Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume. 4, No. 1, Tahun 2025
e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 56-74
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1759
Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Pendidikan Sebagai Alat Transformasi Sosial Perspektif Filsafat Ilmu
Umar Faruq1*, M. Yunus Abu Bakar2
1
Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang, Indonesia
2
Universitas Islam Negeri Surabaya, Indonesia
[email protected]*, .id2
Alamat: Tambakberas RT.05 RW.02 Tambakrejo Jombang, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten
Jombang, Jawa Timur
Korespondensi Penulis : *
Abstract. Education plays a strategic role as a tool for social transformation capable of shaping individual
character, addressing social inequality, and driving societal change. In the Indonesian context, character
education has become a central issue in building a generation that is faithful, pious, morally upright, and
responsible in accordance with the values of Pancasila. Through a holistic approach, character education
integrates spiritual, intellectual, emotional, and social aspects to create quality individuals. Furthermore,
learning methods that involve role modeling, habituation, and community participation emphasize the importance
of collaboration between schools, families, and communities. As an agent of change, education also aims to create
a knowledge-based society where science, innovation, and problem-solving serve as key pillars. Through lifelong
learning, problem-based learning, and collaborative approaches, education provides space for the development
of human potential relevant to global challenges. However, challenges such as educational disparities, curriculum
relevance, and teacher capacity remain obstacles that need to be addressed through inclusive policies, continuous
training, and improvements in educational infrastructure. By adopting an integrated approach, education can
serve as a solid foundation for building a just, inclusive, and adaptive society in response to social changes.
Keywords: Education, Social transformation, Character education.
Abstrak.Pendidikan memiliki peran strategis sebagai alat transformasi sosial yang mampu membentuk karakter
individu, mengatasi ketimpangan sosial, dan mendorong perubahan dalam masyarakat. Dalam konteks Indonesia,
pendidikan karakter menjadi isu sentral untuk membangun generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia,
dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Pancasila. Melalui pendekatan holistik, pendidikan karakter
mengintegrasikan aspek spiritual, intelektual, emosional, dan sosial untuk menciptakan individu yang berkualitas.
Selain itu, metode pembelajaran yang melibatkan keteladanan, pembiasaan, dan partisipasi masyarakat
menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas. Pendidikan sebagai agen perubahan
juga bertujuan menciptakan masyarakat berbasis ilmu, di mana sains, inovasi, dan pemecahan masalah menjadi
pilar utama. Dengan pembelajaran sepanjang hayat, pembelajaran berbasis masalah, dan pendekatan kolaboratif,
pendidikan memberikan ruang untuk pengembangan potensi manusia yang relevan dengan tantangan global.
Namun, tantangan seperti kesenjangan pendidikan, relevansi kurikulum, dan kapasitas guru masih menjadi
hambatan yang perlu diatasi melalui kebijakan inklusif, pelatihan berkelanjutan, dan perbaikan infrastruktur
pendidikan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, pendidikan dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk
membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan sosial.
Kata Kunci: Pendidikan, Transformasi sosial, Pendidikan karakter.
1. PENDAHULUAN
Pendidikan telah lama diakui sebagai sarana fundamental dalam mendorong
transformasi sosial. Sebagai alat yang mampu mentransmisikan nilai-nilai, keterampilan, dan
pengetahuan, pendidikan tidak hanya membentuk individu tetapi juga memberikan dampak
signifikan terhadap masyarakat secara keseluruhan. Dalam perspektif filsafat ilmu, pendidikan
memiliki fungsi untuk membangun manusia seutuhnya, yang tidak hanya cerdas secara
intelektual tetapi juga memiliki moralitas dan spiritualitas yang kuat.
Received: Desember 17, 2024; Revised: Desember 31, 2024; Accepted: Januari 26, 2024; Online Available: Januari 28, 2025;
Pendidikan Sebagai Alat Transformasi Sosial Perspektif Filsafat Ilmu
Pemikiran filsafat pendidikan Islam, misalnya, menggarisbawahi pentingnya
pendidikan sebagai sarana untuk menciptakan individu yang sadar akan tanggung jawabnya
terhadap Tuhan dan masyarakat. Transformasi pendidikan Islam dari masa ke masa selalu
melibatkan pengaruh sosio-kultural serta nilai-nilai keislaman. Hal ini menunjukkan bahwa
pendidikan
tidak
dapat
dilepaskan
dari
konteks
sosial
dan
budaya
tempatnya
berkembang.(Tamam and Bakar 2022)
Dalam praktiknya, filsafat pendidikan Islam juga menekankan bahwa sistem
pendidikan harus bersifat dinamis dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pemikiran tokohtokoh seperti Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun menyoroti perlunya integrasi antara ilmu agama
dan ilmu duniawi untuk menciptakan individu yang seimbang. Pendekatan ini memungkinkan
pendidikan untuk menjadi alat transformasi yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga
praktis, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.(Mughni and Bakar 2022)
Namun, tantangan dalam mewujudkan pendidikan sebagai alat transformasi sosial
tidaklah ringan. Perlu ada penyelarasan antara filsafat pendidikan dengan implementasi nyata,
terutama dalam konteks kurikulum yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik di berbagai
lingkungan. Oleh karena itu, kajian ini berfokus pada bagaimana pendidikan dapat menjadi alat
transformasi sosial yang berlandaskan filsafat ilmu, dengan penekanan pada peran kurikulum,
metode, dan nilai-nilai pendidikan.(Tamam and Bakar 2022)
Sejak tahun 1990-an, terminologi Pendidikan Karakter mulai ramai dibicarakan di
Dunia Barat. Thomas Lickona dianggap sebagai pengusungnya saat itu, melalui karyanya yang
banyak memukau The Return of Character Education memberikan kesadaran di dunia
pendidikan secara umum tentang konsep Pendidikan Karakter sebagai konsep yang harus
digunakan dalam kehidupan ini. Di Indonesia, pendidikan karakter dicanangkan oleh
pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono pada Peringatan Hari Kemerdekaan Nasional, 2 Mei
2010. Pendidikan karakter menjadi isu yang sangat hangat sehingga pemerintah memiliki tekad
menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Pendidikan karakter
atau pendidikan watak sejak awal munculnya dalam pendidikan sudah dianggap sebagai hal
yang niscaya oleh para ahli. John Dewey, sebagaimana dikutip oleh Frank G. Goble pada tahun
1916, pernah berkata;“sudah merupakan hal lumrah dalam teori pendidikan bahwa
pembentukan watak merupakan tujuan umum pengajaran dan pendidikan budi pekerti di
sekolah”. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003
disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan da (...truncated)