Peran Pancasila dalam Membentuk Pola Pikir Anak SD di Tengah Perkembangan Peradaban
Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume 4 Nomor 1, Maret 2025
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 131-142
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1827
Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Peran Pancasila dalam Membentuk Pola Pikir Anak SD
di Tengah Perkembangan Peradaban
Wiwin Hidayanti Gea1, Friska Delviana Silaban2*, Yosnida Sianturi3,
Yuni Anggriani Br Nainggolan 4, Willy Partogi Nainggolan 5
1-5
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar , Universitas Negeri Medan, Indonesia
Korespondensi penulis: *
Abstract. Pancasila as the foundation of the state has an important role in shaping the mindset and character of
children from an early age, especially at the elementary school level. In the challenging era of globalization,
Pancasila-based education is the main foundation in instilling national and moral values. This study aims to
explore the role of Pancasila in shaping the mindset of elementary school children and strategies that can be
applied in learning so that its values can be internalized effectively. The method used in this study is a literature
study by reviewing various relevant scientific articles. The results of the study indicate that an experience-based
learning approach, the active role of teachers as role models, and synergy between schools, families, and
communities are key factors in instilling Pancasila values. In addition, the challenges of globalization and
technological developments require strengthening Pancasila-based digital literacy so that children are able to
filter information wisely. Thus, Pancasila-based character education is a strategic element in forming a young
generation that has integrity, social responsibility, and critical thinking skills in facing changing times.
Keywords: Character education, Children's mindset, Digital literacy, Elementary School, Pancasila.
Abstrak. Pancasila sebagai dasar negara memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan karakter anakanak sejak dini, khususnya di tingkat sekolah dasar. Dalam era globalisasi yang penuh tantangan, pendidikan
berbasis Pancasila menjadi fondasi utama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moral. Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pancasila dalam membentuk pola pikir anak SD serta strategi yang dapat
diterapkan dalam pembelajaran agar nilai-nilainya dapat diinternalisasi secara efektif. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, peran aktif guru sebagai teladan, serta
sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat merupakan faktor kunci dalam menanamkan nilai-nilai
Pancasila. Selain itu, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut adanya penguatan literasi
digital berbasis Pancasila agar anak-anak mampu menyaring informasi secara bijak. Dengan demikian, pendidikan
karakter berbasis Pancasila menjadi elemen strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki integritas,
tanggung jawab sosial, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perubahan zaman.
Kata kunci: Pendidikan karakter, Pola pikir anak, Literasi digital, Sekolah Dasar, Pancasila.
1. PENDAHULUAN
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran yang sangat penting dalam
membentuk pola pikir dan karakter anak-anak, terutama di tingkat sekolah dasar. Dalam
konteks perkembangan peradaban yang terus berubah, pendidikan Pancasila menjadi fondasi
bagi generasi muda untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan serta moral
yang terkandung di dalamnya. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, anak-anak
tidak hanya belajar tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga dibekali
dengan kemampuan untuk berpikir kritis dan mandiri dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Received: Januari 13, 2025; Revised: Februari 19, 2025; Accepted: Maret 24, 2025; Published: Maret 26, 2025
Peran Pancasila dalam Membentuk Pola Pikir Anak SD
di Tengah Perkembangan Peradaban
Beberapa penelitian telah menyoroti relevansi Pendidikan Pancasila untuk anak-anak
sekolah dasar. Pendidikan karakter yang dimulai sejak dini tidak hanya memperbaiki moral
generasi penerus bangsa, tetapi juga memperkuat integritas dan kemandirian anak dalam
menghadapi dinamika sosial yang semakin rumit. Tujuan pendidikan Pancasila di sekolah
dasar adalah untuk mengembangkan orang-orang yang sadar sosial, toleran, dan bertanggung
jawab. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran Pendidikan Pancasila sering kali tidak efektif
dan bersifat teoritis, sehingga siswa tidak sepenuhnya memahami inti dari cita-cita Pancasila
sebagai pedoman hidup.
Pendidikan Pancasila di sekolah dasar berfungsi untuk membentuk karakter siswa agar
menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang
baik. Melalui berbagai metode pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis
masalah dan pendekatan Tri Kaya Parisudha, siswa dapat diajak untuk menerapkan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi
yang bertanggung jawab, toleran, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, tantangan yang dihadapi anakanak semakin kompleks. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai
Pancasila sangat diperlukan agar mereka dapat beradaptasi dengan baik dalam masyarakat yang
pluralistik dan dinamis. Dengan demikian, peran pendidikan Pancasila dalam membentuk pola
pikir anak SD sangatlah strategis dan relevan di tengah perubahan zaman.
2. LANDASAN TEORI
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman
moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu
dibekali dengan nilai-nilai Pancasila agar memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi
dengan perubahan zaman, serta tetap menjunjung tinggi identitas kebangsaan. Menurut Ki
Hadjar Dewantara (1985), pendidikan harus mampu membentuk karakter dan kepribadian anak
agar menjadi individu yang mandiri dan berakhlak mulia. Konsep ini sejalan dengan Pancasila
yang menekankan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan
sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam dunia pendidikan, pembelajaran Pancasila diajarkan sejak dini melalui berbagai
mata pelajaran, terutama dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Konsepkonsep dasar dalam Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan
keadilan sosial, perlu disampaikan dengan metode yang sesuai dengan tahap perkembangan
kognitif anak SD. Menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia SD berada
132
CONCEPT - VOLUME 4 NOMOR 1, MARET 2025
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 131-142
dalam tahap operasional konkret, di mana mereka mulai mampu memahami konsep abstrak
secara bertahap, (...truncated)