Aquatic Exercise Increases Children's Appetite

Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK), Oct 2024

Background: This study aims to examine how children's hunger is affected by aquatic exercise. The hypothalamus and brainstem are the sites of several peripheral signals that regulate appetite and eating behavior in response to food intake. These feedback signals involve several gut hormones, such as ghrelin, peptide YY (PYY), and glucagon-like peptide-1 (GLP-1). Ghrelin is released several hours after working out in the water, which increases appetite Methods: Using the total sampling approach, a pre-test and post-test design was employed for a set of 29 respondents. For eight weeks, aquatic exercise is done once a week Results: According to the study's findings, children's appetite is influenced by water-based exercise in three ways: with a significance value of 0.000 for their desire to enjoy food, a significance value of 0.046 for their reactions to it, and a significance value of 0.025 for their picky eating habits Conclusions: As a result, playing in the water might make kids more hungry and want to savor every meal. As a result, kids who exercise in the water on a daily basis run a possibility of becoming excessively fed

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.unesa.ac.id/index.php/IJOK/article/download/32009/12135

Aquatic Exercise Increases Children's Appetite

Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Volume 4 Nomor 2, Juli 2024 https://doi.org/10.26740/ijok.v4n2.p28-34 E-ISSN: 2775-2178 Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Open Access Latihan Akuatik Meningkatkan Nafsu Makan Anak Anastasia Putu Martha Anggarani1, Alida Nella Fedelina Rassa1 1 STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya, Jl. Jambi 12, Surabaya 60241, Indonesia Korespondensi: (Dikirim: 04 Juni 2024 | Direvisi: 03 September 2024 | Disetujui: 03 September 2024) ABSTRACT Background: This study aims to examine how children's hunger is affected by aquatic exercise. The hypothalamus and brainstem are the sites of several peripheral signals that regulate appetite and eating behavior in response to food intake. These feedback signals involve several gut hormones, such as ghrelin, peptide YY (PYY), and glucagon-like peptide-1 (GLP-1). Ghrelin is released several hours after working out in the water, which increases appetite Methods: Using the total sampling approach, a pre-test and post-test design was employed for a set of 29 respondents. For eight weeks, aquatic exercise is done once a week. The aquatic exercise method involves basic swimming movements that prioritize agility, strength, balance, and coordination in the water. Results: According to the study's findings, children's appetite is influenced by water-based exercise in three ways: with a significance value of 0.000 for their desire to enjoy food, a significance value of 0.046 for their reactions to it, and a significance value of 0.025 for their picky eating habits Conclusions: As a result, playing in the water might make kids more hungry and want to savor every meal. As a result, kids who exercise in the water on a daily basis run a possibility of becoming excessively fed Keywords: aquatic exercise; appetite; children ABSTRAK Latar Belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan akuatik terhadap nafsu makan anak. Nafsu makan dan perilaku makan berubah sebagai respons terhadap asupan makanan dan dikendalikan oleh berbagai sinyal perifer yang bekerja pada hipotalamus dan batang otak. Banyak hormon usus yang terlibat dalam sinyal umpan balik ini, termasuk glukagon-like peptida-1 (GLP-1), peptida YY (PYY), dan ghrelin. Beberapa jam setelah berolahraga di dalam air, ghrelin menjadi terasilasi, menyebabkan nafsu makan meningkat Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah pre-test dan post-test design untuk kelompok berjumlah 29 responden dengan menggunakan metode total sampling. Latihan akuatik dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Metode Latihan akuatik yang diberikan adalah gerakan dasar renang yang mengutamakan kelincahan, penguatan, keseimbangan dan koordinasi di dalam air Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga air berpengaruh terhadap nafsu makan anak ditinjau dari keinginan anak dalam menikmati makanan dengan nilai signifikansi 0,000, reaksi anak terhadap makanan dengan nilai signifikansi 0,046, dan ditinjau dari sikap pilih-pilih makanan dengan nilai signifikansi 0,025 Kesimpulan: Dengan demikian latihan akuatik dapat meningkatkan nafsu makan anak. Latihan akuatik dapat menambah keinginan anak untuk menikmati setiap makanan. Oleh karena itu, anak yang rutin mengikuti olahraga air berisiko mengalami kelebihan gizi Kata kunci: latihan akuatik; nafsu makan; anak 1. Latar belakang Nafsu makan dan perilaku makan dikendalikan oleh berbagai hal sinyal perifer yang berubah sebagai respons terhadap asupan makanan dan bekerja pada hipotalamus dan batang otak (Donnelly dkk., 2009). Sinyal Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) | Volume 4 | Nomor 2 | 2024 | 28-34 28 Anastasia Putu Martha Anggarani, Alida Nella Fedelina Rassa Latihan Akuatik Meningkatkan Nafsu Makan Anak umpan balik tersebut melibatkan sejumlah hormon usus, seperti sebagai peptida-1 mirip glukagon (GLP-1), peptida YY (PYY) dan ghrelin (Helen M Seagle, Gladys Witt Strain, Angela Makris, 2009). Penelitian mengenai olahraga mempunyai efek terhadap hormon-hormon tersebut sudah dilakukan sebelumnya (Pippi dkk., 2022; Reimers dkk., 2018). Temuan sebelumnya menunjukkan bahwa konsentrasi hormon anorexigenic (GLP-1 dan PYY) meningkat, sedangkan ghrelin terasilasi plasma (AG) menurun setelah melakukan latihan ketahanan (Esen dkk., 2022; Grigg dkk., 2023). Penelitian lain menunjukkan bahwa satu kali latihan aerobik menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam konsentrasi plasma GLP-1 dan PYY(King dkk., 2011; Martins dkk., 2008) Mekanisme dimana olahraga mempengaruhi nafsu makan baru-baru ini mulai mendapat perhatian terutama mengenai peptida yang terlibat dalam regulasi neuroendokrin dalam pemberian makan (Martins dkk., 2008). Ghrelin adalah peptida terasilasi yang disekresikan terutama dari lambung dan tetap unik sebagai satu-satunya peptida usus yang bersirkulasi yang merangsang nafsu makan (Grigg dkk., 2023). Peran ghrelin dalam regulasi pemberian makan jangka pendek dan jangka panjang telah diketahui (Cummings, 2006), dan baru-baru ini para peneliti berupaya untuk menentukan bagaimana olahraga mempengaruhi tingkat sirkulasi ghrelin (Grigg dkk., 2023). Dalam penelitian menunjukkan bahwa olahraga yang intens menginduksi penekanan sementara dalam sirkulasi konsentrasi ghrelin terasilasi. Penekanan rasa lapar secara bersamaan telah dilaporkan oleh Broom dan timya (Grigg dkk., 2023), yang menunjukkan bahwa ghrelin terasilasi mungkin penting dalam menentukan perubahan nafsu makan akibat olahraga. Olahraga di dalam air dianjurkan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan karena sifat-sifat air, seperti tekanan air, daya apung dan resistensi (Cummings, 2006). Oleh karena itu, olahraga di dalam air adalah hal yang penting banyak digunakan dalam rehabilitasi untuk berbagai olahraga cedera, termasuk pencegahan penyakit (Gobbi dkk, 2020). Berenang adalah cara aktivitas fisik yang menarik karena terdapat pengurangan tekanan muskuloskeletal dan termoregulasi dibandingkan dengan aktivitas darat lainnya seperti berlari dan bersepeda. Pada individu yang mengalami obesitas, penelitian menunjukkan bahwa berenang tidak dapat menyebabkan penurunan berat badan dan lemak (Pippi dkk., 2022). Berenang merangsang peningkatan kompensasi dalam asupan energi (White dkk., 2005). Hal tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa berenang dapat merangsang nafsu makan. Penelitian lain juga menyampaikan bahwa seseorang sering merasa sangat lapar setelah berenang yang intens (Esen dkk., 2022). Sejalan dengan penelitian lain yang menggambarkan peningkatan asupan energi setelah latihan berbasis bersepeda ergometer yang dimodifikasi dengan latihan akuatik (White dkk., 2005). Olahraga di kolam dapat mendorong motilitas saluran pencernaan, meningkatkan sekresi gastrin dan insulin, mempromosikan makanan untuk dicerna dan berasimilasi. Hal tersebut menjelaskan bahwa berenang meningkatkan nafsu makan anak (Lin dkk., 2015). Latihan akuatik dengan intensitas sedang secara akut menekan nafsu maka (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.unesa.ac.id/index.php/IJOK/article/download/32009/12135
Article home page: https://journal.unesa.ac.id/index.php/IJOK/article/view/32009/12135

Martha Anastasia, Rassa Alida Nella Fedelina. Aquatic Exercise Increases Children's Appetite, Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK), 2024, pp. 28-34,