Peran Pancasila dalam Membentuk Pola Pikir Anak SD di Tengah Perkembangan Peradaban

Journal of Social Humanities and Education, Mar 2025

Pancasila as the foundation of the state has an important role in shaping the mindset and character of children from an early age, especially at the elementary school level. In the challenging era of globalization, Pancasila-based education is the main foundation in instilling national and moral values. This study aims to explore the role of Pancasila in shaping the mindset of elementary school children and strategies that can be applied in learning so that its values can be internalized effectively. The method used in this study is a literature study by reviewing various relevant scientific articles. The results of the study indicate that an experience-based learning approach, the active role of teachers as role models, and synergy between schools, families, and communities are key factors in instilling Pancasila values. In addition, the challenges of globalization and technological developments require strengthening Pancasila-based digital literacy so that children are able to filter information wisely. Thus, Pancasila-based character education is a strategic element in forming a young generation that has integrity, social responsibility, and critical thinking skills in facing changing times.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1827/2162

Peran Pancasila dalam Membentuk Pola Pikir Anak SD di Tengah Perkembangan Peradaban

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume 4 Nomor 1, Maret 2025 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 131-142 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1827 Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Peran Pancasila dalam Membentuk Pola Pikir Anak SD di Tengah Perkembangan Peradaban Wiwin Hidayanti Gea1, Friska Delviana Silaban2*, Yosnida Sianturi3, Yuni Anggriani Br Nainggolan 4, Willy Partogi Nainggolan 5 1-5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar , Universitas Negeri Medan, Indonesia Korespondensi penulis: * Abstract. Pancasila as the foundation of the state has an important role in shaping the mindset and character of children from an early age, especially at the elementary school level. In the challenging era of globalization, Pancasila-based education is the main foundation in instilling national and moral values. This study aims to explore the role of Pancasila in shaping the mindset of elementary school children and strategies that can be applied in learning so that its values can be internalized effectively. The method used in this study is a literature study by reviewing various relevant scientific articles. The results of the study indicate that an experience-based learning approach, the active role of teachers as role models, and synergy between schools, families, and communities are key factors in instilling Pancasila values. In addition, the challenges of globalization and technological developments require strengthening Pancasila-based digital literacy so that children are able to filter information wisely. Thus, Pancasila-based character education is a strategic element in forming a young generation that has integrity, social responsibility, and critical thinking skills in facing changing times. Keywords: Character education, Children's mindset, Digital literacy, Elementary School, Pancasila. Abstrak. Pancasila sebagai dasar negara memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan karakter anakanak sejak dini, khususnya di tingkat sekolah dasar. Dalam era globalisasi yang penuh tantangan, pendidikan berbasis Pancasila menjadi fondasi utama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pancasila dalam membentuk pola pikir anak SD serta strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran agar nilai-nilainya dapat diinternalisasi secara efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, peran aktif guru sebagai teladan, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat merupakan faktor kunci dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut adanya penguatan literasi digital berbasis Pancasila agar anak-anak mampu menyaring informasi secara bijak. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi elemen strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki integritas, tanggung jawab sosial, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perubahan zaman. Kata kunci: Pendidikan karakter, Pola pikir anak, Literasi digital, Sekolah Dasar, Pancasila. 1. PENDAHULUAN Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pola pikir dan karakter anak-anak, terutama di tingkat sekolah dasar. Dalam konteks perkembangan peradaban yang terus berubah, pendidikan Pancasila menjadi fondasi bagi generasi muda untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan serta moral yang terkandung di dalamnya. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, anak-anak tidak hanya belajar tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga dibekali dengan kemampuan untuk berpikir kritis dan mandiri dalam menghadapi tantangan kehidupan. Received: Januari 13, 2025; Revised: Februari 19, 2025; Accepted: Maret 24, 2025; Published: Maret 26, 2025 Peran Pancasila dalam Membentuk Pola Pikir Anak SD di Tengah Perkembangan Peradaban Beberapa penelitian telah menyoroti relevansi Pendidikan Pancasila untuk anak-anak sekolah dasar. Pendidikan karakter yang dimulai sejak dini tidak hanya memperbaiki moral generasi penerus bangsa, tetapi juga memperkuat integritas dan kemandirian anak dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin rumit. Tujuan pendidikan Pancasila di sekolah dasar adalah untuk mengembangkan orang-orang yang sadar sosial, toleran, dan bertanggung jawab. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran Pendidikan Pancasila sering kali tidak efektif dan bersifat teoritis, sehingga siswa tidak sepenuhnya memahami inti dari cita-cita Pancasila sebagai pedoman hidup. Pendidikan Pancasila di sekolah dasar berfungsi untuk membentuk karakter siswa agar menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Melalui berbagai metode pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis masalah dan pendekatan Tri Kaya Parisudha, siswa dapat diajak untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, toleran, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, tantangan yang dihadapi anakanak semakin kompleks. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan agar mereka dapat beradaptasi dengan baik dalam masyarakat yang pluralistik dan dinamis. Dengan demikian, peran pendidikan Pancasila dalam membentuk pola pikir anak SD sangatlah strategis dan relevan di tengah perubahan zaman. 2. LANDASAN TEORI Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu dibekali dengan nilai-nilai Pancasila agar memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, serta tetap menjunjung tinggi identitas kebangsaan. Menurut Ki Hadjar Dewantara (1985), pendidikan harus mampu membentuk karakter dan kepribadian anak agar menjadi individu yang mandiri dan berakhlak mulia. Konsep ini sejalan dengan Pancasila yang menekankan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, pembelajaran Pancasila diajarkan sejak dini melalui berbagai mata pelajaran, terutama dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Konsepkonsep dasar dalam Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial, perlu disampaikan dengan metode yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak SD. Menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia SD berada 132 CONCEPT - VOLUME 4 NOMOR 1, MARET 2025 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 131-142 dalam tahap operasional konkret, di mana mereka mulai mampu memahami konsep abstrak secara bertahap, (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1827/2162
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1827/2162

Wiwin Hidayanti Gea, Friska Delviana Silaban, Yosnida Sianturi, Yuni Anggriani Br Nainggolan, Willy Partogi Nainggolan. Peran Pancasila dalam Membentuk Pola Pikir Anak SD di Tengah Perkembangan Peradaban, Journal of Social Humanities and Education, 2025, pp. 131-142,