INTEGRASI KANSEI ENGINEERING DAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK SHAMPO (Studi Kasus: Lusmas Fresh Milk Shampo)

Jul 2013

Penelitian ini menggali perspektif pelanggan mengenai kualitas satu brand shampo, Lusmas Fresh Milk Shampo, yang diproduksi produsen berskala kecil dengan menggunakan metode Kansei Engineering dan Structural Equation Modeling (SEM). Dimulai dengan mengeksplorasi pendapat 30 responden untuk mendapatkan kansei words yang kemudian dikategorikan dalam empat dimensi kualitas yaitu Features, Aesthetics, Perceived Quality dan Modern Information Method. Kansei word tersebut selanjutnya digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas melalui kuisioner yang disebarkan terhadap 100 responden. Hasil kuisioner diolah dengan SEM untuk mengidentifikasi variabel yang signifikan terhadap kualitas produk. Variabel yang paling signifikan adalah Features (t-test value 5.69), Aesthetics (5.69) dan Modern Information Method (2.31) dengan indikator yang meliputi citra produsen, persepsi konsumen terhadap merek “Lusmas” serta ukuran botol yang sesuai untuk dibawa traveling. Rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan kualitas produk shampo adalah desain label botol baru serta variasi ukuran botol shampo, lebih menonjolkan khasiat serta kandungan multinutrisi, mengubah ukuran goody bag, mengoptimalkan penggunaan media internet, meningkatkan intensitas mengikuti event serta mengiklankan produk melalui radio. Kata kunci: Kualitas Produk, Shampo, Kansei Engineering, Kansei Words, SEM

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jrmsi.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jrmsi/article/download/16/38

INTEGRASI KANSEI ENGINEERING DAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK SHAMPO (Studi Kasus: Lusmas Fresh Milk Shampo)

INTEGRASI KANSEI ENGINEERING DAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK SHAMPO (Studi Kasus: Lusmas Fresh Milk Shampo) INTEGRATION OF KANSEI ENGINEERING AND STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) TO IMPROVE PRODUCT QUALITY OF SHAMPOO (Case Study: Lusmas Fresh Milk Shampo) Latifa Dini Archam1), Nasir Widha Setyanto2), Arif Rahman3) Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia E-mail: [email protected]), .id2), .com3) Abstrak Penelitian ini menggali perspektif pelanggan mengenai kualitas satu brand shampo, Lusmas Fresh Milk Shampo, yang diproduksi produsen berskala kecil dengan menggunakan metode Kansei Engineering dan Structural Equation Modeling (SEM). Dimulai dengan mengeksplorasi pendapat 30 responden untuk mendapatkan kansei words yang kemudian dikategorikan dalam empat dimensi kualitas yaitu Features, Aesthetics, Perceived Quality dan Modern Information Method. Kansei word tersebut selanjutnya digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas melalui kuisioner yang disebarkan terhadap 100 responden. Hasil kuisioner diolah dengan SEM untuk mengidentifikasi variabel yang signifikan terhadap kualitas produk. Variabel yang paling signifikan adalah Features (t-test value 5.69), Aesthetics (5.69) dan Modern Information Method (2.31) dengan indikator yang meliputi citra produsen, persepsi konsumen terhadap merek “Lusmas” serta ukuran botol yang sesuai untuk dibawa traveling. Rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan kualitas produk shampo adalah desain label botol baru serta variasi ukuran botol shampo, lebih menonjolkan khasiat serta kandungan multinutrisi, mengubah ukuran goody bag, mengoptimalkan penggunaan media internet, meningkatkan intensitas mengikuti event serta mengiklankan produk melalui radio. Kata kunci: Kualitas Produk, Shampo, Kansei Engineering, Kansei Words, SEM 1. Pendahuluan Seiring dengan perkembangan teknologi, serta pertumbuhan permintaan dan selera konsumen, perusahaan manufaktur mulai melakukan pergeseran strateginya dari konsep keluaran produksi (product out concept) menjadi konsep masukan pasar (market in concept) yang berhubungan dengan produk baru (Mastur, 2005). Pertarungan produk selain mengandalkan keunggulan kualitas atau teknologi, juga bersaing untuk menjerat loyalitas pelanggan dengan memberikan emotional benefit sebagai nilai tambah yang dirasakan konsumen. Menurut Wijaya (2011), produk yang paling baik dan paling kuat di dunia tidak dianggap ideal jika tidak dapat memuaskan kebutuhan, keinginan, dan harapan para pelanggan. Usaha yang harus ditempuh oleh para produsen untuk menciptakan produk ideal yang memuaskan harapan pelanggan tersebut adalah dengan memberikan keunikan atau ciri khas dari produk. Shampo Lusmas merupakan salah satu brand shampo terbaru yang lahir di Malang. Shampo Lusmas merupakan shampo yang memiliki ciri khas formulanya yang menggunakan bahan utama susu sapi. Shampo ini termasuk shampo emulsi herbal minim bahan kimia dimana dengan susu sapi dapat menciptakan beberapa khasiat ampuh seperti yang diungkapkan dalam jargonnya “Samsul Sepak Saipul” (Shampo susu sapi emulsi sepak rambut rusak, tipis, rapuh dan lepek). Sebagai produsen yang masih terbilang baru di bidangnya, Lusmas belum melakukan riset pemasaran tentang persepsi dan harapan konsumen terhadap spesifikasi produk shampo. Produsen kurang mampu membangkitkan emotional benefit dalam pencitraan produk yang unik, sehingga beresiko akan menurunnya minat konsumen untuk membeli produk ini. Pada penelitian ini memadukan metode Kansei Engineering dan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menggali perpektif pelanggan pada kualitas produk shampo. 85 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesifikasi kualitas produk shampo yang diharapkan oleh konsumen. Selanjutnya, dari hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan untuk rekomendasi peningkatan kualitas produk shampo tersebut. 2. Metode Penelitian Penelitian ini dimulai dengan menggunakan metode Kansei Engineering untuk menggali atribut-atribut dari dimensi kualitas yang selanjutnya diolah menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengetahui signifikansi pengaruhnya terhadap kualitas produk. 2.1 Penerapan Kansei Engieering Penerapan Kansei Engineering dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data melalui Field Research dan Literature Research. Field Research dilaksanakan dengan observasi dan wawancara. Data-data yang diperoleh pada saat observasi adalah data primer, yaitu gambaran umum home industry, karakteristik produk serta desain kemasan, label dan goody bag. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara bebas terpimpin dan teknik quota sampling dengan 30 responden di Malang Raya yang terdiri dari 19 wanita dan 11 pria. Literature Research dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data-data teori yang berhubungan dalam produk perawatan tubuh terutama shampo, kemasan produk dan kualitas produk. Penentuan kansei words didapatkan dengan melakukan rekapitulasi terhadap hasil wawancara yang kemudian dihubungkan dengan kualitas produk shampo. Parameter kualitas desain kemasan yang digunakan adalah sebanyak 3 (tiga) dimensi kualitas yang dikemukakan oleh Garvin (1987) dalam Nasution (2001) serta salah satu dari 9 (sembilan) faktor dasar yang mempengaruhi mutu produk yang dikemukakan oleh Feigenbaum dalam Nuryadi (2012). Pada penelitian ini, hanya menggunakan sebagian dari dimensi kualitas yang dikemukakan oleh beberapa ahli karena menyesuaikan dengan tujuan serta batasan masalah yang digunakan. Dimensi kualitas yang digunakan sebagai variabel kualitas yang menjadi kategori pengelompokan atribut-atribut kualitas produk shampo adalah: Features, Aestethics, Perceived Quality, dan Modern Information Method 2.2 Penerapan Structural Equation Modeling Pada tahap ini dilakukan penyebaran kuisioner berdasarkan dari analisis sebelumnya. Kuisioner disebarkan terhadap 100 responden, sesuai dengan teori yang dijelaskan oleh Dieng et al dalam Ghozali dan Fuad (2012) bahwa ukuran sampel 100 hingga 150 merupakan ukuran sampel minimum ketika menggunakan model struktur kovarians. Analisis SEM dengan menggunakan software LISREL membantu peneliti dalam menghitung nilai keakuratan sehingga mampu menerjemahkan dengan baik kesenjangan yang terjadi antara persepsi konsumen dengan spesifikasi produk shampo saat ini. 2.3 Analisis dan Pembahasan Pada tahap ini mengidentifikasikan indikator-indikator yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas produk shampo dan menganalisis tingkat signifikansi pengaruhnya, selanjutnya dipergunakan sebagai landasan merumuskan rekomendasi perbaikan kualitas produk shampo. 3. Hasil dan Pembahasan 3.1Pengumpulan Data Kansei Engineering Data Kansei Engineering merupakan data yang diperoleh dari observasi pendahuluan terhadap 30 responden dengan tujuan untuk mengumpulkan atribut-atribut kualitas yang harus dimiliki shampo yang baik ber (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jrmsi.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jrmsi/article/download/16/38
Article home page: https://jrmsi.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jrmsi/article/view/16/38

Archam Latifa Dini, Arif Rahman, Setyanto Nasir Widha. INTEGRASI KANSEI ENGINEERING DAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK SHAMPO (Studi Kasus: Lusmas Fresh Milk Shampo), 2013, pp. p85-96,