Hubungan Antara Gaya Kelekatan dengan Interaksi Parasosial pada Penggemar K-POP

Journal of Social Humanities and Education, Mar 2025

This study examines the relationship between attachment styles and parasocial interaction among K-pop fans, where fans may develop an emotional bond with their idols despite the lack of real reciprocity. Attachment styles influence the level of attachment, with individuals with an anxious attachment style tending to be more emotionally involved and dependent on their idols, while those with an avoidant attachment style maintain more emotional distance. The role of social media in reinforcing the illusion of closeness is also a key focus of this study. The research aims to identify the relationship between attachment styles and parasocial interaction using a quantitative method with a correlation analysis approach. The findings indicate that fans with an anxious attachment style tend to have a more intense emotional bond, actively participate in fandom activities, and are more prone to anxiety when they lack updates about their idols. In contrast, those with an avoidant attachment style still consume idol-related content but with lower emotional involvement. The theoretical implication of this study supports the theories of attachment styles and parasocial interaction, explaining how emotional relationships form between fans and idols. Practically, this study can be used to develop digital literacy programs for K-pop fans to help them manage parasocial relationships in a healthier way, especially for individuals who are more vulnerable to excessive emotional attachment.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1821/2156

Hubungan Antara Gaya Kelekatan dengan Interaksi Parasosial pada Penggemar K-POP

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume. 4, Nomor. 1, Maret 2025 e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 100-113 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1821 Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Hubungan Antara Gaya Kelekatan dengan Interaksi Parasosial pada Penggemar K-POP Pipit Nopiyanti1*, Anniez Rachmawati Musslifah2, Faqih Purnomosidi3 1-3 Universitas Sahid Surakarta, Indoensia Alamat: Jl. Adi Sucipto No.154, Jajar, Kec. Laweyan, Kota Surakarta Korespondensi penulis: Abstract. This study examines the relationship between attachment styles and parasocial interaction among Kpop fans, where fans may develop an emotional bond with their idols despite the lack of real reciprocity. Attachment styles influence the level of attachment, with individuals with an anxious attachment style tending to be more emotionally involved and dependent on their idols, while those with an avoidant attachment style maintain more emotional distance. The role of social media in reinforcing the illusion of closeness is also a key focus of this study. The research aims to identify the relationship between attachment styles and parasocial interaction using a quantitative method with a correlation analysis approach. The findings indicate that fans with an anxious attachment style tend to have a more intense emotional bond, actively participate in fandom activities, and are more prone to anxiety when they lack updates about their idols. In contrast, those with an avoidant attachment style still consume idol-related content but with lower emotional involvement. The theoretical implication of this study supports the theories of attachment styles and parasocial interaction, explaining how emotional relationships form between fans and idols. Practically, this study can be used to develop digital literacy programs for K-pop fans to help them manage parasocial relationships in a healthier way, especially for individuals who are more vulnerable to excessive emotional attachment. Keywords: attachment styles, k-pop fans, parasocial interaction Abstrak. Penelitian ini membahas hubungan antara gaya kelekatan dan interaksi parasosial pada penggemar Kpop, di mana penggemar dapat merasakan ikatan emosional dengan idola meskipun tanpa timbal balik nyata. Gaya kelekatan memengaruhi tingkat keterikatan ini, dengan individu berkelekatan cemas cenderung lebih terlibat secara emosional dan bergantung pada idola, sementara mereka dengan kelekatan menghindar lebih menjaga jarak. Peran media sosial dalam memperkuat ilusi kedekatan juga menjadi perhatian dalam penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara gaya kelekatan dan interaksi parasosial menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis korelasi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggemar dengan gaya kelekatan cemas memiliki keterikatan emosional lebih intens, aktif dalam aktivitas fandom, dan rentan terhadap kecemasan ketika jauh dari informasi tentang idola. Sebaliknya, mereka dengan gaya kelekatan menghindar tetap mengonsumsi konten idola tetapi dengan keterlibatan emosional lebih rendah. Implikasi penelitian ini secara teoritis, penelitian ini mendukung teori gaya kelekatan dan interaksi parasosial yang menjelaskan bagaimana hubungan emosional terbentuk antara penggemar dan idola. Dan secara praktis, penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan literasi digital bagi penggemar K-pop agar dapat mengelola hubungan parasosial secara lebih sehat, terutama bagi individu yang lebih rentan terhadap keterikatan emosional berlebihan. Kata kunci: gaya kelekatan, penggemar k-pop, interaksi parasosial 1. LATAR BELAKANG Budaya populer Korea Selatan, yang dikenal sebagai K-Pop, telah berkembang secara global dan membentuk basis penggemar yang kuat di berbagai negara, termasuk Indonesia. K-Pop menampilkan kombinasi musik pop, hip-hop, dan koreografi yang menarik, yang membuatnya begitu diminati, terutama di kalangan anak muda. Para idola K-Pop sering menggunakan media sosial dan melakukan live streaming untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemar mereka. Interaksi ini memungkinkan Received: Februari 24, 2025; Revise:d Maret 08, 2025; Accepted: Maret 22, 2025; Published: Maret 24, 2025 HUBUNGAN ANTARA GAYA KELEKATAN DENGAN INTERAKSI PARASOSIAL PADA PENGGEMAR K-POP penggemar merasa lebih terhubung dengan idola, terutama ketika mereka memberikan dukungan emosional di saat sang idola menghadapi masa sulit. Banyak penggemar K-Pop, atau K-Popers, mengalami keterikatan emosional yang mendalam terhadap idola mereka. Fenomena ini sering dikaitkan dengan perasaan kesepian, keterasingan, atau kebosanan yang dialami penggemar dalam kehidupan nyata. Dengan akses internet yang luas, mereka dapat dengan mudah memperoleh informasi mengenai idola mereka, sehingga memperkuat perasaan mengenal sang idola secara pribadi. Keterikatan ini menciptakan hubungan semu di mana penggemar merasa memiliki koneksi yang dekat meskipun tidak ada interaksi langsung antara mereka dan idola. Fenomena ini dikenal sebagai interaksi parasosial, yaitu hubungan satu arah di mana seseorang merasa mengenal figur publik seolah-olah memiliki hubungan pribadi dengannya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Horton dan Wohl (1956), yang menjelaskan bahwa selebriti sering berkomunikasi dengan penggemar seolah-olah mereka memiliki kedekatan nyata. Dalam konteks K-Pop, penggemar menunjukkan keterlibatan tinggi melalui komentar di media sosial, partisipasi dalam fan meeting daring, serta konsumsi konten eksklusif yang semakin memperkuat ilusi hubungan pribadi dengan idola mereka. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kekuatan interaksi parasosial adalah gaya kelekatan (attachment style). Teori kelekatan yang dikembangkan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth menjelaskan bahwa pola kelekatan yang terbentuk sejak kecil berpengaruh pada cara individu menjalin hubungan sosial di masa dewasa. Bartholomew (1994) membagi gaya kelekatan menjadi secure, fearful, preoccupied, dan dismissing, yang masing-masing memengaruhi bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain, termasuk dalam interaksi parasosial. Individu dengan gaya kelekatan preoccupied cenderung mengalami keterikatan emosional yang lebih kuat dengan idola dibandingkan mereka yang memiliki gaya kelekatan secure. Berdasarkan wawancara awal yang dilakukan peneliti pada 5 K-popers pada tanggal 6 November 2024, diperoleh hasil wawancara bahwa interaksi parasosial dan gaya kelekatan saling berpengaruh. Berdasarkan keempat aspek gaya kelakatan, yaitu secure, fearful, preoccupied, dan dismissing dapat disimpulkan bahwa keempat orang kpopers tersebut merasa dekat dengan idola yang mereka sukai, dan satu diantara keempatnya tidak merasa dekat karena beralasan belum pernah bertemu langsung atau ikut fan meeting. Mereka juga aktif berinteraksi dengan idola kesukaan mereka, terlebih saat sang idola melakukan live streami (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1821/2156
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1821/2156

Pipit Nopiyanti, Anniez Rachmawati Musslifah, Faqih Purnomosidi. Hubungan Antara Gaya Kelekatan dengan Interaksi Parasosial pada Penggemar K-POP, Journal of Social Humanities and Education, 2025, pp. 100-113,