Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume. 4, Nomor. 1, Tahun 2025
e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 86-99
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1796
Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Peran Pendidikan dalam Pelestarian Budaya Bali pada Penerus Muda dan
Masyarakat Lokal
Merlina Agustin1, Nurito2, Isnaeni Wijayanti*3, Naila Rizqiah4, Laelia
Nurpratiwiningsih5
1,2,3,4
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes, Indonesia.
5
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar, Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes, Indonesia.
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected]
Alamat Kampus : Jalan Pangeran Diponegoro Km. 2 Wanasari, Brebes 52232 Jawa Tengah. Telepon
(0283) 619000, Fax. (0283) 619001
Korespondensi penulis: *
Abstract. This research aims to determine the role of education in preserving Balinese culture among young
people and local communities. This research uses qualitative research methods with data collection techniques
through interviews and observation. The research results show that education has an important role in preserving
Balinese culture, especially in increasing awareness and participation of local communities. However, this
research also found several challenges faced in preserving Balinese culture through education, such as a lack of
integration of Balinese culture in the educational curriculum and a lack of educational resources. This research
has implications for the importance of increasing the role of education in preserving Balinese culture and
increasing awareness and participation of local communities in preserving Balinese culture.
Keywords: Education, Preservation Of Balinese Culture, Young Successors, Local Community.
Abstrak. : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendidikan dalam pelestarian budaya Bali pada
penerus muda dan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki
peran penting dalam pelestarian budaya Bali, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat
lokal. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelestarian budaya Bali
melalui pendidikan, seperti kurangnya integrasi budaya Bali dalam kurikulum pendidikan dan kurangnya sumber
daya pendidikan. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya meningkatkan peran pendidikan dalam pelestarian
budaya Bali dan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal dalam pelestarian budaya Bali.
Kata kunci: Pendidikan, Pelestarian Budaya Bali, Penerus Muda, Masyarakat Lokal.
1. LATAR BELAKANG
Budaya Bali adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia, yang digemari hampir
dipenjuru dunia sebagai daerah yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan dan
beragam. Namun, dengan perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi, budaya Bali
menghadapi ancaman kepunahan. Oleh karena itu, pelestarian budaya Bali menjadi sangat
penting untuk dilakukan.
Adanya pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam pelestarian budaya Bali.
Dengan pendidikan membantu generasi muda untuk memudahkan cara mereka memahami dan
menghargai budaya Bali. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam pelestarian
budaya Bali melalui pendidikan, seperti kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal,
serta kurangnya integrasi budaya Bali dalam kurikulum pendidikan.
Received: Januari 26, 2025; Revise:d Februari 05, 2025; Accepted: Februari 23, 2025; Online Available:
Februari 25, 2025
PERAN PENDIDIKAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA BALI PADA PENERUS MUDA DAN
MASYARAKAT LOKAL
Maka, adanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi efektif yang
digunakan dalam pelestarian budaya Bali melalui peran pendidikan bagi generasi muda dan
masyarakat lokal. Serta mengetahui tantangan yang dihadapi dalam pelestarian budaya Bali
melalui pendidikan formal maupun non formal.
Oleh sebab itu, adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan serta
memberikan gambaran untuk dapat berkontribusi pada pelestarian budaya Bali, dan membantu
meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal dalam pelestarian budaya Bali.
2. KAJIAN TEORITIS
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan
Sejarah, Universitas Lambung Mangkubarat, Banjarmasin atas nama Muhammad Ridwan,
mengenai "Pengaruh dalam Pendidikan pada Pelestarian Budaya dan Karakter Bangsa". Berisi
tentang pendidikan merupakan bagian penting dalam melestarikan kebudayaan, dalam
membangun karakter penerus mudah yang berbangsa. Dalam pendidikan budaya dan karakter
bangsa tidak berpatok pada pengembangan potensi atau kemampuan secara individu, namun
sebagai filter terhadap pengaruh eksternal yang dapat mengubah karakter generasi muda.
Melalui pendidikan, peranan nilai-nilai budaya lokal juga diikut sertakan sebagai warisan pada
generasi muda, sehingga mereka tetap menghargai dan melestarikan warisan budaya, seperti
bahasa daerah, tarian adat, dan kesenian tradisional. Selain itu, pendidikan juga membentuk
karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, dengan menanamkan sikap religius,
nasionalisme, kemandirian, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan yang berbasis budaya dapat
menghasilkan individu yang berbudaya dan memiliki karakter yang kuat dalam hidup bersama
masyarakat. Oleh sebab itu, dengan pendidikan dapat membantu kita untuk dapat
mengembangkan sebagai media utama dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan
Indonesia. (Ridwan, 2022).
3. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,
metode yang digunakan yaitu
observasi dan wawancara. Penelitian Kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk
menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari
peranan sosial yang tidak mudah dijelaskan, diukur, bahkan hanya dibayangkan jika dengan
menggunakan menggunakan pengukuran melalui angka atau disebut pendekatan kuantitatif.
(Saryono, 2012).
87
CONCEPT - VOLUME. 4, NOMOR. 1, TAHUN 2025
e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 86-99
Wawancara sebagai teknik pengumpulan data, yaitu digunakan peneliti ketika ingin
melaksanakan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti, dan
apabila peneliti ingin mengetahui lebih dalam dari responden pada sejarah zaman dahulu, dan
keberagaman atau keunikan dari tempat yang dituju, maka dapat ditanyakan secara langsung
kepada pihak terkait yang dapat menyaksikan dan merasakan ditempat yang dituju. Sedangkan
teknik observasi digunakan ketika peneliti dapat melihat secara langsung pada benda-benda
atau bangunan peninggalan sejarah (nenek moyang), yang saat ini masih terjaga dan dapat
dinikmati oleh masyar (...truncated)