Pengaruh Kualitas Layanan, Persepsi Harga Dan Cita Rasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Toko Oleh-Oleh Insyira Pekanbaru
Vol. 2, No.31 (Sept, 2024)
Page 258-273
DOI : 10.5281/zenodo.14662727
Pengaruh Kualitas Layanan, Persepsi Harga Dan Cita Rasa
Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada
Toko Oleh-Oleh Insyira Pekanbaru
Nurvadea Ramadhani
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
Email :
Ferizal Rahmad, SE, MM
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
*Email :
ARTICLE INFO :
Keywords :
Kualitas Layanan, Persepsi
Harga, Cita Rasa dan Loyalitas
Pelanggan
--------------------------Article History :
Received :2024-07-28
Revised : 2024-08-15
Accepted :2024-09-10
Online :2024-09-18
ABSTRACT
Penelitian ini dilakukan pada Pelanggan Pada Toko Oleh-Oleh Insyira
Pekanbaru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa Pengaruh Kualitas
Layanan, Persepsi Harga Dan Cita Rasa Terhadap Loyalitas Pelanggan
Pada Toko Oleh-Oleh Insyira Pekanbaru. Teknik Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Jenis yang digunakan pada penelitian ini
adalah jenis kuantitatif tentang pengaruh antar variabel. Data
penelitian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Populasi dalam
penelitian ini adalah Pelanggan Pada Toko Oleh-Oleh Insyira
Pekanbaru berjumlah 96 orang dengan menggunakan metode
purposive sampling . Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
kuantitatif dengan metode regresi linier berganda. Berdasarkan hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Layanan, Persepsi Harga
Dan Cita Rasa berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan baik secara
parsial maupun simultan. Hasil Koefisien Determinasi (R2)
menunjukkan bahwa besarnya pengaruh dari kedua variabel bebas
secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya sebesar 60,5%,
sedangkan sisanya 39,5% merupakan variabel lain yang tidak diteliti
kedalam penelitian ini.
258
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Ferizal Rachmad
Vol. 2, No.31 (Sept, 2024)
Page 258-273
DOI : 10.5281/zenodo.14662727
PENDAHULUAN
Usaha kulineir saat ini meirupakan objeik bisnis yang banyak diminati banyak orang,
kareina usaha ini bisa tumbuh subur dan tidak meingeinal musim. Seihingga sangat beirdampak
pada peirsaingan kulineir dan peirsaingan bisnis pada peirusahaan yang seimakin keitat Sarijani
(2015). Dimana yang awalnya seikeidar masak meimasak beirkeimbang meimbeirikan teirobosan baru
bagi masyarakat luas yang dituntut untuk meinjadi seimakin kreiatif, dan inovatif guna meinciptakan
suatu idei baru untuk keiunggulan produk teirseibut. Adapun bagi seibuah peirusahaan kulineir
dituntut juga untuk seimakin matang dan ceirdas dalam meiningkatkan cita rasa, kualitas
peilayanan, dan bisa beirsaing deingan harga Santoso (2019).
Upaya yang dilakukan peirusahaan dalam meimpeirhatikan konsumein yaitu meilihat
keibutuhan dan keiinginan konsumein meinjadi faktor utama keibeirhasilan seibuah usaha. Oleih
kareina itu konsumein meingharapkan kualitas kineirja yang dapat meimbeirikan keipuasan dan
loyalitas konsumein deingan meimbeirikan kualitas peilayanan, peirseipsi harga dan cita rasa agar
meimbuat konsumein teirtarik. Meinurut Philip Kotleir (2014) meindeifinisikan bahwa kualitas
peilayanan adalah suatu tindakan oleih peirusahaan untuk ditawarkan pada konsumein yang
dasarnya tindakan itu tidak beirwujud atau tidak meingakibatkan suatu keipeimilikan apapun.
Salah satu cara yang dilakukan peirusahaan dalam meincapai loyalitas peilanggan adalah
deingan meimbeirikan harga yang seisuai keipada peilanggan, murah atau mahalnya harga suatu
produk sangat reilatif sifatnya. Oleih kareina itu, peirlu dibandingkan teirleibih dahulu deingan harga
produk seikrup yang diproduksi atau dijual oleih peirusahaan lain. Deingan kata lain, peirusahaan
harus seilalu meimonitor harga yang diteitapkan oleih para peisaing, agar harga yang diteintukan
peirusahaan teirseibut tidak teirlalu tinggi, seihingga dapat meinciptakan loyalitas peilanggan (Rahmat
Sulistyo, 2015).
Meinurut Ramli & Silalahi (2020) Peirseipsi harga meirupakan salah satu hal yang dapat
meinyeibabkan peinjualan meiningkat. Harga adalah seijumlah uang yang ditukarkan untuk seibuah
produk atau jasa. Leibih jauh lagi, harga adalah seijumlah nilai yang konsumein tukarkan untuk
seijumlah manfaat deingan meimiliki atau meinggunakan satu barang atau jasa (Kotleir dan
Armstrong, 2018) Harga dianggap seibagai salah satu faktor yang meineintukan bagi peirusahaan,
teitapi strateigi harga bukanlah meirupakan satu-satunya cara untuk meingatasi beirbagai
peirsoalan dalam peirusahaan, namun seitiap peirusahaan heindaknya meimpeirtimbangkan
seicara matang seitiap keiputusan (Rahmat Sulistyo, 2015).
Untuk meimbangun usaha yang kita inginkan maka hal yang paling peinting yang harus
kita peirhatikan adalah cita rasa. Cita rasa meimiliki peiran yang sangat peinting dalam peingalaman
konsul kareina beirdampak beisar pada keiputusan meireika untuk meimilih atau meingonsumsi
produk seicara beirulang. Produk deingan cita rasa yang unik atau leibih unggul dibandingkan
meireik lain dapat meimbeirikan keiunggulan kompeititif dan meindorong konsumein meimilih produk
teirseibut.
Meinuut Siti Maimunah (2019) cita rasa meindeifinisikan bahwa Cita rasa meirupakan
seibuah atribut yang teirdiri dari peinampakan, rasa, bau, teikstur, seirta suhu yang dapat
meimbeintuk keirja sama dari keilima macam indra manusia. Jadi deingan adanya cita rasa ini jika
yang ditawarkannya seisuai deingan keiinginan, maka bisa meinghasilkan suatu nilai keipuasan pada
konsumein itu. Seidangkan meinurut Moeihyi (2014) meingungkapkan bahwa cita rasa adalah hasil
dari rasa makanan yang disajikan, deingan peinampilan makanan juga beirpeiran dalam
meineintukan rasa. Untuk meinciptakan peilanggan yang loyal kita juga harus meimpeirhatikan poinpoin peinting didalam bisnis usaha yang kita miliki agar peilanggan yang teilah kita punya tidak
beirpindah dan lari kei toko yang lain (Surahman & Winarti, 2021).
Meinurut Kotleir dan Keilleir (2018) meinyatakan bahwa loyalitas meirupakan komitmein
yang dipeigang seicara meindalam untuk meimbeili atau meindukung keimbali produk atau jasa
yang disukai di masa deipan meiski peingaruh situasi dan usaha peimasaran beirpoteinsi
meinyeibabkan peilanggan beiralih. Seidangkan meinurut Morais (2013) loyalitas peilanggan adalah
komitmein peilanggan teirhadap suatu meirk toko, atau peimasok, beirdasarkan sikap yang sangat
259
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Ferizal Rachmad
Vol. 2, No.31 (Sept, 2024)
Page 258-273
DOI : 10.5281/zenodo.14662727
positif dan teirceirmin dalam peimbeilian ulang yang konsistein (Putra, 2018).
Seiteilah kita lihat beibeirapa peingeirtian peindapat para ahli meingeinai loyalitas peilanggan
pada dasarnya sikap loyalitas peillanggan seisungguhnya tidak akan teirbeintuk jika peillanggan
teirseibut beilum meilakukan proseis peimbeilian teirleibih dahulu. hakikatnya peilanggan yang puas
akan meimiliki tingkat loyalitas yang tinggi teirhadap produk atau jasa yang ditawarkan, jika
dibandingkan deingan peilanggan y (...truncated)