Analisis Faktor Ekonomi Makro Penerimaan Negara Bukan Pajak (Studi Kasus Kota Batang)
Vol. 2, No. 3 (Sep, 2024)
Page 222-233
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.13883459
Analisis Faktor Ekonomi Makro Penerimaan Negara Bukan Pajak
(Studi Kasus Kota Batang)
Novi Dhian Utami
Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia
*Email :
Noor Syaifudin
Kementerian Keuangan, Tangerang Selatan, Indonesia
Email :
Shine Pintor Siolemba Patiro
Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia
Email :
ARTICLE INFO :
Keywords :
PNBP, Macroeconomics, VARVECM, GRDP, inflation, Interest
rates, Exchange rates
--------------------------Article History :
Received :2024-07-23
Revised : 2024-08-11
Accepted :2024-09-07
Online :2024-09-09
ABSTRACT
This research analyzes the influence of macroeconomic factors on NonTax State Revenue (PNBP) in Batang City in the 2020-2023 period.
Using monthly data from Bank Indonesia and the Central Statistics
Agency, this research applies the Vector Autoregression-Vector Error
Correction Model (VAR-VECM) method to see the short-term and longterm relationship between PNBP and variables such as Gross Regional
Domestic Product (GRDP), inflation, exchange rates, and interest rates.
The research results show that macroeconomic factors significantly
influence PNBP in the long term, although the influence is not visible in
the short term. Policymakers need to pay attention to a combination of
external and internal factors, such as fiscal and monetary policies, to
optimize state revenues from non-tax sources in the future. This
research also emphasizes the importance of sustainable policy
planning to anticipate the long-term impact of global economic
fluctuations on PNBP.
PENDAHULUAN
Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) merupakan manifestasi dari manajemen keuangan
negara, yang berfungsi sebagai alat bagi Pemerintah untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran negara.
Tujuan utama APBN adalah untuk membiayai pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, mendukung
pembangunan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan nasional, menjaga stabilitas
perekonomian, serta menetapkan arah dan prioritas pembangunan secara keseluruhan (Afonso et al., 2016;
Kudrin & Gurvich, 2015; Mogues & Olofinbiyi, 2020; Walker et al., 2021).
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 menjelaskan bahwa Keuangan Negara mencakup semua hak
dan kewajiban negara yang dapat diukur dalam bentuk uang, serta segala sesuatu, baik berupa uang maupun
barang, yang menjadi kepunyaan negara sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
Pengelolaan Keuangan Negara sangat penting dalam perekonomian suatu negara karena berkaitan erat
222
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Novi Dhian Utami
Vol. 2, No. 3 (Sep, 2024)
Page 222-233
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.13883459
dengan kemampuan negara dalam mencapai tujuan-tujuan nasional dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat (Arora, 2018; Arun & Kamath, 2015; Erlando et al., 2020).
Pengelolaan keuangan negara melibatkan optimalisasi seluruh potensi pendapatan negara dan
pemanfaatannya sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat (Arifin et al., 2020; Jiao, 2010). Pendapatan
negara berasal dari berbagai sumber, termasuk pendapatan pajak, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),
dan Penerimaan Hibah, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Semua unsur ini merupakan
komponen penting dalam APBN dan digunakan untuk mendukung pembangunan dan membiayai kebutuhan
negara.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) memiliki dampak yang signifikan pada keuangan daerah di
tingkat lokal, dan pengelolaannya dapat memiliki implikasi yang kuat terhadap stabilitas ekonomi di suatu
wilayah tertentu, seperti Kota Batang. Dalam konteks penelitian ini, peran PNBP sebagai salah satu komponen
utama penerimaan daerah menjadi sangat relevan. Faktor-faktor eksternal, termasuk fluktuasi ekonomi
nasional dan kebijakan pemerintah pusat, dapat memengaruhi besaran dan stabilitas PNBP di tingkat lokal.
Penelitian sebelumnya telah menginvestigasi berbagai aspek penerimaan negara. Misalnya, Susanto &
Sugianto (2019) menganalisis struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dampaknya terhadap pertumbuhan
ekonomi. Selain itu, Prasasti & Ekananda (2023) menyelidiki dampak guncangan kebijakan fiskal terhadap PDB,
inflasi, dan tingkat suku bunga dalam dua periode krisis ekonomi yang berbeda. Berset et al. (2022) mengkaji
dampak guncangan pendapatan fiskal terhadap kebijakan fiskal daerah, sementara Nguyen & Darsono (2022)
menganalisis korelasi antara penerimaan pajak, investasi, dan pertumbuhan ekonomi dengan
mempertimbangkan penerimaan pajak.
Selanjutnya, Gnangnon (2022) mengeksplorasi pengaruh ketidakstabilan penerimaan pajak terhadap
pendapatan pajak di negara maju dan berkembang. Nugraha (2017) menganalisis peningkatan penghasilan
bukan pajak dari sudut pandang kelayakan ekonomi. Iswahyudi (2019) menyelidiki bagaimana perubahan
dalam struktur pajak dapat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian dalam jangka panjang di Indonesia.
Sementara itu, Egbunike et al. (2018) memeriksa pengaruh penerimaan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi
di Nigeria dan Ghana.
Tak hanya itu, Morrissey et al. (2016) melakukan analisis terhadap kerentanan pendapatan terhadap
guncangan eksternal dengan menggunakan komposisi ekspor untuk menangkap struktur ekonomi dan
membedakan negara berdasarkan tingkat pendapatan, kekayaan sumber daya, dan rezim politik. Terakhir,
Metelli & Natoli (2021) meneliti penyebaran guncangan tarif pajak secara internasional yang berasal dari
Amerika Serikat. Semua penelitian ini memberikan wawasan yang berharga dalam pemahaman tentang
penerimaan negara dan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi dan kebijakan fiskal.
Adapun penelitian ini dilakukan untuk mengisi celah pengetahuan dalam literatur ekonomi dan
keuangan terkait dengan penerimaan negara bukan pajak di tingkat lokal. Artikel ini memberikan penekanan
khusus pada analisis yang lebih mendalam terkait dengan penerimaan negara bukan pajak di Kota Batang,
yang merupakan entitas lokal di Indonesia. Hal ini berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya yang
cenderung lebih umum dalam cakupannya.
Selain itu, penelitian ini secara khusus mengkaji stabilitas penerimaan PNBP di tingkat lokal dan
menjelaskan bagaimana faktor-faktor eksternal dapat mempengaruhi stabilitas pendapatan di Kota Batang. Ini
memberikan wawasan tentang resiliensi penerimaan negara bukan pajak terhadap perubahan lingkungan
eksternal. Penelitian ini juga membahas pengaruh faktor eksternal, seperti kebijakan ekonomi nasional atau
faktor-faktor global, pada penerimaan negara bukan pajak di Kota Batang, sementara penelitian-penelitian
sebelumnya lebih terfokus pada faktor-faktor internal atau pertimbangan makroekonomi yang lebih luas.
Hasil penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam beberapa aspek. Pertama, penelitian
ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan
negara bukan pajak di Kota Batang, yang merupakan wilayah lokal di (...truncated)