Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Invesment Oppurtunity Set dan Kualitas Laba Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Perbankan Yang Terdaftar Dibursa Efek Indonesia Periode 2020-2023)
Vol. 2, No. 4 (Des, 2024)
Page 274-289
DOI : https://doi.org/ 10.5281/zenodo.14752234
Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Invesment Oppurtunity Set
dan Kualitas Laba Terhadap Nilai Perusahaan
(Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Perbankan Yang Terdaftar
Dibursa Efek Indonesia Periode 2020-2023)
Shinta Tri Amanda
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
Email :
Jasmina Syafei
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
*Email :
Febri Delmi Yetti
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
Email :
ARTICLE INFO :
ABSTRACT
Keywords :
Company Value;
Profitability;
Leverage;
Investment Opportunity Set;
Earnings Quality
--------------------------Article History :
Received :2024-10-28
Revised : 2024-011-15
Accepted :2024-12-01
Online :2024-12-08
This This research aims to determine the influence of profitability,
leverage, investment opportunity set and profit quality on company
value in banking sub-sector companies listed on the Indonesia Stock
Exchange (BEI) for the 2020-2023 period. Data analysis uses the classic
assumption test and hypothesis testing uses panel data regression
analysis using the eviews version 12 tool. The research results show
that the investment opportunity set is proven to have an effect on
company value. Meanwhile, profitability, leverage and earnings quality
are proven to have no effect on company value. The magnitude of the
influence exerted by these variables together on the dependent
variable is 67%, while the remaining 33% is influenced by other
variables not examined in this research.
PENDAHULUAN
Pada saat ini, dunia usaha berkembang dengan sangat cepat. Perkembangan ini dapat dilihat dari
kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan arus informasi yang semakin mudah diakses oleh siapa saja. Pasar
modal memainkan peran penting dalam dunia usaha, khususnya bagi perusahaan. Di Indonesia, terdapat
lembaga yang bergerak di bidang pasar modal, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menyediakan informasi
lengkap mengenai perkembangan pasar saham kepada masyarakat. Data mengenai pergerakan saham yang
disajikan BEI dapat ditemukan melalui media cetak dan elektronik, yang menjadi referensi bagi para investor
dalam membuat keputusan investasi di pasar modal (Tumanan & Dyah Ratnawati, 2021).
274
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Jasmina Syafei
Vol. 2, No. 4 (Des, 2024)
Page 274-289
DOI : https://doi.org/ 10.5281/zenodo.14752234
Tujuan utama pendirian sebuah perusahaan adalah untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Salah
satu tujuan penting dalam mendirikan perusahaan adalah meningkatkan kesejahteraan pemilik atau
pemegang saham, yang dapat tercapai melalui peningkatan nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi
mencerminkan kesejahteraan pemiliknya dan menjadi indikator dari kinerja perusahaan yang baik atau buruk
(Nugroho & Arifin, 2022).
Pendirian sebuah perusahaan perlu didasari oleh tujuan yang jelas. Dalam perspektif manajemen
keuangan, tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan biasanya
diukur berdasarkan nilai pasar, karena peningkatan nilai pasar dapat memberikan kemakmuran maksimal bagi
para pemegang saham melalui kenaikan harga saham. Nilai perusahaan menjadi aspek penting yang harus
selalu diperhatikan. Manajemen perusahaan akan berupaya untuk terus meningkatkan nilai perusahaan,
karena dengan nilai yang lebih tinggi, kemakmuran para pemegang saham juga meningkat. Selain itu,
perusahaan dengan nilai yang lebih tinggi cenderung lebih mudah memperoleh pendanaan.
Memaksimalkan nilai perusahaan merupakan hal yang sangat penting, karena hal ini memungkinkan
perusahaan mencapai tujuan utamanya. Dengan nilai perusahaan yang maksimal, perusahaan dapat tetap
kompetitif dan bertahan dalam persaingan pasar global yang semakin ketat seiring berjalannya waktu.
Fenomena kenaikan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI),
dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada tanggal 27 Juli
2023. Melalui pendekatan price to book value (PBV), valuasi saham BBRI dan BMRI tercatat masing-masing
sebesar 3,09 kali dan 2,42 kali, melebihi rata-rata industri yang hanya 0,9 kali menurut data dari Simply Wall St.
Sementara itu, saham BBTN masih dihargai secara relatif murah dengan PBV sebesar 0,65 kali, jauh di bawah
rata-rata industri dan kriteria PBV 1 kali yang menjadi patokan.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan daya tarik valuasi saham BUMN dalam
konteks kenaikan harga saham sepanjang masa, serta implikasinya terhadap keputusan investasi. Penelitian ini
akan melibatkan analisis mendalam terkait faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi valuasi saham,
termasuk modal, profitabilitas, dan arus kas, guna memberikan wawasan lebih lanjut terkait layak atau
tidaknya investasi pada ketiga saham bank BUMN tersebut (https://www.cnbcindonesia.com,2023).
Dibawah ini merupakan tabel terkait valuasi PBV perusahaan perbankan yaitu :
Tabel 1.1 Valuasi PBV
Kode Saham
PBV (Kali)
BBRI
3.09
BMRI
2.42
BBTN
0.65
Rata-rata industri
0.90
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com,2023.
Tabel 1.1 menunjukkan valuasi saham berdasarkan Price to Book Value PBV dari tiga bank BUMN, yaitu
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN),
beserta rata-rata industri. Data ini, yang diambil dari sumber CNBC Indonesia pada tahun 2023,
menggambarkan PER BBRI sebesar 13,93 kali, PER BMRI sebesar 10,50 kali, dan PER BBTN sebesar 6,26 kali.
Secara bersamaan, PBV BBRI mencapai 3,09 kali, PBV BMRI sebesar 2,42 kali, dan PBV BBTN sebesar 0,65 kali.
Dalam konteks ini, rata-rata industri untuk PBV masing-masing adalah 16,20 kali dan 0,90 kali.
Menariknya, nilai PER industri perbankan domestik yang mencapai 16,20 kali masih jauh di bawah rata-rata
selama tiga tahun sebesar 44,4 kali, menunjukkan potensial upside yang signifikan bagi sektor perbankan di
Indonesia.
Analisis lebih lanjut dari Simply Wall St mengungkapkan proyeksi pertumbuhan bank dalam lima tahun
ke depan sebesar 48%. Data ini juga diperkuat oleh kinerja finansial BBRI dan BMRI, yang mencatatkan laba
bersih yang solid. BMRI berhasil mencetak laba bersih hingga akhir Mei 2023 sebesar Rp18,44 triliun, dengan
peningkatan 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BBRI juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,12 triliun hingga lima bulan pertama tahun 2023,
menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,05% dibandingkan dengan semester pertama 2022. Sementara BBTN,
275
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Jasmina Syafei
Vol. 2, No. 4 (Des, 2024)
Page 274-289
DOI : https://doi.org/ 10.5281/zenodo.14752234
meskipun hanya mencatatkan peningkatan laba bersih tipis sebesar 0,23% secara tahunan menjadi Rp1,27
triliun, tetap memberikan kontribusi positif.
Dari data diatas menunjukkan b (...truncated)