Implementasi Balanced Scorecard sebagai Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru
Vol. 2, No. 1 (Mar, 2024)
Page 92-105
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10849614
Implementasi Balanced Scorecard sebagai Pengukuran Kinerja
Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru
Putri Wahyuni
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
Email :
Dony Martias
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
*Email :
ARTICLE INFO :
Keywords :
Balance Scorecard;
Performance Measurement;
Customer Perspective;
Financial Perspective;
Internal Business Perspective;
Learning and Growth
Perspective
--------------------------Article History :
Received : 2024-01-21
Revised : 2024-02-25
Accepted : 2024-03-01
Online : 2024-03-21
ABSTRACT
This research is a quantitative study that aims to determine how the
implementation of Ibn Sina Hospital performance measurement with
the balance scorecard approach. This study uses primary and
secondary data obtained through the company's financial statements
and questionnaires filled out by employees and patients. Performance
from a customer perspective measured by customer satisfaction
indicators measured in the current year shows the level of customer
satisfaction in the "Very Satisfied" category with a score of 63%. The
performance of the Financial perspective of the four indicators has
"Fairly Good" results because the results of the NPM Ratio have
increased results, namely by 0.10%, ROI has decreased results, namely
by 0.04%, the performance of the Effectiveness Ratio has decreased by
8.72%, and the Efficiency ratio has decreased by 8.85%. The overall
performance of the Internal Business perspective can be said to have
"poor" results because BOR has an average value of 40.73%, ALOS
Ratio with an average of 2 days, BTO Ratio with an average of 52
times, TOI Ratio with an average of 7 days, NDR Ratio shows an
average of 12.85%, and GDR shows a decrease of 2.70%. The
performance of the learning and growth perspective as a whole can be
said to have "good" results with a score of 84%.
PENDAHULUAN
Kinerja atau performance adalah gambaran hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai secara kualitas
untuk mencapai tujuan yang diharapkan perusahaan. Kinerja dapat diukur dalam waktu periode tertentu
untuk mengetahui hasil kerja yang dilakukan oleh perusahaan. Didalam pengukuran kinerja adalah hal yang
paling penting serta menjadi tolak ukur, karena merupakan suatu pembanding antara target yang telah
ditetapkan oleh perusahaan dengan hasil pencapaian yang telah dilakukan oleh karyawan.
Pengukuran kinerja akan menentukan baik atau tidaknya perusahaan akan berjalan. Pengukuran kinerja
perusahaan yang memakai aspek keuangan saja dinilai hanya mencerminkan keberhasilan organisasi dalam
jangka pendek tanpa memikirkan keberhasilan jangka panjang. Hal tersebut berkaitan dengan manajer
perusahaan dikatakan berhasil apabila mencapai tingkat laba/ keuntungan, sehingga dapat mengakibatkan
manajer perusahaan hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek dan cendrung mengabaikan
kerberhasilan perusahaan dalam jangka panjang.
92
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Dony Martias
Vol. 2, No. 1 (Mar, 2024)
Page 92-105
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10849614
Rumah Sakit Ibnu Sina merupakan salah satu rumah sakit islam swasta yang berada di pekanbaru yang
selalu memperbaiki serta meningkatkan kinerjanya agar dapat menambah banyak kepercayaan masyarakat
atas pelayanan kesehatan masyarakat secara islami, terakreditasi, handal, berkualitas dan modern. Karena
kepercayaan sangatlah penting, mengingat adanya masyarakat yang mengeluh seperti kurang cekatannya
dalam hal pelayanan di rumah sakit oleh perawat, dan kurangnya tenaga kerja yang imbasnya kepelayanan
pasien. Diharapkan dengan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina yang
nantinya mempunyai dampak Income yang baik. Kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan Rumah Sakit
haruslah berada dalam kondisi baik, dimana kita terutama masyarakat yang berobat dapat merasakan
kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan kepada pasien rumah sakit. Oleh karena itu, kualitas pelayanan
serta keuangan semestinya menjadi focus utama dari pihak manajemen rumah sakit. Kualitas pelayanan yang
baik dapat dihasilkan melalui perbaikan kinerja dan kerja sama yang dilakukan terus menerus.
Rumah Sakit setidaknya harus memiliki standar kinerja yang diterapkan sesuai dengan tujuan yang akan
dicapainya. Sejak Rumah Sakit berdiri, pengukuran kinerja rumah sakit menggunakan metode tradisional yaitu
pengukuran kinerja analisis rasio keuangan saja. Karena tuntutan kenaikan tipe Rumah Sakit Ibnu Sina, tahun
yang lalu rumah sakit ini mencoba menerapkan pertama kali metode Balanced Scorecard sebagai pengukuran
kinerjanya.
Pada tahun lalu pihak Rumah Sakit berencana untuk menggunakan Balanced Scorecard sebagai
penilaian kinerja Rumah Sakit, namun sampai saat ini Rumah Sakit belum mengimplementasikan penilaian
kinerjanya menggunakan Balanced Scorecard. Sehingga dalam hal ini pihak manajemen belum memiliki
bayangan bagaimana hasil pengukuran kinerja yang telah dihasilkan. Oleh karena itu pihak manajemen kurang
memiliki informasi yang akurat dan lengkap untuk sarana pencapaian tujuan Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru
dan kemajuan Rumah Sakit dimasa mendatang.
Rumah Sakit Islam Ibnu Sina perlu melakukan penilaian kinerja balanced scorecard, dimana pengukuran
yang selama ini di gunakan yaitu rasio keuangan dan standar yang di tetapkan pemerintah tidak dapat
mengambarkan kinerja rumah sakit secara keseluruhan. Penilaian kinerja keuangan hanya menilai dari aspek
keuangan saja dengan skala jangka pendek tetapi tidak memperhitungkan harta-harta tak tampak yang dimiliki
rumah sakit, sedangkan pada standar kinerja yang ditetapkan pemerintah hanya mampu menggambarkan
kinerja rumah sakit yang berkaitan pelayanan yang diberikan, dengan adanya masalah masalah diatas perlu
dilakukan pengukuran dengan metode balanced scorecard.
Adapun hasil penelitian terdahulu yang merujuk pada beberapa hasil penelitian yang telah dilaksanakan
terkait Implementasi Balanced Scorecard di Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Batang. Hasil penelitiannya yaitu
rumah sakit perlu membangun partisipasi dan komitmen dari setiap pegawai, hal ini dikarenakan kontribusinya
mempengaruhi bagi pencapaian visi misi rumah sakit. Pengukuran kinerja dengan menggunakan Balanced
Scorecard sebagai kerangka kerja dimana pengukuran kinerja dapat diperluas lagi bagian-bagian pada keempat
Perspektif, Perspektif keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif proses bisnis internal serta perspektif
Pertumbuhan dan pembelajaran dengan melakukan penyesuaian atau perubahan dimana Perspektif
pelanggan menjadi tujuan akhirnya. Penelitian selanjutnya berjudul “Penerapan Balanced Scorecard sebagai
pengukur kinerja manajemen pada Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu” yang hasil penelitiannya Hasil
pengukuran kinerja manajemen rumah sakit umum daerah Indramayu dengan balanced scorecard
menunjukkan bahwa ki (...truncated)