Pendidikan Sebagai Alat Transformasi Sosial Perspektif Filsafat Ilmu

Journal of Social Humanities and Education, Jan 2025

Education plays a strategic role as a tool for social transformation capable of shaping individual character, addressing social inequality, and driving societal change. In the Indonesian context, character education has become a central issue in building a generation that is faithful, pious, morally upright, and responsible in accordance with the values of Pancasila. Through a holistic approach, character education integrates spiritual, intellectual, emotional, and social aspects to create quality individuals. Furthermore, learning methods that involve role modeling, habituation, and community participation emphasize the importance of collaboration between schools, families, and communities. As an agent of change, education also aims to create a knowledge-based society where science, innovation, and problem-solving serve as key pillars. Through lifelong learning, problem-based learning, and collaborative approaches, education provides space for the development of human potential relevant to global challenges. However, challenges such as educational disparities, curriculum relevance, and teacher capacity remain obstacles that need to be addressed through inclusive policies, continuous training, and improvements in educational infrastructure. By adopting an integrated approach, education can serve as a solid foundation for building a just, inclusive, and adaptive society in response to social changes.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1759/2101

Pendidikan Sebagai Alat Transformasi Sosial Perspektif Filsafat Ilmu

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume. 4, No. 1, Tahun 2025 e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 56-74 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1759 Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Pendidikan Sebagai Alat Transformasi Sosial Perspektif Filsafat Ilmu Umar Faruq1*, M. Yunus Abu Bakar2 1 Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang, Indonesia 2 Universitas Islam Negeri Surabaya, Indonesia [email protected]*, .id2 Alamat: Tambakberas RT.05 RW.02 Tambakrejo Jombang, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Korespondensi Penulis : * Abstract. Education plays a strategic role as a tool for social transformation capable of shaping individual character, addressing social inequality, and driving societal change. In the Indonesian context, character education has become a central issue in building a generation that is faithful, pious, morally upright, and responsible in accordance with the values of Pancasila. Through a holistic approach, character education integrates spiritual, intellectual, emotional, and social aspects to create quality individuals. Furthermore, learning methods that involve role modeling, habituation, and community participation emphasize the importance of collaboration between schools, families, and communities. As an agent of change, education also aims to create a knowledge-based society where science, innovation, and problem-solving serve as key pillars. Through lifelong learning, problem-based learning, and collaborative approaches, education provides space for the development of human potential relevant to global challenges. However, challenges such as educational disparities, curriculum relevance, and teacher capacity remain obstacles that need to be addressed through inclusive policies, continuous training, and improvements in educational infrastructure. By adopting an integrated approach, education can serve as a solid foundation for building a just, inclusive, and adaptive society in response to social changes. Keywords: Education, Social transformation, Character education. Abstrak.Pendidikan memiliki peran strategis sebagai alat transformasi sosial yang mampu membentuk karakter individu, mengatasi ketimpangan sosial, dan mendorong perubahan dalam masyarakat. Dalam konteks Indonesia, pendidikan karakter menjadi isu sentral untuk membangun generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Pancasila. Melalui pendekatan holistik, pendidikan karakter mengintegrasikan aspek spiritual, intelektual, emosional, dan sosial untuk menciptakan individu yang berkualitas. Selain itu, metode pembelajaran yang melibatkan keteladanan, pembiasaan, dan partisipasi masyarakat menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas. Pendidikan sebagai agen perubahan juga bertujuan menciptakan masyarakat berbasis ilmu, di mana sains, inovasi, dan pemecahan masalah menjadi pilar utama. Dengan pembelajaran sepanjang hayat, pembelajaran berbasis masalah, dan pendekatan kolaboratif, pendidikan memberikan ruang untuk pengembangan potensi manusia yang relevan dengan tantangan global. Namun, tantangan seperti kesenjangan pendidikan, relevansi kurikulum, dan kapasitas guru masih menjadi hambatan yang perlu diatasi melalui kebijakan inklusif, pelatihan berkelanjutan, dan perbaikan infrastruktur pendidikan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, pendidikan dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan sosial. Kata Kunci: Pendidikan, Transformasi sosial, Pendidikan karakter. 1. PENDAHULUAN Pendidikan telah lama diakui sebagai sarana fundamental dalam mendorong transformasi sosial. Sebagai alat yang mampu mentransmisikan nilai-nilai, keterampilan, dan pengetahuan, pendidikan tidak hanya membentuk individu tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat secara keseluruhan. Dalam perspektif filsafat ilmu, pendidikan memiliki fungsi untuk membangun manusia seutuhnya, yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki moralitas dan spiritualitas yang kuat. Received: Desember 17, 2024; Revised: Desember 31, 2024; Accepted: Januari 26, 2024; Online Available: Januari 28, 2025; Pendidikan Sebagai Alat Transformasi Sosial Perspektif Filsafat Ilmu Pemikiran filsafat pendidikan Islam, misalnya, menggarisbawahi pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk menciptakan individu yang sadar akan tanggung jawabnya terhadap Tuhan dan masyarakat. Transformasi pendidikan Islam dari masa ke masa selalu melibatkan pengaruh sosio-kultural serta nilai-nilai keislaman. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan budaya tempatnya berkembang.(Tamam and Bakar 2022) Dalam praktiknya, filsafat pendidikan Islam juga menekankan bahwa sistem pendidikan harus bersifat dinamis dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pemikiran tokohtokoh seperti Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun menyoroti perlunya integrasi antara ilmu agama dan ilmu duniawi untuk menciptakan individu yang seimbang. Pendekatan ini memungkinkan pendidikan untuk menjadi alat transformasi yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga praktis, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.(Mughni and Bakar 2022) Namun, tantangan dalam mewujudkan pendidikan sebagai alat transformasi sosial tidaklah ringan. Perlu ada penyelarasan antara filsafat pendidikan dengan implementasi nyata, terutama dalam konteks kurikulum yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik di berbagai lingkungan. Oleh karena itu, kajian ini berfokus pada bagaimana pendidikan dapat menjadi alat transformasi sosial yang berlandaskan filsafat ilmu, dengan penekanan pada peran kurikulum, metode, dan nilai-nilai pendidikan.(Tamam and Bakar 2022) Sejak tahun 1990-an, terminologi Pendidikan Karakter mulai ramai dibicarakan di Dunia Barat. Thomas Lickona dianggap sebagai pengusungnya saat itu, melalui karyanya yang banyak memukau The Return of Character Education memberikan kesadaran di dunia pendidikan secara umum tentang konsep Pendidikan Karakter sebagai konsep yang harus digunakan dalam kehidupan ini. Di Indonesia, pendidikan karakter dicanangkan oleh pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono pada Peringatan Hari Kemerdekaan Nasional, 2 Mei 2010. Pendidikan karakter menjadi isu yang sangat hangat sehingga pemerintah memiliki tekad menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Pendidikan karakter atau pendidikan watak sejak awal munculnya dalam pendidikan sudah dianggap sebagai hal yang niscaya oleh para ahli. John Dewey, sebagaimana dikutip oleh Frank G. Goble pada tahun 1916, pernah berkata;“sudah merupakan hal lumrah dalam teori pendidikan bahwa pembentukan watak merupakan tujuan umum pengajaran dan pendidikan budi pekerti di sekolah”. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan da (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1759/2101
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1759/2101

Umar Faruq, M. Yunus Abu Bakar. Pendidikan Sebagai Alat Transformasi Sosial Perspektif Filsafat Ilmu, Journal of Social Humanities and Education, 2025, pp. 56-74,