
software LISREL membantu peneliti dalam
menghitung nilai keakuratan sehingga mampu
menerjemahkan dengan baik kesenjangan yang
terjadi antara persepsi konsumen dengan
spesifikasi produk shampo saat ini.
2.3 Analisis dan Pembahasan
Pada tahap ini mengidentifikasikan
indikator-indikator yang memiliki pengaruh
signifikan terhadap kualitas produk shampo dan
menganalisis tingkat signifikansi pengaruhnya,
selanjutnya dipergunakan sebagai landasan
merumuskan rekomendasi perbaikan kualitas
produk shampo.
3. Hasil dan Pembahasan
3.1Pengumpulan Data Kansei Engineering
Data Kansei Engineering merupakan data
yang diperoleh dari observasi pendahuluan
terhadap 30 responden dengan tujuan untuk
mengumpulkan atribut-atribut kualitas yang
harus dimiliki shampo yang baik ber (...truncated)