Respon Publik Terhadap Strategi Dakwah melalui Stand Up Comedy pada Platform YouTube

Journal of Social Humanities and Education, Jan 2025

Lifestyle trends across generations have an impact on da'wah strategies. The approach with the stand-up comedy method or humor on the YouTube platform is the most up to date alternative. This phenomenon is directly proportional to the high prevalence of YouTube users in Indonesia. So this descriptive research aims to analyze the sentiment of public response to religious content delivered through stand up comedy. The data source for this research is a YouTube video uploaded by Dzawin Nur with the topic “Kuliah Antum - Ustad Kembali #2.1”. Sentiment analysis uses web scraping techniques from YouTube Comment Extractor and PredictEsay based on Natural Language Processing (NPL). From the 1.006 randomly analyzed comments, 300 comments showed positive sentiment reaching 99.6%. Meanwhile, neutral and negative sentiments are only 0.2% each. Da'wah through stand up comedy is effective as a da'wah strategy in a form that is more relevant to the transformation of social dynamics.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1726/2074

Respon Publik Terhadap Strategi Dakwah melalui Stand Up Comedy pada Platform YouTube

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume 4, Nomor 1, Tahun 2025 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal. 21-31 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1726 Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Respon Publik Terhadap Strategi Dakwah melalui Stand Up Comedy pada Platform YouTube 1,2 Risma Alviyanti1*, Nur Hidayat Muh Said2 Pascasarjana Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia Alamat: Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia Korespondensi penulis: * Abstract. Lifestyle trends across generations have an impact on da'wah strategies. The approach with the standup comedy method or humor on the YouTube platform is the most up to date alternative. This phenomenon is directly proportional to the high prevalence of YouTube users in Indonesia. So this descriptive research aims to analyze the sentiment of public response to religious content delivered through stand up comedy. The data source for this research is a YouTube video uploaded by Dzawin Nur with the topic “Kuliah Antum - Ustad Kembali #2.1”. Sentiment analysis uses web scraping techniques from YouTube Comment Extractor and PredictEsay based on Natural Language Processing (NPL). From the 1.006 randomly analyzed comments, 300 comments showed positive sentiment reaching 99.6%. Meanwhile, neutral and negative sentiments are only 0.2% each. Da'wah through stand up comedy is effective as a da'wah strategy in a form that is more relevant to the transformation of social dynamics. Keywords: Comics, Dzawin Nur, Humor, Preachers, Public Sentiment Abstrak. Perubahan dinamika gaya hidup lintas generasi berdampak pada strategi dakwah. Pendekatan dengan metode stand up comedy atau humor di platform YouTube menjadi alternatif terkini. Fenomena ini berbanding lurus dengan tingginya prevalensi pengguna YouTube di Indonesia. Sehingga penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis sentimen respon publik terhadap konten keagamaan yang disampaikan melalui stand up comedy. Sumber data penelitian ini adalah video YouTube yang diunggah Dzawin Nur dengan topik “Kuliah Antum - Ustad Kembali #2.1”. Analisis sentimen menggunakan teknik web scraping dari YouTube Comment Extractor dan PredictEsay berbasis Natural Language Processing (NPL). Dari 1.006 komentar yang dianalisis secara random, sebanyak 300 komentar menunjukkan sentimen positif hingga mencapai 99.6%. Sedangkan sentimen netral dan negatif masing-masing hanya sebesar 0.2%. Dakwah melalui stand up comedy efektif sebagai strategi dakwah ke dalam bentuk yang lebih relevan dengan transformasi dinamika sosial. Kata kunci: Dzawin Nur, Humor, Komika, Pendakwah, Sentimen Publik 1. LATAR BELAKANG Strategi dakwah dalam menyampaikan nilai keagamaan pada saat ini mengalami perkembangan seiring dengan dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan beragam. Dakwah tidak terbatas pada metode konvensional seperti ceramah di masjid atau forum keagamaan. Namun, telah melibatkan platform media digital, seni, dan budaya populer. Platform digital dinilai lebih relevan dan kontekstual terhadap perubahan gaya hidup bermasyarakat terkini. Strategi dakwah yang fleksibel mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kepada publik (Zaman et al., 2023). Strategi dakwah melalui stand up comedy dengan humor dan satirnya mampu menjadi medium komunikasi efektif. Gaya komunikasi ini memungkinkan pesan dakwah diterima secara lebih santai dan menyenangkan tanpa mengurangi esensi dakwah. Strategi ini mampu menembus batasan formalitas yang Received: November 30, 2024; Revised: Desember 23, 2024; Accepted: Januari 16, 2025; Online Available: Januari 18, 2025; RESPON PUBLIK TERHADAP STRATEGI DAKWAH MELALUI STAND UP COMEDY PADA PLATFORM YOUTUBE sering kali menjadi hambatan dalam komunikasi keagamaan, terutama di kalangan generasi muda. Humor dalam stand up comedy juga berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan isu keagamaan dengan relevansi kehidupan sehari-hari (Kifayah & Tsalatsa, 2021). Sejumlah pendakwah di Indonesia telah menggunakan humor sebagai gaya untuk menyampaikan pesan keagamaan (Ifansyah et al., 2023). KH. Zainuddin MZ yang dikenal sebagai “Dai Sejuta Umat” kerap menggunakan humor ringan dan cerita sehari-hari untuk menjelaskan konsep agama yang bersifat kompleks. Hal ini tentunya menjadikan ceramahnya mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Pendekatan serupa juga digunakan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) melalui guyonan segar dan kontekstual dalam ceramahnya. Suasana tersebut menjadi riuh tanpa mengurangi esensi keseriusan dakwah. Selain itu, Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) dikenal dengan pendekatan dialogisnya yang santai untuk membangun suasana diskusi interaktif dengan publik sambil menyisipkan humor dan sindiran yang relevan. Pendekatan semacam ini tidak hanya menciptakan kedekatan emosional, akan tetapi juga mampu menurunkan resistensi publik terhadap pesan keagamaan. Humor dengan gaya komunikasi yang kontekstual menjadikan dakwah sebagai medium yang inklusif dan menarik (Khairanis et al., 2020). Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh We Are Social, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 139 juta jiwa di Indonesia telah menggunakan internet. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Sedangkan total populasi masyarakat Indonesia mencapai 281.6 juta jiwa, data tersebut mengindikasikan bahwa sekitar 49.36% dari seluruh penduduk Indonesia telah memiliki akses ke internet. Di antara berbagai platform digital, YouTube tercatat sebagai media sosial yang paling populer di kalangan pengguna internet di Indonesia, diikuti oleh platform lainnya. Hal ini dikarenakan keterjangkauannya pada lintas generasi tanpa adanya batasan ruang dan waktu (We Are Social, 2024). Platform YouTube memberikan fleksibilitas fitur interaktif untuk mengetahui respon publik (Asrizallis, 2024). Fitur kolom komentar dan live streaming memungkinkan adanya respon langsung dari publik sebagai evaluasi strategi dakwah. Selain itu, respon publik melalui fitur kolom komentar, like, dan subscribe menjadi indikator preferensi publik terhadap jenis konten. Seluruh fitur tersebut membantu pendakwah dalam menentukan tema, durasi, dan gaya penyampaian yang relevan. Jumlah penonton, waktu tonton, dan sentimen pada platform YouTube juga memberikan gambaran publik terhadap efektifitas strategi dakwah (Hasibuan & Praniti, 2023). Namun, meskipun terdapat penelitian yang membahas efektivitas humor dalam dakwah, masih terdapat keterbatasan dalam kajian yang mengintegrasikan aspek respon publik terhadap dakwah melalui stand up comedy. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan 22 CONCEPT - VOLUME 4, NOMOR 1, TAHUN 2025 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal. 21-31 tersebut dengan mengkaji bagaimana publik merespon strategi dakwah melalui stand up comedy yang dipublikasikan di platform YouTube. 2. KAJIAN TEORITIS Stand Up Comedy Stand up comedy (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1726/2074
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1726/2074

Risma Alviyanti, Nur Hidayat Muh Said. Respon Publik Terhadap Strategi Dakwah melalui Stand Up Comedy pada Platform YouTube, Journal of Social Humanities and Education, 2025, pp. 21-31,