Pengaruh Pelatihan Terhadap Motivasi Karyawan Telkom Witel Ridar

Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi, Mar 2024

This study explores the relationship between Training (X) and Motivation (Y) of employees. Analysis using the simple linear regression method shows that there is a significant positive relationship between the training provided to employees and their level of motivation; the more intensive the training received, the higher the motivation generated. This is evidenced by a p-value lower than 0.05 on the regression coefficient, confirming the statistical significance of the relationship. The high coefficient of determination (R-squared) in this model indicates that the regression model is quite accurate in explaining the variability of motivation influenced by training. Based on these results, it is recommended that companies improve or develop training programs that better suit the needs of employees to improve motivation and performance. This study also emphasizes the importance of continuous evaluation of the effectiveness of training programs and additional support such as rewards to improve employee motivation on an ongoing basis.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/download/29/24

Pengaruh Pelatihan Terhadap Motivasi Karyawan Telkom Witel Ridar

Vol. 2, No. 1 (Mar, 2024) Page 106-114 DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.11115706 Pengaruh Pelatihan Terhadap Motivasi Karyawan Telkom Witel Ridar Susi Hendriani Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia *Email : Dedy Novrizal Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia Email : ARTICLE INFO : Keywords : Training; Motivation; Employees --------------------------Article History : Received : 2024-01-21 Revised : 2024-02-25 Accepted : 2024-03-01 Online : 2024-03-31 ABSTRACT This study explores the relationship between Training (X) and Motivation (Y) of employees. Analysis using the simple linear regression method shows that there is a significant positive relationship between the training provided to employees and their level of motivation; the more intensive the training received, the higher the motivation generated. This is evidenced by a p-value lower than 0.05 on the regression coefficient, confirming the statistical significance of the relationship. The high coefficient of determination (R-squared) in this model indicates that the regression model is quite accurate in explaining the variability of motivation influenced by training. Based on these results, it is recommended that companies improve or develop training programs that better suit the needs of employees to improve motivation and performance. This study also emphasizes the importance of continuous evaluation of the effectiveness of training programs and additional support such as rewards to improve employee motivation on an ongoing basis. PENDAHULUAN Pelatihan karyawan menjadi semakin penting dalam lingkungan kerja yang terus berubah dan berkembang. Perusahaan perlu memastikan bahwa karyawannya memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan saat ini. Pelatihan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk meningkatkan efektivitas mereka dalam menghadapi perubahan, baik itu perubahan teknologi, metode kerja, sikap, tingkah laku, maupun keterampilan. Salah satu tujuan utama dari pelatihan adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam jangka pendek untuk pekerjaan tertentu. Dengan meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan, diharapkan karyawan dapat bekerja lebih efektif dan efisien, sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap tujuan dan kesuksesan perusahaan. Pelatihan bertujuan meningkatkan kinerja dalam jangka pendek suatu pekerjaan tertentu dengan meningkatkan kompetensi karyawan. (Mathis & Jackson, 2002). Pemberian pelatihan dianggap penting dalam membentuk karakter karyawan. Pelatihan memiliki hubungan yang erat dengan motivasi. Adanya pelatihan akan mempengaruhi motivasi seorang karyawan, dimana dengan mengikuti pelatihan karyawan memiliki skill dan keterampilan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan perusahaan dengan bobot yang lebih tinggi, sehingga sikap karyawan lebih baik dalam menerima tugas dan bersemangat dalam mengerjakan tugas. 106 This is an open access article under the CC BY- SA license. Corresponding Author : Susi Hendriani Vol. 2, No. 1 (Mar, 2024) Page 106-114 DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.11115706 Beberapa perusahaan terkemuka menggunakan pelatihan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif melalui pembelajaran. Kajian empiris yang mendukung penelitian ini dilakukan oleh Khan (2012) bahwa pelatihan memiliki dampak positif terhadap motivasi dan kinerja karyawan. Fenomena pentingnya pelatihan terhadap motivasi karyawan ini ditemukan pada PT Telkom Witel Ridar. Berdasarkan hasil pra survey, pelatihan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian perusahaan ini, baik pelatihan umum maupun yang lebih spesifik sesuai bidang tugas. Namun, pelatihan umum maupun sesuai bidang tugas pada perusahaan ini dilakukan saat jam kerja dan terkadang bertentangan dengan tugas utama karyawan, hal ini dapat mengganggu efektifitas pelatihan. Permasalahan yang dialami karyawan adalah waktu pelatihan yang dilakukan dengan pekerjaan secara bersamaan, sehingga pelatihan tidak efektif. Misalnya untuk karyawan level marketing, pelatihan diberikan saat mereka melakukan kunjungan ke pelanggan. Saat bertemu pelanggan, karyawan diminta untuk tetap bergabung dalam sesi video konferensi, sehingga materi pelatihan tidak dapat diserap dengan baik oleh karyawan. Kondisi tersebut membuat karyawan harus memilih untuk mengakhiri pelatihan online tersebut karena harus fokus mendengarkan penjelasan kebutuhan pelanggan. Tidak adanya evaluasi atau penilaian serta pengawasan terhadap efektifitas pelatihan dapat menyebabkan sulitnya dampak pelatihan yang dapat memotivasi karyawan. Peran manajemen tetap diperlukan untuk mengontrol pelatihan yang telah diikuti karyawan dalam meningkatkan motivasi. Motivasi tetap perlu menjadi fokus manajemen terhadap karyawan melalui faktor-faktor komunikasi yang efektif, dukungan tim, kesempatan pengembangan karir, dan pemgakuan atas prestasi. Perlu ada apresiasi atas keberhasilan karyawan ketika telah meraih target pekerjaan dengan maksimal. Tingkat keberhasilan karyawan tersebut merupakan wujud dari rasa tanggungjawabnya dalam mengemban tugas atas pekerjaan itu sendiri. Saat karyawan merasa tidak didengar atau tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan, mereka mungkin akan kehilangan motivasi untuk berkontribusi secara aktif. Sebagai contoh, karyawan yang memiliki ide kreatif diapresiasi oleh atasan dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi saat rapat, sehingga karyawan merasa dihargai oleh tim dan atasannya. Mereka akan cenderung lebih termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Sebaliknya, saat karyawan tidak diberikan kesempatan untuk berpendapat, menyebabkan ide kreatifnya tidak tersalurkan, sehingga menurunkan motivasi untuk berkembang dan maju yang akan berdampak buruk pada kinerjanya. Berdasarkan masalah-masalah yang ditemukan dari variabel pelatihan dan motivasi tersebut, penting bagi manajemen Telkom Witel Ridar untuk mengatasi fenomena ini dengan memberikan pelatihan yang efektif agar memberikan motivasi terbaik bagi karyawannya. KAJIAN LITERATUR A. Pelatihan Pelatihan berarti suatu perubahan yang sistematis dari knowledge, skill, Attitude dan behavior yang terus mengalami peningkatan yang dimiliki oleh setiap karyawan dengan itu dapat mewujudkan sasaran yang ingin dicapai oleh suatu organisasi atau perusahaan dalam pemenuhan standar SDM yang diinginkan. (Suwatno, 2018). Pelatihan adalah proses secara sistematis mengubah tingkah laku karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan berkaitan dengan keahlian dan kemampuan karyawan yang berorientasi dalam pelaksanaan pekerjaan saat ini agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaannya, (Rivai & Sagala, 2014). Pelatihan (training) adalah pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja non manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu, (Sri Larasati, 2018) Penyelenggaraan pelatihan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber d (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/download/29/24
Article home page: https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/view/29/24

Susi Hendriani, Dedy Novrizal. Pengaruh Pelatihan Terhadap Motivasi Karyawan Telkom Witel Ridar, Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi, 2024, pp. 106-114,