Implementasi Nilai-nilai Kearifan Lokal Desa Penglipuran dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial

Journal of Social Humanities and Education, Mar 2025

Indonesia, as a multicultural country, has more than 1,300 ethnic groups with local wisdom that plays a role in maintaining social solidarity. This study examines the implementation of local wisdom in strengthening social solidarity in Penglipuran Village, Bali, using a qualitative approach with case studies. Data were collected through interviews, participant observation, and documentation studies. The results of the study indicate that mutual cooperation, the social sanction system, and the role of women in traditional activities contribute to social cohesion. The principle of Tri Hita Karana is the main foundation in maintaining the balance of social relations. This finding emphasizes the importance of local wisdom in facing the challenges of globalization, so that its preservation needs to be continuously pursued.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1822/2157

Implementasi Nilai-nilai Kearifan Lokal Desa Penglipuran dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume. 4, Nomor. 1, Maret 2025 e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 114-121 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1822 Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Implementasi Nilai-nilai Kearifan Lokal Desa Penglipuran dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial Saefullah Aji1*, Diyah Nur Septiyaningsih2, Lilis Nurhalimah3, Sindi Pusparani4, Laelia Nurpratiwiningsih5 1-4 Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhadi Setia Budi, Brebes, Indonesia 5 Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhadi Setia Budi, Brebes, Indonesia [email protected]* , [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Alamat Kampus: Jalan Pangeran Diponegoro Km 2 Wanasari, Brebes 52232 Jawa Tengah. Telepon (0283) 619000, Fax. (0283) 619001 Korespondensi penulis: Abstract. Indonesia, as a multicultural country, has more than 1,300 ethnic groups with local wisdom that plays a role in maintaining social solidarity. This study examines the implementation of local wisdom in strengthening social solidarity in Penglipuran Village, Bali, using a qualitative approach with case studies. Data were collected through interviews, participant observation, and documentation studies. The results of the study indicate that mutual cooperation, the social sanction system, and the role of women in traditional activities contribute to social cohesion. The principle of Tri Hita Karana is the main foundation in maintaining the balance of social relations. This finding emphasizes the importance of local wisdom in facing the challenges of globalization, so that its preservation needs to be continuously pursued. Keywords: Local wisdom, Mutual cooperation, Penglipuran village, Social solidarity, Tri Hita Karana Abstrak. Indonesia sebagai negara multikultural, memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa dengan kearifan lokal yang berperan dalam menjaga solidaritas sosial. Penelitian ini mengkaji implementasi kearifan lokal dalam memperkuat solidaritas sosial di Desa Penglipuran, Bali, menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gotong royong, sistem sanksi sosial, serta peran perempuan dalam kegiatan adat berkontribusi terhadap kohesi sosial. Prinsip Tri Hita Karana menjadi landasan utama dalam menjaga keseimbangan hubungan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya kearifan lokal dalam menghadapi tantangan globalisasi, sehingga pelestariannya perlu terus diupayakan. Kata kunci: Kearifan Lokal, Gotong Royong, Desa Penglipuran, Kesetiakawanan Sosial, Tri Hita Karana 1. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa (BPS, 2024) sehingga negara Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat istimewa, salah satunya yaitu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat di berbagai daerah. Kearifan lokal merupakan bagian dari keragaman budaya yang mencakup cara hidup, pandangan hidup, dan kearifan hidup. Keunikan kearifan lokal menunjukan etika dan nilai-nilai budaya dalam masyarakat setempat yang telah diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kearifan lokal berperan dalam membangun identitas budaya bangsa, pembentukan karakter dan jati diri bangsa, serta memberikan solusi dalam menghadapi masalah sosial dan budaya yang ada (Febrianty dkk, 2023). Received: Februari 24, 2025; Revise:d Maret 08, 2025; Accepted: Maret 22, 2025; Published: Maret 25, 2025 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DESA PENGLIPURAN DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS SOSIAL Kearifan lokal dalam suatu masyarakat dianggap suatu nilai hasil dari interaksi manusia dengan lingkungannya secara turun-temurun yang berupa norma, etika, keyakinan, tradisi, hukum adat. Kearifan lokal tersebut memberikan pandangan hidup serta manfaat bagi masyarakat (Jebaru dan Tejawati, 2019). Menurut Iswatiningsih (2019) kearifan tercipta dan tumbuh dari pandangan hidup serta nilai-nilai yang menjadi pedoman masyarakat dalam menjalani kehidupan, sehingga kearifan lokal menjadi salah satu bentuk budaya. Kearifan lokal dapat diimplementasikan dalam bentuk yang nyata (tangible) berupa benda seperti keris atau alat pusaka dan bentuk tidak nyata (intangible) seperti bahasa, sastra, seni, upacara, tradisi dan lain sebagainya. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, terdapat desa adat yang masih kental dalam melestraikan kearifan lokalnya yaitu di Desa Panglipuran Bali. Desa Panglipuran terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali (Dharmadiatmika dan Kohdrata, 2020). Desa Panglipuran tidak hanya dikenal dengan keindahan dan kebersihannya, tetapi juga karena kuatnya sikap solidaritas sosial yang terjalin antar masyarakat setempatnya. Solidaritas sosial diartikan sebagai rasa kebersamaan, kesatuan, dan kepentingan yang melibatkan sikap simpati sebagai individu yang berpartisipasi dalam kelompok yang sama. Sikap solidaritas sosial juga dianggap sebagai pengungkapan rasa atau ekspresi dalam suatu komunitas yang terbentuk karena memiliki tujuan yang sama (Jebaru dan Tejawati, 2019). Menurut Saidang dan Suparman (2019) solidaritas sosial merujuk pada interaksi antara individu dengan kelompok dalam masyarakat yang didasari sikap dan kepercayaan yang dianut serta diperkuat oleh pengalaman bersama. Sistem adat di Desa Penglipuran mendukung kehidupan sosial dan pendidikan di masyarakat karena menerapkan sistem adat yang berdasar pada konsep “Tri Hita Karana” yaitu keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan lingkungan. Konsep tersebut memperkuat nilai solidaritas sosial dan menanamkan etika serta norma dalam kehidupan masyarakat (Parnoto dkk, 2025). Sikap solidaritas sosial perlu dilestarikan, mengingat di era globalisasi dan modernisasi memberikan tantangan terhadap nilai-nilai tradisional seperti sikap solidaritas dapat mengalami pergesaran tradisi menjadi lebih individual (Ramadhan dkk, 2024) Konsep adat kearifan lokal di Desa Panglipuran memiliki peran strategis dalam melestarikan dan memperkuat solidaritas sosial. Sistem sosial di Desa penglipuran menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal mampu menjaga keharmonisan dan kebersamaan masyarakat (Dharmadiatmika dan Kohdrata, 2020). Sehingga dalam penelitian ini akan 115 CONCEPT - VOLUME. 4, NOMOR. 1, MARET 2025 e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 114-121 mengkaji lebih dalam mengenai implementasi nilai- nilai kearifan lokal Desa Penglipuran dalam meningkatkan solidaritas sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-sehari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan kontribusi dalam upaya pelestarian kearifan lokal serta pengua (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1822/2157
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1822/2157

Saefullah Aji, Diyah Nur Septiyaningsih, Lilis Nurhalimah, Sindi Pusparani, Sindi Pusparani. Implementasi Nilai-nilai Kearifan Lokal Desa Penglipuran dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial, Journal of Social Humanities and Education, 2025, pp. 114-121,