Menumbuhkan Kepedulian Pemuda : Strategi Organisasi 1000 Guru dalam Rekrutmen Relawan Pendidikan
Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume 3 Nomor 4, Tahun 2024
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 279-290
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1787
Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Menumbuhkan Kepedulian Pemuda : Strategi Organisasi 1000 Guru
dalam Rekrutmen Relawan Pendidikan
Deandlles Christover 1*, Abdlu Rofik 2, Janatun Mardiyah3
1,2,3
Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Indonesia
1*, 2, 3
Alamat: Jl. Wahid Hasyim 2 No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda,
Kalimantan Timur 75243
Korepsondensi penulis:
Abstract: The purpose of this study is to determine the strategy of the Youth Organization of 1000 Teachers in
Samarinda City in recruiting volunteers so that prospective volunteers who join have an interest in participating
directly in helping with educational problems in remote areas and the obstacles faced by the Youth Organization
of 1000 Teachers in conducting the recruitment. Youth with its social control function that has an active role in
fighting for various values of life that exist in society, the Youth Organization of 1000 Teachers in Samarinda City
as an agent of change plays an active role in implementing education, especially for remote, underdeveloped, and
border areas in East Kalimantan Province which still need special attention. This study is descriptive qualitative
with a focus on describing and describing the strategy of the Youth Organization of 1000 Teachers in Samarinda
City in recruiting volunteers so that prospective volunteers have an interest in participating directly in helping
with social problems in the field of education, especially in remote areas and the obstacles faced. The data analysis
used is the interactive model data analysis proposed by Miles, Huberman, and Saldana, where this data analysis
consists of data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. This study uses
secondary data collection techniques by conducting library research and other secondary data sources and
conducting direct research in the field to obtain primary data through in-depth interviews. From the results of the
study, it shows that the Strategy of the 1000 Teacher Youth Organization in Increasing Volunteer Interest in East
Kalimantan Province has been running well so far. This is because the members of the organization in it, both the
Chairperson, Secretary, Treasurer and donations, Creative and event Team, Survey and Logistics Team, and the
members of the 1000 Teacher Youth Organization management in Samarinda City are able to adapt and be
creative in recruiting prospective volunteers.
Keywords: Strategy, 1000 Teacher Youth, Volunteer Interest
Abstrak:tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi organisasi Pemuda 1000 Guru Kota
Samarinda dalam melakukan rekruitmen terhadap relawan sehingga calon relawan yang bergabung memiliki
ketertarikan untuk berpartisipasi secara langsung dalam membantu permasalahanpermasalahan pendidikan yang
di daerah-daerah pedalaman serta hambatanhambatan yang dihadapi oleh Organisasi Pemuda 1000 Guru dalam
melakukan rekruitmen tersebut. Pemuda dengan fungsi social control-nya yang memiliki peran aktif dalam
memperjuangkan berbagai macam nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam masyarakat, maka Organisasi Pemuda
1000 Guru Kota Samarinda sebagai agen perubahan berperan aktif dalam dalam upaya pelaksanaan pendidikan
khsusnya bagi daerah-daerah terpencil, tertinggal, dan perbatasan yang ada di Provinsi Kalimantan Timur yang
masih membutuhkan perhatian khusus .Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan fokus menggambarkan
serta mendeskripsikan bagaimana strategi Organisasi Pemuda 1000 Guru Kota Samarinda dalam melakukan
rekruitmen relawan agar calon relawan memiliki ketertarikan untuk berpartisipasi secara langsung dalam
membantu permasalahan sosial dibidang pendidikan khsususnya di daerah-daerah pedalaman serta hambatanhambatan yang dihadapi. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif yang
dikemukakan oleh Miles, Huberman, dan Saldana, dimana anlisis data ini terdiri dari pengumpulan data,
kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data
sekunder dengan melakukan penelitian kepustakaan dan sumber-sumber data sekunder lainnya serta melakukan
penelitian langsung ke lapangan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara yang mendalam. Dari hasil
penelitian yang dilakukan, menunjukan bahwa Strategi Organisasi Pemuda 1000 Guru Dalam Meningkatkan
Minat Relawan di Provinsi Kalimantan Timur sejauh ini telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan
anggotaanggota organisasi yang ada didalamnya, baik Ketua, Skeretaris, Bendahara dan donasi, Tim Kreatif dan
acara, Tim Survey dan Logistik, serta para anggotaanggota pengurus Organisasi Pemuda 1000 Guru yang ada di
Kota Samarinda mampu beradaptasi dan kreatif dalam melakukan rekruitmen calon relawan.
Kata kunci: Strategi, Pemuda 1000 Guru, Minat Relawan
Received: November 28, 2024; Revised: Desember 12, 2024; Accepted: December 29, 2024; Published :
December 31, 2024
MENUMBUHKAN KEPEDULIAN PEMUDA : STRATEGI ORGANISASI 1000 GURU DALAM
REKRUTMEN RELAWAN PENDIDIKAN
1. PENDAHULUAN
Pendidikan memupuk seseorang untuk menjadi individu dewasa, individu yang
mampu merencanakan masa depan dan mengambil keputusan yang tepat dalam hidup. Dan
pendidikan yang baik akan membuat seseorang menjadi lebih manusiawi. Meskipun tidak
terdaftar dalam tiga kebutuhan dasar manusia, pendidikan adalah sama pentingnnya.
Pendidikan dapat membantu kemajuan bangsa karena masa depan bangsa aman ditangan
masyarakat yang berpendidikan dan sangat berpengaruh bagi pembangunan sosial dan
pertumbuhan ekonomi bangsa.
Penyelenggaraan pendidikan nasional telah diatur dalam Undang-Undang nomor
20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang menjelaskan tentang hak dan
kewajiban warga Negara sebagaimana dicantumkan dalam pasal 5 bahwa; “setiap warga
Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu” dan
“warga Negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil
berhak memperoleh pendidikan layanan khusus” serta “setiap warga Negara berhak
mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat”.
Sejalan dengan apa yang telah penulis kemukakan diatas bahwasanya masalah
pendidikan tidak hanya dapat ditangani oleh pemerintah semata oleh karenanya,
pemerintah juga membutuhkan peran organisasi-organisasi sosial nonformal yang dapat
membantu pemerintah khususnya pemerintah Kalimantan Timur dalam upayanya
mencerdaskan putra-putri bangsa ini. Pemerintah Kalimantan Timur juga membutuhkan
kepedulian sumber daya manusia yang sangat besar yang akan memberikan kontribusi
dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa khususnya bagi organisasi-organisasi pemuda
yang memiliki komitmen di dunia pendidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebud (...truncated)