Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume. 4, No. 1, Tahun 2025
e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 32-37
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1745
Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Efektivitas Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education dalam
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa
Studi Literatur
Suci Hanifah Nahampun1, Yeni Lupitasari Sinaga2, Cindy Marito Habeahan3,
Roberkat Sardio Siahaan4, Taruli Marito Silalahi5
Universitas Sari Mutiara Indonesia
Email:
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected]
Abstrack : This research aims to evaluate the effectiveness of the Realistic Mathematics Education (RME)
learning model in improving students' understanding of mathematical concepts. The method used in this research
is a literature study by analyzing various relevant literature sources. The results of this research show that the
RME learning model can improve students' understanding of mathematical concepts by linking learning material
to real life situations, increasing student involvement in the learning process, and encouraging students to think
critically and creatively.
Keywords: Realistic Mathematics Education, understanding concepts , mathematics, literature studies
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Realistic Mathematics
Education (RME) dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran RME dapat meningkatkan pemahaman konsep
matematika siswa dengan cara mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata, meningkatkan
keterlibatan siswa dalam proses belajar, serta mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
Kata kunci: Realistic Mathematics Education, pemahaman konsep, matematika, studi literatur
1.
PENDAHULUAN
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh banyak siswa.
Kesulitan ini seringkali disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang efektif dalam
membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak. Siswa cenderung mengalami kesulitan
dalam mengaitkan materi yang diajarkan di kelas dengan aplikasi praktis dalam kehidupan
sehari-hari. Akibatnya, banyak siswa yang merasa terasing dan kurang termotivasi untuk
belajar matematika (Putri & Zulkardi. 2022).
Model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) hadir sebagai solusi atas
masalah ini. RME merupakan pendekatan pembelajaran yang dikembangkan di Belanda, yang
menekankan pada penggunaan konteks kehidupan nyata dalam pengajaran matematika.
Dengan mengintegrasikan konsep matematika dengan situasi yang relevan dan familiar bagi
siswa, RME berusaha menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Pendekatan ini
bertujuan untuk membuat pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna dan menarik bagi
siswa (Armanto, 2019).
Menurut Zulkardi (2006: 4), teori RME terdiri dari lima karakteristik yaitu: 1).
penggunaan real konteks sebagai titik tolak dalam belajar matematika; (2) penggunaan model
Received: November 30, 2024; Revised: Desember 30, 2024; Accepted: Januari 17, 2025;
Online Available: Januari 23, 2025;
Efektivitas Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education dalam
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa
Studi Literatur
yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan cara formal atau
rumus; (3) mengaitkan berbagai topik dalam matematika; (4) penggunaan metode interaktif
dalam belajar matematika dan (5) menghargai ragam jawaban dan kontribusi siswa.
Salah satu prinsip utama dalam RME adalah penggunaan masalah kontekstual sebagai
titik awal pembelajaran. Dalam pendekatan ini, siswa diajak untuk mengeksplorasi dan
menyelesaikan masalah-masalah yang nyata dan relevan dengan kehidupan mereka. Misalnya,
konsep geometri dapat diajarkan melalui pengukuran area dan volume dari objek-objek seharihari seperti kotak atau botol. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami konsep-konsep
matematika secara abstrak, tetapi juga melihat bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam
situasi nyata.
Selain itu, RME mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Siswa diajak
untuk berpartisipasi dalam diskusi, eksplorasi, dan kolaborasi dengan teman-teman mereka.
Melalui proses ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta
meningkatkan keterampilan pemecahan masalah mereka. Guru berperan sebagai fasilitator
yang membantu siswa dalam mengeksplorasi dan menemukan konsep-konsep matematika
secara mandiri.
Dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata, RME tidak
hanya meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, tetapi juga meningkatkan motivasi
dan minat belajar mereka. Siswa merasa bahwa apa yang mereka pelajari memiliki relevansi
dan manfaat langsung dalam kehidupan mereka, sehingga mereka lebih termotivasi untuk
belajar dan menguasai materi yang diajarkan. Oleh karena itu, RME merupakan pendekatan
pembelajaran yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan
matematika siswa (Rahman, 2022).
2.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai
sumber literatur yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang membahas
tentang penerapan model RME dalam pembelajaran matematika. Analisis data dilakukan
dengan cara mengidentifikasi, mengkaji, dan mensintesis temuan-temuan dari berbagai
literatur yang telah dikumpulkan.
33
CONCEPT - VOLUME. 4, NO. 1, TAHUN 2025
e-ISSN : 2963-5527; p-ISSN : 2963-5527; Hal. 32-37
3.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan analisis literatur, ditemukan bahwa model pembelajaran Realistic
Mathematics Education (RME) efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika
siswa. Beberapa temuan utama dari literatur yang dianalisis adalah sebagai berikut (Nisa,
2021):
1. Pengaitan Materi dengan Kehidupan Nyata
RME menggunakan konteks kehidupan nyata untuk mengajarkan konsep matematika.
Metode ini memungkinkan siswa untuk melihat bagaimana matematika berfungsi dalam situasi
sehari-hari, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami dan mengaplikasikan konsep yang
dipelajari. Misalnya, siswa dapat belajar tentang persamaan linear melalui skenario seperti
menentukan biaya total dari belanjaan atau mengatur anggaran. Dengan cara ini, siswa tidak
hanya menghafal rumus tetapi juga memahami bagaimana dan kapan rumus tersebut digunakan
dalam kehidupan nyata.
2. Keterlibatan Aktif Siswa
Dalam RME, siswa didorong untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Mereka tidak
hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga berpartisipasi dalam eksplorasi dan
penemuan konsep matematika. Proses pembelajaran yang interaktif ini memungkinkan siswa
untuk mengembangkan pemaha (...truncated)