Pengaruh Debt Default, Disclosure, Financial Distress, Audit Delay dan Rasio Pasar terhadap Opini Audit Going Concern (Studi pada Perusahaan Sektor Perdagangan Retail yang Terdaftar di BEI tahun 2020-2022)

Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi, Mar 2024

The purpose of this study was to present, test and analyze the effect of variable Debt Default, Disclosure, Financial Distress, Audit Delay and Market Ratio on Going Concern Audit Opinions in Retail Trading Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2022. This research is a quantitative research. The population in this research was 30 Retail Trading Companies in 2020-2022. In this research, the sample selection used purposive sampling, the number of samples used in this research was 25 samples of retail trading companies in 2020-2022. The data analysis methods used are descriptive statistical analysis and logistic regression analysis. Hypothesis testing in this research uses the help of the SPSS version 29 program. Based on the results of the testing research, it was found that the Debt Default, Financial Distress, Audit Delay variables had a significant effect on the Going Concern Audit Opinion. Meanwhile, the Disclosure and Market Ratio variables do not have a significant effect on the Going Concern Audit Opinion.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/download/17/17

Pengaruh Debt Default, Disclosure, Financial Distress, Audit Delay dan Rasio Pasar terhadap Opini Audit Going Concern (Studi pada Perusahaan Sektor Perdagangan Retail yang Terdaftar di BEI tahun 2020-2022)

Vol. 2, No. 1 (Mar, 2024) Page 66-76 DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10821758 Pengaruh Debt Default, Disclosure, Financial Distress, Audit Delay dan Rasio Pasar terhadap Opini Audit Going Concern (Studi pada Perusahaan Sektor Perdagangan Retail yang Terdaftar di BEI tahun 2020-2022) Sindi Hilwa Faradisa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia Email : Andri Novius Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia *Email: ARTICLE INFO : Keywords : Debt Default; Disclosure; Financial Distress; Audit Delay; Rasio Pasar; Opini Audit Going Concern --------------------------Article History : Received : 2024-01-18 Revised : 2024-02-19 Accepted : 2024-03-01 Online : 2024-03-15 ABSTRACT The purpose of this study was to present, test and analyze the effect of variable Debt Default, Disclosure, Financial Distress, Audit Delay and Market Ratio on Going Concern Audit Opinions in Retail Trading Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2022. This research is a quantitative research. The population in this research was 30 Retail Trading Companies in 2020-2022. In this research, the sample selection used purposive sampling, the number of samples used in this research was 25 samples of retail trading companies in 2020-2022. The data analysis methods used are descriptive statistical analysis and logistic regression analysis. Hypothesis testing in this research uses the help of the SPSS version 29 program. Based on the results of the testing research, it was found that the Debt Default, Financial Distress, Audit Delay variables had a significant effect on the Going Concern Audit Opinion. Meanwhile, the Disclosure and Market Ratio variables do not have a significant effect on the Going Concern Audit Opinion. PENDAHULUAN Going Concern adalah keberlangsungan hidup suatu perusahaan dan asumsi dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Going concern adalah salah satu asumsi dasar yang biasa dipakai dalam menyusun laporan keuangan suatu entitas, sehingga jika sebuah entitas mengalami kondisi yang berlawanan dengan asumsi kelangsungan usaha, maka perusahaan tersebut dikatakan bermasalah. Auditor memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi apakah terdapat kesangsian besar terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keberlangsungan hidupnya dalam periode waktu pantas, tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan keuangan yang telah diaudit. Dalam mengevaluasi suatu perusahaan apakah mempunyai keraguan yang besar terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern), auditor harus memperhatikan beberapa aspek. Seperti Debt default, Disclosure, Financial distress, Audit Delay dan Rasio Pasar perusahaan dapat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam bertahan hidup pada periode tertentu. Debt default merupakan kegagalan perusahaan membayar pokok atau bunga tepat waktu. Auditor dapat menyatakan pendapat karena perusahaan belum membayar utangnya. Going concern. Financial distress 66 This is an open access article under the CC BY- SA license. Corresponding Author : Andri Novius Vol. 2, No. 1 (Mar, 2024) Page 66-76 DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10821758 yaitu suatu perusahaan mengalami keuangan tidak stabil, tidak mampu beroperasi, atau berisiko bangkrut. Dalam hal ini, perusahaan diasumsikan berada dalam kondisi kesulitan keuangan dan diragukan apakah perusahaan tersebut akan terus eksis. Disclosure atau Pengungkapan yaitu informasi dalam bentuk laporan keuangan atau media komunikasi pendukung lainnya tentang suatu perusahaan. Pengungkapan ini harus bisa memberikan tambahan informasi bukannya mengurangi karena tekanan yang terlalu rinci atau sulit dianalisis. Informasi diungkapkan harus bermanfaat, lengkap, jelas, menggambarkan peristiwa ekonomi akurat, dan tidak membingungkan pengguna laporan keuangan ketika mengambil keputusan ekonomi. Pengungkapan akan dilakukan dengan menggunakan metode evaluasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan yang ditetapkan oleh Badan Jasa Keuangan. Opini audit Going Concern yaitu laporan dari auditor untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Auditor juga bertanggung jawab untuk menilai apakah terdapat pertanyaan mengenai kemampuan perusahaan untuk tetap menghasilkan keuntungan. Opini audit going concern ini penting karena dapat sangat membantu investor dan pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan investasi tepat. Sebab, jika investor ingin berinvestasi maka perlu memahami keadaan keuangan perusahaan, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan. (Hidayati 2019). Investor sering kali mempertimbangkan kesehatan keuangan suatu perusahaan hanya berdasarkan profitabilitas mengabaikan informasi lain, seperti status kelangsungan hidup suatu perusahaan. keuntungan dihasilkan suatu perusahaan belum tentu mencerminkan kelangsungan hidup perusahaan tersebut, dan banyak investor yang mengalami kerugian dan kehilangan dana yang diinvestasikan. (Going Concern). Djamil (2023) Kasus yang terjadi pada Perusahaan Sektor Perdagangan terkait dengan Going Concern diatas yaitu dikutip dari cnbcindonesia.com salah satunya adalah PT. Sigmagold Inti Perkasa Tbk, TMPI dihapuskan oleh Bursa Efck Indonesia (BEI) pada 11 November 2019. Penghapusan PT. Sigmagold Inti Perkasa Tbk dari BEI disebabkan oleh dua perihal yaitu kondisi finansial secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usahan emiten terhadap kelangsungan status emiten sebagai perusahaan terbuka perusahaan tercatat yang ada tanda-tanda pemulihan yang memadai. Kedua saham PT. Sigmagold Inti Perkasa Tbk yang telah dihentikan sementara atau suspensi seiak tanggal 3 Juli 2017. Berdasarkan laporan keuangan terakhir vang disampaikan secara terbuka oleh PT. Sigmagold Inti Perkasa Tbk pada tahun 2018 terjadi penurunian sebesar Rp 326,67 miliar. Dan tahun 2017 perusahaan mash mencatat keuntungan bersih sebesar Rp 1 triliun. Penyebab dari penurunan ini satunya karena penjualan dan pendapatan PT. Sigmagold Inti Perkasa Tbk tahun lalu mengalami penurunan. Pada 2018, penjualan dan pendapatan perusahaan senilai Rp 35,38 miliar, sedangkan tahun 2017 senilai 55,16 miliar. Penelitian ini yaitu pengembangan dari penelitian Ari Tihar, Indriani Puspita Sari, dan Leo Handoko (2021) yang meneliti tentang "Pengaruh Debt Default, Disclosure, Financial Distress terhadap penerimaan Opini Audit Going Concern. Hasil penelitiannya menemukan bahwa Financial Distress berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern. Sedangkan Debt Default, Disclosure tidak berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern. Ada beberapa perbedaan dalam penelitian ini dengan penelitian Ari Tihar, Indriani Puspita Sari, dan Leo Handoko (2021). Pertama, penilitian sebelumnya melakukan penilitan pada perusahaan manufaktur, sedangkan penelitian ini melakukan penelitian pada perusahaan sektor perdagangan, jasa dan investasi. Kedua, periode penelitian yang diamati oleh Ari Tihar, Indriani Puspita Sari, dan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/download/17/17
Article home page: https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/view/17/17

Sindi Hilwa Faradisa, Andri Novius. Pengaruh Debt Default, Disclosure, Financial Distress, Audit Delay dan Rasio Pasar terhadap Opini Audit Going Concern (Studi pada Perusahaan Sektor Perdagangan Retail yang Terdaftar di BEI tahun 2020-2022), Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi, 2024, pp. 66-76,