Teori Filter Bubble dan Echo Chamber: Dampak Transformasi Digital Terhadap Pendidikan Islam

Journal of Social Humanities and Education, Mar 2025

Digital transformation has brought significant changes to education, revolutionizing the way knowledge is accessed, shared, and disseminated. It has provided a wealth of opportunities for innovation, convenience, and accessibility in learning. However, the rapid shift to digital platforms presents several challenges that may hinder the development of students’ critical thinking and exacerbate educational inequalities. Among these challenges are the digital divide, filter bubbles, and echo chambers, which can negatively impact students’ perspectives and deepen the educational gap between urban and rural areas. This research aims to analyze the effects of digital transformation on education, with a particular focus on Islamic education. It also explores the role of filter bubbles and echo chambers in shaping students' insights and understanding of various issues. The research method used is library research, involving the collection and analysis of literature from various scholarly sources such as Sinta, ResearchGate, and Google Scholar. The findings of the study highlight that digital transformation has facilitated the learning process through platforms like Google Classroom and Zoom, making education more accessible. However, it also introduces challenges, such as the spread of misinformation and hoaxes, which are amplified by filter bubbles and echo chambers. From an Islamic educational perspective, digital transformation aligns with the principles of seeking knowledge and justice. However, the digital divide contradicts the Islamic value of equal access to education for all. In conclusion, it is necessary to improve digital literacy, provide equitable infrastructure, and promote cross-perspective collaboration to create a more inclusive and equitable learning environment. The findings aim to guide policymakers and educators in shaping better educational strategies.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1824/2159

Teori Filter Bubble dan Echo Chamber: Dampak Transformasi Digital Terhadap Pendidikan Islam

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume. 4, Nomor. 1, Maret 2025 e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 122-130 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1824 Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Teori Filter Bubble dan Echo Chamber: Dampak Transformasi Digital Terhadap Pendidikan Islam Salman Shiddiq1*, Misra2 1-2 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Indonesia Korespondensi penulis: * Abstract.Digital transformation has brought significant changes to education, revolutionizing the way knowledge is accessed, shared, and disseminated. It has provided a wealth of opportunities for innovation, convenience, and accessibility in learning. However, the rapid shift to digital platforms presents several challenges that may hinder the development of students’ critical thinking and exacerbate educational inequalities. Among these challenges are the digital divide, filter bubbles, and echo chambers, which can negatively impact students’ perspectives and deepen the educational gap between urban and rural areas. This research aims to analyze the effects of digital transformation on education, with a particular focus on Islamic education. It also explores the role of filter bubbles and echo chambers in shaping students' insights and understanding of various issues. The research method used is library research, involving the collection and analysis of literature from various scholarly sources such as Sinta, ResearchGate, and Google Scholar. The findings of the study highlight that digital transformation has facilitated the learning process through platforms like Google Classroom and Zoom, making education more accessible. However, it also introduces challenges, such as the spread of misinformation and hoaxes, which are amplified by filter bubbles and echo chambers. From an Islamic educational perspective, digital transformation aligns with the principles of seeking knowledge and justice. However, the digital divide contradicts the Islamic value of equal access to education for all. In conclusion, it is necessary to improve digital literacy, provide equitable infrastructure, and promote cross-perspective collaboration to create a more inclusive and equitable learning environment. The findings aim to guide policymakers and educators in shaping better educational strategies. Keywords: Digital Technology, Inclusive Education, Learning Media Abstrak.Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, merevolusi cara pengetahuan diakses, dibagikan, dan disebarluaskan. Transformasi ini telah menyediakan berbagai peluang untuk inovasi, kenyamanan, dan aksesibilitas dalam proses pembelajaran. Namun, pergeseran cepat menuju platform digital menghadirkan beberapa tantangan yang dapat menghambat perkembangan pemikiran kritis siswa dan memperburuk ketimpangan pendidikan. Di antara tantangan tersebut adalah kesenjangan digital, filter bubble, dan echo chamber, yang dapat berdampak negatif pada perspektif siswa dan memperdalam kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transformasi digital dalam pendidikan, dengan fokus khusus pada pendidikan Islam. Penelitian ini juga mengeksplorasi peran filter bubble dan echo chamber dalam membentuk wawasan dan pemahaman siswa terhadap berbagai isu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka, dengan mengumpulkan dan menganalisis literatur dari berbagai sumber ilmiah seperti Sinta, ResearchGate, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital mempermudah proses pembelajaran melalui platform seperti Google Classroom dan Zoom, yang membuat pendidikan lebih mudah diakses. Namun, transformasi ini juga membawa tantangan, seperti penyebaran disinformasi dan hoaks yang diperburuk oleh filter bubble dan echo chamber. Dari perspektif pendidikan Islam, transformasi digital sejalan dengan prinsip mencari ilmu dan keadilan. Namun, kesenjangan digital bertentangan dengan nilai Islam yang menekankan akses pendidikan yang setara bagi semua orang. Kesimpulannya, diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi digital, menyediakan infrastruktur yang merata, dan mendorong kolaborasi lintas perspektif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif dan adil. Temuan ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi pembuat kebijakan dan pendidik dalam merumuskan strategi pendidikan yang lebih baik. Kata Kunci : Echo Chamber, Filter Bubble, Kesenjangan Digital,Pendidikan Islam, Transformasi Digital Received: Februari 14, 2025; Revised: Februari 28, 2025; Accepted: Maret 23, 2025; Published: Maret 25, 2025 Teori Filter Bubble dan Echo Chamber: Dampak Transformasi Digital Terhadap Pendidikan Islam 1. LATAR BELAKANG Dewasa ini, perkembangan teknologi terjadi begitu cepat. Musnaini (2020) didalam bukunya mengatakan era society 5.0 membuat batas antara dunia digital dan dunia nyata menjadi transparan dalam kehidupan. Era ini menjadi gudang informasi bagi semua orang untuk menggali segala hal secara cepat dan instan. Disamping itu, arus perubahan global membawa dampak baru bagi kehidupan, salah satunya penggunaan media sosial yang masif di kalangan pelajar, terkhusus pelajar Indonesia. Menyikapi hal ini, Junawan dan Laugu dalam jurnalnya (2020) menyatakan bahwa di Indonesia terjadi peningkatan pengguna media sosial. Menurut Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII) (Haryanto, 2024) bahwa pada tahun 2024 menunjukkan bahwa penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat. Dari total populasi Indonesia yang mencapai 278.696.200 jiwa pada tahun 2023, sekitar 221.563.479 jiwa merupakan pengguna internet aktif di tahun 2024. Berdasarkan survei terbaru, tingkat penetrasi internet di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1,4% pada tahun 2024, mencapai 79,5% dari total populasi. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan akses di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Didukung dari data wearesocial.com (diakses pada 17 Maret 2025, pukul 20:05) menunjukkan bahwa kecenderungan gen z sebagai pengguna aktif media sosial sangat jelas, terutama terlihat dari waktu yang mereka habiskan di platform-platform tersebut. Sebagai contoh, mereka menghabiskan sekitar 38 jam per minggu hanya untuk menjelajahi TikTok. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh media sosial dalam kehidupan mereka, tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai sumber hiburan dan informasi yang utama. Penggunaan media sosial yang berlebihan membawa pengaruh negatif dalam pendidikan. Pasalnya didalam penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati dkk (2023) dampak negatifnya meliputi melalaikan waktu belajar, menganggu konsentrasi belajar, menganggu kesehatan, pemicu masalah, postingan tidak pantas, dan sumber informasi palsu. Didukung dengan penelitian yang dilakukan Siti dan Zubaidah (2022) sebuah penelitian yang melibatkan 250 siswa SMA di Indonesia mengungkapkan bahwa pengguna (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1824/2159
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1824/2159

Salman Shiddiq, Misra Misra. Teori Filter Bubble dan Echo Chamber: Dampak Transformasi Digital Terhadap Pendidikan Islam, Journal of Social Humanities and Education, 2025, pp. 122-130,