ANALISIS BENTUK TEMA DAN NILAI MORALITAS DALAM NOVEL PUTUS CINTA BUKANLAH AKHIR SEGALANYA KARYA IDA RAIHAN
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 2 No. 1 Maret 2021
ANALISIS BENTUK TEMA DAN NILAI MORALITAS
DALAM NOVEL PUTUS CINTA BUKANLAH AKHIR
SEGALANYA KARYA IDA RAIHAN
Yosefina Ledia Namun, I Nyoman Suparsa, A.A Rai Laksmi
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Abstract
This research is a qualitative descriptive study that aims (1) to determine
the structure of the themes and moral values contained in the novel Putus Cinta Is
Not the End of Everything. The theories that underlie this research are (1) the
nature of literary works, (2) the definition of novels, (3) the intrinsic elements of the
novel, (4) the structure of the theme, and (5) the notion of morality values. Data
collection is done by the library method. The data in this study were processed by
using qualitative analysis techniques, namely, the researchers conducted the
analysis interactively and took place continuously until it was finished. This study
uses an instrument that is a tool used by research in collecting data so that it is
arranged systematically. There are also steps in data analysis using data
triangulation analysis, namely: (1) reducing data, (2) presenting data and (3) data
verification. The results of this study indicate the findings of two theme structures,
namely major themes and minor themes. The major themes found are the major
themes of love and problems with her two older sisters, while the minor themes are
friendship, the sincerity of a friend. The novel "Putus Cinta Is Not the End of
Everything" by Ida Raihan also contains twelve moral values, namely the value of
struggle, the value of sacrifice, the value of injustice, the value of doubt, the value
of crime, the value of caring, the value of independence, the value of honesty, the
value of discipline, the value of politeness, the value of politeness. , the value of
courage, the value of purity of heart.
Keywords: Novel, Theme Structure, and Moral Values
85
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 2 No. 1 Maret 2021
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan (1)
untuk mengetahui struktur tema dan nilai moralitas yang terkandung di dalam novel
Putus Cinta Bukanlah Akhir Segalanya. Adapun teori yang melandasi penelitian ini
adalah (1) hakikat karya sastra, (2) pengertian novel, (3) unsur intrensik novel, (4)
struktur tema, dan (5) pengertian nilai moralitas. Pengumpulan data dilakukan
dengan metode observasi dan kepustakaan. Data dalam penelitian ini diolah dengan
cara menggunakan metode analisis secara kualitatif yaitu, peneliti melakukan
analisis secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai selasai.
Peneliti ini menggunakan instrumen yaitu alat bantu digunakan oleh penelitian
dalam kegiatan mengumpulkan data sehingga tersusun secara sistematis. Adapun
langkah-langkah dalam analisis data menggunakan analisis tringulasi data yaitu (1)
mereduksi data, (2) menyajikan data, dan (3) verifikasi data. Hasil penelitian ini
menunjukkan temuan dua struktur tema yaitu tema mayor dan tema minor. Tema
mayor yang ditemukan yaitu tema mayor percintaan dan permasalahan dengan
kedua kakak perempuannya, sementara tema minornya yaitu persahabatan,
ketulusan seorang sahabat. Novel Putus Cinta Bukanlah Akhir Segalanya karya Ida
Raihan juga terdapat dua belas nilai moral yaitu nilai perjuangan, nilai
pengorbanan, nilai ketidakadilan, nilai kebimbangan, nilai kriminalitas, nilai
kepedulian, nilai kemandirian, nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai kesantunan,
nilai kesantunan, nilai keberanian, nilai kesucian hati.
Kata kunci: Novel, Bentuk tema, dan Nilai Moralitas
PENDAHULUAN
Sastra merupakan salah satu
bahasa yang menggunakan irama,
unsur kebudayaan yang digunakan
rima, bait, dan penyususnan lirik yang
untuk mengungkapkan pikiran dan
berisi makna. Prosa merupakan jenis
perasaan manusia. Sastra banyak
karya sastra yang bersifat paparan,
mengungkapkan berbagai fenomena
sering juga disebut karangan bebas
kehidupan
karena tidak diikat oleh aturan-aturan
manusia
dan
lingkungannya. Pada dasarnya karya
khusus
sastra dijadikan atas puisi, prosa, dan
merupakan karya sastra yang ditulis
drama. Puisi merupakan suatu bentuk
dalam bentuk dialog dengan makna
karya sastra yang mengungkapkan
dipertunjukan oleh aktor. Novel juga
ekspresi dan perasaan penyair dengan
memiliki unsur utuh karena penulisan
86
misalnya
ritme.
Drama
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 2 No. 1 Maret 2021
novel
berdasarkan
penggambaran
berbagai macam, salah satu nilai yang
secara intrinsic dan ekstrensik. Unsur
melekat pada diri seseorang adalah
intrinsic dan eksrinsik di dalamnya.
nilai
Salah satu unsur intrinsic membahas
kaidah kesusilaan dan kebiasaan yang
pada Bentuk tema dan nilai-nilai yang
berlaku pada kelompok tertentu, (b)
terkandung di dalamnya. Tema adalah
ajaran kesusilaan, dengan kata lain
gagasan
ajaran
dasar
umum
yang
moral
keseluruhan
tentang
aza
kaidah-
dan
kaidah
menompang sebuah karya sastra yang
kesusilaan yang dipelajari secara
terkandung di dalam teks sebagai
sistematik dalam etika. Moralitas
Bentuk semantik dan menyangkut
yang kelompok tertentu. Moralitas
persamaan-persamaan
yang secara leksikal dapat dipahami
atau
perbedaan-perbedaan (Hartoko dan
sebagai
Rahmanto
mengatur pengerian baik atau buruk
2015:115).
dalam
Nurgiyantoro,
Staton
suatu
tata
aturan
yang
(dalam
perbuatan kemanusian, yang mana
Nurgiyantoro, 2015:114) dan Kenny
manusia dapat membedakan baik dan
(dalam
buruknya yang boleh dilakukan dan
Nurgiyantoro,
2015:114)
mengemukakan bahwa tema adalah
larangan
makna yang dikandung oleh sebuah
mewujudkannya, atau suatu azaz dan
cerita. Namun, ada banyak makna
kaidah
yang dikandung dan ditawarkan oleh
bermasyarakat.
cerita fiksi. Jenis tema menurut
sekalipun
kesusilaan
Moralitas
dapat
dalam
adalah
hidup
ajaran
cakupannya ada 2 yaitu: tema mayor
tentang baik buruknya perbuatan,
(tema pokok) dan tema minor (tema
perilaku serta akhlak yang demikian
tambahan).
semua
Nilai
merupakan
sebuah
orang.
Seseorang
akan
dianggap memiliki moral apabila
abstraksi dari sekumpulan tata prilaku
seseorang
atau kelakuan yang dijalankan oleh
kesadaran-kesadaran untuk menerima
seseorang.
serta melaksanakan peraturan yang
Nilai
terbagi
dalam
87
tersebut
memiliki
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 2 No. 1 Maret 2021
berlaku dan bersikap atau bertingkah
sangat besar dan banyak merugikan
laku sesuai dengan nilai-nilai moral
banyak pihak, sehingga pemberontak
yang dijunjung tinggi. Nilai moral
tersebut
merupakan
yang
burup demi membela kebenaran. Ada
berhubungan den (...truncated)