Profil Kebugaran Jasmani Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang
Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume 3 Nomor 4, Tahun 2024
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 291-297
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1789
Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Profil Kebugaran Jasmani Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Subang
1, 2
Deni Mudian1*, Arif Fajar Prasetiyo2
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan /Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan
dan Rekreasi/Universitas Subang, Indonesia
1*, 2
Alamat Kampus: Jalan R.A. Kartini Km.03 Subang
Korespondensi penulis:
Abstract. Students' physical fitness conditions can be developed to the maximum so that they can achieve
maximum academic achievement. But in reality, many students ignore a healthy lifestyle, such as staying up late
and other negative activities. This usually results in a decline in the quality of students' physical fitness, making
it difficult to achieve optimal academic performance. This research aims to obtain a clear picture of the level of
physical fitness of students at the Faculty of Teacher Training and Education, Subang University. The research
method used is a descriptive method. The research subjects were 70 FKIP University Subang students. The
research instrument was a physical fitness test observation sheet. In this study, five components of physical fitness
were examined, including sprinting 60 meters, push ups, sit ups, vertical jumps, and middle distance running 1200
meters. The results of the research show that the overall physical fitness condition of Subang University FKIP
students is in the poor category.
Keywords: Profile, Physical Fitness, Students
Abstrak. Kondisi kebugaran jasmani mahasiswa dapat dikembangkan secara maksimal sehingga dapat mencapai
prestasi akademis yang maksimal. Tetapi pada kenyataannya, banyak para mahasiswa yang mengabaikan gaya
hidup sehat seperti masih banyak begadang, dan aktivitas negatif lainnya. Hal ini biasanya mengakibatkan
penurunan kualitas kebugaran jasmani para mahasiswa, sehingga sulit dalam mencapai prestasi akademis yang
optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai tingkat kebugaran jasmani
mahasiswa mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode deskriptif. Subyek penelitian Mahasiswa FKIP Universitas Subang sebanyak 70 orang.
Instrument penelitian berupa lembar observasi tes kebugaran jasmani. Pada penelitian ini diteliti lima komponen
kebugaran jasmani antara lain lari cepat 60 meter, push up, sit up, vertical jump, lari jarak menengah 1200 meter.
Hasil penelitian menunjukan secara keseluruhan kondisi kebugaran jasmani mahasiswa FKIP Universitas Subang
tergolong pada kategori kurang.
Kata kunci: Kebugaran Jasmani, Profil, mahasiswa
1. LATAR BELAKANG
Sehat dan bugar merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Untuk meraihnya
diperlukan aktivitas fisik yang menyenangkan dan dalam jangka waktu panjang. Sehat dan
bugar ini tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat, namun memerlukan keuletan dan
kesabaran untuk selalu mengikuti program secara tepat dan teratur. Gaya hidup mahasiswa
sangat menentukan dalam perkembangan kebugaran jasmaninya, pengalaman kebiasaan
hidup aktif tidak dengan sendirinya terjelma.
Berdasarkan sistem Undang-undang Keolahragaan Nasional Tahun 2005 Nomor 3
menyatakan bahwa olahraga dibagi menjadi 3 bagian, (1). Olahraga Prestasi, (2). Olahraga
Pendidikan, (3). Olahraga Rekreasi. Berdasarkan ungkapan di atas bahwasanya bagian
olahraga yang dibagi di atas memiliki masing-masing tujuan bagi pelaku olahraganya.
Received: November 28, 2024; Revised: Desember 12, 2024; Accepted: December 29, 2024; Published :
December 31, 2024
PROFIL KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SUBANG
Kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup menjadi sorotan utama karena hanya
untuk sekedar saja dalam menjalankannya.
Aktivitas yang dimiliki oleh seseorang memiliki macam dan intensitas yang
berbeda-beda, manusia harus mampu melaksanakan tugas tersebut dengan baik tanpa
adanya keluhan dari tubuhnya sepanjang karir yang dimliki oleh seseorang itu. Untuk dapat
melaksanakan tugas ini, perlu adanya kesesuaian antara syarat yang harus dipenuhi oleh
seseorang terhadap macam dan intensitas tugas fisik yang dilaksanakan. Dalam hal ini
Giriwijoyo (2007:44) menjelaskan bahwa “Kebugaran jasmani ialah kecocokan keadaan
fisik terhadap tugas yang harus dilaksanakan oleh fisik itu, atau dengan perkataan lain
untuk dapat melaksanakan tugas fisik tertentu sesuai dengan sifat tugas fisik itu”.
Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan jika seseorang ingin
melaksanakan tugas dengan baik dan lancar tanpa hambatan serta mencapai hasil yang
optimal maka kesesuaian antara tugas fisik dengan keadaan kebugaran jasmani seseorang
itu harus diperhatikan, karena kesesuaian ini akan berdampak terhadap hasil dan kesehatan
tubuh seseorang yang melaksanakan tugas tersebut. Dengan demikian menurut Cleland
Dkk (2005:3) mengungkapkan bahwa aktivitas fisik merupakan suatu kejadian yang
memerlukan energi. Dimana kesanggupan sistem jantung, paru, dan pembuluh darah untuk
berfungsi secara optimal pada keadaan istirahat dan kerja dalam mengambil oksigen dan
menyalurkannya ke jaringan yang aktif sehingga digunakan pada proses metabolisme
tubuh. Dengan demikian untuk dapat bekerja lebih lama memerlukan kondisi kebugaran
yang baik agar tidak terjadi kelelahan yang berarti Fenomena yang terjadi di Negara-negara
besar saat ini adalah gaya hidup manusia yang sudah serba instan dan praktis. Pemanfaatan
teknologi canggih berdampak pada sikap serta perilaku kurang aktif bergerak. Dalam buku
Rusli Lutan (2001:7) biaya kesehatan di Amerika Serikat meningkat menjadi 2,5%, Kanada
8%, Meksiko 6,5%. Hal inilah yang akan berdampak buruk pada pemanfaatan teknologi
dan gaya hidup praktis. Gejala kemerosotan yang terjadi seharusnya secepat mungkin di
atasi melalui iklan dan program televisi yang dapat membangkitkan gairah untuk bergerak.
Untuk menjaga kebugaran jasmani perlu waktu teratur dalam membinanya secara
terprogram. Memberikan beban dalam pekerjaan fisik pada setiap orang berbeda-beda
menurut Badriah (2002:23) sangat individual dan tergantung pula dari jenis pekerjaannya.
Berdasarkan kutipan di atas bahwasanya setiap pembebanan kebugaran jasmani sangat
tergantung pada usia, jenis kelamin, dan jenis pekerjaan. Ada beberapa komponen yang
dapat membangun fondasi kebugaran jasmani berdasarkan menurut Tarigan (2012:48)
dapat dikelompokkan menjadi komponen komponen yang berkaitan dengan aspek
292
CONCEPT - VOLUME 3 NOMOR 4, TAHUN 2024
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 291-297
kesehatan melalui pendidikan jasmani di sekolah dan dalam kehidupan sehari hari meliputi,
daya tahan jantung paru, kekuatan, daya tahan otot, dan kelentukan.
Tingkat kebugaran jasmani merupakan faktor penting seseorang dalam
menjalankan aktivitas baik dar (...truncated)