Rancang Bangun Alat Pemantau Kadar pH, Suhu Dan Warna Pada Air Sungai Berbasis Mikrokontroller Arduino
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Vol. 1, No. 6, Juni 2021, Hal. 235-242
DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpti.55
p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219
Rancang Bangun Alat Pemantau Kadar pH, Suhu Dan Warna Pada Air Sungai
Berbasis Mikrokontroller Arduino
Dhimas Abimanyu*1, Sumarno2, Fitri Anggraini3, Indra Gunawan4, Iin Parlina5
1,2,3,4,5
Teknik Informatika, STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar, Indonesia
Email: , , ,
4
, 5iin@
1
Abstrak
Bagi kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya Air Merupakan sumber daya alam yang sangat penting.
Pencemaran air khususnya air sungai sangat perlu diawasi dan perhatikan seiring semakin cepatnya proses
pembangunan yang ada. Teknologi yang dapat dilakukan untuk memantau besaran kadar pH, Suhu dan Warna
yaitu sistem berbasis Mikrokontroller Arduino yang memiliki kemampuan untuk membaca dari sensor yang akan
di teruskan ke LCD. Pada riset ini dikembangkan sistem pemantau kadar pH, Suhu dan Warna yang
menggunakan metode mikrokontroller berbasis Arduino Uno, dimana hasilnya dapat di lihat pada layar LCD
yang telah disambungkan dengan mengambil sampel dari berbagai jenis air sungai. Sensor pada tiap node di
hubungkan ke Arduino Uno sebagau unit pemroses, informasi yang dibaca dari sensor di kirim ke node LCD
melalui kabel jumper. Sehingga hasil-hasil pembacaan dari sensor yang ada akan menghasilkan nilai-nilai yang
ada baik dari sensor pH, sensor suhu dan sensor Warna yang akan tampil di LCD.
Kata kunci: Air Sungai, Arduino Uno, Mikrokontroller,
Design And Construction Of pH Temperature And Color Monitoring Equipment In
Water-Based River On Arduino Microcontroller
Abstract
For the survival of humans and other creatures Water is a very important natural resource. Water pollution,
especially river water, really needs to be monitored and paid attention to as the existing development process
accelerates. The technology that can be used to monitor the amount of pH, temperature and color levels is an
Arduino microcontroller-based system that has the ability to read from the sensor which will be forwarded to the
LCD. In this research, a monitoring system for pH, temperature and color levels was developed using the
Arduino Uno-based microcontroller method, where the results can be seen on the connected LCD screen by
taking samples from various types of river water. The sensor at each node is connected to the Arduino Uno as a
processing unit, the information read from the sensor is sent to the LCD node via a jumper cable. So that the
readings from the existing sensors will produce existing values both from the pH sensor, temperature sensor and
color sensor that will appear on the LCD.
Keywords: Arduino Uno, Microcontroller, The River Water,
1.
PENDAHULUAN
Teknologi informasi sangat dihandalkan, hampir di semua bidang ilmu pengetahuan ataupun pekerjaan dab
aktifitas manusia dibuat kemudahan-kemudahan yang berasal dari manfaat dari teknologi yang berkembang.
Namun bukan hanya sekedar itu saja tidak menutup kemungkinan penggunaan tenaga manusia nantinya tidak
akan dibutuhkan kembali yang dimana tenaga kerja manusia akan beralih kepada penggunaan tenaga mesin
karena dapat terjaminya kecepatan serta keakuratan dalam penggunaanya. Perguruan tinggi yang merupakan
pusat perkemabngan ilmu pengetahuan selalu berusaha mengimplementasikan hasil-hasil penelitian
terkhususnya bidang teknologi informasi kepada masyarakat khusnya sebagai bentuk penguatan pengetahuan,
sehingga masyarakat tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi namun dapat berperan sebagai pelaku
atas pemanfaatan teknologi tersebut. Salah satunya yaitu pemanfaatan teknologi untuk dapat mendeteksi kadar
pH (power of Hidrogen), suhu dan warna pada air, khususnya untuk mendeteksi air sungai agar dapat di gunakan
sehari-hari sesuai dengan aturan dari Menteri Kesehatan.
235
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219
Penggunaan Air sangat mendasar bagi kehidupan masyarakat, Kebutuhan air tersebut dimanfaatkan untuk
konsumsi, pertanian maupun perikanan. Karena banyaknya manfaat air bagi kehidupan masyarakat, maka sangat
dibutuhkan upaya-upaya dalam pengawasan terhadap kualitas air tersebutdimana salah satu sumber air yang
masih tetap digunakan masyarakat yaitu penggunaan air sungai agar tetap terjaga kebersihan sehingga tidak
tercemar dapat dipakai berkelanjutan,
Perubahan yang terjadi pada sebuah penampung air seperti danau, sungai, maupun air tanah yang di
akibatka oleh aktifitas Manusia baik limbah Organik yang berasal dari penduduk maupun Industri merupakan
sebuah Pencemaran Air. Dengan kemampuan sensor ini, maka setiap pencemaran yang ada di Air khususnya Air
Sungai
dapat di analisa tingkat pencemaran airnya menggunakan beberapa indikator sensor untuk
mendeteksinya, seperti kadar pH, Suhu, dan warna pada air.
Adapun dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air ini yang sangat berbahaya yaitu dapat meracuni
Sumber Air yang akan digunakan dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari, serta dapat membuat ekosistem
menjadi tidak seimbangan di air sungai. Salah satu cara sederhana dalam mengatasi tingkat pencemaran air
khususnya di Sungai yaitu dengan melakukan dengan usaha yang bersifat preventif, contohnya dengan tidak
sembarangan membuang sisa-sisa makanan dan bahan organik sembarangan ke Sungai. Kadar mutu air minum
telah ditetapkan dalam PERMENKES 492/2010 terdiri dari standart fisik, standart kimiawi, standart
mikrobiologis.
Berdasarkan kasus tersebut, maka peneliti tertarik membuat suatu alat agar dapat digunakan untuk
memantau kadar pH, suhu dan warna air sungai yang diolah oleh mikrokontroller arduino uno sehingga dapat di
pemerintah untuk menganalisa dalam mengukur tingkat pencemaran terhadap air sungai.
1.1. Pencemaran Air
Didalam Undang-undang Republik Indonesia No : 23 tahun 1997 mengenai Pengelolaan Lingkungan
Hidup serta Peraturan Pemerintah RI No : 82 tahun 2001 mengenai Pengelolaan kualitas air serta pengendalian
kualitas pencemaran air. Yang diartikan dengan dengan masuknya makhluk hidup, zat, energi serta ataupun
bahan lainnya ke larutan air oleh aktivitas manusia, yang mengakibatkan mutu air turun hingga ke tingkatan
tertentu yang menimbulkan air tidak bisa digunakan sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran air terjadi jika
ada polutan yang masuk ke dalam air seperti zat kimia, energi dan unsur lainnya sehingga merubah bentuk asli
dari air menjadi berubah warna dan mengeluarkan bau yang tidak enak. [1]
Peristiwa pencemaran lingkungan disebut polusi. pemicu terjadinya sebuah pencemaran terhadap air yaitu
masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain yang berupa gas, bahan-bahan terlarut dan partikulat
ke dalam air yang dapat menyebabkan tingkat kualitas air tercemar sehingga menggangu kegunaan air tersebut.
Masukan ini juga sering disebut dengan istilah pencemar (polutan), contohnya buangan limbah cair merupakan
buangan yang bersifat rutin. [2]
Menurut Peraturan Menkes RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 mengenai P (...truncated)