Respon Publik Terhadap Strategi Dakwah melalui Stand Up Comedy pada Platform YouTube
Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume 4, Nomor 1, Tahun 2025
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal. 21-31
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1726
Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Respon Publik Terhadap Strategi Dakwah melalui Stand Up Comedy pada
Platform YouTube
1,2
Risma Alviyanti1*, Nur Hidayat Muh Said2
Pascasarjana Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin,
Makassar, Indonesia
Alamat: Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi
Selatan, Indonesia
Korespondensi penulis: *
Abstract. Lifestyle trends across generations have an impact on da'wah strategies. The approach with the standup comedy method or humor on the YouTube platform is the most up to date alternative. This phenomenon is
directly proportional to the high prevalence of YouTube users in Indonesia. So this descriptive research aims to
analyze the sentiment of public response to religious content delivered through stand up comedy. The data source
for this research is a YouTube video uploaded by Dzawin Nur with the topic “Kuliah Antum - Ustad Kembali
#2.1”. Sentiment analysis uses web scraping techniques from YouTube Comment Extractor and PredictEsay
based on Natural Language Processing (NPL). From the 1.006 randomly analyzed comments, 300 comments
showed positive sentiment reaching 99.6%. Meanwhile, neutral and negative sentiments are only 0.2% each.
Da'wah through stand up comedy is effective as a da'wah strategy in a form that is more relevant to the
transformation of social dynamics.
Keywords: Comics, Dzawin Nur, Humor, Preachers, Public Sentiment
Abstrak. Perubahan dinamika gaya hidup lintas generasi berdampak pada strategi dakwah. Pendekatan dengan
metode stand up comedy atau humor di platform YouTube menjadi alternatif terkini. Fenomena ini berbanding
lurus dengan tingginya prevalensi pengguna YouTube di Indonesia. Sehingga penelitian deskriptif ini bertujuan
untuk menganalisis sentimen respon publik terhadap konten keagamaan yang disampaikan melalui stand up
comedy. Sumber data penelitian ini adalah video YouTube yang diunggah Dzawin Nur dengan topik “Kuliah
Antum - Ustad Kembali #2.1”. Analisis sentimen menggunakan teknik web scraping dari YouTube Comment
Extractor dan PredictEsay berbasis Natural Language Processing (NPL). Dari 1.006 komentar yang dianalisis
secara random, sebanyak 300 komentar menunjukkan sentimen positif hingga mencapai 99.6%. Sedangkan
sentimen netral dan negatif masing-masing hanya sebesar 0.2%. Dakwah melalui stand up comedy efektif sebagai
strategi dakwah ke dalam bentuk yang lebih relevan dengan transformasi dinamika sosial.
Kata kunci: Dzawin Nur, Humor, Komika, Pendakwah, Sentimen Publik
1. LATAR BELAKANG
Strategi dakwah dalam menyampaikan nilai keagamaan pada saat ini mengalami
perkembangan seiring dengan dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan beragam.
Dakwah tidak terbatas pada metode konvensional seperti ceramah di masjid atau forum
keagamaan. Namun, telah melibatkan platform media digital, seni, dan budaya populer.
Platform digital dinilai lebih relevan dan kontekstual terhadap perubahan gaya hidup
bermasyarakat terkini. Strategi dakwah yang fleksibel mampu meningkatkan efektivitas
penyampaian pesan kepada publik (Zaman et al., 2023). Strategi dakwah melalui stand up
comedy dengan humor dan satirnya mampu menjadi medium komunikasi efektif. Gaya
komunikasi ini memungkinkan pesan dakwah diterima secara lebih santai dan menyenangkan
tanpa mengurangi esensi dakwah. Strategi ini mampu menembus batasan formalitas yang
Received: November 30, 2024; Revised: Desember 23, 2024; Accepted: Januari 16, 2025;
Online Available: Januari 18, 2025;
RESPON PUBLIK TERHADAP STRATEGI DAKWAH MELALUI STAND UP COMEDY PADA
PLATFORM YOUTUBE
sering kali menjadi hambatan dalam komunikasi keagamaan, terutama di kalangan generasi
muda. Humor dalam stand up comedy juga berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan
isu keagamaan dengan relevansi kehidupan sehari-hari (Kifayah & Tsalatsa, 2021).
Sejumlah pendakwah di Indonesia telah menggunakan humor sebagai gaya untuk
menyampaikan pesan keagamaan (Ifansyah et al., 2023). KH. Zainuddin MZ yang dikenal
sebagai “Dai Sejuta Umat” kerap menggunakan humor ringan dan cerita sehari-hari untuk
menjelaskan konsep agama yang bersifat kompleks. Hal ini tentunya menjadikan ceramahnya
mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Pendekatan serupa juga digunakan oleh Ustaz Abdul
Somad (UAS) melalui guyonan segar dan kontekstual dalam ceramahnya. Suasana tersebut
menjadi riuh tanpa mengurangi esensi keseriusan dakwah. Selain itu, Cak Nun (Emha Ainun
Nadjib) dikenal dengan pendekatan dialogisnya yang santai untuk membangun suasana diskusi
interaktif dengan publik sambil menyisipkan humor dan sindiran yang relevan. Pendekatan
semacam ini tidak hanya menciptakan kedekatan emosional, akan tetapi juga mampu
menurunkan resistensi publik terhadap pesan keagamaan. Humor dengan gaya komunikasi
yang kontekstual menjadikan dakwah sebagai medium yang inklusif dan menarik (Khairanis
et al., 2020).
Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh We Are Social, pada tahun 2024 tercatat
sebanyak 139 juta jiwa di Indonesia telah menggunakan internet. Angka tersebut diperkirakan
akan terus meningkat setiap tahunnya. Sedangkan total populasi masyarakat Indonesia
mencapai 281.6 juta jiwa, data tersebut mengindikasikan bahwa sekitar 49.36% dari seluruh
penduduk Indonesia telah memiliki akses ke internet. Di antara berbagai platform digital,
YouTube tercatat sebagai media sosial yang paling populer di kalangan pengguna internet di
Indonesia, diikuti oleh platform lainnya. Hal ini dikarenakan keterjangkauannya pada lintas
generasi tanpa adanya batasan ruang dan waktu (We Are Social, 2024).
Platform YouTube memberikan fleksibilitas fitur interaktif untuk mengetahui respon
publik (Asrizallis, 2024). Fitur kolom komentar dan live streaming memungkinkan adanya
respon langsung dari publik sebagai evaluasi strategi dakwah. Selain itu, respon publik melalui
fitur kolom komentar, like, dan subscribe menjadi indikator preferensi publik terhadap jenis
konten. Seluruh fitur tersebut membantu pendakwah dalam menentukan tema, durasi, dan gaya
penyampaian yang relevan. Jumlah penonton, waktu tonton, dan sentimen pada platform
YouTube juga memberikan gambaran publik terhadap efektifitas strategi dakwah (Hasibuan &
Praniti, 2023). Namun, meskipun terdapat penelitian yang membahas efektivitas humor dalam
dakwah, masih terdapat keterbatasan dalam kajian yang mengintegrasikan aspek respon publik
terhadap dakwah melalui stand up comedy. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan
22
CONCEPT - VOLUME 4, NOMOR 1, TAHUN 2025
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal. 21-31
tersebut dengan mengkaji bagaimana publik merespon strategi dakwah melalui stand up
comedy yang dipublikasikan di platform YouTube.
2. KAJIAN TEORITIS
Stand Up Comedy
Stand up comedy (...truncated)