Rancang Bangun Alat Pemantau Kadar pH, Suhu Dan Warna Pada Air Sungai Berbasis Mikrokontroller Arduino

Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Jun 2021

Bagi kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya Air Merupakan sumber daya alam yang sangat penting. Pencemaran air khususnya air sungai sangat perlu diawasi dan perhatikan seiring semakin cepatnya proses pembangunan yang ada. Teknologi yang dapat dilakukan untuk memantau besaran kadar pH, Suhu dan Warna yaitu sistem berbasis Mikrokontroller Arduino yang memiliki kemampuan untuk membaca dari sensor yang akan di teruskan ke LCD. Pada riset ini dikembangkan sistem pemantau kadar pH, Suhu dan Warna yang menggunakan metode mikrokontroller berbasis Arduino Uno, dimana hasilnya dapat di lihat pada layar LCD yang telah disambungkan dengan mengambil sampel dari berbagai jenis air sungai. Sensor pada tiap node di hubungkan ke Arduino Uno sebagai unit pemroses, informasi yang dibaca dari sensor di kirim ke node LCD melalui kabel jumper. Sehingga hasil-hasil pembacaan dari sensor yang ada akan menghasilkan nilai-nilai yang ada baik dari sensor pH, sensor suhu dan sensor Warna yang akan tampil di LCD.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/download/55/28

Rancang Bangun Alat Pemantau Kadar pH, Suhu Dan Warna Pada Air Sungai Berbasis Mikrokontroller Arduino

Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) Vol. 1, No. 6, Juni 2021, Hal. 235-242 DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpti.55 p-ISSN: 2775-4227 e-ISSN: 2775-4219 Rancang Bangun Alat Pemantau Kadar pH, Suhu Dan Warna Pada Air Sungai Berbasis Mikrokontroller Arduino Dhimas Abimanyu*1, Sumarno2, Fitri Anggraini3, Indra Gunawan4, Iin Parlina5 1,2,3,4,5 Teknik Informatika, STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar, Indonesia Email: , , , 4 , 5iin@ 1 Abstrak Bagi kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya Air Merupakan sumber daya alam yang sangat penting. Pencemaran air khususnya air sungai sangat perlu diawasi dan perhatikan seiring semakin cepatnya proses pembangunan yang ada. Teknologi yang dapat dilakukan untuk memantau besaran kadar pH, Suhu dan Warna yaitu sistem berbasis Mikrokontroller Arduino yang memiliki kemampuan untuk membaca dari sensor yang akan di teruskan ke LCD. Pada riset ini dikembangkan sistem pemantau kadar pH, Suhu dan Warna yang menggunakan metode mikrokontroller berbasis Arduino Uno, dimana hasilnya dapat di lihat pada layar LCD yang telah disambungkan dengan mengambil sampel dari berbagai jenis air sungai. Sensor pada tiap node di hubungkan ke Arduino Uno sebagau unit pemroses, informasi yang dibaca dari sensor di kirim ke node LCD melalui kabel jumper. Sehingga hasil-hasil pembacaan dari sensor yang ada akan menghasilkan nilai-nilai yang ada baik dari sensor pH, sensor suhu dan sensor Warna yang akan tampil di LCD. Kata kunci: Air Sungai, Arduino Uno, Mikrokontroller, Design And Construction Of pH Temperature And Color Monitoring Equipment In Water-Based River On Arduino Microcontroller Abstract For the survival of humans and other creatures Water is a very important natural resource. Water pollution, especially river water, really needs to be monitored and paid attention to as the existing development process accelerates. The technology that can be used to monitor the amount of pH, temperature and color levels is an Arduino microcontroller-based system that has the ability to read from the sensor which will be forwarded to the LCD. In this research, a monitoring system for pH, temperature and color levels was developed using the Arduino Uno-based microcontroller method, where the results can be seen on the connected LCD screen by taking samples from various types of river water. The sensor at each node is connected to the Arduino Uno as a processing unit, the information read from the sensor is sent to the LCD node via a jumper cable. So that the readings from the existing sensors will produce existing values both from the pH sensor, temperature sensor and color sensor that will appear on the LCD. Keywords: Arduino Uno, Microcontroller, The River Water, 1. PENDAHULUAN Teknologi informasi sangat dihandalkan, hampir di semua bidang ilmu pengetahuan ataupun pekerjaan dab aktifitas manusia dibuat kemudahan-kemudahan yang berasal dari manfaat dari teknologi yang berkembang. Namun bukan hanya sekedar itu saja tidak menutup kemungkinan penggunaan tenaga manusia nantinya tidak akan dibutuhkan kembali yang dimana tenaga kerja manusia akan beralih kepada penggunaan tenaga mesin karena dapat terjaminya kecepatan serta keakuratan dalam penggunaanya. Perguruan tinggi yang merupakan pusat perkemabngan ilmu pengetahuan selalu berusaha mengimplementasikan hasil-hasil penelitian terkhususnya bidang teknologi informasi kepada masyarakat khusnya sebagai bentuk penguatan pengetahuan, sehingga masyarakat tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi namun dapat berperan sebagai pelaku atas pemanfaatan teknologi tersebut. Salah satunya yaitu pemanfaatan teknologi untuk dapat mendeteksi kadar pH (power of Hidrogen), suhu dan warna pada air, khususnya untuk mendeteksi air sungai agar dapat di gunakan sehari-hari sesuai dengan aturan dari Menteri Kesehatan. 235 Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227 e-ISSN: 2775-4219 Penggunaan Air sangat mendasar bagi kehidupan masyarakat, Kebutuhan air tersebut dimanfaatkan untuk konsumsi, pertanian maupun perikanan. Karena banyaknya manfaat air bagi kehidupan masyarakat, maka sangat dibutuhkan upaya-upaya dalam pengawasan terhadap kualitas air tersebutdimana salah satu sumber air yang masih tetap digunakan masyarakat yaitu penggunaan air sungai agar tetap terjaga kebersihan sehingga tidak tercemar dapat dipakai berkelanjutan, Perubahan yang terjadi pada sebuah penampung air seperti danau, sungai, maupun air tanah yang di akibatka oleh aktifitas Manusia baik limbah Organik yang berasal dari penduduk maupun Industri merupakan sebuah Pencemaran Air. Dengan kemampuan sensor ini, maka setiap pencemaran yang ada di Air khususnya Air Sungai dapat di analisa tingkat pencemaran airnya menggunakan beberapa indikator sensor untuk mendeteksinya, seperti kadar pH, Suhu, dan warna pada air. Adapun dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air ini yang sangat berbahaya yaitu dapat meracuni Sumber Air yang akan digunakan dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari, serta dapat membuat ekosistem menjadi tidak seimbangan di air sungai. Salah satu cara sederhana dalam mengatasi tingkat pencemaran air khususnya di Sungai yaitu dengan melakukan dengan usaha yang bersifat preventif, contohnya dengan tidak sembarangan membuang sisa-sisa makanan dan bahan organik sembarangan ke Sungai. Kadar mutu air minum telah ditetapkan dalam PERMENKES 492/2010 terdiri dari standart fisik, standart kimiawi, standart mikrobiologis. Berdasarkan kasus tersebut, maka peneliti tertarik membuat suatu alat agar dapat digunakan untuk memantau kadar pH, suhu dan warna air sungai yang diolah oleh mikrokontroller arduino uno sehingga dapat di pemerintah untuk menganalisa dalam mengukur tingkat pencemaran terhadap air sungai. 1.1. Pencemaran Air Didalam Undang-undang Republik Indonesia No : 23 tahun 1997 mengenai Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah RI No : 82 tahun 2001 mengenai Pengelolaan kualitas air serta pengendalian kualitas pencemaran air. Yang diartikan dengan dengan masuknya makhluk hidup, zat, energi serta ataupun bahan lainnya ke larutan air oleh aktivitas manusia, yang mengakibatkan mutu air turun hingga ke tingkatan tertentu yang menimbulkan air tidak bisa digunakan sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran air terjadi jika ada polutan yang masuk ke dalam air seperti zat kimia, energi dan unsur lainnya sehingga merubah bentuk asli dari air menjadi berubah warna dan mengeluarkan bau yang tidak enak. [1] Peristiwa pencemaran lingkungan disebut polusi. pemicu terjadinya sebuah pencemaran terhadap air yaitu masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain yang berupa gas, bahan-bahan terlarut dan partikulat ke dalam air yang dapat menyebabkan tingkat kualitas air tercemar sehingga menggangu kegunaan air tersebut. Masukan ini juga sering disebut dengan istilah pencemar (polutan), contohnya buangan limbah cair merupakan buangan yang bersifat rutin. [2] Menurut Peraturan Menkes RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 mengenai P (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/download/55/28
Article home page: https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/55/28

Dhimas Abimanyu, Sumarno Sumarno, Fitri Anggraini, Indra Gunawan, Iin Parlina. Rancang Bangun Alat Pemantau Kadar pH, Suhu Dan Warna Pada Air Sungai Berbasis Mikrokontroller Arduino, Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, 2021, pp. 235-242,